Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   

PENYEWAAN AMBULACE

PENYEWAAN AMBULACE

Puluhan Pasukan Biru Kuras Saluran Air Jalan Tanah Merdeka

JAKARTA- Puluhan anggota Pasukan Biru Suku Dinas Sumber Daya Air Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara melakukan pengurasan lumpur di sepanjang Jalan Tanah Merdeka, Kalibaru Cilincing Jakarta Utara.

Sebanyak 109  pasukan biru ini membantu kegiatan HPSN (Hari Peduli Sampah Nasional) 2019 kec Cilincing yang di fokuskan pada wilayah RW 6 Kalibaru.

"Hari ini merupakan Hari Peduli Sampah Nasional. Harapan kami pemerintah agar masyarakat serius untuk tidak membuang sampah sembarangan,bangun pola hidup bersih serta gotong royong alias guyup jika persoalan lingkungan untuk bisa diatasi" kata Samsudin Lalagao Walikota Jakarta Utara.

Ditambahkan juga oleh Purnomo Camat Cilincing bahwa persoalan sampah merupakan masalah yang harus diatasi bersama-sama. Kesadaran masyarakat harusn ditumbuhkan bahwa persoalan lingkungan adalah persoalan bersama.

"Salah satu jangan buang sampah ke saluran air dan manfaatkan sampah untuk bisa diolah jadi barang yang berguna" ujarnya.

Selain itu juga Sambut Sarkam Kasie Sudin Sumber Daya Air Kec Cilincing, bahwa pasukan biru ini bertugas untuk menuntaskan penyumbatan akibat sampah yang harus segera diatasi. Dan berharap masyarakat menjaga serta merawat saluran air yang sudah dibersihkan.



Soal Sengketa Lahan, Walikota Minta Selesaikan Di Meja Hukum Tanpa Kekerasan

Jakarta- Maraknya sengketa lahan di wilayah Jakarta Utara hingga menimbulkan pengerahan massa, Walikota Jakarta Utara meminta agar pihak yang bersengketa sebaiknya menggunakan jalur hukum.

Hal ini disampaikan Samsudin Lalagao saat dikonfirmasi soal sengketa lahan yang kerap terjadi diwilayah kerjanya.

"Jika terjadi sengketa lahan sebaiknya diserahkan ke jalur hukum. Agar di proses sehingga ada kepastian siapa pemilik lahannya serta tidak dengan kekerasan" tuturnya.

Ditambahkan juga, pihaknya telah mendapatkan laporan terjadinya sengketa lahan hingga harus mengerahkan massa itu akan menambah masalah. Tapi Walikota mengapreasi sejauh ini persoalan tersebut bisa cepat ditangani dan dimediasi sehingga tidak mengarah pada kekerasan.

"Saya yakin para pemilik lahan sadar hukum, sebaiknya selesaikan dengan bijak" sahutnya.

Dinas KLH DKI Gandeng Polres Jakut Selidiki Limbah Marunda

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menggandeng Polres Metro Jakarta Utara untuk menangani dan menyelidiki temuan gundukan tanah diduga limbah sisa pengolahan minyak goreng di kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penataan Hukum Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Mudarisin mengatakan, saat ini, proses penanganan adanya temuan gundukan tanah diduga limbah itu masih dalam tahap penyelidikan.

“Sedang ditangani Polres Jakarta Utara baik penyelidikannya maupun mungkin nanti kalau ada unsur pidananya, mungkin meningkat ke penyidikan. Itu nanti dari Polres Jakarta Utara,” kata Mudarisin, Sabtu (12/1/2019).

Petugas masih menyelidiki asal muasal gundukan tanah tersebut apakah berasal dari perusahaan minyak goreng di sekitar lokasi atau bukan.

Hasil dari sampel yang diambil Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) belum juga keluar.

“Jadi awal Januari lah sudah mulainya itu observasi ke lapangan bersama-sama. Nanti penyidikannya oleh Polres. Mengetahui barang ini apa. Barang ini siapa yang nganterin. Barang ini dari mana,” katanya.

Menurut Mudarisin, temuan tersebut selanjutnya dijadikan barang bukti awal. Polisi dan Dinas LH DKI juga masih mengumpulkan keterangan dari warga sekitar sebelum menunjuk siapa saja yang bakal dijadikan saksi.

“Sambil menunggu hasil laboratorium, observasi terus dilakukan. Penyidikan nanti sepenuhnya dari Polres. Keterangan belum dalam bentuk saksi kali ya, masih mengumpulkan barbuk dan keterangan,” katanya.

Sumber : wartakotalive.com

Sengketa Lahan Di Semper Barat Nyaris Bentrok Antar Kelompok


Jakarta- Sengketa lahan seluas 30 Ha lebih di Semper Barat nyaris bentrok oleh para pemilik yang mengklaimnya bahwa lahan tersebut miliknya.

Para pemilik ini merasa telah mengantongi surat tanah, sertifikat hingga surat garapan. Dan akhirnya mereka yang mengklaim sebagai pemilik melakukan pemagaran, pemasangan hingga pengurukan. Dan para pemilik ini masing-masing membawa massa.

"Itu pak! Ada ribut-ribut soal tanah, engga tau orang dari mana saja, orangnya gede gede dan tinggi kami warga jadi ketakutan" kata Sri 34, Warga di Jalan Baru Semper Barat.

Keributan yang nyaris bentrok ini dapat dilerai setelah datang beberapa anggota Satpol PP dari Kecamatan Cilincing. Setelah dilakukan mediasi dan negoisasi akan tidak menimbulkan kegaduan, massa dari masing-masing pemilik lahan membubarkan diri.

"Masalah sengketa lahan di lokasi ini sudah lama pak! makanya kami minta semua pemilik untuk menunjukkan bukti-buktinya. Agar kami bisa mendapatkan haknya
" kata Purwanto dan kawan kawan yang memiliki surat garapan dan pelepasan hak.


Penampakan Tak Sedap! Lantaran Warga Tak Peduli, Lurah Tutup Mata

JKTU- Lantaran kurangnya peduli pada lingkungannya serta tak tanggapnya pihak terkait merespon kebersihan lingkungan, ini berdampak warga membuang sampah sembarangan.
Seperti terlihat di jalan Bisma Raya, Papanggo Tg Priok Jakarta Utara.

"Gimana engga ada tumpukan sampah pak! Warganya saja tak peduli ditambah lurah masa bodo! Ujarnya Wahyu 35, Warga Jalan Bisma Raya.

Saat dikonfirmasi, Maryono Lurah Papanggo maupun Samsul Huda Camat Tg Priok belum mengetahui adanya tumpukan sampah tersebut.

"Saya belom dapat laporannya, coba akan di cek. Saat ini kita fokus asian games" Sahutnya.

 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas