Pedagang kaki lima (PKL) didepan stasiun dan terminal Tanjung Priok yang selama ini dianggap menjadi salah satu faktor penyebab kemacetan rencananya akan ditertibkan aparat Kecamatan Tanjung Priok dan Walikota.
"Kami sangat berharap jalan disekitar terminal dan stasiun Tanjung Priok ditertibkan karena kerab mengganggu pengguna jalan. Selain itu petugas juga harus terus berada di sekitar sana karena bila tidak ada petugas angkutan umum parkir sembarang," kata Marno, 45, warga pademangan yang kerab melintasi Jalan tersebut kepada jakartautara.com, Rabu (23/2/2011) siang.
Ia berharap lokasi stasiun Tanjung Priok yang menjadi salah satu ikon obyek wisata benar-benar di jaga kelestariannya. "Kalau menurut saya Tanjung Priok ini ibarat cerminnya kota Jakarta Utara jadi harus tetap bersih, tertib dan aman apalagi dekat pelabuhan yang banyak dilintasi warga negara asing," imbuhnya. "Seharusnya pedagang yang menggunakan gerobak dorong didepan stasiun diberikan solusi untuk mendapatkan tempat yang aman agar mereka juga dapat usaha dengan tenang dan tidak menyempitkan jalan umum," timpal Mat Soleh.
Sementara itu, Camat Tanjung Priok Supriyono mengakui adanya pedagang yang kerab ucing-ucingan dengan petugas. Biasanya bila ada petugas pedagang maupun sopir angkot tidak berani sembarangan namun saat petugas lengah mereka kerab kembali berulah. "Kami pasti akan tertibkan pedagang yang mangkal di sekitar terminal. Kami tidak ingin terminal maupun depan stasiun terlihat semrawut apalagi mendekati penilaian adipura," ujar Camat Supriyono. (min)
Ia berharap lokasi stasiun Tanjung Priok yang menjadi salah satu ikon obyek wisata benar-benar di jaga kelestariannya. "Kalau menurut saya Tanjung Priok ini ibarat cerminnya kota Jakarta Utara jadi harus tetap bersih, tertib dan aman apalagi dekat pelabuhan yang banyak dilintasi warga negara asing," imbuhnya. "Seharusnya pedagang yang menggunakan gerobak dorong didepan stasiun diberikan solusi untuk mendapatkan tempat yang aman agar mereka juga dapat usaha dengan tenang dan tidak menyempitkan jalan umum," timpal Mat Soleh.
Sementara itu, Camat Tanjung Priok Supriyono mengakui adanya pedagang yang kerab ucing-ucingan dengan petugas. Biasanya bila ada petugas pedagang maupun sopir angkot tidak berani sembarangan namun saat petugas lengah mereka kerab kembali berulah. "Kami pasti akan tertibkan pedagang yang mangkal di sekitar terminal. Kami tidak ingin terminal maupun depan stasiun terlihat semrawut apalagi mendekati penilaian adipura," ujar Camat Supriyono. (min)
