Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   

Lurah KGB : PPSU Harus Jadi Pion Kebersihan Lingkungan

RKN- Usai di lantik lurah Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading Jakarta Utara Suci Cintya langsung melakukan pengarahan dengan staf juga dengan anggota PPSU (Petugas Prasarana dan Sarana Umum).

Khususnya bagi anggota PPSU yang berjumlah 183 petugas diharapkan bisa meningkatkan kinerjanya dalam menjalan tugas dan tanggung jawabnya. Mengingat area kerjanya sangat luas di 22 RW.

“Saya yakin kalian semua sudah paham dalam menjalankan tugasnya. Dan PPSU harus jadi pion kebersihan lingkungan wilayah” kata Suci di depan ratusan anggota PPSUnya.

Ditambahkan Suci, kinerja PPSU juga akan di evaluasi setiap tiga bulan sekali untuk bisa melihat pointer kinerjanya.

Menkes Pantau Kondisi Pengungsi Apartemen Gading Nias

Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek meninjau langsung lokasi pengungsian banjir di Apartemen Gading Nias, Kelapa Gading, Rabu (11/2). Dalam kesempatan itu pula, ia mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat biar tidak terjangkit penyakit.

"Kita berikan bantuan makanan bayi, obat-obatan dan alat kebersihan yang bisa dipergunakan untuk mematikan kuman. Biasakan untuk mencuci tangan supaya terhindar dari kuman penyakit. Kalau pasokan air bersih dan sanitasi di tempat pengungsian ini tidak ada kendala," jelas Menkes yang terlihat begitu bersemangat memantau kondisi warga yang mengungsi.

Ia juga menyarankan, jika ada yang ingin berbagi sebaiknya berikan bantuan yang tepat seperti makanan, alas tidur, selimut, pakaian dalam dan sebagainya yang memang dibutuhkan para pengungsi. "Ditempat pengungsian tidak mungkin untuk mencuci jadi pakaian dalam sangat dibutuhkan," ungkap Nila F.Moeloek. 

Berdasarkan data yang didapatkan dari posko pengungsian Apartemen Gading Nias terkait jumlah pengungsi yang ditampung sekitar 852 orang dengan rincian sebagai berikut, pria (241), wanita (329), anak-anak (227), balita (41) dan lansia (14). Selain itu, petugas kesehatan yang terbagi dalam 2 tim bersiaga di posko untuk memberikan pelayanan kesehatan jika ada pengungsi yang sakit.

"Mereka masih bertahan di tempat pengungsian ini karena rumahnya masih kebanjiran. Kita harapkan banjir bisa cepat surut dan warga bisa kembali kerumah untuk memulai aktivitas lagi," tutur Wahyu Haryadi, Wakil Walikota Jakarta Utara didampingi Asisten Kesejahteraan Masyarakat Jakarta Utara, Ahmad Ya'la dan Camat Kelapa Gading, Musa Syafrudin.

Sementara itu, warga RW 03 Pegangsaan Dua, Yuti yang sudah mengungsi sejak Minggu (8/2) malam mengaku ingin secepatnya bisa pulang kerumah. "Saya pengen cepet pulang, sudah bosan ditempat pengungsian karena geraknya terbatas tapi mau gimana lagi banjirnya masih tinggi," keluh ibu tiga anak

Meski Langganan Banjir, Harga Tanah di Kelapa Gading Rp 30 Juta/Meter

Properti di kawasan Jakarta Utara masih menarik bagi investor meski langganan banjir. Pertumbuhan harga properti di kawasan ini pun terus naik walaupun jika hujan terus mengguyur Jakarta, kawasan ini tak pernah ketinggalan kena dampaknya.

Contohnya di kawasan Kelapa Gading. Kawasan elit dengan fasilitas lengkap ini masih menjadi primadona properti di kawasan Jakarta Utara. Harga properti ini pun terus tumbuh seperti tak menghiraukan anggapan kawasan yang rawan banjir.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menuturkan, sekitar dua atau tiga tahun lalu, harga properti di Kelapa Gading tumbuh hingga 50%, meski pada saat itu banjir sudah mulai sering melanda kawasan ini.

"Dua atau tiga tahun lalu itu sampai tumbuh 50% per tahun," tutur Ali kepada detikFinance, Rabu (11/2/2015).

Ali menyebutkan,harga properti di sana pun sudah terhitung sangat mahal. Dia memperkirakan rata-rata harga tanah di Kelapa Gading saat ini sudah mencapai Rp 30 juta per meter persegi, itu pun belum termasuk bangunannya.

Namun, di tahun lalu dan tahun ini, pertumbuhan harga properti cenderung melambat. Dia juga memperkirakan banjir yang melanda kawasan Kelapa Gading akan sedikit mengkoreksi pertumbuhan harga di kawasan yang dianggap 'Kepala Naga' ini.

"Meskipun koreksi harganya masih dalam tahap wajar. Hanya sedikit pengaruhnya hanya 3-5%," tutur Ali.

Pasalnya, lanjut Ali, jika dibandingkan dengan tahun-tahun lalu, saat ini, butuh waktu yang lebih lama lagi untuk menunggu air surut saat banjir di Kepala Gading. Lain halnya dengan daerah Jakarta Utara seperti Pulomas, Sunter dan kawasan lainnya yang juga bisa dibilang kawasan elit.

"Kalau terus menerus seperti ini, Cakung Pulogadung, Pulomas semacam itu akan naik (harga dan pamor), Sunter karena surutnya cepet," tuturnya.

Ali juga menyebut, setidaknya radius 3 km dari kawasan Kelapa Gading masih menjadi primadona properti di kawasan Jakarta Utara.

Sumber : http://finance.detik.com/read/2015/02/11/071619/2829468/1016/meski-langganan-banjir-harga-tanah-di-kelapa-gading-rp-30-juta-meter?f9911023

Banjir, Kawasan Kelapa Gading Lumpuh

Sejumlah‎ titik di wilayah Jakarta Utara kembali tergenang banjir pada Senin (9/2) sejak diguyur hujan pada dini hari. Beberapa tanggul yang berada di Jalan Yos Sudarso jadi pintu masuk air limpasan dari Kali Sunter yang semakin meninggi.
 
Beberapa lokasi yang tergenang banjir menurut hasil pemantauan Suara Pembaruan, yakni genangan air setinggi 10-20 centimeter (cm) di Jalan Yos Sudarso, 20-30 cm di Jalan Plumpang Semper (Kecamatan Koja); 20-50 cm di Jalan Boulevard Raya‎ , Jalan Boulevard Barat (Kecamatan Kelapa Gading); dan 10-40 cm di Jalan Gunung Sahari Raya depan Mangga Dua Square & WTX Mangga Dua (Kecamatan Pademangan).

Rendi (25) salah satu pengemudi sepeda motor sport dengan nomor polisi B-3291-TBF‎ yang sedang melintasi Jalan Boulevard Barat, mengatakan akses jalan menuju kawasan perkantoran Kelapa Gading lumpuh total. Ketinggian air di area tersebut mencapai 50 cm.

"Ini motor saya saja tidak mampu melintas, sekarang malah mogok dan harus cari bengkel," ujar Rendi, Senin (9/2) pagi.

Beda halnya dengan pengendara roda dua lainnya, Rika (‎32) yang memilih menepikan motornya di perempatan bawah fly over depan Mal Of Indonesia.

"Tadinya saya mau belanja ke Kelapa Gading, tapi tahu kondisinya banjir seperti ini malah kejebak, ini saya nunggu banjir surut jadi bisa pulang," kata Rika.

Saat dikonfirmasi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jakarta Utara, Iyan Sofyan Hadi, mengatakan sudah mengantisipasi banjir. Sebagian besar personel disiagakan di titik lokasi banjir.
"Kita juga pantau kondisi tanggul Kali Sunter yang luber, kalau memang mengkibatkan genangan di Jalan semakin meninggi, maka akan kita tinggikan menggunakan karung pasir," ujar Iyan.

Dari hasil pemantauan Suara Pembaruan di lapangan, arus lalu lintas di wilayah Kelapa Gading dan Sunter lumpuh karena adanya genangan banjir. Kendaraan yang melintas di Jalan Boulevard barat nampak melawan arus ke bahu jalan depan MOI karena jalur jalan di sebaliknya (depan Balai Samudera) sudah tidak bisa dilalui oleh mobil sekalipun karena ketinggian air mencapai 50-80cm.

Anggota Satlantas Jakarta Utara yang sedang mengatur lalu lintas di Jalan Boulevard Barat, Aiptu Sinurat‎ mengatakan hanya ia membantu pengguna kendaraan untuk tertib berlalu lintas. "Kita informasikan kondisi di Jalan Boulevard Barat ini tidak bisa diakses, memang tidak kami halau, namun kami mengingatkan mereka," ujar Sinurat.

Sumber : http://www.beritasatu.com/megapolitan/247631-banjir-kawasan-kelapa-gading-jakarta-utara-lumpuh.html

Sopir Truk Kontainer yang Baik Hati Angkut Para Guru 'Korban' Banjir

Para guru dan karyawan sebuah sekolah swasta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, tidak bisa menggunakan kendaraannya untuk pulang karena terendam banjir. Untungnya ada sopir truk kontainer yang baik hati mengangkut mereka hingga ke lokasi aman.

Muadz Ramdan Jaya, salah seorang guru di sekolah tersebut, bersama belasan karyawan lainnya naik ke atas truk. Mereka menumpang dari Jl Pegangsaan 2, depan mal Kelapa Gading, hingga Rawamangun, Jakarta Timur.

"Sopirnya baik nawarin 'ayo naik, ayo naik' dan kita langsung naik," cerita Muadz kepada detikcom, Senin (9/2/2015).

Hingga pukul 14.40 WIB, Muadz dan guru-guru lainnya masih berada di dalam truk. Mengenakan jas hujan, mereka duduk lesehan di kontainer kosong tersebut. Mereka meninggalkan kendaraannya di sekolah.

"Di jalan airnya sudah 30-40 cm. Kalau di perumahannya lebih tinggi lagi," terangnya. Motor dan mobil biasa tidak bisa melintas. Yang bisa hanya kendaraan tinggi seperti truk kontainer yang dinaiki Muadz dkk itu.

Saat ini, sejumlah sekolah di kawasan Kelapa Gading diliburkan karena banjir. Hujan deras masih melanda di sekitar kawasan tersebut.

Sumber : http://news.detik.com/read/2015/02/09/145314/2827718/10/sopir-truk-kontainer-yang-baik-hati-angkut-para-guru-korban-banjir?n992204fksberita

Penampakan Parahnya Banjir yang Mengepung Kelapa Gading

Salah satu wilayah yang kebanjiran cukup parah adalah Kelapa Gading di Jakarta Utara. Kawasan mahal ini terkepung banjir dengan ketinggian bervariasi, sehingga lalu lintas lumpuh.

Rangga Syahputra, salah seorang pengguna jalan, mengirimkan foto banjir ke pasangmata.com. Dia mengambil foto banjir di bagian depan Mal Kelapa Gading. Banjir cukup tinggi sehingga sulit dilewati kendaraan. Dua pemotor yang nekat menerobos harus mendorong motornya karena kendaraannya mogok.

"Banjirnya cukup parah di Kelapa Gading," tulis Rangga di pasangmata.com, Senin (9/2/2015) pukul 14.00 WIB.

Adi, seorang pengguna jalan lainnya, juga mengirimkan foto banjir yang cukup tinggi di Jl Boulevard Timur di depan sekolah Al-Azhar Kelapa Gading. Ketinggian banjir hingga mencapai kap mesin mobil.

Meski banjir cukup tinggi, masih banyak mobil yang nekat menerobos banjir di kawasan tersebut. Tingginya banjir membuat setiap ada mobil yang melintas di lokasi ini menimbulkan gelombang seperti di sungai. Adi mengirimkan foto banjir ini pada pukul 11.50 WIB.

Foto lainnya yang menunjukkan parahnya banjir di kawasan ini dikirimkan Alam. Terlihat ada dua kendaraan yang nekat menerobos bajir di Jl Gading Nias arah ke Kelapa Gading. "Jalan Gading Nias menuju Boulevard Kelapa Gading banjir setinggi lutut orang dewasa," kata Alam pukul 11.08 WIB.

Hilman Mubarok juga mengirimkan foto banjir di Jalan Boulevard Barat, di depan tugu Summarecon. Banjir ini mencapai seperut orang dewasa. Hilman mengirim foto ini pada pukul 10.36 WIB.


Sumber :  http://news.detik.com/read/2015/02/09/153617/2827807/10/penampakan-parahnya-banjir-yang-mengepung-kelapa-gading?n992204fksberita

Cuaca Masih Hujan, Genangan di Kompleks Villa Artha Gading Mulai Surut

Genangan di Kompleks Villa Artha Gading, Jakarta Utara, kini mulai surut. Kendaraan baik roda empat maupun roda dua sudah bisa melintas di jalanan kompleks elit tersebut.

Seorang warga kompleks bernama Sarza Desianti mengatakan, awalnya genangan bisa mencapai lutut. Namun menjelang malam genangan tersisa semata kaki.

"Soal genangan, sudah mulai surut tadi sebelum Magrib. Sekarang depan rumah, di jalanan komplek jadi semata kaki ada ya. Sudah gelap jadi tidak terlalu kelihatan," kata Sarza saat dihubungi, Senin (9/2/2015) malam.

Hingga pukul 20.00 WIB lampu di kawasan Kompleks Villa Artha Gading dalam keadaan mati. Hujan juga terlihat masih turun.

"Tadi ada pengumuman petugas soal lampu ini, cuma saya nggak ngeh," ujar Sarza.

Ia bersama keluarga memilih untuk diam di rumah dengan penerangan seadanya. Beberapa anggota keluarganya memilih untuk tidak berangkat kerja hari ini karena munculnya genangan di sejumlah kawasan di Kelapa Gading.

"Dari tadi pagi nggak berhenti hujannya, cuma intensitasnya saja yang berbeda beda," jelasnya.

Berdasarkan info yang diterima detikcom, banyak warga Kelapa Gading yang menyerbu minimarket untuk membeli kebutuhan selama mati lampu dan persediaan makanan hingga esok hari. Sarza mengaku ia dan keluarga telah menyiapkan makanan tersebut sejak siang.

"Soal minimarket aku nggak tahu. Ada sih deket sini, cuma lagi nggak ke sana. Tadi siang sudah beli," tutur Sarza.

Sumber : http://news.detik.com/read/2015/02/09/202859/2828196/10/cuaca-masih-hujan-genangan-di-kompleks-villa-artha-gading-mulai-surut?n992204fksberita

Banjir, Sejumlah Jalan di Kelapagading Tak Bisa Dilalui

Hujan deras yang mengguyur kawasan ibu kota dan sekitarnya sejak Jumat (23/1) dinihari tadi menyebabkan sekitar 75 persen wilayah Kelapagading tergenang. Alhasil, sejumlah ruas jalan utama di wilayah itu pun hingga kini tak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. 

antauan beritajakarta.com, genangan tersebut terlihat di Jl Boulevard Raya, Jl Boulevard Barat, Jl Boulevard Utara, Jl Boulevard Timur, Jl Kelapa Nias Raya, Jl Kelapa Hibrida Raya dan Jl Kelapagading Kirana. Ketinggian air bervariasi antara 20-70 sentimeter.

Tia (32), warga RT 04/07, Kelapagading Timur mengatakan, air mulai menggenangi kawasan Kelapagading sejak pukul 04.00. Ketinggian air pun terus bertambah hingga puncaknya sekitar pukul 08.00.

"Kalau di jalan pemukiman rumah saya sudah setinggi pinggang orang dewasa. Tadi pagi ketinggian di depan mal masih 50 sentimeter, sekarang mungkin sudah tambah tinggi lagi," ujar Tia, Jumat (23/1).

Camat Kelapagading, Musa Syafrudin membenarkan jika saat ini sejumlah ruas jalan utama di wilayahnya tak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat lantaran tergenang banjir.

"Kalau mobil yang agak tinggi mungkin masih bisa melintas. Tapi kalau motor atau mobil sedan akan mogok kalau memaksa melintas," katanya.

Selain menggenangi jalan, genangan juga sudah memasuki wilayah pemukiman warga. Bahkan sekitar 75 persen wilayahnya saat ini tergenang antara 10-90 sentimeter. 

Pihaknya, tambah Musa, sudah membuka posko pengungsian yakni di Apartemen Gading Nias yang saat ini didiami 70 pengungsi dan di Masjid At Taqwa RW 03 Pegangsaan Dua yang kini didiami 90 pengungsi. 

"Kami sudah siapkan posko pengungsian bagi warga yang menjadi korban banjir," tandasnya.

Sumber : http://beritajakarta.com/read/7759/Banjir_Sejumlah_Jalan_di_Kelapagading_Tak_Bisa_Dilalui#.VMG6i9KUfuQ
 

Ini Cara Lurah Pegangsaan Dua Dekati Warganya

Berbagai cara dilakukan para lurah yang beberapa waktu lalu dilantik oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Silang Monas, untuk memberikan pelayanan baik kepada warganya.Seperti yang dilakukan H.Buang, Lurah Pegangsaan Dua,Kelapa Gading Jakarta Utara. Untuk memberikan kenyamanan dan kedekatan pada warganya, ia memilih duduk bersama di bangku pelayanan. Selain bisa bertatap muka juga bisa bincang-bincang menyangkut aspirasi masyarakat.

"Jadi kalau duduk bersama warga seperti ini, selain kita dekat langsung sama warga, juga bisa mendengarkan uneg-uneg warga menyangkut masalah lingkungan" kata H.Buang. Bahkan berkas-berkas layanan langsung ditanda tangani ditempat.

Jarwo 34, warga RW 3 Kel Pegangsaan Dua, Kelapa gading menyambut positif cara lurah mendekatkan diri kepada masyarakat untuk bersama di ruang tunggu pelayanan. Selain akrab dengan lurah, juga bisa memberikan masukan maupun sumbang saran."Kalau lurah seperti ini mudah bagi warga untuk bertemu dan berkas layanan tak perlu ditunda-tunda lagi" jelasnya.Selain itu juga Lurah pegangsaan Dua, melakukan kunjungan ke sejumlah RW di wilayah tersebut. Ada 25 RW di kel Pegangsaan Dua. "Selama lima hari kerja ini, sudah 15 RW kami kunjungi" jelasnya. (Geza/metroone)

Parkir Meter Bisa Hasilkan Rp 150 Juta Sehari

Penggunaan layanan jasa parkir berbasis parkir meter ternyata tidak hanya efektif menertibkan parkir liar. Tapi, juga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bahkan, di kawasan ramai seperti Kelapa Gading diprediksi bisa menghasilkan hingga Rp 150 juta.

Kepala UPT Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sunardi Sinaga menuturkan, pendapatan daerah setelah adanya parkir meter terlihat mengalami lonjakan yang cukup tinggi.
"Jalan Sabang dulunya setoran Rp 500 ribu sehari. Sekarang mencapai Rp 15 Juta, ke depan prediksi Rp 20 juta sehari. Jalan Boulevard Kelapa Gading, sehari Rp 8 juta, setelah dianalisa bisa sampai Rp 150 juta sehari," ujarnya, Sabtu (29/11).
Oleh karena itu, dalam waktu dekat lima wilayah DKI Jakarta lainnya juga akan dilengkapi mesin parkir meter. Khusus Jakarta Pusat selain di Jalan Sabang juga akan dipasang di Jalan Juanda, Jakarta Utara di sepanjang Jalan Boulevard, Jakarta Barat di Jalan Pintu Kecil (Toko tiga), Jakarta Selatan di Jalan Falatehan, dan Jakarta Timur di Jalan Balai Pustaka.
Menurutnya, alasan pemilihan tempat tersebut dikarenakan tingkat permintaan parkirnya yang cukup tinggi. Sehingga kesemrawutan lalu lintas juga jadi pemandangan sehari-hari. Dengan adanya mesin parkir meter, pemilik kendaraan bisa parkir sesuai kebutuhan.
Sedangkan untuk melihat ketahanan alat, akan diuji coba terlebih dahulu selama 3 tahun. Jika lima wilayah yang jadi percontohan sukses, selanjutnya 400 titik parkir di DKI Jakarta juga akan dipasangi parkir meter.
"Kita akan libatkan juga pihak swasta yang ingin berinvestasi dengan sistem bagi hasil, 30 persen untuk Pemda 70 persen untuk pengelola. Tapi, syaratnya petugas parkir ditanggung oleh mereka dan digazi dua kali UMP," jelasnya.
Dikatakannya, petugas parkir yang ada harus juga dirubah performancenya. Mengingat lokasi parkir tersebut nantinya tidak lagi menggunakan uang tunai dan sudah berbasis parkir elektronik.
"Cara ini sangat efektif untuk menekan kebocoran selama ini. Untuk mempermudah masyarakat sedang disiapkan juga mesin Top Up bersama di sekitar parkir atau bisa juga dilakukan di bank terkait," ucapnya.

Sumber : http://beritajakarta.com/read/6599/Parkir_Meter_Bisa_Hasilkan_Rp_150_Juta_Sehari

Petugas P2B Bongkar Bangunan Rumah Kos-Kosan Di Gading

Kelapa Gading- Sebuah bangunan tempat tinggal di Jalan Kelapa Puyuh I KE 33 RW 9 Kel Gading Timur, Kelapa Gading di bongkar petugas Pengawasan Perizinan dan Bangunan (P2B) Kec Kelapa Gading.

Meski mengantongi ijin, bangunan tempat tinggal itu tetap dibongkar karena menyalahi aturan. Sebab bangunannya  jarak bebasnya habis, ijin dua lantai jadi tiga lantai dan peruntukan rumah jadi kos-kosan.

Edward Ketua RW 19 Gading Timur menyambut positif adanya pembongkaran rumah yang menyalahi aturan IMB.Iapun sangat mendukung penertiban itu. Tapi ia juga meminta dalam melakukan pembongkaran tidak setengah hati.

"Meskinya kalau membongkar tidak cuma dilobangi saja, tapi bongkar bangunan yang dianggap salah aturan" tegasnya.

Edward juga mendukung penertiban bangunan yang tidak ada ijinnya maupun menyalahi aturan harus ditertibkan tanpa memandang siapa pemiliknya. ( Srz)

Sudinkes Jakut Santuni 225 Anak Yatim dan Dhuafa

KELAPA GADING - Berkah Ramadhan, sebanyak 225 anak yatim dan kaum dhuafa mendapatkan santunan dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, santunan diberikan dalam rangka buka puasa bersama pegawai kesehatan Jakarta Utara di kantor Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (23/7/2014). 

"Ini hari baik, dan momen terbaik untuk saling berbagi terhadap sesama. Di tengah kesibukan kita dalam melayani kesehatan masyarakat namun kita juga dapat membantu beban mereka, semoga saja santunan ini dapat bermanfaat," ujar Kepala Sudin kesehatan Jakut, Bambang. 

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh Puskesmas di Jakarta Utara yang telah berpartisipasi dalam kegiatan sosial buka bersama pegawai dan anak yatim serta dhuafa. Dirinya juga mengajak agar para pegawai puskesamas dan lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Kedepan dalam memberikan layanan kesehatan kita dituntut harus lebih baik, lebih ramah dan sabar. Puskesmas sebagai ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan harus dapat bekerja secara profesional, semua harus sesuai dengan standar operasional pelayanan," imbuhnya. 

Sementara itu, Dulah, 8, salah seorang anak yang menerima santunan mengaku senang. Warga Sungai Bambu RT 06/5 ini menuturkan uang pemberian santunan untuk keperluan idul Fitri. "Belum punya baju lebaran, nanti uangnya mau diberikan pada ibu saja untuk dibelikan baju lebaran," ucapnya.  

Kali Gading Arcadia Penuh Lumpur Dan Eceng Gondok

Pegangsaan Dua- Kondisi Kali Gading Arcadia, Kelapa Gading kondisinya memprihatinkan. Lumpur kali mengeras, eceng gondok merambah serta banyak sampahnya.Bahkan jika hujan deras turun,rumah-rumah warga di bantaran kali itu langsung tergenang.

"Kalau mau bersihin jangan setengah-setengah lihat saja masa kali jorok seperti ini" kata Yanti 45, Pedagang Makanan di Jalan Raya  Pegangsaan Dua.

Ia juga menambahkan jika air naik dari kali, warga tak bisa tidur nyenyak lantaran banyak hewan air seperti ular, kelabang dan cacing masuk ke dalam rumah.

"Saya berharap dibersihkan secara tuntas, tidak asal-asalan" kata Jumato 36, Warga RW 3 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading.

Kali Gading Arcadia ini merupakan anak kali Cakung Lama yang merupakan kali yang vital. Namun kalau dibiarkan tumpukan lumpur dan eceng gondok akan menyumbat arus air di kawasan Kelapa Gading.

Sementara itu, saat dinkonfirmasi Wagiman Silalahi Kasudin PU Air Jakarta Utara saat dihubungi melalui telepon selularnya tidak aktif. ( Bian)

Penertiban Parkir Liar Di Gading Menuai Protes

KELAPA GADING- Lantaran kerap menimbulkan kemacetan, kendaraan yang parkir liar di sekitar sekolah dan jalan di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara, dirazia petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan Sudin Perhubungan Jakarta Utara, Senin (19/5). Penertiban sempat mendapatkan perlawanan dan protes pemilik kendaraan lantaran mobilnya di kempesi.

Hasilnya, sebanyak 31 mobil ditindak dengan cara dikempesi dan ditilang."Ke depan kita akan koordinasi dengan pihak Sudin Dikmen dan Dikdas untuk mengkoordinasikan ke sekolah. Agar mereka tidak melakukan parkir di tepi jalan lagi "Razia yang dimulai sekitar pukul 10.30 berlangsung hingga pukul 13.00. Dimulai dengan menyisir sekolah JAC School di Jl Gading Nias. Di lokasi tersebut sebanyak 10 mobil dikempesi petugas karena kedapatan parkir di tepi jalan.Kemudian di Jl Boulevard Timur, tepatnya di depan Sekolah AL-Azhar, sebanyak 7 kendaraan juga dikempesi dengan dicabut pentil. Terakhir, di Sekolah Santo Yakobus di Jl Pegangsaan Dua, sebanyak 8 kendaraan pribadi juga dikempesi petugas.Koordinator Pengawasan dan Pengendalian, Sudin Perhubungan Jakarta Utara, Hengki Sitourus, mengatakan, pihaknya sering mendapat laporan sejumlah jalan dekat sekolah di wilayah Kelapa Gading, kerap menjadi lokasi parkir liar. Hal itu dikeluhkan masyarakat menyebabkan kemacetan.

"Masyarakat banyak mengeluhkan dekat sekolahan dan rumah makan menjadi lokasi parkir liar sehingga memacetkan jalan. Makanya kita tindak dengan mengempesi kendaraan mereka," ujarnya, Senin (19/5).Dari informasi yang diterima pihaknya, kata Hengki, lokasi-lokasi yang marak parkir liar dekat sekolah dan rumah makan, banyak terdapat di wilayah Kecamatan Penjaringan dan Kelapa Gading. Kendaran-kendaraan yang parkir sembarangan itu, menurut Hengki melanggar Pasal 24 ayat 1 Perda 12 tahun 2003 tentang lalu lintas dan angkutan, serta pasal 55 UU 22 tahun 2009 tentang lalu lintas."Ke depan kita akan koordinasi dengan pihak Sudin Dikmen dan Dikdas untuk mengkoordinasikan ke sekolah. Agar mereka tidak melakukan parkir di tepi jalan lagi," katanya.Selain di sekitar sekolah, sebanyak 6 truk yang parkir tidak pada tempatnya di Jl Perintis Kemerdekaan. Keenam truk tersebut 5 diantara digembosi dan satu truk lain bernopol K 1493 KH, ditilang karena tidak dapat menunjukkan surat-surat kendaraannya.Salah seorang pengendara mobil bernopol B 1363 UZL, Sri Handayani (45), mengaku mobilnya tiba-tiba dikempesi. Wanita yang bermaksud menjemput anaknya yang sekolah di SD AL-Azhar, sempat bersitegang dengan petugas."Pihak sekolah memang tidak menyediakan parkir, lalu kita mau parkir dimana. Lagi, kenapa tidak ada pemberitahuannya juga sebelum ini kepada kita"ujarnya.

Begitupun Warsono sopir truk B 9539 UCF yang tertangkap petugas sedang parkir di Jalan Gading Nias.Padahal ia baru istrirahat lantaran ngantuk dan lelah. " Saya udah jelaskan karena ngantuk takut celaka saya istirahat dulu..eh malah kena tilang" kesalnya.

Sekolah Sempit, Siswa Terpaksa Belajar Diruang Dapur


KELAPA GADING- Kondisi gedung sekolah berada lingkungan pemukiman RW 10, Kelurahan Pegangsaandua, Kelapa Gading, gedung sekolah SMKN 33, di Jl Gading Mas Timur II, dirasa sudah tak layak lagi. Ditambah lagi minim akses kendaraan umum, keberadaan sekolah seluas 3000 m2 itu sudah tidak memungkinkan untuk pengembangan fasilitas, sehingga pihak sekolah berharap dipindahkan.

Sekolah yang saat ini memiliki siswa sebanyak 497 orang, terbagi dalam 4 jurusan, Perhotelan, Busana Butik, Restoran dan Usaha Perjalanan Wisata. Untuk mengikuti pelajaran, mereka dibagi dalam 18 kelas.

Sedangkan fasilitas penunjang, walau mereka memiliki labotarium dan ruang praktek yang lengkap, namun secara keluasan dirasa tidak standar bila dibandingkan dengan SMK sejenis. Sehingga proses belajar mengajar sekolah kejuruan yang memfokuskan pada praktek, dirasa pihak sekolah menjadi kurang optimal.

Wakil Kepala Bidang Manajemen Mutu Sekolah SMKN 33, Jakarta, Richard Maghani, mengatakan bahwa selama ini beberapa ruang praktek memiliki keterbatasan luas. Sehingga, seperti ruang praktek hotel, jahit, masak dan restoran disulap dari kelas yang di sekat-sekat.

"Kalau berdasar tuntutan kurikulum, harus moving class, tapi karena keterbatasan itu belum kita terapkan. Unit produksi di sekolah kita juga terbatasi lahan yang ada," ujarnya, Kamis (24/4). Bahkan jika ruang kelas penuh siswa terpaksa menggunakan ruang praktek dapur atau Lab untuk  belajar.

Lanjut Richard, sebagai satu-satunya sekolah kejuruan perhotelan di Jakarta Utara, animo peminat SMK 33 amat tinggi. Sehingga rencananya, pada tahun depan akan menambah satu kelas lagi setiap jurusan.

"Rencananya tahun ajaran 2014-2015 kita mau menambah kelas. Masing-masing jurusan 1," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah (Dikmen) Jakarta Utara, Mustafa Kemal, membenarkan bahwa fasilitas SMK 33 untuk mendukung kurilkulum memang sudah tidak laik. Sebab, idealnya untuk lahan SMK memiliki luas 5000m2.

"Memang karena SMK itu karakternya beda dengan SMA. Karena kan kurikulumnya berdasar link and Match dengan dunia profesi, sehingga selain praktek dengan dunia usaha, sekolah dapat membawa dunia industri ke dalam yang dinamakan unit produksi," ujarnya.

Mengenai pemindahan lokasi, Kemal mengatakan bahwa Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono, sudah memberi beberapa solusi. Diantaranya dengan mencari sendiri lahan yang ada di sekitar Sunter dan Kelapa Gading atau meminta kompensasi pembangunan dari pengembang yang menggunakan lahan Pemda.

"Kalau mencari sendiri, pak wali sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 50 M untuk beli lahan dan membangun. Sedangkan opsi kedua, karena ada lahan Dinas PU yang dibangun oleh Agung Podomoro sebagai apartemen, akan dimintakan oleh pak Wali untuk membangun sarana pendidikan," jelasnya.

Selanjutnya, Kemal mengatakan bahwa proses tersebut akan dilaksanakan secepatnya. Paling tidak diharapkannya, tahun ini sudah ada kepastian lokasi lahan, sehingga perencanaan pembangunan dapat dilaksanakan.

Pedagang Tanburkan Kelapa Gading Keluhkan Bangunan Kios Amburadul

KELAPA GADING- Sejumlah pedagang Tanburkan (Tanaman Burung dan Ikan) di Jalan Pelepah Raya, Kelapa Gading Barat mengeluhkan bangunan kios oleh Sudin UKM Jakarta Utara tak tuntas alias amburadul. Kondisi bangunan kios terlihat berantakan, kabel listrik tak beraturan bahkan memudahkan maling untuk mencuri barang para pedagang. Selain itu juga kondisi kios tak ada Mandi Cuci Kakus (MCK) bahkan menjadi ada beberapa kios jadi tempat penumpukan sampah dan ditinggali oleh pengemis maupun orang tak waras.

"Kami ini kecewa pak! lihat saja kondisinya, meskinya burung-burung saya bisa di taruh di dalam sekarang pulang pergi saya bawa pulang. Karena takut dicuri maling" ujar Andri 56, salah satu pedagang burung yang sudah berdagang sejak tahun 1999.

Senada disampaikan Sugeng, pedagang lainnya kios- kios ini direhab oleh Sudin UKMK Jakarta Utara untuk dirapikan dan ditata kembali agar kembali rapi. Sebanyak 15 kios ini merupakan percontohan yang akan disamakan dengan seluruh pedagang lainnya di kawasan itu. Namun jika kondisinya seperti sekarang, tidak ada pedagang yang mau menempatinya.

"Beberapa kios belum bisa ditempati para pedagangnya, lantaran kondisinya masih rusak. Padahal awal Januari 2014 kemarin meskinya sudah diisi. Saya berharap segera di benahi" ujarnya.Menanggapi hal ini, Almon Daniel Kasudin UKMK dan Perdagangan Jakarta Utara saat dikonfirmasi tidak ada di tempat.




Akses Jalan Kelapa Gading Terendam Banjir, Pekerja Terlantar

KELAPA GADING- Lantaran banjir yang menggenangi akses jalan di Kelapa Gading, sejumlah karyawan yang menunggu angkutan umum terlantar di ruas-ruas trotoar jalan saat jam pulang kerja jadi terlantar. Pasalnya angkutan umum yang mereka tunggu tak juga melintasi akses jalan yang tergenang air setinggi 60-80 cm itu.

Begitu juga para pengguna sepeda motor terpaksa mereka mendorong kendaraannya, untuk menghindari mogok di jalan. Bahkan terlihat kerumunan sepeda motor berputar-putar menjadi jalan yang tidak ada genangan banjir.

"Sudah satu jam saya menunggu angkot, namun tak kunjung tiba, sampai jam berapa akan ada angkot lewat. Begitu juga ojek motor engga ada yang narik" ujar Teti 34, salah seorang karyawan yang bekerja di komplek Ruko perkantoran di Jalan Bulevard Barat, kelapa Gading.

Hasil pantauan banjir juga terlihat di Jalan Bulevard Gading Timur. Air setinggi 50 cm membuat pengguna jalan harus berputar menjadi jalan yang tidak tergenang. Ada juga kendaraan yang terpaksa harus melawan arus untuk menghindarinya."Saya mau ke Pulo Gadung, kalau lewat jalan ini banjir, tapi kalau jalan sebelahnya tinggi terpaksa lawan arus" tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sudin Pekerjaan Umum (PU) Tata Air Jakarta Utara, Wagiman Silalahi mengatakan, genangan di Jl Yos Sudarso akibat limpasan dari Kali Sunter. Melimpasnya Kali sunter sendiri menurut Wagiman karena tidak lagi sanggup menampung air kiriman dari Pintu Air Pulogadung, Pompa IKIP Pulomas dan Pintu Air Kali Item. "Jakut itu kan daerah hilir muaranya sungai. Sementara daerah parkir air sudah hampir tidak ada dan saluran pun lebarnya tidak bertambah," katanya.

TNI Dan Warga Bersihkan Eceng Gondok Di Kali Gendong Cakung

CILINCING- Puluhan warga bantaran Kali Gendong Cilincing dibantu belasan anggota TNI dari Kostrad menggelar aksi bersih tumbuhan air di sepanjang Kali Gendong, Rorotan Cilincing Jakarta Utara. Dalam aksi bersih ini prajurit TNI bersama warga bahu membahu untuk mengangkat eceng gondok agar arus air dapat berjalan lancar. Meski menggunakan alat tradisional, eceng gondok di kali itu bisa dituntaskan. Jika tak cepat dibersihkan tumbuhan ini akan mudah menjalar dan berkembang biak pesat.

"Untung saja ada bapak-bapak TNI membantunya, bahkan kami dibuatkan getek untuk turun ke kali bersamanya mengangkat eceng gondok" ujar Untung 45, warga Kali Gendong Cakung Draine Cilincing Jakarta Utara. Bahkan pengurus warga sudah sering mengusulkan agar eceng gondok di kali gendong agar dibersihkan, namun belum ada respon.

Sementara itu, Letnan Satu CKM Anas Komandan Regu dari Batalion Kesehatan I Kostrad menjelaskan rangkaian kegiatan ini sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk membantu warga yang sedang mengalami kesulitan akibat banjir. Selain melakukan kegiatan membersihkan kali dari eceng gondok, Kostrad juga mendirikan tenda pengobatan kesehatan di wilayah itu, yang sudah berjalan selama 8 hari ini. "Kalau pimpinan memerintahkan untuk selesai, kami akan selesai, tapi belum ada perintah kami tetap harus membantu warga disini" ujarnya.

Dalam aksi bersih ini sebanyak 2 truk sampah eceng gondok telah dibersihkan.



Warga Bersihkan Ratusan Kubik Sampah di Kali Cakung Lama

Selain itu juga, ratusan warga melakukan aksi bersih di sepanjang bantaran Kali Cakung lama, Cilincing Jakarta Utara. Sampah-sampah yang menyumbat kali langsung dibersihkan warga dan petugas kebersihan. Sebab jika tak secepatnya dibersihkan akan menyumbat arus air di kali itu. "Lihat saja mas! genangan air sisa banjir masih ada 10 cm, kalau hujan kemarin, kampung ini teggelam setinggi 1,5 meter" kata Yusuf 34,warga Rawa Gatel, Sukapura, Cilincing Jakarta Utara.

Sampah-sampah yang diangkut selain sampah rumah tangga, ada juga tumpukan kayu bekas,kasur,lemari, buku-buku dan lainnya.

Camat Kelapa Gading Jupan R Tampubolon menjelaskan, Kondisi Kali Cakung Lama yang berada diwilayahnya ini berbatasan dengan wilayah Cilincing yakni Sukapura. Kondisi Kali sudah menyempit. Dan perlu dilakukan Refungsi di Kali Cakung Lama agar kondisi kali menjadi normal kembali. "Tadi pagi pak Wali kemari, dan kita usulkan agar Kali ini refungsi supaya kondisi kali kembali normal.Saya juga berterima kasih kepada warga yang berpartisipasi dalam melakukan aksi bersih bersama-sama" ujarnya.

Aksi bersih ini juga diikuti warga di dua kelurahan yakni Warga Pegangsaan Dua dan Warga Sukapura.

Camat Kelapa Gading Curhat Soal Kelakuan Warganya Saat Banjir

Jakarta - Camat Kelapa Gading Jupan Royter buka suara soal banjir di lingkungannya. Dia dibuat pusing oleh kelakuan warga yang nakal, mulai dari buang sampah sembarangan hingga mendirikan bangunan seenaknya.Saat ditemui detikcom di kantornya, Jl Boulevard Timur, Kelapa Gading, Jakut, Rabu (22/1/2014), Jupan tampil dengan seragam lengkap. Dengan nada yang berapi-api dia menumpahkan kekesalan yang ada di benaknya selama ini.

"Secara jujur masalah banjir ini perlu perhatian. Masyarakat yang selama ini buang sampah sembarangan, bangun rumah seenaknya, meresa karena punya duit dia bisa gunain aparat, bangun rumah di tata ruang dia ubah semua," kata Jupan.

Jupan juga menyoroti penutupan saluran air oleh warga. Terutama di dekat perumahan elite. Padahal, bila itu dilakukan, pemerintah sulit untuk mengontrol air.Selain itu, dia juga menyoroti bangunan liar di pinggir kali yang membuat penyempitan. "Karena ada duit, dia bangun di tepi kali. Kalau mau dibongkar, bicara HAM dan tuntut ganti rugi, kalau banjir nuntut pemerintah lagi," jelasnya. Karena itu, dia mengajak agar masyarakat taat hukum dan aturan yang ada.  (Dtk)

Lurah Ajak Warganya Ramai-Ramai Perangi Jentik Nyamuk

Kelapa Gading- Puluhan ibu-ibu dibantu belasan petugas jumantik RW 3 Kelapa Gading Timur menggelar aksi Pembasmian Sarang Nyamuk ( PSN) ke rumah-rumah warga. Aksi bersih yang dilakukan setiap jum,at pagi ini untuk mencegah mewabahnya penyakit demam berdarah. Terlebih lagi kondisi cuaca sekarang sering hujan dan panas.

"Cuaca seperti ini bisa meningkatkan siklus perkembang biakan jentik nyamuk DBD. Untuk itulah kegiatan PSN merupakan cara efektif untuk mencegahnya" kata Sri Suhartiningsih Lurah Gading Timur.

Rombongan petugas PSN ini mendatangi satu persatu rumah warga,kemudian mengumpulkan sisa-sisa berang bekas dan memberikan abate di bak penampungan air milik warga.

Sementara itu, Untari 54, LMK Gading Timur menyambut positif kegiatan ramai-ramai sambil blusukan untuk membasmi sarang nyamuk demam berdarah.

 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas