
Walikota Jakarta Utara
Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono
meminta kepada Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) untuk bisa
menjalankan tugasnya dengan baik dan memberikan yang terbaik untuk
masyarakat.
Tugas LMK, kata Bambang, adalah menampung dan
menyalurkan aspirasi masyarakat kepada lurah, memberikan saran dalam
rangka memberikan paritisipasi. Selain itu, LMK juga bertugas untuk
menginformasikan kebijakan pemerintah daerah kepada masyarakat, dan ikut
serta dalam penyelesaian masalah kelurahan.
"LMK diharapkan sebagai mitra
kelurahan serta motor penggerak untuk meningkatkan kesatuan dan
persatuan pemberdayaan pembangunan lingkungan kemasyarakatan menuju
masyarakat yang sejahtera," ujar Bambang Sugiyono di kantor Walikota,
Jakarta, Selasa (24/9).
Hal itu dikatakannya saat memberikan
sambutan dalam kegiatan Pembinaan Bagi Anggota LMK Tingkat Kota
Administrasi Jakarta Utara. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Lurah,
Lembaga Musyawarah Kelurahan se-Jakarta Utara dan Kasi Pemerintahan
Kecamatan dan Kelurahan.
Dengan adanya pembinaan ini, Bambang
berharap bisa menambah kualitas dan gairah untuk memberikan yang terbaik
untuk masing-masing kelurahannya dan membuat lingkungan jadi baik untuk
kedepan.
"Ini dikarenakan LMK merupakan lembaga kemasyarakatan
yang tertingi di Kelurahan sehingga harus bisa memberikan contoh kepada
lembaga-lembaga lain," ucap Bambang.
Dengan adanya pembinaan ini,
sambung Bambang, bisa menambah kualitas dan gairah untuk memberikan
yang terbaik untuk masing-masing kelurahannya dan membuat lingkungan
jadi baik untuk kedepan. Dikarenakan
Hal senada diungkapkan
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Nana Hendriana selaku ketua panitia. Ia
mengatakan, maksud diadakan pembinaan kepada LMK untuk meningkatkan
wawasan anggota LMK yang berguna dalam rangka menunjang pelaksanaan
tugas kelurahan.
"Dinamika pemerintahan terus berkembang.
Kegiatan ini juga sebagai sarana untuk menginformasikan kebijakan
Pemprov DKI Jakarta kepada masyarakat secara luas," terangnya.
LMK Diminta Jadi Motor Pemberdayaan Masyarakat
Label:
LMK,
Pemerintahan,
Utama
50 Guru PAUD mendapatkan pelatihan dan sertifikasi
Program bina sosial pemberdayaan masyarakat melalui Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) semakin lama terus mengalami kemajuan. Bahkan program tersebut sudah merambah dunia pendidikan seperti guru atau tenaga pendidik yang notabenenya dapat mencerdaskan anak bangsa.
Seperti kegiatan sosial yang dilaksanakan LMK Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara selama dua hari (28-29/7) yang melakukan pelatihan kepada 50 guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), di ruang pola kantor Kelurahan Sungai Bambu, Minggu (29/07/2012).
Kegiatan yang dibuka oleh Lurah Sungai Bambu Rizal Kadafi, bersama Ketua LMK Sungai Bambu Zamrud Paudi serta tim pembimbing dari PAUD Institute disambut hangat para peserta. "Kami berharap dari kegiatan yang berjalan selama dua hari ini dapat benar-benar dimanfaatkan. Tujuan kami agar para guru PAUD yang ada di Sungai Bambu dapat menimba ilmu dan pengalaman dari narasumber kami," ujar Zamrud yang mengaku peserta akan diberikan sertifikasi dari institute dan Dinas Pendidikan.
Ia mengaku dari 10 hingga 15 PAUD yang tersebar di Sungai Bambu sedikitnya mendidik sekitar 2.000 anak usia dini. "Pendidikan usia dini sangat bermanfaat bagi pembentukan karakter anak. Oleh karena itu guru Paud juga harus diperhatikan baik oleh pemerintah, masyarakat peduli pendidikan dan kalangan swasta. Mulai dari peningkatan SDM maupun sarana dan prasarana dilingkungan aktivitas belajar," imbuhnya.
Sementara itu, Dhanang Sasongko, naraSumber dari PAUD Institute mengatakan dalam latihan tersebut menerapkan konsep dasar pembelajaran anak usia dini.
"Dengan memahami prilaku dan kepribadian anak usia dini dibutuhkan kesabaran, pengertian dan toleransi yang mendalam," katanya.
"Menjadi guru impian anak-anak umumnya harus tulus, baik hati, ramah, pandai bercerita, pandai mengajar dan mengerti perasaan anak. Idealnya seperti itu kalau kita mau menjadi guru sukses, di cintai dan dibanggakan anak-anak," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan PAUD, Mimin Siti Aminah, guru pengajar PAUD RW 09 Sungai Bambu mengaku pelatihan tersebut sangat bermanfaat. "Ini sangat baik untuk penyetaraan antara guru PAUD dengan guru TK," katanya.
Label:
LMK,
News,
Sungai Bambu,
Tanjung Priok,
Utama
Memanfaatkan Lahan Kosong Untuk Beternak Ikan Lele
DALAM upaya memanfaarkan lahan kosong di Keluarahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Rawa Badak Utara, dan pengurus RT/RW serta masyarakat membuat kolom lele. Bahkan menjelang bulan Ramadhan kali ini, ikan lele sangkuriangan sudah dipanen dan hasilnya masyarakat sekitar dapat menikmati. Ratusan kilogram ikan lele dipanen dan langsung dibagi-bagikan kepada warga yang tinggal di RW 03 dan sebagian lainnya dimasak untuk makan ramai-ramai. “Alhamdulillah setelah tiga bulan ikan lele sangkuriang itu kami panen, dan hasilnya bisa menikmati bersama warga sekitar,”kata Anggota LMK RW 03, Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, Sulaeman.
Ditambahkan oleh Sulaeman, tahap awal, lahan kosong yang dimanfaatkan untuk berternak ikan lele sangkuriang baru di RW 03 saja. Namun kedepan, pihaknya akan berkerjasama dengan rw-rw lain yang memiliki lahan kosong untuk bersama bersama-sama bikin kolam yang sama.
Sulaeman juga mengatakan, ikan lele yang baru dipanen itu merupakan hasil swadaya antara masyarakat dan bersama pengurus RT dan RW 03 dan , RW 03. Ikan-ikan lele sangkuriang itu dibibit sejak tiga bulan lalu dan menjelang puasa baru dipenen.
“Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan ratusan ikan lele kami panen dan langsung disebar kepada warga, ” terangnya.
Untuk lebih mengembangkan ikan lele sangkuriang ini, pihaknya berharap kepada pihak terkait seperti Sudin Perikanan dan Kelautan, Jakarta utara untuk memberikan bantuan guna mengembangkan kolam penakaran pengembang biakan ikan lele Sangkuriang.
“Saya minta kepada Sudin Perikanan dan Kelauatan untuk turun kelapangan memberikan bimbingan dan bantuan kepada warga yang ingin sunguh-sunguh mengembangkan usaha penangkaran ikan lele,”jelasnya.
Jayadi salah seorang warga sangat mendukung keberadaan kolam penangkaran ikan lele disamping rumahnya. Selain keberadaan kolom itu menghilangkan rasa stres setelah bekerja seharian, juga dalam menjadi hiburan bagi dirinya dan keluarganya. “Ikan lele mengandung vitamin ynag cukup besar, selain itu hasil dari pengembagan ikan lele tentu dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga,” terangnya.
Lurah Rawa Badak Utara, Suranto mengakui kalau warga RW 03, melalukan panen raya ikan lele sangkuringang. Menurutnya dengan keberhasilan panen lele yang memuaskan ini, pihaknya kedepan bersama-sama dengan warga masyarakat Rawa Badak Utara memanfaatkan lahan kosong sebagai ternak lele.
“Saya yakin jika ini dikerjakan dengan sungguh-sungguh kedepan bisa Rawa Badak Utara menjadi daerah pemasuk lele terbesar di Jakarta Utara,”terang Suranta optimis. (rubian)
Label:
Koja,
LMK,
Rawabadak Utara,
Utama
LMK Digembleng Menjadi Mata dan Telinga Masyarakat
Sebagai lembaga yang baru yang dibentuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 2011 dan berpedoman pada Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2010. Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) diharapkan mampu menjadi penyalur aspirasi masyarakat dalam pembangunan baik skala mikro maupun makro.
Hal itulah yang mendasari LMK Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara melakukan kegiatan penguatan kelembagaan, di Cipayung, Bogor, baru-baru ini. Tujuan pelaksanaan tersebut agar setiap anggota LMK dapat mengembangkan sumber daya manusia (SDM) baik secara administrasi maupun dalam menyerap dan menindaklanjuti aspiras masyarakat.
Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Jakarta Utara, Pardosi dan Camat Tanjung Priok Supriyono serta Lurah Sunter Agung Doni Soleh yang hadir pada kesempatan turut menggembleng. "LMK selain menjadi mitra kerja kelurahan juga kami harap menjadi mata dan telinga masyarakat khususnya dalam sektor pembangunan dan sosial demi tercapainya kesejahteraan masyarakat," ujar Pardosi.
Selain pada anggota LMK, Penguatan kelembagaan juga didapat oleh Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Pokja Kota Sehat dan Karang Taruna Sunter Agung. "Kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat kelurahan (PPMK) Sunter Agung," ujar H.Zahir, Ketua LMK Sunter Agung kepada jakartautara.com usai melakukan kerja bakti, Minggu (12/2/2012).
Ia mengaku pihaknya bertekat untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui lembaganya. "Tentunya, kami harus kompak dan harmonis sebagai penyambung suara warga dan mitra pemerintah Kelurahan," kata pria yang mengaku mempunyai 19 anggota LMK itu. (min)
Label:
LMK,
News,
Sunter Agung,
Tanjung Priok,
Utama
36 Saluran di Pademangan Timur Minta Dinormalisasi
- LMK siap kawal usul pembangunan skala makro
Warga dan sejumlah tokoh masyarakat (tomas) mengaharapkan normalisasi saluran di 36 Gang di Jalan Pademangan I,II,III dan IV, Kelurahan Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara. Pasalnya, saluran sudah dangkal dengan lumpur dan banyak tertutup oleh deker yang rendah.

"Kami berharap seluruh saluran di Pademangan Timur di normalisasi. Sebab selama ini hanya lumpur saja yang diangkat sementara banyak deker yang sudah rendah mengakibatkan arus saluran terhambat," ujar Idi Trasidi, tokoh masyarakat RW 03 kepada jakartautara.com, Selasa (07/2/2012).
Hal itu dibenarkan Sigit dan Abdul Rahman tomas lainnya. Kata mereka, seperti saluran di Gang 6,8,11,13,14,15,16,17,18,19,20 Jalan Pademangan I dan II selain saluran rusak juga terdapat bangunan jalan yang menutupi arus air. "Kami minta bangunan jalan diatas saluran yang rendah dibongkar dan ditinggikan. Apalagi saat ini musim hujan yang kerap menggenangi lingkungan kami," harapnya.
Ketua LMK Pademangan Timur, Yansen Bay, menanggapi aspirasi itu berjanji akan memperjuangkan usulan warga melalui musrenbang. "Kami ingin seluruh saluran di Pademangan Timur menjadi pembangunan prioritas pada skala makro. Kami minta Dinas dan Sudin PU dapat mewujudkan impian masyarakat kami yang kerap terjadi genangan," tandasnsya.
Sementara itu, Lurah Pademangan Timur, Tulus Harjo, membenarkan adanya aspirasi masyarakat dan LMK untuk menormalisasi saluran. "Saluran tersebut berada di Gang 1 sampai 36 dari mulai Jalan Pademangan I sampai IV. Kami juga akan mendorong dan mengawal aspiras ini sampai musrenbang tingkat kota," jelasnya. (min)
Label:
LMK,
News,
Pademangan,
pademangan Timur,
Utama
LMK Warakas Perbaiki Gerobak Sampah
Sejumlah gerobak sampah yang kerap untuk kerja bakti banyak mengalami kerusakan warga meminta agar Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) dan kelurahan setempat memperbaiki. Pasalnya, keberadaan gerobak sampah sangat diperlukan namun banyak warga kesulitan saat gerobak mengalami kerusakan. Hal ini pula yang dikeluhkan warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Kami berharap LMK dapat mendengar dan menindaklanjuti keluhan kami masalah gerobak dan penghijauan. Sebab keberadaan gerobak sampah sangat kami butuhkan untuk kerja bakti. Kalau gerobak tidak rusak warga juga akan lebih semangat melakukan kerja bakti," ujar Santoso, warga RT 01/7 Warakas kepada jakartautara.com, Senin (06/2/2012).
Sementara, anggota LMK RW 07 Edy Suherman, mengakui adanya keluhan warga yang berharap ada perbaikan gerobak sampah. "Usulan dari warga dan pengurus telah kami telah sampaikan kepada LMK dan Kelurahan. Selanjutnya, melalui bina fisik lingkungan perbaikan gerobak sampah telah kami lakukan," ujarnya.
Dikatakannya, setiap gerobak yang rusak di RW 07 telah diperbaiki seperti Gerobak RT 02, 04, 08, 10, 12 dan RT 13. "Kami juga melakukan penghijauan lingkungan dengan memberikan 6 pot berikut pohon kepada warga. Masing-masing RT mendapatkan 6 buah," jelas Suherman, warga RT 06, ia mengaku di RW 07 ada 13 RT.
Lebih kata dia, pihaknya juga menindaklanjuti usulan warga yang diluar batas lembaganya. Seperti lampu penerangan jalan yang mati di Jalan Warakas Raya. "Kami sudah sampaikan kepada pihak PJU dan langsung ditindak lanjutinya," tambahnya.
Kasi PJU Kecamatan Tanjung Priok Hendra, membenarkan tidak tertutup kemungkinan masih ada lampu yang mati di lingkungan warga. Oleh karena itu perlu ada kerjasama yang baik dengan unsur masyarakat.
"Selama ini kami menjalin hubungan baik dengan LMK bahkan nomor HP kami telah LMK pegang. Tujuannya untuk memudahkan kami memelihara bila ada lampu jalan mati jadi lebih cepat kami tindaklanjuti asalkan lokasi yang dimaksud jelas," ucapnya. (min)
"Kami berharap LMK dapat mendengar dan menindaklanjuti keluhan kami masalah gerobak dan penghijauan. Sebab keberadaan gerobak sampah sangat kami butuhkan untuk kerja bakti. Kalau gerobak tidak rusak warga juga akan lebih semangat melakukan kerja bakti," ujar Santoso, warga RT 01/7 Warakas kepada jakartautara.com, Senin (06/2/2012).
Sementara, anggota LMK RW 07 Edy Suherman, mengakui adanya keluhan warga yang berharap ada perbaikan gerobak sampah. "Usulan dari warga dan pengurus telah kami telah sampaikan kepada LMK dan Kelurahan. Selanjutnya, melalui bina fisik lingkungan perbaikan gerobak sampah telah kami lakukan," ujarnya.
Dikatakannya, setiap gerobak yang rusak di RW 07 telah diperbaiki seperti Gerobak RT 02, 04, 08, 10, 12 dan RT 13. "Kami juga melakukan penghijauan lingkungan dengan memberikan 6 pot berikut pohon kepada warga. Masing-masing RT mendapatkan 6 buah," jelas Suherman, warga RT 06, ia mengaku di RW 07 ada 13 RT.
Lebih kata dia, pihaknya juga menindaklanjuti usulan warga yang diluar batas lembaganya. Seperti lampu penerangan jalan yang mati di Jalan Warakas Raya. "Kami sudah sampaikan kepada pihak PJU dan langsung ditindak lanjutinya," tambahnya.
Kasi PJU Kecamatan Tanjung Priok Hendra, membenarkan tidak tertutup kemungkinan masih ada lampu yang mati di lingkungan warga. Oleh karena itu perlu ada kerjasama yang baik dengan unsur masyarakat.
"Selama ini kami menjalin hubungan baik dengan LMK bahkan nomor HP kami telah LMK pegang. Tujuannya untuk memudahkan kami memelihara bila ada lampu jalan mati jadi lebih cepat kami tindaklanjuti asalkan lokasi yang dimaksud jelas," ucapnya. (min)
Label:
LMK,
News,
Tanjung Priok,
Warakas
Patroli Terpadu Cegah Tawuran Hingga 90 Persen
Kalibaru- Razia dan ronda keliling terpadu setiap malam minggu di sejumlah titik lingkungan rawan tawuran antar warga maupun pemuda di kalibaru sangat berhasil dan didukung masyarakat. Pasalnya Razia terpadu yang dilakukan tokmas,pemuda,karang taruna, ketua RT/RW, Polri,TNI,ormas dan tokoh agama berhasil meminimalisir tawuran hingga 90 persen.Hal ini disampaikan oleh Agus Setiawan Plh Lurah Kalibaru maupun Slamet Alfarizi Ketua LMK Kalibaru.sejak digelarnya patroli atau razia terpadu selama 3 bulan ini aktivitas tawuran yang kerap terjadi setiap hari sudah berkurang tuntas hingga 90 persen.
"ini semua berkat kerjasama semua unsur di Kalibaru yang bersama-sama ingin menjadikan wilayahnya aman dan nyaman bagi warganya" kata Agus Setiawan.Ditambahkan Slamet Al Farizi Ketua LMK Kalibaru. Patroli terpadu bukan hanya meminimalisir masalah tawuran warga, tetapi dapat mewujudkan tali silahturahmi antar warga Kalibaru dan tali persaudaraan. "Mari kita jadi wilayah pesisir Kalibaru sebagai wilayah aman dan nyaman "kata Slamet.
Sekedar diketahui,patroli terpadu dilakukan dengan tujuan agar masalah tawuran yang selama ini dikeluhkan masyarakat Kalibaru maupun instansi di wilayah bisa teratasi. Tawuran ini kerap terjadi di mulai dari persoalan anak yang bisa membawa ke persoalan orangtua.
Dengan adanya patroli terpadu ternyata berhasil meminimalisir keamanan di lingkungan rawan tawuran menjadi 90 persen.
Warga minta LMK Sunter Agung perjuangkan perbaikan jalan
Warga Blok A dan B komplek Segneg di RW 08, 09 dan 10 berharap kepada Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara agar memperjuangkan keluhan warga masalah jalan yang rusak. Pasalnya, jalan di tiga RW tersebut tidak pernah tersentuh pembangunannya oleh pemda setempat.
"Kami sudah sampaikan permasalahan jalan di komplek Sekneg melalui LMK agar dapat ditindaklanjuti kepada pihak yang terkait. Karena sudah 31 tahun kerukan jalan belum pernah diperbaiki," ujar Efendi salah seorang warga RW 10, Sunter Agung kepada jakartautara.com, Jumat (27/1/2012).
Ketua LMK Sunter Agung, H.Zahir mengakui adanya keluhan warga di komplek sekneg. "Memang jalan dilokasi itu sudah sangat rusak bahkan sudah sepertikubangan kerbau. Kami bersama kelurahan setempat berencana akan meminta pihak pengembang dan pemerintah tingkat kota agar mencarikan solusi terhadap akses publik dilingkungan kami," katanya menjawab keluhan warga itu.
Untuk skala makro, katanya, hal tersebut merupakan PR bagi LMK untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat hingga dapat terealisasi pembangunannya. "Kami akan melayangkan surat baik kepada pemerintah kota atau pengembang yang bersangkutan," jelasnya. (min)
Label:
LMK,
News,
Pemerintahan,
Sunter Agung,
Tanjung Priok,
Utama
Dana Operasional Harus Dimanfaatkan Untuk Kepentingan Lingkungan
Tanjung Priok- Pemerintah DKI Jakarta telah memberikan dana operasional kepada Ketua RT/RW serta LMK dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di masyarakat. Oleh karena itu dana tersebut seyogyanya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lingkungan. "Dengan adanya dana operasional yang diberikan Pemda DKI ini, para Ketua RT,RW dan LMK agar lebih giat dalam menjalankan tugasnya. Dan tidak menilai dana tersebut sebagai uang honor atau gaji" kata Dede 40, warga Papanggo, Tanjung Priok Jakarta Utara.Hal senada disampaikan Wahyu 34, warga RW 10 Semper Timur. Dengan diberikannya dana operasional ini para ketua RT/RW maupun LMK agar bekerja lebih maksimal lagi dalam membangun wilayahnya. Termasuk kepada lingkungan sekitarnya. Dan tidak menjadikan dana operasional ini sebagai gaji atau honor.
"Biar lebih transparan sebaiknya pengeluaran dana tersebut diketahui masyarakat supaya tahu kemana saja digunanakan" ujarnya.
Saat ini disejumlah kelurahan di Jakarta Utara sedang melaksanakan pemberian uang operasional RT/RW dan LMK. Setiap ketua RT mendapatkan dana operasional sebesar Rp 650/bulan, RW Rp 750/bulan dan LMK Rp 1,5 juta/bulan. Mereka saat ini menerima uang operasional selama 3 bulan yakni bulan Oktober,Nopember dan Desember. (bian)
Label:
LMK,
News,
Papanggo,
Semper Timur,
Tanjung Priok,
Utama
LMK Sunter Agung akan laksanakan Sunter Fair
Selain mampu menyerap aspirasi dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara juga mampu membuat event. Event, Sunter Fair yang akan dilaksanakan pekan mendatang tujuannya guna menggali potensi dan Sumber Daya Manusia (SDM) di kawasan tersebut."Sunter Fair yang akan kami laksanakan pada (19/12) hingga (23/12) dalam rangka menyambut hari natal dan tahun baru. Kegiatan ini untuk pertama kali kami lakukan rencananya di GOR Kecamatan Tanjung Priok," ujar Ketua Panitia Sunter Fair 2011, Dolly Samsudin.
Pria yang juga anggota LMK RW 20 Sunter Agung itu mengaku kegitan tersebut untuk menjalin hubungan di kalangan usaha baik perusahaan maupun usaha mikro di kawasan Sunter Agung. "Kami ingin mengangkat citra LMK dimata masyarakat Sunter Agung khususnya dan meningkatkan potensi maupun SDM. Dengan momen ini para pelaku usaha mikro dan pengrajin dapat menjalin kerjasama dengan usaha makro," kata Dolly, ia mengaku event tersebut akan dihadiri artis Pop Legendaris Obbie mesakh.
Ketua LMK Sunter Agung, H. Zahir mengatakan kegiatan Sunter Fair bekerja sama dengan pihak kelurahan dan menggunakan dana swadaya masyarakat. "Kami harap warga dapat berkunjung dan meramaikan acara nanti," imbuhnya.
Sementara itu, Lurah Sunter Agung Doni Soleh mengaku memberikan apreseasi kepada seluruh anggota LMK yang dengan kerja keras akan melaksanakan Sunter Fair 2011.
"Intinya kegiatan ini harus kami dukung karena berkaitan langsung dengan masyarakat. Apalagi banyak melibatkan kalangan usaha yang tentunya akan menarik perhatian masyarakat. Kami harap banyak menjual kebutuhan pokok yang harganya relatif terjangkau masyarakat menghadapi natal dan tahun baru," imbuhnya. (min)
Label:
LMK,
News,
Pemerintahan,
Sunter Agung,
Tanjung Priok,
Utama
Anggota LMK di berikan Pembekalan
KEINGINAN mensejahterakan masyarakatnya terus dilakukan Pemkot Jakarta Utara. Kali ini melalui lembaga yang terdekat dengan masyarakat,yaitu Lembaga Musyawarah Kelurahan(LMK). LMK mendapatkan pengetahuan tentang peningkatan wawasan yang digelar Pemkot Jakarta Utara di Ruang Pola, Kantor Walikota, Rabu(30/11/11) Wakil Walikota Jakarta Utara Mangara Pardede yang membuka Pembinaan terhadap perwakilan dari anggota LMK se-Jakarta Utara, berharap, dengan adanya peningkatan wawasan ini, para anggota LMK dapat mensejahterakan masyarakat yang diwakilinya. "Karena LMK adalah mitra dari lurah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat yang di wakilinya,"ujar Mangara saat membuka acara tersebut.
Lebih lanjut Mangara menjelaskan, setiap anggota LMK harus memahami fungsi dan kewajiban kerja atau tupoksi dari LMK itu sendiri, agar pelayanan masyarakat disetiap kelurahan dapat terlayani dengan baik."LMK juga harus mampu memberdayakan masyarakat serta mensosialisasikan peraturan-peraturan pemerintah kepada masyarakat," ujar Mangara.
Sementara Ketua LMK Pademangan Timur, H. Yasen menuturkan, semua aspirasi yang mengalir dari masyarakat bukan saja kami tampung . Kami memiliki kewajiban untuk menindaklanjutinya hingga ada realisasi baik sekala mikro maupun makro."Namun semua itu melalui proses, yang jelas kami sebagai LMK dapan menunjukan kinerja secara maksimal," tuturnya .
Lebih lanjut Mangara menjelaskan, setiap anggota LMK harus memahami fungsi dan kewajiban kerja atau tupoksi dari LMK itu sendiri, agar pelayanan masyarakat disetiap kelurahan dapat terlayani dengan baik."LMK juga harus mampu memberdayakan masyarakat serta mensosialisasikan peraturan-peraturan pemerintah kepada masyarakat," ujar Mangara.
Sementara Ketua LMK Pademangan Timur, H. Yasen menuturkan, semua aspirasi yang mengalir dari masyarakat bukan saja kami tampung . Kami memiliki kewajiban untuk menindaklanjutinya hingga ada realisasi baik sekala mikro maupun makro."Namun semua itu melalui proses, yang jelas kami sebagai LMK dapan menunjukan kinerja secara maksimal," tuturnya .
Warga Papanggo Tagih Janji Agung Podomoro Grup
TANJUNG PRIOK (Pos Kota) – Warga Kelurahan Papanggo Kecamatan Tanjungpriok, Jakarta Utara, berharap kepada LMK Kelurahan Papanggo, untuk segera mengirim surat kepada pengembang PT Agung Podomoro Group (AGP) yang sampai saat ini belum realisasi untuk segera memperbaiki Jalan Bisma Raya.
Padahal kondisi jalan sepanjang 1 km rusak parah. Bahkan lobang di jalan tersebut juga mengangga dengan diameter 30 centimeter di kanan kiri sehingga sangat membahayakan para pengendara.
“Banyak pengendara yang terjerembab ke dalam lobang itu. Tapi hingga saat ini pengembangnya seolah tak peduli dengan kondisi itu jalan tersebut. Padahal jalan itu merupakan akses vital bagi warga yang bermukim RW 09, 13, dan 06 dan juga akses menuju kantor Kelurahan Papanggo,” kata Nurdin (39) salah seorang warga.
Diakui oleh Nurdin, pada musim hujan keli ini, tidak sendikit para pengendara khususnya sepeda motor jungkir balik akibat terpeleset masuk kedalam lubang. Jika hal ini tidak segera di perbaiki dikuatirkan akan banyak menelan korban akibat terjatuh di jalan tersebut karena kondisinya licin.
Melihat kondisi yang kian parah dan tidak ada tindakan dari pihak pengembang, maka warga melayangkan surat kepada LMK, Keluhan, Kecamatan dan Pemerintah Kota mendesak agar jalan tersebut segera di perbaiki.
Kerusakan jalan itu sudah terjadi selama 20 tahun, selama itu pula warga dengan susah payah melintasi jalan yang rusak dan becak.
Diakui oleh Nurdin, warga juga sudah melaporkan kepada pengembang, namun tidak ada respon. Karena kesal akhirnya mengirim surat kepada PU jalan, kali ini mendapat jawaban kalau akses jalan tersebut merupakan kewenangan pihak pengembang sehingga PU Jalan belum berani mengambil sikap untuk memperbaikinya.
“Kami berharp adanya LMK menjebatani warga untuk mendesak Gubernur segera memperbaiki jalan ini,” tambah Nurdin.
Sementara itu Ketua LMK Kelurahan Papanggo, Iwan Darmawan membenarkan adanya keluhan warga soal kerusakan jalan Bisma Raya. Menurutnya, pihak LMK saat ini sudah melayangkan surat kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk turun tangan dan menegur PT APG.
”Kami bersama Pawarpa, sudah malayangkan surat kepada Gubernur DKI Jakarta untuk segera mendesak pengembang Agung Podomoro Group dan PT Indofica Hausing segera memperbaiki jalan tersebut,”ungkap Iwan Darmawan.
Iwan Darmawan, meminta kepada Gubernur DKI Jakarta untuk memfasilitasi LMK dan Pawarpa untuk melakukan pertemuan dengan pihak pengembang dan pihak instransi terkait untuk membicarakan proses perbaikan jalan Bisma Raya.
Selain itu lahan fasum fasos yang seharusnya diberikan kepada pemerintah pemprov DKI Jakarta supaya secepatnya di realisasikan sehingga jika terjadi kerusakan tidak tumpang tindih siapa yang bertanggung jawab.
“Kami warga LMK, Pawarpa dan warga berharap Gubernur DKI Jakarta merealisasikan keinginan warga untuk melakukan pertemuan tersebut,”kata Iwan Darmawan. (wandi/ak)
Padahal kondisi jalan sepanjang 1 km rusak parah. Bahkan lobang di jalan tersebut juga mengangga dengan diameter 30 centimeter di kanan kiri sehingga sangat membahayakan para pengendara.
“Banyak pengendara yang terjerembab ke dalam lobang itu. Tapi hingga saat ini pengembangnya seolah tak peduli dengan kondisi itu jalan tersebut. Padahal jalan itu merupakan akses vital bagi warga yang bermukim RW 09, 13, dan 06 dan juga akses menuju kantor Kelurahan Papanggo,” kata Nurdin (39) salah seorang warga.
Diakui oleh Nurdin, pada musim hujan keli ini, tidak sendikit para pengendara khususnya sepeda motor jungkir balik akibat terpeleset masuk kedalam lubang. Jika hal ini tidak segera di perbaiki dikuatirkan akan banyak menelan korban akibat terjatuh di jalan tersebut karena kondisinya licin.
Melihat kondisi yang kian parah dan tidak ada tindakan dari pihak pengembang, maka warga melayangkan surat kepada LMK, Keluhan, Kecamatan dan Pemerintah Kota mendesak agar jalan tersebut segera di perbaiki.
Kerusakan jalan itu sudah terjadi selama 20 tahun, selama itu pula warga dengan susah payah melintasi jalan yang rusak dan becak.
Diakui oleh Nurdin, warga juga sudah melaporkan kepada pengembang, namun tidak ada respon. Karena kesal akhirnya mengirim surat kepada PU jalan, kali ini mendapat jawaban kalau akses jalan tersebut merupakan kewenangan pihak pengembang sehingga PU Jalan belum berani mengambil sikap untuk memperbaikinya.
“Kami berharp adanya LMK menjebatani warga untuk mendesak Gubernur segera memperbaiki jalan ini,” tambah Nurdin.
Sementara itu Ketua LMK Kelurahan Papanggo, Iwan Darmawan membenarkan adanya keluhan warga soal kerusakan jalan Bisma Raya. Menurutnya, pihak LMK saat ini sudah melayangkan surat kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk turun tangan dan menegur PT APG.
”Kami bersama Pawarpa, sudah malayangkan surat kepada Gubernur DKI Jakarta untuk segera mendesak pengembang Agung Podomoro Group dan PT Indofica Hausing segera memperbaiki jalan tersebut,”ungkap Iwan Darmawan.
Iwan Darmawan, meminta kepada Gubernur DKI Jakarta untuk memfasilitasi LMK dan Pawarpa untuk melakukan pertemuan dengan pihak pengembang dan pihak instransi terkait untuk membicarakan proses perbaikan jalan Bisma Raya.
Selain itu lahan fasum fasos yang seharusnya diberikan kepada pemerintah pemprov DKI Jakarta supaya secepatnya di realisasikan sehingga jika terjadi kerusakan tidak tumpang tindih siapa yang bertanggung jawab.
“Kami warga LMK, Pawarpa dan warga berharap Gubernur DKI Jakarta merealisasikan keinginan warga untuk melakukan pertemuan tersebut,”kata Iwan Darmawan. (wandi/ak)
Label:
Kliping Berita,
LMK,
Papanggo,
Tanjung Priok
82 Anggota LMK Cilincing Dilantik Camat
JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 82 anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) se-Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara dilantik oleh Camat Junaedi, Rabu (11/5). Lembaga ini di diharapkan mampu menjadi jembatan musyawarah antara pemerintah dengan masyarakat.
Selain itu lembaga pengganti Dewan Kelurahan (Dekel) ini mampu diharapkan mampu meningkatkan potensi swadaya masyarakat di lingkungan masing-masing. “Berdasarkan Perda No. 5 Tahun 2010, dengan terbentuknya LMK, maka lembaga Dekel secara otomatis dinyatakan bubar. Saya berharap kepada seluruh anggota LMK jangan malas untuk membatu masyarakat,” ujar Junaedi saat pelantikan yang dihadiri oleh Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono para lurah, tokoh masyarakat dan seluruh kader PKK.
Ke 82 anggota LMK yang dilantik itu berasal dari enam elurahan yang ada di kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Para anggota yang sudah dilantik itu agar secepatnya menyusun program kerja dengan tujuan untuk pembangunan wilayah masing-masing.
Sementara itu Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono mengatakan kinerja LMK diharapkan mampu mewakili kepentingan masyarakat di lingkungannnya dan kantor kelurahan. Selain itu para petugas yang dilantik ini agar supaya terus meningkatkan kinerjanya agar apa yang diharapkan masyarakat dan pemerintah dapat terwujud.
“Saya harap seluruh anggota LMK yang hari ini dilantik mampu meningkatkan kenerja seperti yang diharapkan masyarakat dan pemerintah,”jelasnya.
(wandi/sir)
Selain itu lembaga pengganti Dewan Kelurahan (Dekel) ini mampu diharapkan mampu meningkatkan potensi swadaya masyarakat di lingkungan masing-masing. “Berdasarkan Perda No. 5 Tahun 2010, dengan terbentuknya LMK, maka lembaga Dekel secara otomatis dinyatakan bubar. Saya berharap kepada seluruh anggota LMK jangan malas untuk membatu masyarakat,” ujar Junaedi saat pelantikan yang dihadiri oleh Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono para lurah, tokoh masyarakat dan seluruh kader PKK.
Ke 82 anggota LMK yang dilantik itu berasal dari enam elurahan yang ada di kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Para anggota yang sudah dilantik itu agar secepatnya menyusun program kerja dengan tujuan untuk pembangunan wilayah masing-masing.
Sementara itu Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono mengatakan kinerja LMK diharapkan mampu mewakili kepentingan masyarakat di lingkungannnya dan kantor kelurahan. Selain itu para petugas yang dilantik ini agar supaya terus meningkatkan kinerjanya agar apa yang diharapkan masyarakat dan pemerintah dapat terwujud.
“Saya harap seluruh anggota LMK yang hari ini dilantik mampu meningkatkan kenerja seperti yang diharapkan masyarakat dan pemerintah,”jelasnya.
(wandi/sir)
Label:
Kliping Berita,
LMK
98 Anggota LMK Dilantik Camat
JAKARTA (Pos Kota) – Sebenyak 98 anggota Lembaga Muusyawarag Kelurahan (LMK) di dua kecamatan Pademangan dan Penjaringan di lantik. Diharapkan mereka mempu bersinergi dengan antara pemerintah guna memajukan masyarakat khususnya dibidang pembangunan.
Dari 98 LMK yang dilantik itu antara lain 30 dari kecamatan Pademangan dilantik oleh PLH Camat Pademangan Yuliadi dan 68 dari Kecamatan Penjaringan dilantik camat Penjaringan Rusdianto. “Kepada para anggota LMK yang dilantik hendaknya memberikan contoh dan suri tauladan yang baik kepada masyarakatnya,”ungkap Yuliadi yang juga sebagai Asisten Pembangunan Pemkot Jakarta Utara.
Pernyataan yang sama juga diungkapkan oleh Camat Penjaringan Rusdianto, kepada para anggota yang dilantik itu dia berharap mampu memberikan contoh yang baik kepada masyarakatnya. “Diangkatnya kita sebagai wakil rakyak itu tentu tidaklah mudah, jadi saya berharap seluruh anggota yang hari ini Jumat (13/5) dilantik mampu memberikan contoh yang baik kepada warganya,”jelasnya.
Sementara itu dalam pelantikan anggota LMK Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono juga meminta kepada seluruh anggota apabila ada permasalahan antara lurah, RT maupun RW sebaiknya langsung islah. Pasalnya dengan tindakan cepat untuk mengambil perdamaian ini secara tidak langsung tidak merugikan masyarakat maupun anggotanya.
“Jika tidak mau adanya kata damai sebaiknya para anggota LMK secepatnya menundurkan diri. Dengan cara ini mungkin lebih baik dari para ada gesekan yang berlarut-larut. Untuk itu jika ada persoalan tolong secapatnya mengambil islah,”ungkap Bambang Sugiyono.
Diakui oleh Bambang Sugiyono, peranan LM di wilayak baik RW maupun kelurahan sangat penting. Untuk itu karena sangat pentingnya peranannya di masyarakatak diharapkan mampu memberikan contoh yang baik.
(wandi/sir)
Dari 98 LMK yang dilantik itu antara lain 30 dari kecamatan Pademangan dilantik oleh PLH Camat Pademangan Yuliadi dan 68 dari Kecamatan Penjaringan dilantik camat Penjaringan Rusdianto. “Kepada para anggota LMK yang dilantik hendaknya memberikan contoh dan suri tauladan yang baik kepada masyarakatnya,”ungkap Yuliadi yang juga sebagai Asisten Pembangunan Pemkot Jakarta Utara.
Pernyataan yang sama juga diungkapkan oleh Camat Penjaringan Rusdianto, kepada para anggota yang dilantik itu dia berharap mampu memberikan contoh yang baik kepada masyarakatnya. “Diangkatnya kita sebagai wakil rakyak itu tentu tidaklah mudah, jadi saya berharap seluruh anggota yang hari ini Jumat (13/5) dilantik mampu memberikan contoh yang baik kepada warganya,”jelasnya.
Sementara itu dalam pelantikan anggota LMK Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono juga meminta kepada seluruh anggota apabila ada permasalahan antara lurah, RT maupun RW sebaiknya langsung islah. Pasalnya dengan tindakan cepat untuk mengambil perdamaian ini secara tidak langsung tidak merugikan masyarakat maupun anggotanya.
“Jika tidak mau adanya kata damai sebaiknya para anggota LMK secepatnya menundurkan diri. Dengan cara ini mungkin lebih baik dari para ada gesekan yang berlarut-larut. Untuk itu jika ada persoalan tolong secapatnya mengambil islah,”ungkap Bambang Sugiyono.
Diakui oleh Bambang Sugiyono, peranan LM di wilayak baik RW maupun kelurahan sangat penting. Untuk itu karena sangat pentingnya peranannya di masyarakatak diharapkan mampu memberikan contoh yang baik.
(wandi/sir)
Label:
Kliping Berita,
LMK
14 Anggota LMK Silaturahmi ke Pengurus RW
CILINCING (Pos Kota) – Kelurahan Kalibaru bersama 14 anggota LMK-nya akan mengadakan Road Show ke lingkungan RW di Kalibaru, Jakarta Utara. Kegiatan ini dilakukan 9 -27 Juli 2011, tujuannya selain silahturahmi juga mengenalan LMK kepada masyarakat, tokoh masyarakat, pemuda dan PKK yang ada di kelurahan tersebut.
Lurah Kalibaru, Seran Hambali didampingi Ketua LMK Kalibaru Slamet Alfaridji menjelaskan, kegiatan ini merupakan program kerja LMK dalam rangka silahtuhrami dan menampung aspirasi masyarakat. “Dengan cara seperti ini informasi pembangunan wilayah termasuk pembinaan wilayah secara keseluruhan dapat diketahui apalagi saat ini menjelang bulan puasa kita harus ikut serta menciptakan suasana aman, tertib dan nyaman khususnya di wilayah Kalibaru,”ungkapnya.
Road Show sendiri kata Seran Hambali dilakukan selama 14 hari, di 14 RW di Kalibaru. Setiap kali ada pertemuan akan dimanfaatkan untuk mengumpulkan aspirasi masyarakat serta sumbangsih warga dalam memberikan informasi pembangunan lingkungan dan lainnya.
Slamet Alfaridji Ketua LMK Kalibaru menuturkan, dengan kegiatan ini masyarakat bisa menyampaikan keinginan dan usulan untuk wilayahnya melalui LMK. Selain itu juga untuk menjaga hubungan harmonis antar sesame warga. Dalam kegiatan diharapkan masyarakat tahu peran LMK yang merupakan motor masyarakat dalam menyelesaikan setiap persoalan yang ada.
(wandi/B)
Lurah Kalibaru, Seran Hambali didampingi Ketua LMK Kalibaru Slamet Alfaridji menjelaskan, kegiatan ini merupakan program kerja LMK dalam rangka silahtuhrami dan menampung aspirasi masyarakat. “Dengan cara seperti ini informasi pembangunan wilayah termasuk pembinaan wilayah secara keseluruhan dapat diketahui apalagi saat ini menjelang bulan puasa kita harus ikut serta menciptakan suasana aman, tertib dan nyaman khususnya di wilayah Kalibaru,”ungkapnya.
Road Show sendiri kata Seran Hambali dilakukan selama 14 hari, di 14 RW di Kalibaru. Setiap kali ada pertemuan akan dimanfaatkan untuk mengumpulkan aspirasi masyarakat serta sumbangsih warga dalam memberikan informasi pembangunan lingkungan dan lainnya.
Slamet Alfaridji Ketua LMK Kalibaru menuturkan, dengan kegiatan ini masyarakat bisa menyampaikan keinginan dan usulan untuk wilayahnya melalui LMK. Selain itu juga untuk menjaga hubungan harmonis antar sesame warga. Dalam kegiatan diharapkan masyarakat tahu peran LMK yang merupakan motor masyarakat dalam menyelesaikan setiap persoalan yang ada.
(wandi/B)
Label:
Kliping Berita,
LMK
10 Koperasi Jasa Keuangan Diduga Bermasalah
KELAPA GADING (Pos Kota) -Sejak program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan (PEMK) diluncurkan 30 Oktober 2009, diketahui ada 10 KJK (koperasi jasa keuangan) yang
ditengarai mengalami kendala pengembalian dana bergulir.
Ke-10 KJK itu tersebar di lima wilayah kota. Namun sejauh ini mereka belum diberikan sanksi sebab masih ada batasan pengembalian pada Januari 2012 mendatang. Mereka
hanya diberikan pembinaan oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan DKI, agar dalam batas waktu Januari dapat mengembalikan 100 persen.
Kasie UPDB (unit pengelola dana bergulir) Dinas KUKM DKI Jakarta, Nur Fadjar, mengatakan, ke 10 KJK itu antara lain terdapat di Kelurahan Jelambar (Jakarta Barat), Tanah Tinggi (Jakarta Pusat), Tanjung Priok (Jakarta Utara), Cipedak, Kelurahan Jagakarsa (Jakarta Selatan), Lubang Buaya dan Cililitan (Jakarta Timur).
Hal senada ditandaskan Plt Kepala Dinas KUKM DKI Jakarta, Ratna Ningsih bahwa para KJK yang mengalami kendala dalam pengembalian, masih diberikan kesempatan hingga Januari 2012 mendatang.
“Bagi KJK yang pengembaliannya lancar dan tak mengalami kendala maka akan diperpanjang masa peminjamannya. Namun sebelum jatuh tempo, atau saat pelaksanaan peminjaman berjalan 1,5 tahun KJK akan dievaluasi, jika hasilnya bagus maka peminjamannya boleh diperpanjang. Prinsipnya kita akan monitoring terus sirkulasi dana PEMK di KJK,” kata Ratna Ningsih.(lina/b)
ditengarai mengalami kendala pengembalian dana bergulir.
Ke-10 KJK itu tersebar di lima wilayah kota. Namun sejauh ini mereka belum diberikan sanksi sebab masih ada batasan pengembalian pada Januari 2012 mendatang. Mereka
hanya diberikan pembinaan oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan DKI, agar dalam batas waktu Januari dapat mengembalikan 100 persen.
Kasie UPDB (unit pengelola dana bergulir) Dinas KUKM DKI Jakarta, Nur Fadjar, mengatakan, ke 10 KJK itu antara lain terdapat di Kelurahan Jelambar (Jakarta Barat), Tanah Tinggi (Jakarta Pusat), Tanjung Priok (Jakarta Utara), Cipedak, Kelurahan Jagakarsa (Jakarta Selatan), Lubang Buaya dan Cililitan (Jakarta Timur).
Jika dalam batas waktu yang ditentukan KJK tidak mampu mengembalikan dana pinjaman maka akan dikenai sanksi denda dengan jumlah 1 per mil dari sisa kewajiban yang tertunggak.
Hal senada ditandaskan Plt Kepala Dinas KUKM DKI Jakarta, Ratna Ningsih bahwa para KJK yang mengalami kendala dalam pengembalian, masih diberikan kesempatan hingga Januari 2012 mendatang.
“Bagi KJK yang pengembaliannya lancar dan tak mengalami kendala maka akan diperpanjang masa peminjamannya. Namun sebelum jatuh tempo, atau saat pelaksanaan peminjaman berjalan 1,5 tahun KJK akan dievaluasi, jika hasilnya bagus maka peminjamannya boleh diperpanjang. Prinsipnya kita akan monitoring terus sirkulasi dana PEMK di KJK,” kata Ratna Ningsih.(lina/b)
LMK Sunter Agung Siap Aktifkan Lagi Karang Taruna
Lembaga Masyarakat Kelurahan Sunter Agung, siap untuk menfasilitasi dan berkoordinasi dengan para pengurus RT/RW dan tokoh masyarakat.
Hal itu merupakan tanggapan atas usulan warga RW 013, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara melalui SMS ke redaksi Pos Kota yang meminta untuk menghidupkan kembali kegiatan Karang Taruna di RW 13 Sunter Agung.
Ketua LMK Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara H. Zahir menyatakan, sebelum adanya permintaan warga itu pihak LMK sudah sering membicarakan hal itu dengan para pengurus RT/RW dan tokoh masyarakat.
Meski begitu, dia juga merasa sangat berterima kasih kepada warga yang meminta untuk menghidupkan lagi karang taruna tersebut.
“Memang Karang Taruna di RW 013 sudah ada, namun belakang sedikit agar mengendur. Untuk itu sebagai anggota sekaligus ketua LMK saya punya tanggungjawab untuk mengaktifkan lagi Karang Taruna tersebut. Bahkan saya juga sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan RT/RW dan tokoh masyarakat di RW tersebut,” jelas H Zahir.
Bahkan, selain ingin mengaktifkan lagi Karang taruna tersebut, pihaknya juga akan mengusulkan kepada Pemeritah melalui Kelurahan, Kecamatan dan Pemkot Jakarta Utara supaya dibangunkan Gedung Sasana Krida karang Taruna.
“Kalau masyarakat sudah merespon dan menginginkan kegiatan karang taruna kembali diaktifkan kami akan koordinasikan lagi dengan para pengurus. Tentunya dukungan dari para RT dan RW serta tokoh masyarakat di lingkungan kami sangat harapkan,” ujar warga Komplek DKI, Sunter Agung, Jakarta Utara .
Diakui oleh Zahir, memang keberadaan Karang taruna itu sangat dibutuhkan warga, selain sebagai ajang pertemuan antara warga, juga sebagai ajang kreasi, motifasi dan inofasi untuk pengembangan wilayah. Jadi dalam hal ini, perlu dan harus dilakukan pengaktifan karang taruna tersebut. Lebih jauh, kata Zahir, sudah seharusnya peran pemuda/pemudi karang taruna dibangunkan. Mulai dari tingkat RT bahkan di tingkat kota sekalipun. “Kami ingin pemuda Sunter Agung lebih meningkan perannya baik di bidang sosial maupun pembangunan. Mereka adalah generasi penerus yang harus dilibatkan dalam segala hal akan mereka dapat menimba ilmu dan pengalaman,” tuturnya.
Hal itu merupakan tanggapan atas usulan warga RW 013, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara melalui SMS ke redaksi Pos Kota yang meminta untuk menghidupkan kembali kegiatan Karang Taruna di RW 13 Sunter Agung.
Ketua LMK Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara H. Zahir menyatakan, sebelum adanya permintaan warga itu pihak LMK sudah sering membicarakan hal itu dengan para pengurus RT/RW dan tokoh masyarakat.
Meski begitu, dia juga merasa sangat berterima kasih kepada warga yang meminta untuk menghidupkan lagi karang taruna tersebut.
“Memang Karang Taruna di RW 013 sudah ada, namun belakang sedikit agar mengendur. Untuk itu sebagai anggota sekaligus ketua LMK saya punya tanggungjawab untuk mengaktifkan lagi Karang Taruna tersebut. Bahkan saya juga sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan RT/RW dan tokoh masyarakat di RW tersebut,” jelas H Zahir.
Bahkan, selain ingin mengaktifkan lagi Karang taruna tersebut, pihaknya juga akan mengusulkan kepada Pemeritah melalui Kelurahan, Kecamatan dan Pemkot Jakarta Utara supaya dibangunkan Gedung Sasana Krida karang Taruna.
“Kalau masyarakat sudah merespon dan menginginkan kegiatan karang taruna kembali diaktifkan kami akan koordinasikan lagi dengan para pengurus. Tentunya dukungan dari para RT dan RW serta tokoh masyarakat di lingkungan kami sangat harapkan,” ujar warga Komplek DKI, Sunter Agung, Jakarta Utara .
Diakui oleh Zahir, memang keberadaan Karang taruna itu sangat dibutuhkan warga, selain sebagai ajang pertemuan antara warga, juga sebagai ajang kreasi, motifasi dan inofasi untuk pengembangan wilayah. Jadi dalam hal ini, perlu dan harus dilakukan pengaktifan karang taruna tersebut. Lebih jauh, kata Zahir, sudah seharusnya peran pemuda/pemudi karang taruna dibangunkan. Mulai dari tingkat RT bahkan di tingkat kota sekalipun. “Kami ingin pemuda Sunter Agung lebih meningkan perannya baik di bidang sosial maupun pembangunan. Mereka adalah generasi penerus yang harus dilibatkan dalam segala hal akan mereka dapat menimba ilmu dan pengalaman,” tuturnya.
Label:
LMK
Dekel Sunter Agung Gelar Pelatihan TI
Dewan Kelurahan (Dekel) Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok menggelar pelatihan internet yang diikuti puluhan pemuda dari karang taruna setempat. Pelatihan ditujukan agar pemuda dapat menyesuaikan perkembangan zaman yang semakin modern. Sekaligus membekali mereka dengan keterampilan teknologi informasi (TI).
"Kami ingin warga Sunter Agung tidak ketinggalan zaman. Orang banyak mengetahui internet namun belum tentu dapat menggunakannya dengan baik," ujar Nurdin Lukman, Ketua Dekel Sunter Agung, Selasa (30/11/2010) siang, di kantornya.
Selain itu, kata dia, pelatihan teknis komputer juga telah dilakukan dalam waktu bersamaan. "Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menggunakan dana sosial PPMK Tahun 2010. Sebelumnya pelatihan memotret dan pengembangan kewirausahaan bagi pedagang mikro di Sunter Agung," jelas Nurdin.
Pria yang berdomisili di Taman Nyiur, RW 15 ini berharap kegiatan sosial Dekel yang selama ini telah dilaksanakan bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Sehingga mereka dapat lebih mudah memperoleh pekerjaan maupun membuka usaha dengan kemampuan yang dimiliki. "Setidaknya dasarnya mereka telah mengetahui tinggal mengembangkannya. Kami juga mengajak beberapa perusahaan yang ada di wilayah agar dapat berpartisipasi dengan merekrut tenaga kerja dari warga setempat," tambahnya. (juc)
Selain itu, kata dia, pelatihan teknis komputer juga telah dilakukan dalam waktu bersamaan. "Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menggunakan dana sosial PPMK Tahun 2010. Sebelumnya pelatihan memotret dan pengembangan kewirausahaan bagi pedagang mikro di Sunter Agung," jelas Nurdin.
Pria yang berdomisili di Taman Nyiur, RW 15 ini berharap kegiatan sosial Dekel yang selama ini telah dilaksanakan bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Sehingga mereka dapat lebih mudah memperoleh pekerjaan maupun membuka usaha dengan kemampuan yang dimiliki. "Setidaknya dasarnya mereka telah mengetahui tinggal mengembangkannya. Kami juga mengajak beberapa perusahaan yang ada di wilayah agar dapat berpartisipasi dengan merekrut tenaga kerja dari warga setempat," tambahnya. (juc)
Label:
LMK,
Sunter Agung,
Tanjung Priok
KJK-PEMK Papanggo Bantu Modal Pengusaha Mikro
PAPANGGO - Koperasi Jasa Keuangan - Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan (KJK-MK) Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok telah menyalurkan dana sebesar Rp 1,1 miliar untuk 506 anggota. Dana sebesar itu tersebar dimasyarakat Papanggo khususnya bagi para pedagang mikro seperti pedagang kelontong dan sebagainnya.
Menurut Ketua KJK-PEMK Papanggo, H. Djoko Sulantip, pihaknya memanfaakan adanya layanan malam untuk menyalurkan sebanyak 15 pedagang mikro sebesar Rp 35,4 juta. Hingga kini pihaknya telah menyalurkan dana koperasi sebesar Rp 1.156.100.000 untuk 506 anggota.
"Sejak digulirkan dana UPDB (Unit Pengelola Dana Bergulir) dari Dinas Koperasi pertama bulan Juli 2010, Rp 540 juta dan pada bulan April 2011 Rp 300,6 juta total Rp 840,6 juta. Tetapi yang sudah kami salurkan sebesar Rp 1.156.100.000 atau sudah mencapai 137,53 persen," ungkap Djoko kepada jakartautara.com.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga telah berhasil menghimpun simpanan pokok anggota Rp 21,95 juta, simpanan wajib anggota Rp 28,53 juta dan simpaan sukarela Rp 22,904 juta sepanjang koperasi ini berjalan. "Sejauh ini pemanfaat dana Koperasi berjalan dengan lancar meskipun ada satu dua yang lambat namun mereka berusaha membayar karena demi kepentingannya dan kepercayaan kami kepadanya," tambah Djoko.
Sementara itu, Lurah Papanggo Ulin Nuha, ia berharap warga dapat memanfaakan dana koperasi dengan baik dan lancar dalam membayar angsuran karena dana ini untuk kepentingan warga bersama. "Setidaknya adanya batuan modal usaha dari KJK-PEMK sangat dirasakan bagi pedagang kecil dari pada mereka pinjam dana melalui rentenir dengan bunga yang mencekik leher," imbuhnya. (min)
"Sejak digulirkan dana UPDB (Unit Pengelola Dana Bergulir) dari Dinas Koperasi pertama bulan Juli 2010, Rp 540 juta dan pada bulan April 2011 Rp 300,6 juta total Rp 840,6 juta. Tetapi yang sudah kami salurkan sebesar Rp 1.156.100.000 atau sudah mencapai 137,53 persen," ungkap Djoko kepada jakartautara.com.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga telah berhasil menghimpun simpanan pokok anggota Rp 21,95 juta, simpanan wajib anggota Rp 28,53 juta dan simpaan sukarela Rp 22,904 juta sepanjang koperasi ini berjalan. "Sejauh ini pemanfaat dana Koperasi berjalan dengan lancar meskipun ada satu dua yang lambat namun mereka berusaha membayar karena demi kepentingannya dan kepercayaan kami kepadanya," tambah Djoko.
Sementara itu, Lurah Papanggo Ulin Nuha, ia berharap warga dapat memanfaakan dana koperasi dengan baik dan lancar dalam membayar angsuran karena dana ini untuk kepentingan warga bersama. "Setidaknya adanya batuan modal usaha dari KJK-PEMK sangat dirasakan bagi pedagang kecil dari pada mereka pinjam dana melalui rentenir dengan bunga yang mencekik leher," imbuhnya. (min)
Label:
KJK,
LMK,
News,
Papanggo,
Tanjung Priok
Money Politik Warnai Pemilihan Ketua LMK Warakas
WARAKAS - 8 anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) menolak hasil pemilihan Ketau LMK Warakas yang dilaksanakan pada 14 Maret 2011 di Kantor RW 014 Jalan B Gang 17 Kelurahan Warakas, Tajung Priok. Pasalnya, pemilihan Ketua LMK Warakas terindikasi adanya money politik selain itu pemilihan ketua juga tidak dipersiapkan secara matang dan dipaksakan.
"Satu jam sebelum pemilihan seorang tim sukses Pak Yusuf datang kepada saya yang intinya meminta dukungan untuk memilih pak Yusuf. Dia juga memberikan amplop yang kami pastikan berisi uang namun saya menolak meski dipaksakan," ungkap Suherman Rasyidi, anggota LMK RW 06 Warakas kepada jakartautara.com, Selasa (17/5/2011).
Suherman yang juga tergabung anggota tim 8 menyesalkan adanya perbuatan itu. Ia sepakat dengan 7 anggota LMK lainnya yaitu Suhendi Asmaran (RW 05), Cornelis Hotman (RW 03), Abdul Kholik (RW 13), Suwanda (RW 10), Erida Kamarina (RW 09), Edy Suherman (RW 07) dan Syamsuoro (RW 08) menolak hasil pemilihan Ketua dan Wakil Ketua LMK Warakas.
"Kami menolak Hasil pemilihan Ketua dan Wakil Ketua LMK warakas berikut dengan produk yang dihasilkan dan tidak akan menandatangani berita acara pemilihan (BAP). Kami menuntut diadakan pemilihan ulang secara terbuka serta akan melibatkan pihak-pihak terkait guna memberikan kesan bahwa LMK adalah perwakilan masyarakat dan milik masyarakat Kelurahan Warakas," tandas mereka.
M.Yusuf, Ketua LMK Warakas yang baru terpilih dengan 7 suara mengalahkan rivalnya Suhendi dengan 6 suara. Ia membantah adanya money Politik dan pemilihan Ketua LMK sudah sesuai dengan prosedur. "Tidak ada keharusan kami harus mengundang para RW dan tidak ada kewenangan Kelurahan dalam pemilihan Ketua LMK. Mengenai adanya money politik kami tidak melakukan itu bisa saja orang yang tidak suka dengan kami karena kalah dalam pemilihan membuat isu yang tidak benar," ucapnya saat dihubungi wartawan.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Warakas, Amir Tanjung, menyesalkan adanya pemilihan LMK di warakas yang di warnai suap. "Orang yang mencoba suap harus ditindak secara hukum karena tidak mendidik demokrasi di negeri ini. Selain itu semua hasil harus dibatalkan dan dilakukan pemilihan ulang serta mengeluarkan orang atau anggota LMK yang coba melakukan penyuapan," tandas Ketua Ikatan Komunitas Anak Priok (IKAPRI) Jakarta Utara. (min)
Suherman yang juga tergabung anggota tim 8 menyesalkan adanya perbuatan itu. Ia sepakat dengan 7 anggota LMK lainnya yaitu Suhendi Asmaran (RW 05), Cornelis Hotman (RW 03), Abdul Kholik (RW 13), Suwanda (RW 10), Erida Kamarina (RW 09), Edy Suherman (RW 07) dan Syamsuoro (RW 08) menolak hasil pemilihan Ketua dan Wakil Ketua LMK Warakas.
"Kami menolak Hasil pemilihan Ketua dan Wakil Ketua LMK warakas berikut dengan produk yang dihasilkan dan tidak akan menandatangani berita acara pemilihan (BAP). Kami menuntut diadakan pemilihan ulang secara terbuka serta akan melibatkan pihak-pihak terkait guna memberikan kesan bahwa LMK adalah perwakilan masyarakat dan milik masyarakat Kelurahan Warakas," tandas mereka.
M.Yusuf, Ketua LMK Warakas yang baru terpilih dengan 7 suara mengalahkan rivalnya Suhendi dengan 6 suara. Ia membantah adanya money Politik dan pemilihan Ketua LMK sudah sesuai dengan prosedur. "Tidak ada keharusan kami harus mengundang para RW dan tidak ada kewenangan Kelurahan dalam pemilihan Ketua LMK. Mengenai adanya money politik kami tidak melakukan itu bisa saja orang yang tidak suka dengan kami karena kalah dalam pemilihan membuat isu yang tidak benar," ucapnya saat dihubungi wartawan.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Warakas, Amir Tanjung, menyesalkan adanya pemilihan LMK di warakas yang di warnai suap. "Orang yang mencoba suap harus ditindak secara hukum karena tidak mendidik demokrasi di negeri ini. Selain itu semua hasil harus dibatalkan dan dilakukan pemilihan ulang serta mengeluarkan orang atau anggota LMK yang coba melakukan penyuapan," tandas Ketua Ikatan Komunitas Anak Priok (IKAPRI) Jakarta Utara. (min)
Label:
LMK,
Patroli,
Tanjung Priok,
Warakas


