Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   

Diduga Pasang Togel, Oknum Satpol PP Dicokok Polisi

Lantaran diduga kepergok memasang togel, seorang oknum anggota Satpol PP Jakarta Utara, RA (31) harus berurusan dengan anggota kepolisian. RA dicokok di Jl STM Walang Jaya Gudang, Tugu Selatan, Koja. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini RA terpaksa harus mendekam di ruang tahanan Mapolsek Koja.

Penangkapan RA sendiri berawal dari laporan masyarakat yang resah akan adanya aktivitas peredaran togel di wilayah tersebut. RA yang tercatat sebagai Warga Kampung Mangga, Gg Sawah RT 01/03, Tugu Utara, Koja itu akhirnya dicokok saat asyik memasang togel.  

Alhasil, RA langsung diamankan ke Mapolsek Koja berikut barang bukti berupa sebuah handphone, dan uang tunai sebesar Rp 50 ribu yang digunakan untuk memasang togel.

Kanit Reskrim Polsek Koja, Iptu Samsono mengatakan, pihaknya sudah sejak lama mendapat informasi dari warga terkait peredaran judi togel di wilayah tersebut. Atas dasar informasi itu, pihaknya melakukan pengintaian sejumlah lokasi yang dicurigai.

"Mendapat informasi warga, kita terjunkan anggota untuk lakukan pengintaian. Kebetulan, saat asyik memasang (togel) itulah tersangka RA dicokok anggota kami," ujar Samsono, Rabu (10/12).

Atas perbuatannya itu, RA dikenakan Pasal 303 KUHP tentang Perjudian dan terancam hukuman minimal dua tahun penjara.

Sementara itu, Kasatpol PP Jakarta Utara, Partono mengaku belum bisa memberikan keterangan terkait kasus tersebut. "Nanti saya cek dulu. Besok lah saya kasih keterangan," tandasnya singkat.

Sumber : http://beritajakarta.com/read/6851/Diduga_Pasang_Togel_Oknum_Satpol_PP_Dicokok_Polisi

Sudin Dikmen Gelar UN Paket C, 977 Siswa Jadi Peserta

Pengurus PKBM dan Siswa
KOJA - Sebanyak 977 peserta dari berbagai tempat di Jakarta Utara mengikuti ujian paket C yang di gelar Suku Dinas Pendidikan Menengah (Sudin Dikmen) Jakarta Utara. Ujian Paket C setara dengan pendidikan formal setingkat SMA di laksanakan di ruang kelas SMPN 136, Jalan Bendungan Melayu No 80, Koja, Jakarta Utara.

Kepala Sudin Dikmen Jakarta Utara, Mustafa Kemal, mengatakan pelaksanaan Ujian Nasional Program Kesetaraan (UNPK) Paket C tahap 1 tahun 2014 pada 14-16 April berjalan lancar dengan harapan seluruh peserta dapat hasil memuaskan baik secara kwantitas dan kwalitas.  

"Untuk tahap pertama ini jumlah peserta seluruhnya 977 siswa dari 25 PKBM. Selain di SMPN 136, Ujian juga dilaksankan di SMPN 114, smpn 121, SDN Tugu Utara 22 dan SDN Tugu Utara 23. Ijasah Paket C sederajat dengan SMA dan telah diakui," ujar Mustafa Kemal didampingi Kasi Pendidikan Non Formal dan Informal, Solikhin, Senin (21/4/2014).
 
"Peserta yang nantinya dinyatakan lulus dan keluar ijasahnya dapat bermanfaat dan jangan berkecil hati. Sebab lulusan paket C telah diakui dan swasta," timpal Ketua Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM) Jakut, M.Jafar.
 
Ujian paket C, kata Hendro PKBM Oasis Tanjung Priok, sangat membantu masyarakat putus sekolah karena keterbatasannya. "Dalam Ujian Paket peserta tidak dipungut biaya oleh penyelenggara  Sudin Dikmen Jakut. Kami sebagai lembaga non formal yang membantu program pemerintah dalam memberikan pendidikan kepada masyarakat juga berharap mendapat perhatian," harapnya.

Sementara itu, Lela Badriah, 17, salah seorang peserta UNPK mengaku optimis dirinya dapat hasil maksimal saat mengikuti ujian Paket C yang di gelar 14-16 April 2014. "Agak sulit apalagi materi pelajaran IPA. Tetapi saya optimis mudah-mudahan bisa lulus. Bila lulus dan mendapatkan ijasah rencana saya untuk melamar kerja sambil kuliah," kata gadis kulit putih itu.

Lulus Ujian Paket Lela Ingin Kerja dan Kuliah

Lela (kanan)
KOJA - Peserta ujian paket C, Lela Badriyah, 17, seorang warga Koja, mengaku tidak kecil hati. Meski natinya ia hanya memiliki ijasah paket C setara dengan ijasah SMA/Sederajat dirinya merasa lebih percaya diri menatap masa depan dan cita-citanya.

Dara kelahiran 14 April 1997 mengikuti ujian paket C karena sebelumnya putus sekolah reguler. Berbekal informasi yang ia peroleh dari temannya Lela mendaftar dan selanjutnya menjadi salah seorang siswa ujian paket C yang di gelar Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Utara, di SMPN 136, Koja, Jakarta Utara. 

Selama tiga hari Lela mengikuti ujian ia membekalinya dengan belajar dan berdoa. Meski tidak seperti ujian sekolah reguler namun semangatnya untuk belajar terus ditekuni apalagi gadis berkerudung itu ingin melanjutkannya sampai perguruan tinggi.

"Saya ikut ujian paket hanya tiga hari mulai tanggal 14 sampai dengan 16 April 2014. Sama dengan Ujian Nasional SMA/Sederajat. Saya tidak kecil hati dan tetap optimis karena ijasah paket C juga di-sah-kan pemerintah dan diakui swasta. Yang penting sekarang saya bisa lulus," ucap Lela saat berbincang-bincang dengan jakartautara.co, Kamis (17/4/2014).

Putri lima bersaudara asal Bekasi, Jawa Barat, selama ujian paket tinggal di rumah orang tua asuhnya, H.Muhamad Amin, di Jalan Simpang Lima Semper, Koja, Jakarta Utara. "Kalau nanti saya lulus, saya akan mencari kerja. Kerja apasaja di perusahaan swasta yang penting halal dan upahnya setimpal. Minimal upah UMR biar bisa membantu keluarga dan membiayai rencana kuliah saya," kata Lela melirik Universitas Gajah Mada. 

Gadis berkulit putih dengan tinggi 155 CM itu, sudah bertekat memperbaiki status sosialnya dengan mengenyam bangku kuliah. "Saya ingin sekali kuliah, saya ingin mengagkat derajat keluarga. Menjadi wanita karir yang bermanfaat bagi keluarga dan sanak saudara serta lingkungan terdekat, mungkin itu yang saya harapkan. Yang penting berusaha dan saya tetap berdoa," tuturnya. 

Ia mengaku bersyukur karena tidak lama lagi akan mendapatkan ijasah setara SMA. Dengan ijasah itu ia akan manfaatkan sebaik-baiknya. "Saya akan berusaha semaksimal mungkin. Mumpung belum terlambat, mumpung masih sendiri, kalau sudah rumah tangga kan agak sulit mau bekerja dan kuliah," tutupnya, tersenyum manis.

6.133 Pengungsi Korban Banjir Di Jakut

Warga Korban Banjir mengungsi di pelataran Stadion Tugu
Hujan deras yang turun sejak semalam ditambah lagi curah hujan yang tinggi membuat sejumlah kawasan pemukiman warga terkena banjir.
Beberapa kawasan pemukiman warga yang terendam banjir sebagaian besar mengungsi,mengingat banjir tak surut.
Ika Lestari Aji Kasudin Sosial Jakarta Utara menjelaskan, tercatat ada 6.133 pengungsi di Jakarta Utara yang tersebar di 28 titik pengungsian. Untuk membantu korban banjir ini, pihaknya menyediakan nasi bungkus buat korban banjir yang di pengungsian.
"Di posko logistik kita siaga petugas untuk memasak kebutuhan makanan buat korban banjir" ujarnya.
Ke 28 titik pengungsian ada di  Stadion Tugu, Rumah Ibadah, Gading Orchid, kantor kelurahan, Jalan akses Cakung draine dan sejumlah balai warga.
Sementara itu dikelurahan Semper Timur 123 jiwa yang mengungsi di kantor kelurahan. Untuk memenuhi kebutuhan makanan pengungsi di kantor kelurahan dan 6 titik pengungsian lainnya pihaknya membangun dapur umum untuk menyajikan kebutuhan makan sehari-hari.
"Kita juga siapkan dapur umum dan 30 sukarelawan untuk membantu pengungsi korban banjir" ujar Darmawan Lurah Semper Timur.
Sementara itu, seorang ibu hamil yang mengungsi di Stadion Tugu, Tugu Selatan Koja terpaksa dilarikan ke puskesmas Koja lantaran akan melahirkan. Ibu yang diketahui bernama Soleha 37, Warga RT 6/4 Tugu Selatan, Koja memang dalam kondisi hamil tua.
"Istri saya memang sedang hamil tua! Karena sudah mules-mules dibantu satpol PP dibawa ke Puskesmas".ujarnya.

Lalulintas Angkutan Barang Di Jalan Pemukiman Picu Kemacetan

Digunakannya akses jalan pemukiman warga oleh kendaraan berat seperti truk kontainer dan angkutan barang diresahkan warga maupun pengguna jalan yang melintas. Sebab dampaknya jalan umum yang meskinya digunakan untuk dua jalur kendaraan biasa menjadi macet karena besarnya truk yang melintas.

"tak heran kalau setiap pagi di jalan ini sering terjadi macet. Bahkan sering banyak kecelakaan" kata Topa warga RW 4 Tugu Selatan koja yang mengeluhkan arus lalulintas barang di jalan Logistik.

Senada disampaikan Gozali 34 warga Rw 3 Semper Barat banyaknya kendaraan berat keluar masuk di Jalan Pemadam Kebakaran. Pasalnya warga kuatir mengingat jalan sempit yang dilalui truk kontainer dekat dengan sarana sekolah. "Kalau bisa ditutup saja mas! pool kontainernya sebab bersebelahan dengan perumahan dan sekolah, ini rawan kecelakaan" tuturnya.

Menanggapi hal ini Samsul Nirwan menjelaskan, pihaknya berjanji akan menindak lanjuti saran warga ke Dinas Perhubungan. Pasalnya pihak Dinas akan melakukan pengecekan apakah pool itu mengantongi ijin atau tidak. Jika tidak bisa dilakukan penutupan.

Kampung Batik Jakarta Utara

TUGU SELATAN - Wajah pemukiman dan lingkungan di RW 02, Kelurahan Tuguselatan, Koja, Jakarta Utara, kini tampak lebih cerah dan indah. Sepanjang jalan dan rumah di kawasan tersebut, kini tampak cantik dengan cat bermotif batik. Selain motif batik yang menjadi ciri khas Indonesia, ada juga motif bunga dan binatang.


Pembuatan gambar dengan alat bantu kertas dan kuas roller ini telah berlangsung sejak 30 April-5 Mei dengan 20 partisipan dari RW 02, Kelurahan Tuguselatan, yang mendapatkan serifikat dari Kedutaan Kolombia.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan, kegiatan ini utntuk mengajak masyarakat terutama di pemukiman padat agar mencintai lingkungannya dan tempat huniannya sehingga menjadi lebih indah. "Kami menyambut baik kegiatan ini," kata Fauzi usai menghadiri Program Rumah Berwarna, di RW 02, Tuguselatan, Jakarta Utara, Sabtu (5/5).

Menurut Fauzi, kegiatan ini akan menjadi percontohan kepada kelurahan lainnya. Selain itu, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang dilibatkan juga bisa menggugah para senimannya untuk melanjutkan ide ini, dan bahkan mengembangkannya. "Saya kira ini positif, karena kampung ini sebuah kebanggan warga yang merupakan Juara Kedua Tingkat Nasional PKK. Kita lihat sekarang lingkunganya asri, bersih. Jadi saya kira ini menjadi tambahan nilai bagi warga di RW 02 Tuguselatan," ujarnya.

Duta Besar Kolombia untuk Indonesia, Alfonzo Garzon, menjelaskan proyek ini merupakan kerjasama antara Kolombia dan Indonesia yang dapat dinilai dari bagian pertukaran kebudayaan. "Kami ingin mendekatkan diri dengan komunitas di Jakarta," ucap Alfonzo.

Ditambahkannya, pada pekan depan pihaknya akan melanjutkan kegiatan ini di Kepulauan Seribu dan Yogyakarta. Proyek Rumah Berwarna ini, lanjut Alfonzo merupakan gagasan seniman Kolombia Vicky Fadul yang telah melakukan kegiatan ini di 40 provinsi dan 48 kota di Kolombia, London, serta Meksiko.  "Kami membantu Indonesia dalam hal desain warna, dan Indonesia membantu kami dalam hal batik," ungkapnya.

PKK Banyuwangi Kagum ! Di Tugu Selatan lahan Sempit Jadi Taman Hijau


TUGU SELATAN- Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi melakukan peninjauan di RW 02 Kelurahan Tugu Selatan, untuk melakukan studi banding. Dalam acara ini dhadir Camat Koja, Dedy Tarmizy yang mewakili Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiono beserta Ketua TP PKK Hj. Nani Bambang Sugiono di Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Jum'at, ( 20/01/12).

Dalam Kunjungannya Ny. Ade Hidayat selaku Ketua Bendahara TP PKK Banyuwangi dan juga selaku ketua rombongan kagum dengan upaya yang dilakukan PKK di RW 02 yang juga menjadi wakil Jakarta untuk Lomba TP PKK tingkat Provinsi. Kekaguman ini lantaran pemukiman kumuh yang diubah menjadi pemukiman kampung kembang nan asri.

"Saya kagum dengan para warga dan ibu-ibu PKK disini, mereka bisa mengoptimalisasi lahan yang sempit menjadi taman bunga sehingga pemukiman disini kelihatan hijau dan rindang." ucapnya. selain itu ibu Ade Hidayat Menanyakan bagaimana cara merubah pola pikir warga setempat sehingga bisa menjadikan pemukimannya seperti saat sekarang.

Sriyono dari Masyarakat Peduli Lingkungan(Maspedling) Jakarta Utara, dan juga selaku Ketua RW 02 Tugu Selatan menjelaskan,salah satu cara,membangun suatu masyarakat yaitu dengan cara membangun lembaga-lembaga yang sudah ada seperti karang taruna dan PKKnya sendiri, untuk lebih peduli lagi terhadap lingkungannya. "pembentukan paradigma dan membentuk karakter dapat dilakukan di kelompok-kelompok kecil seperti arisan RT dan RW di sekitar Kelurahan Tugu Selatan,"jelasnya.

Emi selaku sekretaris PKK 02 Kelurahan Tugu Selatan, menambahkan, kiat merubah kawasan kumuh menjadi kawasan yang rindang adalah niat dari masing-masing pengurus untuk merubah kawasan agar lebih baik, dan terus selalu bersemangat agar semuanya dapat terwujud. "Kita sebagai pengurus harus mempunyai niat yang kuat serta semangat, untuk terus mengajak warganya peduli terhadap lingkungannya,"ujarnya.

Rombongan TP PKK Banyuwangi sebanyak 50 orang, juga mengunjungi RW-RW yang ada di Tugu Selatan, untuk melihat langsung hasil kerja TP PKK Jakarta Utara di Kelurahan Tugu Selatan.(rudi)


 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas