Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   

Lebaran ! Pengunjung Pantai Marunda Membludak

Marunda- Memasuki hari kedua lebaran Idul Fitri sejumlah tempat wisata dan hiburan dipadati pengunjung. Salah satunya di lokasi wisata pesisir Pantai Marunda, Cilincing Jakarta Utara.
Ribuan orang mendatangi lokasi wisata Marunda ini, sasaran adalah tepi pantai, Masjid Al-Alam dan Rumah si Pitung. Pengunjung yang datang bukan hanya warga Jakarta Utara melainkan warga dari Babelan,Bekasi dan Bogor Jawa Barat.
"Saya dengar dari teman saya kalau liburan ke pantai Marunda ramai dan murah sekalian melihat Masjid Al-Alam dan Rumah Si Pitung" kata Hesti 28, Warga Kedunghalang , Bogor Jawa Barat.
Aslyik 56, Warga Marunda sangat beruntung lantaran banyaknya pengunjung yang datang ke pantai publik Marunda ini. Iapun tak mensia-siakan untuk menjajakan dagang makanan khas laut dan minuman.
"Kalau kemarin masih sepi, di hari kedua lebaran ini pengunjungnya ramai dan membludak" kata Aslyik yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan.
Begitupun disampaikan Usman 49, pedagang ikan bakar dan gulai kerang ini yang tak mensia-siakan kesempatan untuk mengais rejeki banyak pengunjung liburan lebaran."Alhamdullilah pak! banyaknya pengunjung makanan kami habisa terjual" tungkasnya.
Ditambahkan, dibandingkan hari biasa pendapatan yang mereka dapati berkisar sebesar Rp 50 Ribu-75 Ribu. Namun berbeda saat liburan lebaran bisa mencapai Rp 750 Ribu- Rp 1,5 juta. Diperkirakan ramainya pengunjung ini sampai akhir libur lebaran.
Hasil pantauan, para pengunjung yang datang ini selain menikmati keindahan pantai, juga bisa menikmati makanan khas laut seperti gulai kerang,ikan bakar dan kerang rebus. ( Bian)

Warga Minta Pemerintah Serius Bangun Pantai Publik Marunda

CILINCING- Keberadaan pantai publik Marunda yang menjadi salah satu 12 Destinasi wisata pesisir ini belum tersentuh oleh Pemerintah DKI Jakarta untuk menjadikan kawasan ini sebagai wisata publik. Berbeda dengan wilayah pesisir di Indonesia justru memiliki pantai publik yang bisa dinikmati masyarakat kapanpun sebagai ruang publik. Beberapa di antaranya telah mencoba secara kreatif mengekplorasi dan mengekspresikan potensi serta keunikan kawasan pantai dalam perencanaan dan perancangan ruang terbuka publik yang sesuai dengan karakteristik iklim tropis lembab. Usaha tersebut bisa dilihat antara lain di kawasan pantai Kamali Kota Bau Bau Sulawesi Tenggara, Pantai Losari Makassar, Pantai di Kota Palu, dan sebagainya, sehingga kawasan tersebut merupakan magnet yang dapat menarik perhatian masyarakat untuk datang dan melaksanakan berbagai aktivitas rekreasi.
"Kalau di Sulawesi kita bisa lihat pantai Cilosari. Setiap hari kita dapat menikmati keindahan pantai kapanpun" ujar Dawud 45, Warga Kalibaru, Cilincing Jakarta Utara.
Di Jakarta Pantai Publik Marunda masih berupa wacana. Hingga kini kawasan yang katanya akan disulap menjadi pantai gratis milik publik itu belum ada tanda-tanda dibangun. Fasilitas toilet, penyewaan perahu, dan kebersihan pantai dikelola sendiri oleh warga setempat.Pantai Publik yang terletak di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara ini setiap libur hari raya dan nasional ramai pengunjung. Hanya ada warung-warung bambu yang menjual makanan di sepanjang pantai. Warung itu dibuka dan dikelola oleh warga sekitar. Sampah terlihat mengotori di berbagai tempat hingga ke laut.
Bahkan kerap kali Pemerintah Kota Jakarta Utara menjadikan lokasi Marunda sebagai cita-cita akan dibangunnya ruang publik. Ironisnya hanya angan-angan dan janji yang tak pasti.
"Belum ada pengelolah dari Pemerintah. Dan aktivitas ini dikelolah oleh masyarakat pesisir Marunda" kata Usman Ketua RT 3/7 Marunda.
Namun hingga kini belum juga dimulai pembangunannya. Hanya tembok beton yang dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum untuk mecegah abrasi. Wilayah itupun sudah sejak lama tidak boleh dijadikan kawasan industri, karena di dekatnya terdapat pula Masjid Al-Alam yang sudah jadi cagar budaya.
Jika melintas sepanjang 35 Km pesisir Jakarta dari Kapuk Muara hingga ke Marunda hanya  ada satu-satunya pantai publik yang tersisa di ibukota. Tapi tengoklah keadaannya kotor penuh sampah di mana-mana.
Sementara Pantai Pluit dan Kapuk sudah lama disulap jadi apartemen dan rumah mewah yang tak menyisakan sejengkal pun untuk publik. Begitupun pantai Ancol tak bisa dinikmati secara cuma-cuma karena merupakan kawasan wisata yang tidak gratis alias komersil.
Namun demikian masyarakat Jakarta Utara  dahulu pernah memiliki pantai publik di kawasan Koja pada tahun 1980an yang disebut Pantai Sampur atau pantai Dobo. Tetapi pada tahun 1990an pantai itu diubah menjadi pelabuhan peti kemas kontainer yakni TPK Koja dan JICT.
"Waktu itu Pantai Sampur menjadi pilihan warga untuk jalan-jalan dan wisata. Kini tinggal kenangan" ujar Zainal 56 Warga Lagoa, Koja.
Kepala Suku Dinas Pariwisata Jakarta Utara, Grace Mandagi, mengakui memang selama ini pantai publik belum tersentuh program instansinya. Bahkan diakui pada tahun ini tidak ada anggaran yang dialokasikan ke pantai publik."Tahun ini kita tidak ada menganggarkan penambahan fasilitas maupun sarana. Kita juga belum paham kelanjutan pantai publik seperti apa," terangnya.
Sementara itu, Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono, mengatakan bahwa sejak dirinya menjadi Kepala Bagian Prasarana Kota sudah diusulkan Pantai Publik untuk di reklamasi. Pantai tersebut diusulkan untuk diberi pasir menjorok ke laut sekitar 10 meter dan ditambahkan fasilitas pendukung lainnya.
"Sejak 2003 lalu sudah kita usulkan. Namun hingga saat ini belum ada respon dari tingkat Provinsi," katanya.Padahal, menurut Heru, sebenarnya untuk menata pantai, tidak dibutuhkan dana besar. Ditaksirnya, pembangunan dan penataan membutuhkan anggaran total sekitar Rp 20 M."Sekitar 10 M untuk melandaikan pantai dan mengisi pasir. Sedangkan sisanya untuk pembangunan fasilitas lain," tandasnya ( Bian)

Pengunjung Masjid Al-Alam Dan Rumah Si Pitung Membludak !

Marunda- Plesiran di hari libur lebaran ini di manfaatkan warga Jakarta yang tidak mudik lebaran ke kampung halamannya. Salah satunya mencari tempat liburan yang murah dan meriah. Salah satunya berwisata rohani ke Masjid Al-Alam Marunda, Cilincing Jakarta Utara.

Sejak pagi pukul 08.00 wib ribuan warga telah memadati lokasi yang merupakan salah satu 12 destinasi wisata pesisir di Jakarta Utara. Bahkan halaman parkir Masjid Al-Alam tak mampu menampung kendaraan pengunjung."Sebagian kendaraan warga terpaksa kita parkirkan di halaman sekolah agar tidak terjadi penumpukan" kata Wardi Jukir di Masjid Al-Alam. Bahkan beberapa lahan kosong dimanfaatkan warga sekitar sebagai tempat parkir.

Sementara itu, Usman 56, Ketua RT 3/7 Marunda menuturkan, ramainya pengunjung yang berwisata ke Marunda terjadi setiap tahunnya. Pengunjung selain bertauziah ke Masjid Al-Alam juga dapat menikmati wisata pantai yang tak jauh dari lokasi Masjid.  Para pengunjung juga berkesempatan mengambil air di sumur masjid yang konon usianya sudah ratusan tahun.

Selain di Masjid Al-Alam yang dipadati, pengunjung juga memadati salah satu cagar budaya Rumah Si Pitung yang letak hanya 400 meter dari masjid Al-Alam. Mereka datang ingin melihat dari dekat rumah yang kononnya pernah ditinggali oleh Si Pitung salah satu tokoh pejuang dari Betawi itu. Bahkan Rumah Si Pitung ini dijadikan sebagai tempat deklarasi Gubernur DKI Jakarta Jokowi Widodo saat mencalonkan diri menjadi presiden beberapa waktu lalu.

"Yaa kepingin tahulah pak! seperti apa Rumah Si Pitung ini! Bahkan sampai Jokowi juga menjadikan tempat untuk deklarasi dirinya jadi presiden. Ternyata sangat bagus dan unik"kata Maya 34, warga Rawa Bokor Jakarta Barat. Hingga menjelang sore hari, para pengunjung semakin berdatangan ke lokasi wisata ini. Bahkan pengunjung bisa menikmati makanan khas laut yang harganya sangat terjangkau. ( Bian)

Jembatan Wisata Mangrove Angke Ambruk, Lima Orang Kecebur

PLUIT - Ambruknya jembatan di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk atau Wisata Alam Mangrove diduga karena kelebihan beban. Seharusnya jembatan terbuat dari kayu itu tidak bisa menahan beban sampai belasan orang secara bersamaan."Kapasitas 5-6 orang. Dulu ada bacaan dilarang melebihi kapasitas, karena banyak yang jahil tulisan enggak ada lagi," kata  petugas yang enggan menyebutkan namanya di lokasi kejadian, Kamis (31/7).

Menurut pria itu, pernah suatu hari ada hampir 20 orang mau melintasi jembatan sepanjang 200 meter itu langsung dilarang. "Kemarin ada lebih 20 orang langsung saya larang," kata petugas yang memakai celana hijau.Namun saat kejadian tadi jembatan itu tidak dijaga oleh petugas.

Sehingga belasan orang leluasa masuk dan berfoto-foto. Salah seorang keluarga korban mengatakan saat kejadian bersama pacar dan tiga keluarganya memang ingin berfoto di jembatan. Diduga jembatan itu roboh karena melebihi kapasitas."Mau foto ramai-ramai di tengah jembatan itu. Keluarga saya ikutan kecebur juga," tuturnya.

Sementara itu Junaidi  Seko Jakarta Utara menuturkan kondisi jembatan di kawasan Mangrove Angke itu memang sudah diusulkan untuk diperbaiki,mengingat kayu penyangga jembatan yang terbuat dari kayu dan bambu sudah usang. "Memang usia jembatan yang terbuat dari kayu itu sudah rapuh. Dan sudah diusulkan ke Kementrian Kehutanan yang merupakan kewenangannya" kata Junaidi.Tidak ada korban jiwa atau luka serius yang dialami para pengunjung. Sebanyak 5 orang yang terjatuh dan basah kuyup. ( Bian)

Lantaran Limbah! Nelayan Ganti Profesi Jadi Perahu Wisata

Cilincing- Lantaran banyak limbah yang mencemari pesisir pantai Marunda, Cilincing Jakarta Utara membuat para nelayan di Marunda beralih menjadi perahu wisata bagi pengunjung yang datang saat liburan lebaran ini.
Yanglin 56, Nelayan tangkap Marunda membenarkan sudah sepekan ini limbah mencemari pantai Marunda. Air keruh berwarna coklat membuat ikan-ikan banyak yang mati. Agar bisa bertahan hidup dan mencari tambahan pendapatan, iapun memanfaatkan perahunya jadi perahu wisata.
"Mau melaut sudah susah cari ikan. Untunglah hari liburan lebaran terpaksa perahu dipakai untuk penumpang wisata" kata Yanglin 56, pria beranak enam itu.
Meski pendapatannya tak sebanyak mencari ikan,paling tidak banyaknya penumpang sedikit bisa menambahkan keuangannya. "Yaa lumayan sih! saat liburan ini setiap penumpang kita kenakan biaya Rp 4 ribu" ujarnya.
Senada disampaikan Aslyik Nelayan Rajungan Marunda. Akibat pencemaran limbah ini iapun tak bisa mencari lagi rajungan. Sambil menunggu limbahnya hilang iapun menjadikan perahunya jadi perahu penumpang.
"Mau engga mau pak! cari ikan sulit terpaksa jadi ojek perahu wisata saja biar bisa dapatkan uang" tuturnya.
Baik Yanglin dan Aslyik yang telah 30 tahun mengarumi pesisir Pantai Jakarta Utara untuk mencari ikan namun kondisi kesulitan dialami 10 tahun terakhir ini terutama limbah. Mereka berharap agar pemerintah bisa mencari solusinya ( bian)

40 Kota Akan Tampil di Festival Wisata Pesisir

TANJUNG PRIOK - Pemerintah Kota Jakarta Utara mengandeng pihak Kolinlamil Tanjung Priok akan melaksanakan kegiatan Festival Wisata Pesisir ke-V, di halaman Kolinlamil, Jakarta Utara selama tiga hari, mulai tanggal 28 - 30 Juni 2013 mendatang.

Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono, mengatakan, kegiatan Festival Wisata Pesisir yang telah dilaksankan selama lima tahun ini, mempunyai tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan wisatawan tentang potensi kepariwisataan di Jakarta Utara.

Terkait, katanya, tentang 12 Jalur Destinasi Wisata Pesisir sebagai destinasi andalan, sekaligus unggulan dalam hal potensi wisata bahari, wisata budaya, wisata sejarah, wisata spiritual, religi wisata kuliner, maupun wisata olahraga bahari.

"Kegiatan ini juga bertujuan menumbuh kembangkan ketertarikan dan kunjungan wisatawan asing dan wisatawan nusantara ke Jakarta. Dan serta menumbuhkan kesadaran dunia usaha dan masyarakat," ujar Bambang, disela-sela peninjauan terpadu dengan instansi terkait  persiapan penyelenggaraan Festival Wisata Pesisir ke-V, di atas Kapal Perang Republik Indonesia ( KRI ) Tanjung Kambani.971, Selasa (18/6/2013).

Bahwa sektor pariwisata, lanjut Bambang, merupakan penggerak pertumbuhan ekoniomi yang dapat memberikan keuntungan secara bisnis bagi individu maupun aktivitas bisnis.

“Kami memberikan apreasiasi dan penghargaan yang setingginya kepada Kolinlamil yang telah menyediakan tempat untuk pelaksanaan kegiatan Festival Wisata Pesisir ke-V. Dalam kegiatan nanti kami mengundang sebanyak 40 Kota atau Kabupaten se-Indonesia untuk ikut serta dalam,” jelasnya.

Kota/Kabupaten yang dimaksud antara lain yaitu Kota Batam, Kesultanan Ternate, Bangka Belitung, Palangkaraya, Banyuwangi, Pekalongan, Minahasa Utara, dan Tangerang Selatan. Termasuk 5 wilayah di DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu. Selain itu, Kota Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi juga diundang.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas ( Kasudin ) Pariwisata Jakarta Utara, Grace Mandagi, menjelaskan Festival Wisata Pesisir adalah agenda tahunan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara.

Dimana, kata dia, Festival Wisata Pesisir telah dicanakan pada tahun 2009 lalu dan diharapkan dapat menjadi kegiatan yang berkelanjutan. Sejumlah acara pun disiapkan seperti ditampilkannya Video Mapping KRI Tanjung Nusa Nive, seminar kebaharian, pagelaran senibudaya, Bazar Industri Kreatif, Home Industri dan Usaha Kecil Menengah ( UKM ), Tour 12 titik Destinasi Wisata Jakarta Utara, dan lainnya.

Ratusan Pelajar Ikuti Tour Wisata Pesisir


Ratusan pelajar SD, SMP dan SMA di Jakarta Utara (Jakut) mengikuti tour keliling tempat 12 destinasi wisata pesisir Jakarta Utara, Sabtu (15/12/2012). Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono melepas rombongan pelajar tersebut di Bahtera Jaya, Ancol Pademangan, Jakarta Utara baik melalui darat dan laut. 

Selain Walikota hadir pada kesempatan itu, Kasudin Pariwisata Jakarta Utara Augustine Grace Mandagi, Lurah Ancol Arahap, peserta Remaja Ceria Indonesia, peserta Putra Putri Bahari Indonesia, Duta Komunikasi Indonesia 2012 dan lainya. "Ini adalah dalam rangka mempopulerkan 12 Destinasi Wisata Pesisir di Jakarta Utara terhadap kalangan pelajar dan masyarakat. Sebab, Jakarta Utara memiliki berbagai keragaman potensi kepariwisataan yang dapat dikembangkan sebagai nilai tambah bagi dunia usaha maupun masyarakat," ujar Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono.

Potensi tersebut, kata Bambang, cukup lengkap dengan keragaman pariwisata seperti adanya wisata laut, wisata budaya, wisata sejarah, wisata religi, wisata kuliner dan wisata olahraga. "Sedikit-demi sedikit kami akan terus melakukan perbaikan demi perbaikan. Baik akses, sarana prasara umum di lokasi wisata dan infrastruktur terus kami perbaiki. Kami berharap akhir 2014 semua itu sudah siap," jelasnya.

Sejauh ini, dikatakannya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara juga telah secara aktif  melakukan pengembangan potensi sektor pariwisata khususnya wisata pesisir dengan melakukan melalui berbagai event. "Harapan kami tiadalain melalui berbagai kegiatan seperti ini dapat menarik minat wisatawan baik asing maupun domestik dapat mengunjungi 12 destinasi. Sebab, hal ini akan berdampak pada pertumbuhan nilai ekonomi masyarakat pesisir maupun ekonomi daerah," harapnya.
  

Sementara itu, Kasudin Pariwisata Jakarta Utara, Augustine Grace Mandagi, mengatakan kegiatan Pengemasan Paket Tour Wisata Pesisir Jakarta Utara 2012 merupakan suatu upaya membangun tradisi pengembangan potensi Jalur Wisata.  khususnya, kata dia, pariwisata pesisir dalam arti yang luas dan ini merupakan rangkaian program Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara.
"Selama bulan Desember ini kami siapkan 12 bis dan 12 kapal kayu, jadwalnya setiap hari Sabtu dan Minggu. Kami membaginya menjadi dua rute perjalanan arah barat seperti Bahtera Jaya kemudian ke Taman Impian Jaya Ancol, Kampung & Mesjid Luar Batang hingga Taman Mangrove Marga Satwa Muara Angke," jelasnya.

Sedangkan arah Timur, lajutnya, mulai Bahtera Jaya kemudian ke Stasiun Kereta Api Tanjung Priok, Sentra Kuliner Kelapa Gading, Kampung & Gereja Tugu, Islamic Center dan Rumah si Pitung serta Mesjid Alam Marunda. "Kami akan terus menjaga potensi yang sangat baik ini dan terus mengembangkannya," kata Augustine bersamanya Surya Permana, senior Abang Jakarta.

RC DKI Sabet Juara RC Nasional, Ibu Negara Akan Beri Penghargaan


Fahreza Anugrah Putra dan Mutiara Dinanti Siregar berhasil menjadi peserta terbaik dalam ajang finalpemilihan Remaja Ceria Indonesia (RCI) Tingkat Nasional, di Auditoirum TVRI Senayan Jakarta. Keduanya mewakili Provinsi DKI Jakarta, dan berhak mendapatkan hadiah serta akan mendapatkan penghargaan langsung dari Ibu Negara dalam perayaan puncak Hari Nusantara di Lombok Nusa Tenggara Barat, mendatang. 

Selain itu, Rafika Wandhary S Pane dari Provinsi Jambi dan Fadlan Muzakki dari Provinsi DI Jogjakarta sebagai pemenang utama dalam ajang P3BI juga akan mendapatkan penghargaan dan kesempatan yang sama. "Mereka akan mendapatkan penghargaan langsung dari Ibu Negara pada perayaan puncak Hari Nusantara di Lombok NTB. Sekaligus pada hari tersebut ditetapkan sebagai puncak pemberian penghargaanbagi pemenang utama RCI maunpun Pemilihan Putra Putri Bahari Indonesia (P3BI) setiap tahunnya," ujar panitia pemilihan RCI dan P3BI, Agustono, di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Jumat 14 Desember 2012..

Dikatakannya, program tersebut ditetapkan sebagai program yang menghasilkan duta remaja yang CERIA (Cerdas, Energik, Responsif, Inovatif dan Adaptif). Duta yang membantu melakukan pencegahan kenakalan remaja dan narkoba. Selain itu, sebagai team sosialisasi dan Instruktur muda Indonesia Pintar serta Duta Bahari Indonesia. 

"Untuk mendapatkan prestasi itu tentunya tidak mudah selain peserta harus mengikuti karantina selama empat hari untuk menerima perbekalan materi. Dalam perbekalan itu peserta di uji wawasannya tentang kebangsaan, Bahari dan publik speaking dan lainnya," kata Agus bersamanya Ningsih Sunardi, Jumat 14 Desember 2012.

Tidak hanya itu, kata Agus, peserta juga harus mampu dalam pembuatan makalah dengan kedalaman materi yang baik dan benar serta harus melalui penjurian yang super ketat. "Kita harapkan peserta, finalis dan pemenang benar-benar menjadikan event ini sebagai sarana untuk melatih mental dan wawasan.  Sehingga mereka yang umumnya masih pelajar itu kelak akan bermanfaat baik di sekolah, lingkungan masyarakat luas, bangsa dan negara," harapnya.

Ia juga mengaku bersyukur sukses dalam melaksanakan event tersebut yang dihadiri Dewan Kelautan Indonesia (DEKIN), Kemendikbud RI diwakili oleh Wamendik, Kemenpora RI diwakili oleh Deputi Pemberdayaan Pemuda. Hadir pula Gubernur DKI Jakarta yang diwakilkan Deputi Budpar, DPRD DKI Jakarta, Yayasan Dharma Ayu Bahari dan Yayasan RCI Pintar serta para pemenang Remaja Ceria DKI Jakarta, para pemenang Cici-Koko Jakarta Barat dan Akang-Nong Banten serta lainnya.

Masjid Luar Batang, Saksi Bisu Sejarah Masuknya Islam di Jakarta

Jakarta - Satu lagi warisan sejarah perkembangan agama Islam di Jakarta yang masih terjaga hingga sekarang. Adalah Masjid Luar Batang yang terletak di Kampung Luar Batang, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara atau tepatnya di belakang Pelabuhan Sunda Kelapa. Meski telah berumur 3 abad, bangunan masjid ini masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Sejarah Kampung Luar Batang sendiri berawal sejak masa pemerintahan Belanda pada abad ke-18. Kampung yang berada di luar kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa ini dibatasi pemerintah dengan batang pohon. Kawasan di luar batas ini menjadi tanda untuk warga harus membayar retribusi bila memasuki pelabuhan. Lokasi di luar batas batang pohon tersebut selanjutnya disebut Kampung Luar Batang.

Di kampung ini dahulu tinggal seorang ulama muda asal Madhramaut, Yaman Selatan bernama Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus. Ia merupakan ulama besar di Jazirah Arab pada saat itu. Habib Husein di usia mudanya saat itu sibuk berlayar menyiarkan agama Islam di Nusantara sambil berdagang. Sosoknya pun dikenal baik oleh warga Kampung Luar Batang.

Habib Husein lah yang membangun Masjid Luar Batang pada tahun 1735. Nama masjid ini diberikan sesuai dengan julukan Habib Husein, yaitu Habib Luar Batang.

Masjid ini awalnya adalah surau atau musala. Di sinilah Habib Husein menyiarkan agama Islam di kampung Luar Batang. Karena kegiatan syiarnya, ulama yang memiliki sifat tegas ini sempat ditahan oleh pemerintah Kolonial di kawasan Glodok.

Habib Husein berdakwah di Kampung Luar Batang hingga akhir hayatnya pada tahun 1756. Ia pun berpesan agar dirinya dimakamkan di kawasan Kampung Luar Batang. Namun, pemerintah kolonial meminta agar sang habib dimakamkan ke pemakaman khusus orang Arab, di Tanah Abang.

Pemindahan makam Habib gagal. Setiap kali kurung batangnya tiba di pemakaman, selalu saja jenazahnya tidak ada. Murid Habib kemudian menemukan jenazah gurunya di surau. Hal ini terjadi hingga tiga kali hingga akhirnya Habib Husein dimakamkan di samping surau. Cerita itu pun terdengar hingga negeri Belanda.

Kini, surau tersebut telah diubah menjadi bangunan masjid megah bergaya Eropa dan Hindu. Meski begitu bedug, tiang penyangga, dan atap dari bambu di masjid itu masih asli, sama yang digunakan saat Habib Husein masih hidup.

Bangunan masjid Luar Batang sudah mengalami dua kali pemugaran. Pemerintah provinsi pun memasukkan masjid sebagai kawasan cagar budaya.

Ruangan masjid terdiri dari tiga ruangan, yakni ruangan utama yang digunakan sebagai tempat salat. Kemudian ruangan makam atau Keramat Luar Batang yang berada di sisi barat ruang utama serta aula di bagian depan masjid yang bersebelahan dengan ruang keramat atau makam Habib Husein.

Ruangan makam keramat terdapat dua makam, yakni makam Habib Husein dan makam Haji Abdul Khadir, seorang murid Habib Husein yang merupakan keturunan Tionghoa. Kedua makam tersebut sampai sekarang sama sekali tidak mengalami perubahan dari bentuk aslinya.

Masjid ini tak pernah sepi pengunjung. Ratusan pezirah dari berbagai daerah maupun mancanegara berdatangan setiap harinya. Terutama di malam Jumat Kliwon dan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dimana pengunjung bisa mencapai ratusan orang.

Sumber : detik.com

Sunset Cruise Putri Krakatoa (Jakarta)

Jika ngabuburit sambil menikmati senja di daratan masih terasa kurang, mengapa tidak coba sambil berlayar? Penyedia jasa kapal laut, Putri Krakatoa, khusus di bulan Ramadhan ini menyediakan paket sunset cruise yang bisa dinikmati oleh masyarakat.

Kita akan diajak berlayar menggunakan kapal kayu jenis phinisi, yang bertolak dari Pantai Mutiara Pluit, Jakarta Utara, ke arah barat Jakarta, yakni ke arah Pulau Bidadari, Pulau Onrust, dan Pulau Kelor. Kita dapat menikmati semburat jingga matahari senja dan embusan angin laut yang sejuk. Untuk mencoba sunset cruise ini, kita harus mendaftar secara berkelompok yang terdiri dari 20, 30, atau 40 orang. Harga paket yang ditawarkan berbeda-beda, yakni Rp 7 juta (20 orang), Rp 7,5 juta (30 orang), dan Rp 7,96 juta (40 orang). Harga sudah termasuk hidangan berbuka puasa yang terdiri dari takjil (teh manis hangat, kolak, kue-kue kecil), dan makan utama (prasmanan).
 
Sumber : wego.co.id 
 
 

Al Alam, Masjid Si Pitung yang Punya Sumur 3 Rasa

img
Selain dikenal sebagai bangunan bernilai sejarah dan menjadi tempat bermain Pitung semasa kecil, Masjid Al Alam memiliki keunikan lain. Persis di samping masjid, terdapat sumur yang memiliki 3 rasa sekaligus.

Sebagai salah satu yang tertua di Jakarta, Masjid Al-Alam di Marunda Besar, Jakarta Utara memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di tanah Betawi. Masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid Si Pitung oleh masyarakat. Semasa kecilnya, Pitung banyak menghabiskan waktu bermainnya di masjid ini sambil mengaji dan belajar silat, seperti yang dikutip detikTravel dari situs Pariwisata Indonesia pada Rabu (25/7/2012).

Setiap harinya, ratusan jamaah selalu memadati masjid untuk beribadah. Tidak sedikit dari mereka yang datang juga bermaksud untuk mencari tahu tentang kebenaran sumur yang memiliki tiga rasa di Masjid Si Pitung.

Persis di sebelah masjid yang diperkirakan berdiri pada tahun 1600-an ini memang terdapat sebuah sumur yang mampu menarik banyak sekali pengunjung. Sumur tersebut berisi air yang memiliki tiga rasa sekaligus, yaitu asin, tawar, dan payau. Banyak pengunjung yang datang bermaksud untuk mencicipi langsung rasa air dari sumur tersebut.

Tidak sedikit dari mereka yang membawa pulang air untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Malah ada juga pengunjung yang mengaku enteng jodoh setelah meminum air dari sumur tersebut. Percaya atau tidak, tapi memang itulah yang terjadi.

Agar permohonan bisa dengan mudah terkabul, lebih baik lagi datang ke Masjid Al-Alam sambil beribadah dan memanjatkan doa. Bangunan yang sudah berusia lebih dari 400 tahun ini masih berdiri kokoh dan setia melayani tiap jamaah yang datang. Bangunan dalamnya ditopang oleh 4 pilar bulat. Semua sisi bangunan masih sangat terawat. Mungkin karena masjid ini adalah salah satu cagar budaya yang diresmikan oleh Pemprov DKI pada tahun 1975 silam.

Untuk bisa sampai di Masjid Si Pitung, Anda bisa menuju Pasar Cilincing dari arah Tanjung Priok. Kemudian perjalanan bisa dilanjutkan menuju Marunda. Aksesnya cukup mudah dijangkau, begitu juga bagi Anda yang menggunakan angkutan umum.

Sumber : detik.com 

 

Amankan Ramadan, Polisi Jakarta Utara Kumpulkan MUI Cs


Jakarta Polres Jakarta Utara (Jakut) mengadakan rapat koordinasi pengamanan dalam rangka bulan suci Ramadan 1433 H. Rapat dihadiri Majelis Ulama Indonesia (MUI), pengelola kawasan wisata Ancol, Sudin Pariwisata Kotamadya Jakut, Satpol PP Jakut dan tokoh agama Jakut.

Pertemuan itu dipimpin oleh Kapolres Jakut Kombes Pol M Iqbal di Mapolresto Jakut, Jl Yos Sudarso, Koja, Rabu (18/7/2012).

"Jadi kita kumpulkan semua forum di tingkat kota dan sudin terkait," ujar Kapolres Jakut Kombes Pol M Iqbal ketika ditemui wartawan di kantornya.

Menurut Iqbal, pihaknya juga mengantisipasi adanya aksi sweeping dari ormas tertentu. Polisi berkoordinasi dengan pihak-pihak yang dikumpulkan tadi.

"Intinya kepolisian Jakut merespons, proaktif dalam menyambut Ramadan. Semuanya yang kita undang tadi kita minta langkah konkret jangan sampai tidak berjalan. Kalau tidak berjalan, nanti sampahnya polisi lagi," kata Iqbal.

Iqbal menilai, belum ada kemungkinan sweeping yang akan dilakukan ormas tertentu. Namun pihaknya akan bertindak tegas akan hal itu.

"Sudah ada aturannya pelanggaran ditegakkan oleh penegak hukum yang diberi amanat UU. Masyarakat boleh menegakkan hukum tapi tidak boleh bermain hakim sendiri. Aparat saja tidak boleh melakukan kekerasan pada pelaku tindak pidana," ucap dia.

Dalam waktu dekat, lanjut Iqbal, MUI dan sejumlah tokoh agama akan membahas masalah sweeping ini di Jakarta Islamic Centre (JIC). "Waktunya tergantung JIC," kata Iqbal.

Sementara itu, dalam pertemuan itu juga diantisipasi lonjakan gepeng (gelandangan dan pengemis) saat bulan Ramadan. "Sudah kita antisipasi dari sudin sosial. Juga dari Satpol PP juga," tutup Iqbal.
Sumber : detik.com 

12 Destinasi Wisata Pesisir Jakarta Utara

Jakarta utara sebagai salah satu tujuan destinasi wisata di Propinsi DKI Jakarta, menyimpan pesona dan daya tarik obyek wisata bahari serta peninggalan sejarah. Sebagai satu-satunya daerah di propinsi DKI Jakarta yang berbatasan dengan Laut Jawa, Jakarta Utara memiliki keunikan wisata pesisir yang tak ada duanya. Pariwisata merupakan salah satu faktor utama yang diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam upaya pertumbuhan ekonomi yang sedang dilaksanakan. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara terus berupaya mengembangkan potensi kepariwisataan, khususnya pariwisata pesisir dalam arti yang luas, baik berkaitan dengan wisata laut, wisata budaya, wisata sejarah, wisata spiritual, wisata kuliner, maupun wisata olah raga bahari.

Sebagai langkah aktif pengembangan wisata pesisir, tahun 2009 Pemerintah kota Administrasi Jakarta Utara telah melakukan Pencanangan Jalur Wisata untuk 12 (duabelas) destinasi wisata di Jakarta Utara

Berikut adalah 12 Jalur Destinasi Wisata Pesisir di Jakarta Utara tersebut :
1. Taman Suaka Margasatwa Muara Angke
2. Sentra Perikanan Muara Angke
3. Kawasan Sunda Kelapa (Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bahari, Menara Syahbandar, Galangan VOC)
4. Kampung Luar Batang
5. Sentra Belanja Grosir Pasar Pagi Mangga Dua
6. Taman Impian Jaya Ancol (sekarang Ancol Bay City)
7. Bahtera Jaya Ancol
8. Stasiun Tanjung Priok
9. Jakarta Islamic Centre
10. Kampung Tugu (Gereja Tugu, Rumah Tua, dan Pusat Bahasa & Kesenian)
11. Kampung Marunda (Masjid Al-Alam 2, dan Rumah Si Pitung)
12. Sentra Belanja & Pusat Kuliner Kelapa Gading


*North Jakarta, one of the tourism objects in Jakarta Capital District, with its Marine attraction, as well as historic heritage has an enchantment that attracts tourists.

The only area in Jakarta Capital District bordering the Java Sea, Northern Jakarta is a unique tourism spot. Tourism is one of the main factors contributing to the current economic growth. North Jakarta City Administration has been continuously developing the potential of its tourism, specifically border tourism in a broad sense, Marine, cultural, history, spiritual collinear, and maritime sports.

In 2009, the North jakarta City Administration is developing tourism channels for twelve tourism spots in North Jakarta.

Here are the twelve tourism spots in coastal areas of North Jakarta :
1. Muara Angke Wildlife Preservation

2. Muara Angke Fish Market

3. Sunda Kelapa Area (Sunda Kelapa Port, Bahari Museum, Syahbandar Lighthouse, and VOC Ship Dockyard)


4. Kampung Luar Batang


5. Mangga Dua Shopping Market


6. Ancol Bay City


7. Bahtera Jaya Ancol (planned to be developed into an International Water Sports Centre)


8. Tanjung Priok Station
http://1.bp.blogspot.com/-zdpjAXYAwoI/UAhH_zc6GqI/AAAAAAAAEao/yh-5DwZsBWg/s1600/Stasiun+Tanjung+Priok+%281%29.jpg


9. Jakarta Islamic Centre


10. Kampung Tugu (Tugu Church, Ancient House, Art & Languages Centre)


11. Kampung Marunda (The 2nd of Al-Alam Mosque, and The House of Si Pitung)


12. Shopping and Food District of Kelapa Gading
 


Festival Sunda Kelapa, Menuju Jakut Kota Wisata Pesisir


Penjaringan- Festival Sunda Kelapa yang digelar selama 3 hari dari tanggal 13,14 dan 15 Juli 2012 menjadi salah satu pilihan untuk berlibur wisata ke tempat tersebut.puluhan stand akan anda temukan termasuk sejarah berdirinya tempat budaya dan wisata pesisir jakarta utara.

Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiono menjelaskan, festival Sunda Kelapa ini menjadi kegiatan tahunan wisata pesisir yang menjadi nilai wisata bagi wisatawan baik lokal dan mancanegara untuk datang. Dan menjadikan kota Jakarta Utara sebagai lokasi wisata pesisir yang terdiri dari wisata kuliner,wisata budaya,wisata religius serta wisata belanja dan lainnya.

" di festival Sunda kelapa ini anda bisa melihat stand pameran dari berbagai daerah pesisir dari kabupaten kota di Indonesia. Dan juga berbagai aneka makanan dan minuman khas jakarta utara" kata Bambang Sugiono.

Selain itu juga masyarakat yang datang bisa melihat hiburan musik, produk unggulan dari kecamatan di jakarta utara serta menaiki kapal pinisi melintasi pesisir pantai jakarta.

Sudin Pariwisata Jakut Buka Pendaftaraan Abnon 2012

 
PARIWISATA - Masyarakat dan pemuda- pemudi di Kota Administrasi Jakarta Utara yang ingin mengikuti seleksi pemilihan Abang dan None (Abnon) Jakarta Utara mulai bisa mendaftarkan diri di kantor Suku Dinas Pariwisata  Pariwisata  di kantor Walikota Jakarta Utara jl .Yos Sudarso no 27 – 29 Tanjung Priok. Bagi mereka yang berminat  diharapkan datang membawa sejumlah persyaratan yang diperlukan.

Grace Mandagi Kepala Suku Dinas Pariwisata Kota Administrasi Jakarta Utara, Selasa (27/3/2012) menjelaskan, persyaratan yang diperlukan bagi anak atau saudara yang  ingin mengikuti seleksi Abang dan None (Abnon) Jakarta Utara  yaitu  usia 18-25 tahun, memiliki KTP DKI Jakarta, tinggi badan Abang minimal 170 cm, dan None 165 cm, belum pernah menikah, berwawasan luas, berpenampilan menarik serta berkepribadian baik dan bebas narkotika serta  obat-obatan terlarang (Narkoba).

Lebih jauh Grace menjelaskan, pada pendaftaran dimohon menyertakan 1 lembar fotocopy KTP DKI Jakarta, 1 lembar fotocopy Kartu Mahasiswa (KTM), 1 lembar fotocopy  ijazah pendidikan terakhir, 1 lembar surat ijin dari orang tua / wali, 3 lembar fasphoto ukuran 4X6 berwarna, 1 lembar foto seluruh badan dan close up ukuran postcard berwarna, 1 lembar CV dan sertifikat, atau sertifikat /piagam-piagam  yang telah didapat .

Peserta dapat mengambil formulir pendaftaran Abnon di Kantor Suku Dinas Pariwisata Kota Administrasi Jakarta Utara lantai 12 Gedung Walikota Administrasi Jakarta Utara, atau dapat mengambil formulir pendaftaran Abnon Jakarta Utara tahun 2012 pada situs WWW.Abnonutara.org.

“Peserta wajib mengembalikan formulir yang telah dilengkapi paling lambat tanggal 26 April 2012 ke Suku Dinas Pariwisata Jakarta Utara. Adapun pengarahan dan seleksi    awal dilaksanakan tanggal 28 April 2012 bertempat di Gedung Walikota Jakarta Utara pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai, tambah Grace

267 Abnon Mendapat Pembekalan dari Walikota

Abnon 2012
Sebanyak 267 Abang dan None (Abnon) tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara mendapatkan pembekalan oleh Suku Dinas Pariwisata, di Lantai 14 Kantor Walikota Jakarta Utara.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Walikota Jakarta Utara H. Bambang Sugiyono. Dody Putra Raharja Ketua Panitia Abnon Jakarta Utara dalam laporannya menyatakan, pada tahun ini diharapkan bisa menghasilkan Abnone berkualitas sehingga bisa mewakili Jakarta Utara ke tingkat DKI Jakarta."Jadilah diri sendiri dan tunjukkan bakt dan kelebihan yang dimiliki,"harap Dody, Sabtu (28/4).

Grace Mandagi, Kepala Suku Dinas Pariwisata Kota Administrasi Jakarta Utara menyatakan untuk Juara I berhak mendapatkan sepeda motor plus uang tunai sebesar Rp 5 Juta serta piala, adapun untuk Juara II sampai Juara Favorit berhak mendapatkan uang tunai dan piala.

Walikota Jakarta Utara H. Bambang Sugiyono mengharapkan agar Abnon harus tahu persis tentang wisata di Jakarta Utara. "Dari 5 Kota dan 1 Kabupaten dan se-Indonesia, Jakarta Utara memiliki obyek wisata yang paling banyak," kata Walikota.

Sejak tahun 2010 lalu, kata Walikota, kami telah mencoba menggelorakan 12 Destinasi Wisata Pesisir Jakarta Utara. Obyek wisata pesisir di Jakarta Utara sangat lengkap. "Para finalis harus tahu obyek wisata itu jangan sampai ketika melaju ke DKI, saat tim juri bertanya tentang obyek wisata Jakarta Utara, Abnone Jakarta Utara tak bisa menjawabnya, " terang Walikota.

Dalam kesempatan itu Walikota juga merasa yakin bahwa para peserta Abnone telah memiliki motivasi untuk berlaga di ajang Abnone tingkat DKI Jakarta. "Saya berharap agar para peserta Abnone bisa memberikan yang terbaik bagi Jakarta Utara," harap Walikota.

Sementara itu Abrani salah seorang peserta yang berasal dari Betawi menuturkan, adanya kegiatan Abnone ini dari Facebook, dengan ikut Abnone saya ingin mencoba kemampuan apa yang saya ketahui tentang Betawi.dimana saya lahir dan dibesarkan.

Kampung Batik Jakarta Utara

TUGU SELATAN - Wajah pemukiman dan lingkungan di RW 02, Kelurahan Tuguselatan, Koja, Jakarta Utara, kini tampak lebih cerah dan indah. Sepanjang jalan dan rumah di kawasan tersebut, kini tampak cantik dengan cat bermotif batik. Selain motif batik yang menjadi ciri khas Indonesia, ada juga motif bunga dan binatang.


Pembuatan gambar dengan alat bantu kertas dan kuas roller ini telah berlangsung sejak 30 April-5 Mei dengan 20 partisipan dari RW 02, Kelurahan Tuguselatan, yang mendapatkan serifikat dari Kedutaan Kolombia.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan, kegiatan ini utntuk mengajak masyarakat terutama di pemukiman padat agar mencintai lingkungannya dan tempat huniannya sehingga menjadi lebih indah. "Kami menyambut baik kegiatan ini," kata Fauzi usai menghadiri Program Rumah Berwarna, di RW 02, Tuguselatan, Jakarta Utara, Sabtu (5/5).

Menurut Fauzi, kegiatan ini akan menjadi percontohan kepada kelurahan lainnya. Selain itu, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang dilibatkan juga bisa menggugah para senimannya untuk melanjutkan ide ini, dan bahkan mengembangkannya. "Saya kira ini positif, karena kampung ini sebuah kebanggan warga yang merupakan Juara Kedua Tingkat Nasional PKK. Kita lihat sekarang lingkunganya asri, bersih. Jadi saya kira ini menjadi tambahan nilai bagi warga di RW 02 Tuguselatan," ujarnya.

Duta Besar Kolombia untuk Indonesia, Alfonzo Garzon, menjelaskan proyek ini merupakan kerjasama antara Kolombia dan Indonesia yang dapat dinilai dari bagian pertukaran kebudayaan. "Kami ingin mendekatkan diri dengan komunitas di Jakarta," ucap Alfonzo.

Ditambahkannya, pada pekan depan pihaknya akan melanjutkan kegiatan ini di Kepulauan Seribu dan Yogyakarta. Proyek Rumah Berwarna ini, lanjut Alfonzo merupakan gagasan seniman Kolombia Vicky Fadul yang telah melakukan kegiatan ini di 40 provinsi dan 48 kota di Kolombia, London, serta Meksiko.  "Kami membantu Indonesia dalam hal desain warna, dan Indonesia membantu kami dalam hal batik," ungkapnya.

Batam Expo, Batik Pesisir diborong Turis

Ir Grace MandagiBatik Pesisir Jakarta Utar mendapat minat khusus para pengunjung pameran Internsional batam Expo 2012. Peminat sekaligus pembelinya bukan hanya warga lokal namun para turis asing juga membeli batik Pesisir karena mempunyai keunikan dan keunggulan dibanding batik Indonesia lainnya.

Kasudin Pariwisata Ir Grace Mandagi merasa bangga dengan antusias para turis manca negara yang memborong batik pesisir Jakarta utara dalam ajang pameran internasional itu."Wisatawan mancanegara dari Jepang,Australia, Singapura, Malaysia, Perancis dan warga lokal ikut membelo batik pesisir,"ujar Grace.

Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono mengapresiasi pameran Batam expo 2012 ini hingga bisa membuat kawasan wisata Jakarta Utara dikenal hingga mancanegra."Dengan mengetahui antusias turis asing tentang wisata pesisir Jakarta Utara akan menambah jumlah kunjungan. Kami akan terus berbenah hingga menjadi destinasi unggulan berkelas Internasional,"jelas Bambang.

Dalam ajang pameran Batam expo 2012, salah satu pengrajin Batik, Sutarni yang ikut serta pameran ini merasa bangga dapat ikut mempromosikan wisata melalui batik pesisir. Motif "12 destinasi, ombak Merunda, Bebek Muare dan Sunda Kelapa laris manis diborong turis","kata Sutarni.

Ajang pameran Batam expo 2012 menjadi tolak ukur pengenalan wisata Jakarta Utara di kancah Internasional dan ini kedepannya akan menambah income pendapatan masyarakat khususnya di lokasi-lokasi 12 destinasi Wisata Pesisir.

Murah Meriah,Pantai Marunda Padat Pengunjung!


CILINCING- Pesisir Pantai Marunda selalu menjadi wisata alternatif murah dan meriah terutama pada hari libur. Seperti yang terlihat hari sabtu dan minggu sore. Ratusan pengunjung yang sebagaian besar menggunakan sepeda motor dan mobil pick up untuk mendatangi lokasi pesisir.

"Setiap hari minggu kami bersama istri dan anak datang ke sini mas! selain dekat dari rumah juga engga perlu keluar biaya banyak" kata Uca 35, warga Cilincing Jakarta Utara. Senada disampaikan Aminurin 45, warga Desa Segara Makmur, Bekasi Utara. ia bersama rombongannya menggunakan mobil pick lebih memilih berwisata ke pantai Marunda. Selain jaraknya tidak jauh, juga bisa menikmati keindahan pantai dan makanan khas laut yang harganya terjangkau.

"Wah! kalau bawa rombongan wisata ke Ancol bisa tekor mas! makanya memilih ke pantai Marunda! Sahutnya.

Sariah 45, pedagang ikan bakar dipantai Marunda sangat senang lantaran barang dagangannya laku, terutama pada hari libur. "Yaa kalau hari libur seperti sekarang ini memang omset penjualan ikan bakar dan lain meningkat. Lumayan untuk bisa menutupi kebutuhan dapur" ujarnya.Hasil pantauan di lokasi beberapa lokasi yang ramai di wisata Marunda terdapat di Pantai Publik, Pesisir KBT Marunda dan Masjid Al-Alam.Pemerintah Kota Jakarta Utara telah menetapkan wisata Marunda termasuk dalam 12 destinasi wisata pesisir.


Perlu Adanya Fasilitas Wisata

Meski ramai dikunjungi, namun fasilitas penunjang wisata masih kurang dan terkesan membosankan. Para pengunjung maupun warga sekitar berharap agar Pemko Jakarta Utara bisa menyiapkan sarana penunjang seperti permainan, hiburan maupun acara lainnya. Tujuannya pengunjung yang lain tidak jenuh dan bosan.

"Kalau bisa ada fasilitas permainan air atau bentuk hiburan guna menarik pengunjung" ujar Dede 40 warga Rorotan, Cilincing

Museum Bahari Kusam dan Gelap

Sebagai peninggalan bersejarah, kondisi Museum Bahari di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, justru tampak memprihatinkan. Selain terkesan tua, dindingnya juga terlihat kusam dan tidak terawat. Kondisi yang tidak jauh berbeda juga terlihat di ruang pameran museum tersebut. Meskipun kondisi bangunan terlihat lebih baik, kesan kusam karena debu dan lembab juga sangat terasa. Lampu-lampu di ruangan juga terlihat kecil dan tidak sesuai dengan lebar ruangan sehingga suasana menjadi gelap.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Museum Bahari, Irfal Guci, mengakui masih banyak kekurangan yang terdapat di Museum Bahari, sehingga mengakibatkan minimnya minat masyarakat mengunjungi bangunan bersejarah ini. Menurutnya diperlukan pemugaran, dan penyesuaian tata letak barang-barang yang dipamerkan. "Saat ini kondisi bangunan dan tata letak barang-barang di museum memang sudah kurang menarik," kata Irfal, Kamis (2/2).

Padahal , kata Irfal, jika barang-barang berharga yang disimpan di museum itu ditata dengan baik, banyak warga yang bisa melihat dan menikmatinya. Namun, lanjut Irfal, untuk melakukan pemugaran pihaknya terkendala anggaran yang sangat minim. 

Pihaknya mencatat jumlah pengunjung Museum Bahari selalu turun naik. Pada tahun 2008 jumlah pengunjung di tempat itu hanya 10.033 pengunjung. Di tahun 2009 jumlahnya sedikit meningkat menjadi 13.964 orang. Namun, di tahun 2010 mengalami penurunan, yaitu hanya 7.300 orang, dan di tahun 2011 meningkat menjadi 35.500 pengunjung. "Pada tahun 2012 ini kami menargetkan sekitar 35 ribu pengunjung akan mengunjungi Museum Bahari," ungkapnya.

Ditambahkan Irfal, terdapat beberapa masalah lain yang mengakibatkan minimnya jumlah pengunjung, di antaranya sistem drainese yang kurang baik, dan lingkungan yang kurang memadai, seperti kawasan di sekitar museum yang semrawut, kemacetan, dan banyaknya pedagang kaki lima (PKL).

"Masih diperlukan penataan kawasan yang harus melibatkan seluruh sektor, agar kawasan Museum Bahari dapat lebih menarik lagi," terangnya.

Irfal menyebutkan, saat ini jumlah koleksi Museum Bahari sekitar 1.835 unit. Di museum ini, pengunjung juga bisa melihat 26 perahu asli, 110 perahu model, 102 unit alat navigasi, 102 alat penangkap ikan, 42 alat pembuatan perahu, 17 meriam, dan benda-benda berharga lainnya.


Sumber / Link : beritajakarta

 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas