"Mereka yang mengungsi ini karena sudah tak bisa lagi ditempati dan ada juga yang tetap bertahan di lokasi banjir" kata Jumadi LMK Kel Semper Barat.
Kampung Kandang Semper Barat Terendam Banjir 1 meter
"Mereka yang mengungsi ini karena sudah tak bisa lagi ditempati dan ada juga yang tetap bertahan di lokasi banjir" kata Jumadi LMK Kel Semper Barat.
Miris! Gara-gara Kembang Api Tahun Baru, Rumah di Jakut Kebakaran
"Dugaan penyebabnya gara-gara kembang api yang dinyalakan," kata petugas Pemadam Kebakaran Suku Dinas Jakarta Utara kepada detikcom, Kamis (1/1/2014).
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kebakaran yang dimulai pada 22.05 WIB itu. Ini karena petugas pemadam kebakaran sigap menerjunkan lima unit mobilnya. Api berhasil ditaklukkan pukul 22.30 WIB. Belum bisa ditaksir berapa kerugian material akibat kejadian ini.
Di tempat lain, masih di Jakarta Utara, sebuah warung dan tempat tinggal terbakar. Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran meluncur. Kebakaran dimulai pukul 23.58 WIB dan dipadamkan pukul 00.50 WIB.
"Lokasinya ada di Jalan Tipar Cakung, Gang Salon, RT 8/003, Sukapura, Cilincing. Dugaan sementara, kebakaran karena korsleting listrik," kata Purus.
Kebakaran diduga karena korsleting listrik juga terjadi di Jalan Kebantenan II, RT 10/06, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara. Sebanyak tiga rumah terbakar dalam kejadian ini.
"Tujuh unit damkar langsung meluncur. Sekarang kebakaran sudah bisa dilokalisir," kata Purus.
Kebakaran ini dimulai pukul 00.52 WIB. Belum diketahui adanya korban jiwa dari kebakaran ini.
Tak Kunjung Diperbaiki! Warga Blokir Jalan Beting Asem
Di Tutup Pakai Pot Kembang Dan Keranda Mayat
Petugas SAR Evakuasi Manula Sakit Terjebak Banjir
Untunglah petugas SAR ( Search And Resque) dari Sudin Damkar Jakarta Utara datang ke lokasi untuk membantu mengevakuasi korban ke mobil patroli Sudin Damkar Jakarta Utara.
"Kita punya petugas piket untuk membantu para korban banjir dengan menggunakan perahu karet" kata Nurdin Silalahi Kasie Op Sudin Damkar Jakarta Utara.
Sementara itu Senja Ketua RT 10/5 Semper Barat menjelaskan, jika warganya sedang sakit dan membutuhkan pertolongan namun karena korban tak bisa jalan, akhirnya meminta bantuan ke Sudin Damkar. "Si ibu ada penyakit darah tinggi, rencana mau berobat kerumah sakit. Karena tak ada alat untuk mengangkatnya kami hubungi Sudin Damkar" ujarnya.
Ditambahkan Senja, wilayahnya terendam banjir sejak kemarin pagi. Ditambah lagi hujan deras turun sepanjang malam tadi, akibatnya Kali Cakung Lama meluap hingga membanjiri puluhan rumah warga. Ketinggian air mencapai 75 cm. Dan ada 30 KK dari 180 KK yang sudah mengungsi ke Masjid dan Musholla. (Bian)
Semper Barat Terendam, Puluhan Mobil Mengungsi
"Kampung Cerdas", Jam Wajib Belajar ala Warga Kelurahan Koja
Rencana Pemprov DKI Jakarta untuk memberlakukan jam wajib belajar
bagi para siswa di wilayah Jakarta rupanya telah dilakukan RW 05
Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, sejak tahun 2012 lalu.
Para warga yang tinggal di permukiman padat penduduk itu memberi nama jam wajib belajar dengan istilah "Kampung Cerdas". Sebanyak 70 anak yang tergabung dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) itu kini sudah merasakan hasilnya.
Lurah Koja Suhadi mengatakan, pihaknya mendukung upaya warganya membuat Kampung Cerdas yang berada di wilayahnya. Tak menutup kemungkinan, pihaknya akan mencoba di RW yang lain. "Kampung Cerdas di RW 05 terbilang berhasil. Ke depan, kita akan mencoba di RW-RW yang lain," kata Suhadi di kantornya, Selasa, (24/9/2013).
Menurut Suhadi, jam wajib belajar yang diterapkan di RW 05 merupakan salah satu cara untuk orangtua mengendalikan waktu bermain anak-anak.
Melalui program tersebut, warganya kini mulai merasakan adanya perubahan yang sangat signifikan dari pola aktivitas anak-anak. Dulu, anak-anak sering keluyuran, tetapi semenjak ada program Kampung Cerdas pada tahun 2012, mereka menjadi rajin belajar pada malam hari.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Koja, Jakarta Utara, Erick Panjaitan, mengungkapkan, penerapan jam malam dulunya hanya diterapkan di RT 08 dan 09. Hal itu mengingat letak balai warga dengan kedua RT itu cukup dekat, sekaligus di kedua RT itu juga terdapat anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar.
Erick menjelaskan, pada tahun 2012 lalu, kegiatan Kampung Cerdas hanya dilakukan di balai warga. Namun, seiring waktu berjalan, warga yang tinggal di RT lainnya juga ingin anaknya mengikuti jam belajar tersebut hingga akhirnya juga diterapkan di setiap rumah pelajar.
"Dulu hanya RT 08 dan 09, tapi perlahan sekarang ada warga dari RT lain, misalnya RT 01, 02, 7, 10, 11, dan 13," kata Erick.
Erick menuturkan, dari beberapa RT tersebut, terdapat 70 anak-anak yang turut mengikuti kegiatan di Kampung Cerdas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 pelajar dari tingkat sekolah dasar dan 20 dari tingkat SMP dan SMA.
Untuk membimbing puluhan pelajar itu, kata Erick, pihaknya mengerahkan enam orang pengajar dari Karang Taruna yang mayoritas adalah sarjana pendidikan.
Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono mengatakan, saat ini sudah ada dua RW di wilayah Jakarta Utara yang sudah menerapkan jam wajib belajar untuk para pelajar, yaitu RW 05 di Kelurahan Koja dan RW 02 di Kelurahan Semper Barat.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/
Pria Mabuk Diteriaki Maling, Tewas Tabrak Pagar

Sarif (23) sang pengemudi motor tewas dilokasi. Sementara dua rekannya mengalami luka lecet diamankan di Polsek Cilincing.
“Salah satu dari pemuda itu telah diketahui namanya, yaitu Andrianto (22.) Yang satu lagi masih belum sadar,” kata Kanit Reskrim Polsek Cilincing, AKP Imam Tulus, Kamis (26/7/2012).
Imam menjelaskan, peristiwa itu terjadi akibat ketiga pemuda yang berboncengan sepeda motor itu dalam kondisi mabuk berat.
Sepeda motor yang dikendarai pun melaju dengan ugal-ugalan, sehingga warga setempat meneriaki mereka maling.
Diduga karena panik diteriaki maling, Sarip kehilangan kendali dan menabrak pagar salah satu rumah warga. Sarip pun langsung tewas seketika, kepala membentur besi pagar dan dievakuasi ke RSCM untuk diotopsi.
“Kami masih menunggu keduanya benar-benar sadar. Dan bisa menceritakan kecelakaan itu,” ujar Imam.
Syarif (23) nekat mencuri motor milik warga. Ia pun kabur dengan kecepatan tinggi, hingga tewas setelahmenabrak tembok rumah warga di Jalan Logistik, Koja, Jakarta Utara, Rabu (25/7/2012).
mengendarai sepeda motor B 6048 UGT dengan kecepatan tinggi karena sedang dikejar oleh warga setelah mencuri sepeda motor yang dikendarainya.
Massa yang mengejarnya berhenti, setelah melihat orang yang dikejarnya menabrak dan dalam kondisinya yang sangat mengenaskan. Tidak lama kemudian, datang petugas polisi dan langsung membawanya ke RS Koja, namun sayang nyawanya tidak dapat diselamatkan hingga akhirnya meninggal dunia. Selanjutnya jasadnya dibawa ke RSCM.
Menurut petugas SPK Polsek Metro Cilincing, Aiptu Sudianto, pemuda tersebut diduga habis melakukan kejahatan, hingga kini petugas masih mencari pemilik sepeda motor yang digunakan pelaku.
Lalulintas Angkutan Barang Di Jalan Pemukiman Picu Kemacetan
"tak heran kalau setiap pagi di jalan ini sering terjadi macet. Bahkan sering banyak kecelakaan" kata Topa warga RW 4 Tugu Selatan koja yang mengeluhkan arus lalulintas barang di jalan Logistik.
Senada disampaikan Gozali 34 warga Rw 3 Semper Barat banyaknya kendaraan berat keluar masuk di Jalan Pemadam Kebakaran. Pasalnya warga kuatir mengingat jalan sempit yang dilalui truk kontainer dekat dengan sarana sekolah. "Kalau bisa ditutup saja mas! pool kontainernya sebab bersebelahan dengan perumahan dan sekolah, ini rawan kecelakaan" tuturnya.
Menanggapi hal ini Samsul Nirwan menjelaskan, pihaknya berjanji akan menindak lanjuti saran warga ke Dinas Perhubungan. Pasalnya pihak Dinas akan melakukan pengecekan apakah pool itu mengantongi ijin atau tidak. Jika tidak bisa dilakukan penutupan.
Taman di Jakarta Utara Gelap Gulita
Warga Kelurahan Sempet Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara mengeluhkan sejumlah taman tidak ada lampu penerangan. Pasalnya, selain jadi gelap gulita, warga juga khawatir jika hal ini tidak segera di pasang lampu digunakan hal-hal negatif oleh oknum tak bertanggungjawab. Keluhkan itu disampaikan oleh Nawawi, warga RT 14/5, Kelurahan Semper Barat. Menurutnya, kondisi taman yang setiap malam gelap gulita sudah terjadi cukup lama. Meskipun beberapa kali warga meminta kepada PJU Kecamatan Cilincing, namun hingga saat ini belum ada tanggapan.
“Taman di sini memang sudah ditata dengan bagus oleh Sudin Pertamanan, tapi sayang kalau malam hari kondisinya gelap gulita karena tidak ada lampu penerangan, ” terangnya.
Hotman Siregar Ketua RT 14/5 Semper Barat, Kecamatan Cilincing, mengakui adanya keluhan warga tersebut. Menurutnya, dirinya sudah berapa kali mengirim surat dan menyampaikan keluhan ini ke instansi terkait namun hingga saat ini belum ada kejelasan atau realisasinya.
Menanggapi hal itu Wakil Walikota Jakarta Utara Natsir Sabara saat inventarisasi dan pengecekan taman-taman yang ada di Jakarta Utara berjanji akan segera meminta kepada Sudin PJU Jakarta Utara untuk segera memasang lampu penerangan tersebut. “Saya minta kepada Sudin Perindustrian dan Energi, Jakarta Utara untuk segera memasang lampu-lampu tersebut,”jelas Natsir Sabara didampingi oleh Wakil Camat Cilincing Haryadi.
Wakil Walikota juga menambahkan, pihaknya akan segera memperbaiki sejumlah taman yang ada di Jakarta Utara. Diharapkan dengan adanya perbaikan taman ini akan menambah keindahan wilayah Jakarta Utara. Kasudin Pertamanan, Pemkot Jakarta Utara, Heru Bambang pihaknya akan secepatnya berkoordinasi dengan PJU agar supaya memasang lampu-lampu di sejumlah taman yang belum ada penerangannya. Warga Kelurahan Sempet Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara mengeluhkan sejumlah taman tidak ada lampu penerangan. Pasalnya, selain jadi gelap gulita, warga juga khawatir jika hal ini tidak segera di pasang lampu digunakan hal-hal negatif oleh oknum tak bertanggungjawab.
Keluhkan itu disampaikan oleh Nawawi, warga RT 14/5, Kelurahan Semper Barat. Menurutnya, kondisi taman yang setiap malam gelap gulita sudah terjadi cukup lama. Meskipun beberapa kali warga meminta kepada PJU Kecamatan Cilincing, namun hingga saat ini belum ada tanggapan.
“Taman di sini memang sudah ditata dengan bagus oleh Sudin Pertamanan, tapi sayang kalau malam hari kondisinya gelap gulita karena tidak ada lampu penerangan, ” terangnya.
Hotman Siregar Ketua RT 14/5 Semper Barat, Kecamatan Cilincing, mengakui adanya keluhan warga tersebut. Menurutnya, dirinya sudah berapa kali mengirim surat dan menyampaikan keluhan ini ke instansi terkait namun hingga saat ini belum ada kejelasan atau realisasinya.
Menanggapi hal itu Wakil Walikota Jakarta Utara Natsir Sabara saat inventarisasi dan pengecekan taman-taman yang ada di Jakarta Utara berjanji akan segera meminta kepada Sudin PJU Jakarta Utara untuk segera memasang lampu penerangan tersebut. “Saya minta kepada Sudin Perindustrian dan Energi, Jakarta Utara untuk segera memasang lampu-lampu tersebut,”jelas Natsir Sabara didampingi oleh Wakil Camat Cilincing Haryadi.
Wakil Walikota juga menambahkan, pihaknya akan segera memperbaiki sejumlah taman yang ada di Jakarta Utara. Diharapkan dengan adanya perbaikan taman ini akan menambah keindahan wilayah Jakarta Utara. Kasudin Pertamanan, Pemkot Jakarta Utara, Heru Bambang pihaknya akan secepatnya berkoordinasi dengan PJU agar supaya memasang lampu-lampu di sejumlah taman yang belum ada penerangannya.
Warga Minta Lampu Jalan Dan Taman Difungsikan
" Saya sudah sering menyampaikan keluhan ini bahkan menyurati ke instansi terkait namun belum ada kejelasan atau realisasinya" ujar Hotman Siregar Ketua RT 14/5 Semper Barat.
Dijelaskan Hotman, lampu jalan dilingkungannya sangat dibutuhkan terutama malam hari akses jalan jadi gelap. Begitupun lampu di Taman yang sudah lama padam. kondisi gelap gulita dimanfaatkan hal-hal negatif yang terkadang menjurus hal-hal kriminalitas maupun gangguan umum.
"Kami hanya bisa berharap suara kami ini didengarkan sebab warga sering mengeluh dan mengadukan ini ke saya" jelas Hotman.
Haryadi Wakil Camat Cilincing menuturkan beberapa waktu lalu Wakil Walikota Jakarta Utara Natsir Sabara melakukan Inventarisasi dan pengecekan pada taman-taman di Jakarta Utara yang akan segera diperbaiki. Termasuk taman di Cilincing. "pemerintah kota Jakarta Utara saat ini sudah melakukan inventarisasi taman-taman yamg segera diperbaiki" ujarnya.
Warga Semper Barat Kembangkan Tumbuhan Herbal
Selain melakukan penghijauan di lingkungan, warga RT 1/5 Semper Barat mengembang biakan tumbuhan herbal atau tumbuhan obat disetiap rumah-rumah warganya. Dari jenis tumbuhan kumis kucing, lidah buaya, sirsak, kunyit putih dan pancasona bahkan mengembangkan pohon Atiin atau dikenal dengan 'buah Surga'.Pohon Atiin ini merupakan tumbuhan langka namun banyak manfaatnya yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit."Saat ini dilingkungan tempat kami tinggal melakukan budi daya tumbuhan obat. Tumbuhan ini nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak" kata Amiruddin Ketua RT 1/5 Semper Barat.
Sementara itu, Haryadi Wakil Camat Cilincing menyambut baik apa yang dilakukan warga RW 5 Semper Barat ini. Tumbuhan herbal saat ini banyak dibutuhkan masyarakat bahkan sulit untuk didapat. Dengan dikembangkan serta dibudidayakan tumbuhan herbal ini bisa memberikan kemaslahatan dan serta manfaat bagi semua orang.
"Saya senang warga disini senang melakukan penghijauan. Selain lingkungan jadi asri juga bisa mendapatkan tumbuhan herbal dengan mudah" tuturnya. Di Lingkungan tersebut sedikitnya terdapat puluhan jenis tanaman obat yang ditanami oleh warga sekitar. (Bian)
Sumber Foto : google.com
Ratusan Warga Semper Barat Swadaya Bangun Kampung Penghijauan
"Kami senang dan bangga karena warga sangat peduli kepada lingkungannya. Jika wujud ini muncul dari masyarakat maka kawasan yang menjadi tempat tinggalnya bermafaat baginya. Dan sekarang kawasan kami hijau dan indah" tuturnya.
Sementara itu, Kelik Sutanto Lurah Semper Barat didampingi Wakil Lurah turut meninjau dan secara simbolik melakukan penanaman pohon Produktif dan melakukan peninjauan tempat penghjiuan. "Jika kepedulian ini dibangun dari masyarakat maka tanaman ini akan bisa dirawat dan dijaga. Inilah yang kita butuhkan partisipasi warga kepada lingkungannya" kata Kelik Sutanto.
Dalam aksi gotong royong tanam pohon ini, warga tak luput untuk membersihkan saluran air dan sampah. Uniknya selain para orangtua dan ibu-ibu,para anak muda juga ikut andil dalam melakukan aksi tanam pohon ini.
Sementara itu, Bambang Sugiono Walikota Jakarta Utara berharap apa yang dilakukan oleh warga untuk berpartisipasi dalam membangun kawasan penghijauan patut di dukung dan yang mereka tanam dijaga dan dirawat. Sebab ide yang muncul dari masyarakat tadi sangat berguna dan bermanfaat bagi lingkungannya."Dengan swadaya masyarakat tadi, membuktikan penting lingkungan agar bersih,hijau, asri dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama" ujar Bambang Sugiono saat dikonfirmasi.
Kelurahan Semperbarat Luncurkan SMS Gateway
Untuk memberikan informasi kepada warganya dengan cara yang lebih cepat dan efisien, Kelurahan Semperbarat, Cilincing, Jakarta Utara meluncurkan aplikasi short messages service (SMS) gateway sebagai pusat informasi kepada warganya. Diharapkan dengan diluncurkannya SMS gateway tersebut menjadi forum komunikasi antara pemerintah kelurahan dengan warganya.
Lurah Semperbarat, Kelik Sutanto mengatakan, SMS gateway merupakan sistem aplikasi yang digunakan untuk mengirim dan menerima SMS yang dapat meningkatkan pelayanan pemberian informasi sesuai kebutuhan warga dengan cepat, dan akurat di manapun pengguna informasi berada. "Dengan diluncurkannya SMS gateway ini akan menjadi forum komunikasi antara pemerintah kelurahan dengan warga. Dari pihak kelurahan bisa memberikan informasi ke warga, dan sebaliknya. Selain itu, warga juga bisa meminta informasi kepada kelurahan," ujar Kelik, Minggu (22/4).
Dikatakan Kelik, dalam SMS gateway, pihak kelurahan bisa langsung memberikan informasi, kegiatan, atau undangan, melalui SMS secara serentak kepada pihak-pihak terkait seperti ke Ketua RT, RW, LMK, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, Kader PKK, Kader Posyandu, Kader Jumantik, bahkan Pejabat Walikota Jakarta Utara. "Warga juga bisa minta informasi untuk keperluan administrasi, misalnya untuk keyword KTP, bisa diketahui persyaratan pembuatan KTP baru dan perpanjangannya, keyword KK untuk mengetahui persyaratan pembuatan KK, dan keyword Akta untuk mengetahui syarat pembuatan pengantar akta kelahiran," ujarnya.
Selain itu, lanjut Kelik, SMS gateway juga bisa dijadikan polling penilaian masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan pemerintah kelurahan terhadap masyarakat. Dengan mengetik SMS POLLING
Ditambahkannya, bagi warga yang ingin mendaftar untuk bisa menerima SMS informasi dari kelurahan cukup mendaftarkan nomor teleponnya ke nomor SMS gateway tersebut dengan mengirim identitas diri dan permohonan untuk menerima SMS informasi kelurahan. Atau, bisa langsung daftar ke kantor Kelurahan Sempebarat. "Program ini kami anggarkan sebanyak Rp 20 juta yang diperuntukan untuk membeli alat SMS gateway. Karena memang manfaatnya cukup besar dalam memberikan pelayanan dan informasi kepada warga," tuturnya.
Sekretaris Kota Jakarta Utara, Tri Kurnianto menambahkan, untuk sementara di Jakarta Utara hanya di Kelurahan Sempebarat yang baru menggunakan program SMS gateway. Namun, untuk ke depannya, dirinya berharap SMS gateway juga bisa diterapkan di seluruh kelurahan di Jakarta Utara. "Dengan adanya SMS gateway ini, informasi bisa lebih cepat didapat oleh warga, selain itu, warga juga jadi melek teknologi. Mudah-mudahan, tahun depan semua kelurahan bisa menerapkan teknologi ini," tandasnya.
Telat Diangkut Sampah Numpuk di Kampung Beting
Sampah warga menumpuk di samping Masjid Jami Al Fudhola, Jalan Semper Baru Kampung Beting, lingkungan RW 09 dan 10 Kelurahan Semper Barat, Cilincing. Sampah di lokasi tersebut menimbulkan bau dan bercecer ke Jalan pasalnya tumpukan sampah kerap memakan bahu jalan.
"Kami ingin setiap hari sampah dilokasi tersebut bersih. Biasanya petugas kebersihan yang mengangkutnya. Namun entah kendala apa sampah jadi menumpuk," ujar Mustami, tokoh masyarakat, RW 10 Semper Barat kepada jakartautara.com, Senin (27/02/2012).
Ia mengakui keberadaan sampah kerab menimbulkan bau yang tidak sedap apalagi berada disisi jalan tentunya mengganggu pengguna jalan umum. "Kami telah berupaya mencarikan solusi di tempat lain tetapi sulit terealisasi, dulu pernah di pagar oleh pihak kelurahan. Kami berharap ada lokasi penampungan sampah warga di tembok agak tinggi agar sampah tidak mudah tertiup anggin," imbuh Mustami juga sebagai anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan Semper Barat.
Sementara itu, Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Cilincing, Rojikin membenarkan adanya sampah warga di lokasi tersebut. Namun pihaknya setiap hari antara pukul 07 hingga 08 mengangkutnya dengan truk. "Saat itu truk yang biasa mengakut mengalami kerusakan namun tetap kami angkut dengan kendaraan yang lain. Bisa saja saat sampah diangkut oleh truk datang lagi sampah yang baru," katanya.
Ia juga mengaku risih dengan adanya sampah dilokasi tersebut yang tergolong liar. Namun pihaknya tetap mengangkutnya karena atas permintaan warga. "Dimana ada sampah warga baik yang liar atu terkoordinir pasti kami angkut. Namun, bila ada masyarakat yang minta dibuatkan bak sampah seharusnya di lahan yang tidak menimbulkan masalah," jelasnya. (min)
Gara-Gara Galian Kabel, Truk Dan Angkot Terperosok
Begitu juga kata Sunarto 37, warga Sukapura. Galian kabel yang dilakukan para pekerja saat menutup lubang galian asal-asalan tidak diberesi seperti semula. Dampaknya saat hujan turun lumpur galian berserakan ke jalan menimbulkan jalan jadi licin dan rawan kecelakaan. Bahkan sebuah mobil truk pengangkut pasir amblas dan angkot akibat lubang-lubang galian kabel yang tidak kembali ditutup rapat, apalagi kondisi tanah tersiram air hujan.
Akibat banyaknya kendaraan yang terjebak dilubang galian yang hanya di tutup dengan tanah ini berdampak kemacetan parah di Jalan Raya Tipar Cakung. Untunglah beberapa menit kemudian polisi lalulintas dengan membawa mobil derek berhasil mengevakuasi truk dan angkot yang amblas.
Maman Suparman Kasudin PU Jalan Jakarta Utara menjelaskan, rangkaian kegiatan seperti galian kabel dan pipa PAM meski memperbaiki kondisi seperti semula saat melaksanakan kegiatannya. Jika tidak pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap kontraktor yang tidak memberesi seperti sediakala Dan harusnya tidak lalukan pada musim penghujan.(Bian)
Ratusan Warga Kampung Kandang Kuras Lumpur Dan Sampah Di Saluran Air
Semper Barat - Untuk mencegah terjadinya banjir di Kawasan Kampung Kandang RW 4 Semper Barat, ratusan warga melakukan pengurasan lumpur dan sampah Di sepanjang 1,5 KM saluran air di wilayah tersebut. Alhasil 600 karung dari Swadaya warga dan kelurahan ini terisi sampah dan lumpur."Kegiatan ini dilakukan inisiatif warga untuk mencegah banjir,karena kawasannya rawan banjir. Kini saluran air sudah berjalan lancar" ujar Jumadi LMK Semper Barat.Sementara itu, Saiman Ketua RT 8/4 Semper Barat menyambut baik kegiatan ini dan melibatkan 18 RT untuk bersama-sama bergotong royong mengajak warganya membersihkan saluran air. Alhasil dalam waktu dua jam sampah maupun lumpur habis terkuras. "Mudah-mudahan dengan niat bersama ini saluran air lancar wilayah kami terbebas dari banjir" ujarnya.
Normalisasi Kali Progo Dan Kali Gubuk Genteng
Selain melakukan kerja bakti massal ini, pengurus RT/Rw juga mengusulkan agar Kali Progo dan Kali gubuk genteng segera dilakukan normalisasi. Agar air yang berasal dari wilayah ini langsung bisa cepat mengalir ke Kali Cakung Draine. "Kami sudah mengusulkan melalui musrembang melalui kelurahan agar muaranya dinormalisasi" kata Jumadi LMK Semper barat.
M rifik Abdullah Kasudin PU air berjanji akan melakukan pengecekan dan evaluasi soal normalisasi kali yang diusulkan warga RW 4 Semper barat.
"Saya juga berterima kasih Kepada warga RW 4 semper barat yang telah bergotong royong membersihkan saluran airnya" tuturnya.
Sekedar diketahui, kawasan Kampung Kandang RW 4 Semper Barat merupakan kawasan rawan banjir dan genangan air. Bahkan setiap hujan deras turun genangan air cepat menggenang ke jalan. Dengan dibersihkan bersama-sama warga ini, kini saluran air kembali lancar, bahkan air cepat mengalir. (Bian)
Waspadai Penipuan Jual Beli HP Murah via SMS
Pasalnya pemuda tersebut telah menjadi korban penipuan dengan modus menjual handphone murah melalui SMS. Menurut Adri, kejadian berawal saat korban didatangi oleh dua orang pelaku yang menawarkan promo handphone dengan harga lebih murah.
Saat itu dua orang tersebut, meyakinkan Adri jika pembelian hanya bisa dilakukan melalui SMS. Tergiur dan sudah bermimpi memiliki handphone idaman dengan harga murah, tanpa pikir panjang, Adri pun memesan 3 unit HP dengan total harga Rp 7,1 Juta, melalui telepon pelaku dengan Nomor 08540006161 dan 085217546588.
Korban kemudian disuruh transfer uang ke rekening pelaku. Namun setelah menstransfer uang sebanyak 5 kali melalui ATM BNI ke Nomor Rekening pelaku, barang yang dibelinya tidak kunjung diterima.
Korban hanya menerima bukti pengiriman barang melalui kantor pos yang ternyata nota pengiriman fiktif. Korban yang mengalami kerugian Rp. 7,1 juta, kemudian melapor ke Polsek Metro Cempaka Putih untuk penyelidikan lebih lanjut.[bay]
Warga Menanti Normalisasi Kali Gubuk Genteng!
Kali Gubuk Genteng merupakan muara sejumlah cabang anak kali yang akan menuju ke Kali Cakung Draine. Dititik muaranya terjadi penyempitan, akibatnya saat ada kiriman air dari kali terjadi penyumbatan yang mengakibatkan banjir. "Kita sudah sampaikan usulan soal normalisasi kali gubuk genteng, meski sudah dilakukan normalisasi pada tahun 2010 lalu, namun tidak dituntaskan. Dan berharap tahun ini bisa dilanjutkan" kata Jumadi anggota LMK Kel Semper Barat.
Dijelaskan Jumadi, sedikitnya ada ratusan rumah warga yang dilintasi kali tersebut. Jika tidak dilakukan normalisasi dikuatirkan kali yang sebagaian sudah menjadi tanah bisa menjadi tempat tinggal.
M.Rifik Abdullah Kasudin PU Air Jakarta Utara menjelaskan, untuk normalisasi Kali Gubuk Genteng merupakan wewenang dari Dinas PU Air, namun dirinya akan segera menyampaikan usulan warga ini ke instansinya agar secepatnya bisa dilakukan perbaikan.
"Kami akan merespon usulan warga ini dan dalam waktu dekat akan kita sampaikan ke Dinas" ujarnya. Sekedar diketahui, kawasan pemukiman yang dilalui kali gubuk genteng ini merupakan kawasan rawan banjir.
(Bian)
Waspada Penyakit Musim Hujan Dan Perhatikan Lingkungan
Warga Minta Jalan Rusak Pemukiman Segera Diperbaiki

Semper Barat- Warga Jalan Betet dan Belibis RW 10 Kel Semper Barat, Cilincing meminta kepada pihak Sudin Perumahan Jakarta Utara untuk memperbaiki jalan tersebut. Pasalnya kondisi jalan rendah dan banyak penambalan yang dilakukan warga. Warga kuatir dengan kondisi jalan seperti sekarang ini bisa mengakibatkan banjir saat hujan turun. Begitu juga kelupasan aspal maupun kerikil batu aspal membuat pengguna jalan ekstra hati-hati karena bisa mengakibatkan celaka.
"Jalannya banyak tambalan, ketinggian jalan sudah sama dengan saluran air. Kalau hujan turun jalan disini mudah tergenang" kata Erfan 38 warga Jalan Belibis RT 11/ 10 semper barat.
Karya Ketua 10 Semper Barat, menjelaskan pihak sudah sering mengajukan permohonan perbaikan ke instansi terkait maupun melalui musrembang. Namun belum ada realisasinya. Dirinya berharap agar tahun depan bisa lekas diperbaiki. Kedua jalan tersebut merupakan akses jalan alternatif dan penghubung ke jalan Kebon Baru Semper Barat bagi kendaraan roda dua saat terjebak kemacetan di Jalan Raya Cakung-Cilincing.
"Mudah-mudahan usulan yang sekarang bisa cepat ditanggapi" tuturnya.
Joko S Dawud Kasudin Perumahan Jakarta Utara berjanji dalam waktu dekat ia akan mengirimkan petugasnya untuk mengecek kondisi jalan tersebut. Dan akan memperbaiki pada tahun 2012 nanti."Kita akan kirim petugas ke lokasi, apalagi ini permintaan masyarakat, dan tahun depan kita perbaiki" ujarnya. (bian)





