Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   

Petugas Kebersihan Angkut Sampah Kolong Tol Hingga Malam Hari

TANJUNG PRIOK - Petugas Dinas Kebersihan Kecamatan Tanjung Priok melakukan kegitan rutin mengangkut sampah kolong tol RW 08 Sungai Bambu meski hingga larut malam. "Kami sudah terbiasa angkutan sampah hingga malam hari. Selain di kolong tol Sungai Bambu kami juga akan lebih memfokuskan penanganan sampah yang tidak rutin di kolong tol Papanggo," kata Mumuh Mulyana Kasi Kebershan Kecamatan Tanjung Priok. (red)

102 Bangunan di Papanggo Segera Ditertibkan

Sedikitnya 102 bangunan liar di Jalan Indokarya RW 06, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara terancam ditertibkan. Pasalnya ratusan bangunan liar itu berdiri di atas lahan fasilitas sosial (fasos)/fasilitas umum (fasum). 

Keberadaan bangunan liar itu mulai dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas mereka. Sebab sebagian bangunan berdiri hingga badan jalan. Warga berharap bangunan liar itu dibongkar demi terciptanya ketertiban kawasan tersebut.

Ratusan bangunan liar itu diketahui mulai bermunculan sejak tahun 1990-an silam. Namun akibat kurangnya pengawasan, pertumbuhannya makin menjamur. Sehingga data terakhir mencapai 102 bangunan liar.

"Bangunan liar bikin kumuh pemukiman kami. Apalagi sebagian bangunan berdiri di badan jalan. Kami mohon aparat terkait untuk menertibkannya," kata Andi (38), salah satu warga setempat, Selasa (9/12).
Wakil Lurah Papanggo, Dwi Junarso mengatakan, keberadaan bangunan liar di atas fasos/fasum itu telah melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

"Kami sudah melakukan sosialisasi agar mereka membongkar sendiri bangunannya. Kalau membandel, kami akan membongkar paksa. Rencananya Senin (15/12) mendatang, kami lakukan penertiban," tegas Dwi.

Sumber : http://beritajakarta.com/read/6809/102_Bangunan_di_Papanggo_Segera_Ditertibkan

Waduk Papanggo Mendesak Dinormalisasi

Warga Berharap Waduk Papanggo Dinormalisasi 
Menghadapi musim hujan warga yang berdomisili di sekitar Waduk Papanggo, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara mulai cemas. Pasalnya kondisi waduk sudah sangat memprihatinkan karena sudah lama tidak dinormalisasi.
Warga khawatir jika waduk tidak segera dinormalisasi, saat musim hujan datang pemukiman mereka akan terendam banjir akibat meluapnya air waduk. Di sekitar waduk itu ditempati ribuan warga yang tersebar masing-masing di RW 08,09 dan 10. Waduk itu diketahui sudah lebih dari lima tahun tidak dikeruk.
"Meski tidak sampai mengungsi, namun akibat meluapnya air waduk, akses warga menjadi terganggu, karena rata-rata ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Terakhir saat musim hujan bulan Januari-Februari kemarin, kampung kami kebanjiran," kata Samin (31), salah satu warga RT 13/08.
Wakil Lurah Papanggo, Dwi Kunarso menyebutkan, usulan untuk menormalisasi Waduk Papanggo sudah masuk dalam musrembang pertengahan tahun ini. "Setahu saya sudah akan dikerjakan pengerukan waduk, karena beberapa alat berat sudah ada di sekitar lokasi," ujarnya.
Namun Dwi mengaku belum mengetahui kapan pengerukan akan dilakukan. Sebab hal itu merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta.
Hal senada diungkapkan Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara, Wagiman Silalahi. Menurutnya, pengerukan waduk menjadi tangungjawab Dinas Pekerjaan Umum DKI.
"Soal normalisasi Waduk Papanggo saya tidak paham rencana detailnya seperti apa. Karena itu kewenangan Dinas PU," tukas Wagiman.

Pedagang Sunter Tertibkan Kaki Lima Di Halte

SUNTER AGUNG  - Kelompok pedagang di Jalan Sunter Permai, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara patut menjadi ikon bagi pedagang di kawasan lainnya. Pasalnya, pedagang di lokasi tersebut mau menertibkan sendiri bila ada pedagang lainnya yang dianggap dapat mengganggu ketertiban umum.

Seperti yang baru saja dilakukan sejumlah pedagang di kawasan tersebut melakukan penertiban terhadap tujuh lapak kaki lima yang berjualan di area halte Jalan Sunter Permai. "Kami bongkar sendiri bersama-sama dengan pedagang lainnya dan alhamdulillah berjalan dengan baik, setelah pemiliknya kami berikan pengertian yang semestinya. Dilokasi halte ada tiga warung dan empat lainnya tidak jauh dari lokasi itu juga," kata Rowi, 40, salah seorang pedagang Sunter Permai, Rabu (6/8/2014).

Ia bersama rekan-rekannya bekerja sama untuk menata lingkungan usaha mereka agar lebih tertata dan tidak kumuh serta tidak mengganggu fasilitas umum. Mereka juga merasa apa yang dilakukannya untuk membantu tugas pemerintah setempat dalam penataan kawasan dan para pelaku usaha mikro.

 "Secara resmi kami tidak ada teguran namun kami menyadari bahwa pedagang jangan sembarangan membuka usaha dengan memanfaatkan halte. Apalagi kawasan ini kata dia dekat dengan gedung mitra sebagai kantor Bupati Kepulauan Seribu dan Untag, Rumah Sakit Sulianti Saroso, perkantoran dan gedung lainnya. Kami ingin usaha namun kami tidak ingin membuat pemerintah setempat resah dengan keberadaan kami," ucapnya.

Sementara itu, sebelumnya pemprov DKI Jakarta rencanaya usai merayakan hari raya Idul Fitri, Jakarta punya pekerjaan rumah lagi untuk mengatasi diantaranya penertiban kaki lima.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan, antisipasi pendatang baru yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima (PKL), pihaknya akan meminta kepada semua wali kota di DKI Jakarta untuk menertibkannya.
 
"Kami memerintahkan kepada lima wali kota untuk menertibkan jalan inspeksi dari PKL. Mengatur PKL itu paling sulit. Saya akui itu. Ini sesuai pengamalan saya di Jakarta Pusat ya," ujar Saefullah kepada wartawan.

Sekda Berharap Taman BMW Mirip Stadion Arsenal, Warga: Kapan?

TANJUNG PRIOK - Warga Tanjung Priok, Jakarta Utara terus bertanya-tanya kapan akan direalisasikan pembangunan stadion bertaraf internasional BMW. Pasalnya, rencana pembangunan tersebut bukan saja memberikan harapan bagi warga sekitar namun menjadi kebanggaan khususnya warga Tanjung Priok. 

"Semoga saja cepat terealiisasi, dan cepat selesai masalah lahanya agar pembangunan cepat berjalan. Tentu kami sebagai pemuda dan warga setempat merasa bangga bila stadion dapat segera dibangun," harap Suharto, Ketua Karang Taruna RW 08 Papanggo, Senin (4/8/2014).

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, menyakini Stadion Taman BMW, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara bakal sama megahnya dengan stadion yang biasa menyelenggarkan pertandingan Liga Primer Inggris.

Ia mengklaim, Stadion BMW dapat menampung 50.000 penonton dan meliki desain turban (peci yang dililit sorban). "Sesuai dengan ketentuan FIFA, stadion taraf internasional harus dapat menampung 40.000 penonton. Nanti Stadion BMW akan seperti Emirates Stadium, markas club Arsenal, kata Saefullah.

Untuk menyelesaikan proyek yang masih bersengketa itu, ia mengaku telah bekerjasama dengan asosiasi arsitektur Jakarta. Beberapa desain telah diajukan dan mencerminkan kota Jakarta. Seperti elang bondol dan turban.

Akhirnya, DKI memilih turban sebagi desain pembangunan stadion BMW.Disamping itu, Stadion BMW bakal memiliki dua lapangan sebagai tempat latihan para pemain sepak bola. Sehingga, nantinya stadion utama tidak akan lagi dipergunakan untuk latihan para pemain.

Sementara itu, di kesempatan berbeda, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Pemprov DKI Jakarta, Ratiyono, menuturkan pembangunan stadion itu akan menggunakan anggaran multiyears (jamak).

Tahun ini, Pemprov DKI Jakarta mengangarkan Rp 50 miliar untuk pematangan sawah. Pemprov DKI juga telah menetapkan PT. Jakarta Propertindo untuk membangun stadion.

"Untuk sengketa lahan yang digugat dua ahli waris di proses Biro Hukum. Kemarin, katanya satu waris tidak memenuhi panggilan PN Jakarta Utara 4 kali, berarti seharusnya gagal dong. Biro Hukum minta Pegadilan Jakarta Utara untuk memberikan keputusan, karena sudah 4 kali pemanggilan, tidak datang. Jadi bisa langsung diproses sertifikatnya,"uajr Ratiyono.

Rencananya, masih kata dia, di sisi samping Taman BMW akan dibangun restoran tepi danau dan toko yang dikelola Pt. Jakpro. "Saya berharap, pembangunan Stadion Taman BMW ini rampung pada 2017 mendatang, atau sebelum penyelenggaraan Asian Games.  
  

Stadion BMW: DKI Tunggu Sertifikat Lahan Dari BPN

Lahan BMW
PAPANGGO - Proses pembangunan stadion bertaraf internasional Bersih Manusiawi Berwibawa (BMW) di kawasan Sunter, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, hingga kini masih menunggu sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Masih ada kelengkapan dokumen sertifikat yang belum keluar. Kita masih tunggu," kata Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta, Ratiyono, kepada wartawan, kemarin.

Lokasi stadion BMW berada di area taman BMW seluas 66,6 hektare. Dari luas itu, 26 hektare diantaranya akan dibuat stadion beserta taman dan area olahraga disekitarnya. Biaya yang dianggarkan untuk pembangunan stadion berkapasitas 50.000 orang ini adalah sebesar Rp 1,050 triliun.

Dari 26 Hektare tersebut, 12 hektare diantaranya sudah rampung dan memiliki sertifikat secara legalitas. Sisanya, yakni seluas 14 hektare masih belum selesai dikarenakan ada beberapa warga yang melakukan gugatan melalui pengadilan Negeri Jakarta Utara. Dengan demikian, target penyelesaian sertifikat tersebut pun tidak dapat diperkirakan mengingat waktu yang digunakan BPN dan Pengadilan Negeri Jjakarta Utara juga tidak bisa ditentukan.

"Saya inginnya secepat mungkin tapikan tergantung BPN dan Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Kita tahu, sertifikat inikan supaya legalitas lahan bisa kita miliki," ujarnya.

Ia mengatakan, yang menjadi kendala memang adanya gugatan-gugatan yang harus diselesaikan dipengadilan. Sementara sertifikat tersebut bisa diproses apabila sudah tidak adalagi gugatan-gugatan yang masuk kepengadilan. Apalagi, kata Ratiyono, lahan 12 hektare sertifikatnya sudah ranpung sehingga untuk sisa 14 hektar inippun tergantung warga dan putusan dari pengadilan itu sendiri.

Sementara itu, walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono mengatakan, dari 12 hektar lahan BMW yang sudah rampung bisa menjawab keraguan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sebab, BMW juga dimaksudkan untuk mengganti Lebak Bulus yang akan dijadikan depo Mass Rapit Transit (MRT).
(SP/saimin)

Pedagang Sunter Kerja Bakti, Angkut 200 Karung Lumpur

PAPANGGO - Puluhan pedagang Sunter Jakarta Utara bahu membahu melakukan kerja bakti bersama. Dengan menggunakan mesin pompa air para pedagang membersihkan lumpur di saluran Jalan Bisma Raya hingga Jalan Sunter Permai, kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (15/6/2014). 

"Lumpurnya kami masukan dalam karung, ada sekitar 200 karung. Nanti ada petugas yang mengangkutnya. Ini bukan yang pertama kali kami melakukan kerja bakti, kami rutin setiap bulan melakukannya," ujar Rowi koordinator pedagang Sunter Permai. 

Ia mengaku bersama 40 pedagang binaanya bukan saja melakukan kerja bakti membersihkan saluran saja. "Tidak hanya saluran yang kami bersihkan, taman juga kami perhatikan. Semua pedagang disini memasang pot taman agar lebih terlihat asri," ucapnya. 

Selain itu, para pedang juga melakukan kerja bakti dengan mengecat kastin dan trotoar di sepanjanh jalan tersebut. "Ini sudah kami lakukan secara rutin apalagi bila menghadapi Adipura pedang turut membersihkan lingkungannya," jelas dia. 

Lurah Papanggo, Arahap, mengaku pihaknya dalam rangka menciptakan kebersihan, kesehatan dan keindahan lingkungan kerap mengajak warga, dan kalangan usaha untuk melakukan kerja bakti. 

"Melalui RT dan RW seluruh warga Papanggo telah kami imbau untuk kerja bakti. Bila ada pedagang yang melakukan kerjabakti kami bersyukur karena mereka mau merawat lingkungannya," katanya. 

Lurah berharap warga dan pedagang dan kalangan usaha dapat membersihkan lingkungannya masing-masing. "Kami imbau warga agar rutin kerja bakti. Kami harap tidak ada saluran di Papanggo yang tersumbat yang mengakibatkan saluran tidak lancar. Selain itu kami juga mengimbau warga melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) setiap hari jumat melalui 3 M (menguras, menutup, mengubur)," imbuhnya.  

Walikota: Pembangun Bandara Si Pitung Ciptakan Lapangan Kerja

Heru Budi Hartono
TANJUNG PRIOK - Walikota Jakarta Utara Heru Budi Hartono mendukung langkah Plt Gubenrur DKI Basuki Tjahaya Purnama yang akan membangun bandara internasional si Pitung di kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Walikota optimis bila bandara dapat dibangun akan mampu menyerap ribuan tenaga kerja.

"Kedepan perkembangan ekonomi yang semakin meningkat tidak mungkin lagi bandara Soekarno-Hatta mampu mencukupi kebutuhan penerbangan. Langkah kedepan pemerintah DKI Jakarta untuk membangun bandara internasional sementara ini dengan nama bandara si Pitung perlu mendapat dukungan," kata Heru Budi Hartono, Jumat  (6/6/2014).

Bukan hanya pemerintah kota, kata Heru, semua lapisan masyarakat Jakarta diharapkan dapat mendukungnya. "Saya sangat optimis rencana pembangunan bandara di kawasan Marunda. Untuk Luasanya saya belum paham betul, sekitar sekitar 200 hektar ini akan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) kita. Sebab pemerintah daerah tidak bisa lagi mengandalkan PAD yang konvensional seperti pajak kendaraan bermotor dan restoran," jelasnya.

Disisi lain, kata Heru, peluang pekerjaan bagi masyarakat setempat sangat terbuka. "ribuan orang akan berpeluang untuk mendapatkan pekerjaan. Jadi rencana pembangunan bandara si Pitung dilihat dari berbagai sektor sangat menguntungkan," tambahnya.

BMW Pasang Baliho Pembangunan Stadion

PAPANGGO - Rencana pemprov DKI Jakarta untuk membangun Stadion Internasional BMW di area lahan 26,5 hektar di wilayah Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara semakin menunjukan titik terang. Pasalnya, baliho dengan kontruksi baja di pampang dengan tujuan pemberitahuan kepada masyarakat umum bahwa di lokasi tersebut akan di bangun stadion BMW. 


"Saat ini Dinas Olahraga yang memasang baliho tepat di pintu masuk taman BMW. Tujuannya untuk pemberitahuan sekaligus mohon doa restu kepada masyarakat luas bahwa pembangunan stadion BMW akan dilaksanakan," ujar Junaedi, Sekretaris Kota Jakarta Utara, Sabtu (17/5/2014 ) di area BMW. 



Ia berharap pembangunan stadion dapat terlaksana dan tidak ada hambatan. "Saat ini kami terus memantau dan menertibkan bangunan disisi taman BMW untuk memudahkan pemasangan baliho. Mudah-mudahan hari ini dapat diselesaikan. Sedangkan, mengenai lahan yang di klaim sekelompok masyarakat itu sudah ada jalurnya," kata Sekko. 



Pantauan jakartautara.co, pemasangan baliho yang berisi tulisan 'Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa di lokasi ini akan dibangun Stadion internasional BMW' mendapat kawalan ketat petugas. Puluhan petugas baik unsur Pol PP, Polisi, TNI serta tim lainnya menjaga-jaga dari hal yang tidak diinginkan. 



Wakil Walikota Jakarta Utara Tri Kurniadi, Camat Tanjung Priok M.Efiskal, Lurah Papanggo Arahap, serta Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta, Ratiyono, serta jajarannya turun memomitor mendirikan gapura pembangunan stadion.  



"Hari Senin (19/5) baliho akan dibuka oleh Plt Gubernur DKI Jakarta. Rencananya seperti itu namun semua tergantung agenda Gubernur yang cukup padat," ucap Junaedi. 



"Setelah pemasangan baliho pembangunan stadion BMW, kami bersama dengan Kodim dan Polres untuk melakukan piket pengamanan. setiap hari akan ada yang piket mulai pukul 20.00 sampai 08.00," tambahnya. 

Dukung KLA, LMK Papanggo Bagikan Sarana Bermain Anak

PAPANGGO - Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LMK) Papanggo, Jakarta Utara turut ambil bagian dalam mensukseskan program Kota Layak Anak Provinsi DKI Jakarta. Dengan memberikan bantuan sarana dan prasarana bermain anak diharapkan masyarakat dapat menjadikan lingkungannya sehat dan cerdas.

"Kami mulai meningkatkan konsentrasi pada hal-hal yang mendukung berjalannya program Kota Layak Anak (KLA). Anak-anak Papanggo harus sehat dan cerdas oleh karena itu perlu diberikan sarana bermain dalam lingkungannya," ujar Iwan Darmawan, Ketua LMK Papanggo kepada jakartautara.co, Kamis (17/4/2014).

Melalui bina fisik program pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) pada APBD perubahan Tahun 2013 yang telah dilakukan LMK setempat sebanyak 8 RW menerima sarana bermain anak. "8 RW yang menerima permainan anak yaitu RW 02, 03, 04, 09, 10, 11, 12, dan RW 13. Masing-masing RW menerima permainan anak bola dunia, perosotan, ayunan dan kemedi putar pemberian ini kami harap dapat memicu masyarakat untuk lebih peduli kepada lingkungan dan memantau anak-anak mereka," jelasnya. 

Pemberian sarana tersebut, dikatakannya, sudah melalui sosialisasi dan peninjauan lapangan. "Tidak semua lingkungan RW mendapatkannya karena sarana ini membutuhkan ruang terbuka yang cukup luas. Dari 13 RW di Papanggo 8 RW saja yang menerima sedangkan RW yang tidak menerima kami buatkan pos keamanan lingkungan. Kedepannya kami akan menerapkan jam belajar anak," tambah Iwan didampingi LMK RW 10, Slamet Nirwono.

"Pemberian sarana bermain anak di tempat Kami sudah dapat di mafaatkan. Anak-anak kini jadi lebih termotivasi permainan yang beragam," timpal Ie Tiat Fo, Kelompok Pemanfaat RW 04 Papanggo. 

Selain memanfaatkan bina fisik lingkungan LMK Papanggo juga memanfaatkan bina sosial PPMK Perubahan 2013. Sosial antara lain untuk kegiatan pelatihan komputer, pelatihan tata boga dan pembuatan SIM C. 

Hambat Pognas, Puskesmas Papanggo Tidak Siapkan Formulir JKN


PAPANGGO - Formulir Pendaftaran sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di pelayanan Puskesmas Papanggo I di komplek kantor kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara tidak tersedia. Akibatnya program nasional (Prognas) terhambat dan banyak dikeluhkan warga. 


"Warga harus fotocopy sendiri surat keterangan pendaftaran sebagai peserta JKN. Pihak puskesmas tidak menyiapkan, bikin repot saja harus bolak balik," ungkap Kirjo, 45, salah seorang warga Papanggo, Rabu (16/4/2014). 

Ia mengaku kesal, Puskesmas juga tidak cepat memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Padahal ini program nasional tetapi pelayanan masih bertele-tele. Saya sudah fotocopy sendiri setelah datang lagi ke puskesmas petugas sudah tidak melayani. Alasannya sedang rapat dan istirahat padahal waktu baru 11.30 WIB," tandas dia usai menggedor ruang rapat puskesmas. "Masa semua petugas di loket pelayanan rapat. Kami suruh tunggu sampai Jam 14.00," tambahnya. 

Lurah Papanggo, Arahap mengaku kerap mendengar keluhan masyarakat di Puskesmas tersebut. "Saya sudah pernah panggil pihak puskesmas. Namun mereka mengaku sudah memberikan pelayanan masyarakat sesuai dengan standar operasional pelayanan," ujarnya. 

Mengenai Formulir JKN yang tidak disiapkan, ia tidak membenarkan. "Ya seharusnya puskesmas menyiapkan formulir pendaftaran JKN. Dan warga yang berobat daftar harus gratis," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Utara, Bambang Suhaeri, saat dikonfirmasi cepat mengambil langkah dengan investigasi. "Saya kirim tim untuk investigasi ke Puskesmas yang bersangkutan," kata Bambang dalam pesan singkatnya. 


Andyka dan Taufik Bersaing 'Panas' Rebut Kursi DPRD

TANJUNG PRIOK - Dua politisi Partai Gerindra DKI Jakarta yaitu M.Taufik dan S.Andyka bersaing secara ketat dalam penghitungan suara di sejumlah Kelurahan di Jakarta Utara. Kantor Kelurahan sebagai tempat Panitia Penghitungan Suara (PPS) pada pemilihan umum (Pemilu) untuk Anggota DPD, DPRD dan DPR RI terus ramai. Pasalnya, dikantor itulah saat ini sedang berlangsung penghitungan suara. 

Hasil sementara, pantauan jakartautara.co suara Andyka calon legislatif (Caleg) nomor enam dari partai Gerindra dapil tiga meliputi kecamatan Tanjung Priok, Pademangan dan Penjaringan bersaing ketat dengan rival satu partainya pada dapil yang sama, M.Taufik, Caleg Nomor satu. 

Di kantor PPS Kelurahan Sunter Agung dari 10 kotak Tempat Pemungutan Suara (TPS, 01 sd 10) Andyka mendapatkan 93 suara pemilih untuk sementara mengungguli M.Taufik. Sedangkan M.Toufik mendapatkan 49 suara ditempat yang sama dengan dengan jumlah kotak suara yang sama. 

M. Taufik

Andyka kembali unggul di PPS Sungai Bambu. Dari hasil penghitungan suara sementara DPRD DKI Jakarta di 6 TPS yaitu TPS 04, 05, 06, 07, 08 dan 09  Kelurahan Sungai Bambu, suara Andyka berjumlah 47 suara. Sedangkan suara M.Toufik berjumlah 23 suara. 

"Di Warakas suara Pak Andyka dan Pak Taufik terus saling salip. Selisihnya pun tidak banyak mereka saling kejar mengejar. Sudah 20 kotak suara yang dihitung. Kalau sampai sekarang pasti sudah lebih dari 20 kotak suara," kata Idam, 40, salah seorang warga Warakas, Minggu (13/4/2014).

Warga warakas lainnya yang merupakan simpatisan Caleg Andyka nampak
S. Andyka
kecewa dan marah di kantor Kelurahan Warakas dimana saat itu saksi dan anggota PPS setempat sedang istirahat usai penghitungan suara.

"Saya minta formulir C1 di buka dan dihitung ulang. Saya heran kenapa hasil penghitungan suara Andyka dengan Taufik di sini (Kelurahan) berbeda dengan penghitungan suara di TPS 16 dan 17. Saya mengetahui karena TPS tersebut berada di RT saya dan saya warga disana," ujar warga Warakas yang sedang emosi itu. 

M. Taufik dan Andyka sama-sama Caleg incumbent dari Partai Gerindra mereka juga berdomisili di tempat yang sama di Warakas, Jakarta Utara. Dalam karier politiknya M.Tufik menduduki Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta sedangkan Andyka sebagai Ketua DPC Gerindra Jakarta Utara. 









Realisasikan Usulan Warga Jalan 900 Meter Diaspal

PAPANGGO - Guna memberikan pelayanan yang maksimal kepada warga, Jalan sepanjang lebih kurang 900 meter di aspal oleh Sudin PU Jalan Jakarta Utara. Jalan dengan lebar empat meter di lingkungan RW 08 Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara merupakan jalan utama aktivitas masyarakat sekitar. 

"Sebagian besar masyarakat RW 08 Papanggo melintasi jalan tersebut. Sebelumnya jalan mengalami kerusakan dan berlubang di sejumlah titik, akibat di terjang hujan dan banjir," kata Sidik, pengurus RW 08 bersama Ketua Karang Taruna RW 08 Papanggo, Suharto, Minggu (13/4/2014).

Ia mengaku jalan utama lingkungan RW 08 kerap diusulkan dalam musrenbang. Kini, katanya, impian masyarakat dapat terwujud dan jalan dalam proses pembangunan. "Sebagian jalan sudah dapat digunakan aktivitas masyarakat. Jalan kini sudah layak dilalui baik pengguna jalan kaki maupun pengendara motor," ucapnya. 

Dalam pelaksanaan pembangunan warga dan pengurus RT dan RW 08 turut berpartisipasi membantu kelancaran petugas pengaspalan Sudin PU Jalan Jakarta Utara. "Kami berharap dengan adanya pembangunan jalan ini lingkungan kami jadi lebih baik dan tidak di cap sebagai RW kumuh. Kedepan kami ingin lingkungan ini menjadi RW siaga atau mandiri," tambah Supardal, Ketua RW 08 Papanggo.

Sementara itu, Kepala Sudin PU Jalan Jakarta Utara, Monang Ritonga, mengatakan unit yang di pimpinnya siap memberikan layanan yang maksimal kepada masyarakat. Pihaknya, merespon usulan jalan RW 08 Papanggo dengan panjang 900 meter dan lebar 4 meter. 

"Semua usulan masyarakat terkait kerusakan dan peningkatan jalan, kami tindaklanjuti. Pasca banjir kami terus melakukan perbaikan dan peningkatan jalan di sejumlah tempat," ujar Monang didampingi Kasi PU Jalan Kecamatan Tanjung Priok, Budi Heryanto.

Tahun ini, katanya, lebih dari 100 titik jalan di Jakarta Utara akan dilakukan betonisasi. "Kami berharap kepada masyarakat lainnya dapat bersabar untuk menanti perbaikan maupun peningkatan jalan. Karena harus menunggu proses lelang yang bisa memakan waktu 2 sampai 3 bulan," tambahnya. 

Puluhan Bangunan Kafe Liar Menjamur di Taman BMW

Lahan Taman Bersih Manusiawi dan ber-Wibawa (BMW), Jakarta Utara, yang sedianya akan didirikan stadion modern, kini telah berubah fungsi dengan menjamurnya kafe liar. Sejumlah warga berharap kafe itu ditertibkan, karena menimbulkan kebisingan. Terlebih, kafe beroperasi siang dan malam.

"Kalau bisa segera ditertibkan. Setelah itu segera dilakukan pembangunan agar tidak kembali didirikan bangunan liar," ujar Iqsan (55), warga RT 10/08, Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (18/3).Menurutnya, keberadaan kafe dan bangunan liar di dalam taman juga menyebabkan lingkungan menjadi kumuh dan kotor.Terkait hal itu, Lurah Papanggo, Arahap S mengakui, di dalam dan sekitar taman banyak berdiri bangunan serta kafe-kafe liar. Namun, sejak Kamis (13/3) lalu, pihaknya sudah menyurati pemilik agar menertibkan sendiri bangunannya.

"Kita sudah minta mereka untuk membongkar sendiri bangunannya. Namun, bila tidak juga dilakukan, ke depan akan dilaksanakan penertiban," tegasnya.

Dari data yang dimiliki kelurahan, ada sekitar 50 bangunan liar di dalam serta beberapa kafe liar di sekitar Taman BMW. Kebanyakan di antara bangunan di dalam untuk usaha seperti penampungan sampah, puing, perajin arang batok, penitipan mobil dan truk kontainer.

Sedangkan Camat Tanjung Priok, M Efiskal membenarkan, adanya desakan warga agar pembangunan stadion segera direalisasikan, sehingga kafe di lahan tersebut tidak bertambah banyak. Bahkan, desakan sudah menguat sejak dilakukannya Musrenbang tingkat kelurahan."Mereka mengungkapkan kekhawatiran pembangunan tertunda. Saat ini usulan mereka sudah kita sampaikan pada pihak pemprov, mudah-mudahan dalam waktu dekat akan direalisasikan," tandasnya.

Pintu Air Danau Papanggo Dipenuhi Sampah dan Eceng Gondok

TANJUNG PRIOK- Pintu air Danau Papanggo yang berada di lahan taman BMW, Tanjung Priok, Jakarta Utara sepertinya tidak dapat beroperasional dengan normal. Pasalnya, pintu air tersebut dipenuhi dengan eceng gondok dan sampah hingga panjang 100 sampai 200 meter. Tersumbatnya aliran air di kuatirkan berdampak banjir yang melanda sejumlah kawasan hunian di Tanjung Priok.

"Air yang dari danau akan di buang kelaut jadi tersumbat dengan banyaknya sampah dan eceng gondok. Kondisi tumpukan sampah ini sering terjadi, kami tidak melihat petugas yang secara rutin membersihkan area di sekitar pintu air danau ini," ujar Maman, 40, salah seorang warga Kebon Kelapa RW 06 Tanjung Priok, Selasa (25/2/2014).

Ia berharap petugas kebersihan kali yang kini di tanggulangi Dinas Kebersihan maupun Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara dapat secara rutin melakukan tugasnya. "Jangan sampai luas danau tunggu dipenuhi eceng gondok dulu baru dikerjakan menjadi proyek," tandas pria itu.

Pantauan jakartautara.co dilokasi pintu air danau Papanggo nampak tumpukan sampah dan eceng gondok setinggi 50 sampai 1 meter memenuhi  pintu air yang dilengkapi dengan alat otomatis pengangkut sampah. Sayangnya alat tersebut tidak dapat beroperasi dan tidak ada petugas. Danau Papanggo yang didaulat akan menjadi sarana olahraga air sebagai penunjang stadion BMW saat ini sedang dalam pengerukan. 

Sebuah kapal pengeruk lumpur sejak tahun 2013 lalu sudah melakukan penyedotan lumpur danau agar mencapai kedalaman yang maksimal. Namun kini kapal keruk itu sudah tidak beroperasi kembali, kondisi kapal hanya mangkrak di tengah danau Papanggo.


Jokowi Lantik Wali Kota Jakarta Utara


Joko Widodo

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) melantik Wali Kota Jakarta Utara Heru Budi Hartono di bantaran Waduk Cincin Utara, Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara, Senin (13/1).

Hujan rintik-rintik yang turun di kawasan itu tidak menyurutkan semangat Jokowi, wali kota baru, serta para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang hadir dalam acara pelantikan tersebut.

Meskipun tanpa tenda dan kursi-kursi berjajar, para tamu yang datang tetap mengikuti prosesi upacara pelantikan itu dengan khidmat sambil berdiri dan memegangi payung.

"Pelantikan ini sengaja dilakukan di area Taman BMW karena sudah 11 tahun lokasi ini bermasalah. Jadi, ini menjadi tugas Wali Kota Jakarta Utara yang baru untuk menyelesaikannya," kata Jokowi dalam upacara pelantikan Wali Kota Jakarta Utara di Waduk Cincin, Jakarta Utara.

Menurut dia, masalah lain yang harus diselesaikan, yakni Waduk Pluit, terutama terkait rencana relokasi terhadap sejumlah warga yang masih bertahan disana.
"Dari 7.000 Kepala Keluarga (KK) yang ada disana, baru 1.800 yang berhasil direlokasi. Oleh sebab itu, wali kota yang baru harus melakukan pendekatan yang baik kepada warga agar bersedia direlokasi," ujar Jokowi.

Bukan hanya itu, dia menuturkan masih ada permasalahan terkait rencana pembangunan rumah-rumah susun (rusun) di kawasan Marunda, sehingga membutuhkan banyak lahan.

"Jadi, secara umum, ada tiga hal utama yang harus dijadikan perhatian utama oleh Wali kota Jakarta Utara yang baru. Semua permasalahan itu harus diselesaikan secepatnya," tutur Jokowi.

Dia mengungkapkan, selain tiga permasalahan tersebut, masih ada satu persoalan yang tidak kalah penting untuk diselesaikan, yaitu terkait penyelesaian sertifikat Taman BMW.

"Permasalahan Taman BMW itu sudah 11 tahun tidak kunjung selesai. Makanya, saya perintahkan agar urusan sertifikat segera dirampungkan. Saya ingin sertifikat itu bisa selesai bulan ini juga," ungkap Jokowi.

Dia menambahkan jika seluruh persoalan itu berhasil diselesaikan, maka target pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah Jakarta Utara dapat tercapai.

Heru Budi Hartono menggantikan wali kota Jakarta Utara sebelumnya Bambang Sugiyono yang kini diangkat menjadi Asisten Sekretaris Daerah (Sekda) bidang Kesejahteraan Masyarakat DKI Jakarta. Sebelumnya, Heru menjabat sebagai Kepala Biro Kerjasama Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (KDH-KLN) DKI Jakarta.

Sumber : http://www.republika.co.id

Satpol PP Dikerahkan untuk Jaga Pengukuran Lahan Taman BMW



Sebanyak 30 titik di lahan seluas sekitar 12 hektar diukur oleh petugas Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional DKI Jakarta yang melakukan pengukuran di atas lahan Taman BMW, Tanjung Priok Jakarta Utara, Kamis (5/12/2013). Lahan tersebut akan dibangun stadion dengan luas lahan 26 hektar.
Pengukuran tersebut dijaga dan dikawal oleh ratusan personel gabungan Satpol PP dan Kepolisian. Pengukuran dilakukan untuk menentukan batas-batas lahan untuk pembangunan stadion. Pengukuran itu sedianya dilakukan pada Selasa (3/12/2013) lalu, tetapi dibatalkan karena ada penolakan dari sejumlah warga. Kepala Subseksi Pengukuran BPN Jakarta Utara Paultar P sinambela mengatakan, pembatalan itu disebabkan ada sejumlah orang yang mengklaim sebagai pemilik lahan dan melakukan sanggahan.
"Kita hanya membantu kanwil BPN DKI melakukan pengukuran. Saat ini kita ukur sekitar 12 hektar dari total 65 hektar yang ada," ujarnya di Taman BMW, Kamis (5/12/2013).
Untuk mengukur lahan, BPN Jakarta Utara menurunkan 2 tim, masing-masing tim beranggotakan 3 orang dengan target dapat diselesaikan pada hari ini.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadi P mengatakan, petugas satpol PP hanya membantu pelaksanaan pengukuran. Sebanyak 200 personel satpol PP tingkat provinsi dikerahkan ntuk mengamankan pengukuran itu.
"Kita juga dibantu oleh satpol PP tingkat kota sebanyak 100 personel, sedangkan dari Kepolisian dan TNI sebanyak 200 anggota," ujarnya.
Sementara itu, Kasie Pengawasan dan Pengendalian Sarana Dinas Olah Raga DKI Jakarta Suryono mengatakan, untuk memulai pembangun stadion, status lahan tersebut harus diperjelas. Dinas Olahraga menunggu pengukuran lahan tersebut hingga selesai dan tidak bermasalah sebelum dibangun menjadi stadion.
Tahun ini rencananya akan dilakukan pematangan status lahan di sana. Pembangunan Stadion BMW direncanakan rampung pada 2015 dengan anggaran sebesar Rp 1,1 triliun. Fasilitas olahraga ini akan dilengkapi dengan stadion utama berkapasitas 50.000 penonton dan dua lapangan sepak bola terbuka untuk pemanasan. Untuk lapangan terbuka, masing-masing dilengkapi tribun dengan kapasitas penonton 500 orang. Selain itu, dibangun pula taman, lapangan voli, dan basket.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com

Taman BMW Diuruk Lumpur Danau

TANJUNG PRIOK - Taman Bersih Manusiawi dan Berwibawa (BMW) yang di rencanakan untuk stadion berstandar Internasional sepertinya mulai menunjukan aktivitasnya. Taman seluas 26,5 hektar kini sedang dalam pekerjaan pengurukan yang di ambil dari danau Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara tidak jauh dari lokasi BMW.

Dengan menggunakan kapal khusus penyedot lumpur, dan sejumlah alat berat (beko) danau yang semula dangkal dan di penuhi eceng gondok kini mulai bersih dan dalam. Rencananya pada danau ini pula akan di buat sarana olah raga air dan rekreasi sebagai sarana pendukung stadion BMW. 

Warga setempat menyambut baik dengan berjalannya pengerukan untuk taman BMW. "Kami memang berharap proyek stadion BMW segera dimulai saja sebab akan membawa dampak positif yang sangat baik bagi masyarakat. Mudah-mudahan saja proyeknya berjalan lancar," kata Suharto, tokoh pemuda RW 08 Papanggo, Minggu (1/12/2013).

Abdul, 40, warga lainnya juga mengatakan hal yan sama. Namun, kata dia, menyanyangkan pengerukan hanya di lakukan di area danau saja sedangkan kali penghubung yang menuju kedanau masih di penuhi eceng gondok. "Ujung dari kali tirem yang melintasi tiga kelurahan yaitu Tanjung Priok, Kebon Bawang, dan Warakas muaranya di danau ini (Papanggo). Namun sayang mulai dari pintu air hingga jembatan SDN Tanjung Priok masih penuh dengan eceng gondok," ungkapnya, 

Ia berharap pengerukan lumpur dan pembersihan eceng gondok tidak hanya dilakukan di danau Papanggo saja. "Kami berharap kali penghubungnya juga dibersihkan sebab akan membawa dampak penyakit bagi warga sekitar," katanya. 

Caleg PAN Siap Ngantor di Kelurahan

Iwan Darmawan
PAPANGGO - Iwan Darmawan sebagai calon legislatif (Caleg) dari Partai Amanat Nasional (PAN) daerah pemilihan tiga (dapil 3) Jakarta sepertinya sudah siap bertarung untuk merebut hati masyarakat Jakarta Utara pada pemilu mendatang. 

Sebagai caleg, Iwan tentunya telah mempersiapkan diri, dari berbagai hal. Selain aktif di organisasi masyarakat ia juga dekat dengan warga apalagi sebagai Ketua Lembaga Masyarakat (LMK) Papanggo, Jakarta Utara tentu saja menjadi modal dasar baginya. 

Bahkan pria asal Jakarta ini berkeinginan kelak bila terpilih menjadi anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) DKI Jakarta akan rutin setiap minggu, mengantor di kelurahan. 

"Bila saya dapat di percaya masyarakat menjadi salah seorang anggota dewan, saya akan rutin mengunjungi kantor kelurahan. Saya akan ngantor disana, sebab, Kelurahan adalah ujung tombak pemerintahan akan banyak aspirasi masyarakat yang dapat di serap disana," janjinya, kepada jakartautara.co, Sabtu (30/11/2013). 

Pria yang konsen mengurusi ekonomi kemasyarakatan, kesehatan, pendidikan dan ilmu pemerintahan ini ingin lebih dekat dengan masyarakat. "Hari-hari kami banyak melayani kepentingan masyarakat sebab saya di LMK mupun koperasi. Tentunya dengan keterbatasan LMK kami berbuat semampunya," ucap Iwan. 

Namun, kata dia, akan berbeda bila dirinya nanti terpilih di dewan. "Aspirasi yang kami dapat dari warga akan kami tindak lanjuti sampai ada realisasinya. Kami akan kawal aspirasi masyarakat," tutupnya. 

Arahap: Blusukan Rutin Lebih Mengenal Karakter Masyarakat dan Lingkungan

Arahap
PAPANGGO - Gaya blusukan yang kini sedang di gandrungi kalangan pejabat pemerintah mulai dari Gubernur DKI Jakarta Jokowi hingga pemerintahan paling bawah seperti kelurahan terus dilakukan. Pasalnya, dengan cara seperti ini selain dapat mengenali karakter masyarakat Lurah juga dapat lebih mengenal lingkungannya. 

Seperti halnya Arahap, Lurah Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara dirinya secara rutin melakukan blusukan ke tengah masyarakat, terutama pada pemukiman padat penduduk. Ia mulai masuk kampung yang satu ke kampung lainnya hingga gang-gang sempit. Lurah menyakini cara seperti ini lebih efektif dalam pendekatan kepada masyarakat dan memahami permasalahan lingkungan tugasnya.

"Blusukan kini sudah menjadi agenda rutin kami apalagi setiap hari jumat dan minggu. Pada hari jumat selain bersamaan kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk, red) kami melakukan blusukan sampai ke gang-gang kecil demikian juga pada hari minggu, bersamaan dengan kerja bakti rutin," ujar Arahap, kemarin.

Mantan ajudan Walikota Jakarta Utara Effendi Anas mengaku blusukan baginya sudah tidak asing lagi karena sebelumnya ia kerap lakukan hanya saja dahulu lebih di kenal turun kelapangan. "Pemukiman padat yang kurang tertata seperti di RW 01, 02, 03, 05, 06, 07 dan RW 08 menjadi prioritas kami. Disini kami harus banyak berfikir bagaimana memperbaiki lingkungan agar menjadi tertata, bersih, rapih, aman dan nyaman," kata mantan wakil dan Lurah Ancol itu.

Sedangkan, katanya, bagi lingkungan yang sudah tertata seperti RW 04, 09, 10, 11, 12, dan RW 13 lebih di perioritaskan pada keamanan dan perbaikan jalan yang masih tanggung jawab pengembang.  "Kami mempunyai pengalaman dari hasil pendekatan dengan masyarakat dalam program membangun jalan dengan swadaya murni masyarakat setempat. Seperti di lingkungan RW 04 dan RW 09, meski saya melanjutkannya namun pembangunan jalan dengan swadaya murni masyarakat apalagi dengan menghabiskan biaya ratusan juta tentu membuat kami kagum," ucapnya.

Lebih lanjut, kata Pria 37 tahun jebolan STPDN Tahun 2000, kini masyarakat umum dapat menikmati jalan yang mulus. Padahal sebelumnya jalan sekitar Bisma Raya rusak berat dan bertahun-tahun tidak di perbaiki oleh pengembang. "Dengan blusukan dan pendekatan masyarakat hasilnya mereka mau menggalang swadaya dan memperbaiki jalan yang kini dapat dirasakan serta melancarkan aktivitas masyarakat pula," ungkap Arahap.

Namun, kata dia, blusukan merupakan salah satu cara, cara lain dengan memberikan pelayanan di kantornya pun dapat mengenali masyarakat dan lingkungan. "Sering saya ajak bincang-bincang warga saat memberikan pelayanan. Meski hanya sesaat setidaknya kami mendapatkan informasi tentang lingkungan sekitar warga tersebut,"  jelasnya.

 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas