Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   

Petugas Kebersihan Angkut Sampah Kolong Tol Hingga Malam Hari

TANJUNG PRIOK - Petugas Dinas Kebersihan Kecamatan Tanjung Priok melakukan kegitan rutin mengangkut sampah kolong tol RW 08 Sungai Bambu meski hingga larut malam. "Kami sudah terbiasa angkutan sampah hingga malam hari. Selain di kolong tol Sungai Bambu kami juga akan lebih memfokuskan penanganan sampah yang tidak rutin di kolong tol Papanggo," kata Mumuh Mulyana Kasi Kebershan Kecamatan Tanjung Priok. (red)

Mobil Tangki Dinas Taman Mangkrak di Kecamatan

Mobil Tangki Pertamanan
TANJUNG PRIOK - Sejumlah mobil tangki operasional untuk perawatan penyiraman taman ibukota mangkrak di sejumlah tempat di Jakarta Utara, umumnya kendaraan tersebut berada di kantor-kantor Kecamatan. Dari pantauan situs ini mobil tangki mangkrak berada di kantor Kecamatan Tanjung Priok, Kecamatan Kelapa Gading (di Kelurahan Pegangsaan Dua) padahal kendaraan tersebut baru dibeli tahun anggaran 2014. (red)

Tiga Warga Jakarta Utara Tewas Tersengat Listrik Saat Banjir

Banjir yang melanda kawasan Warakas, Jakarta Utara, menelan korban jiwa. Tiga warga tewas akibat tersengat aliran listrik saat berusaha menyelamatkan diri dari terjangan banjir.

"Tiga warga meninggal dunia karena tersengat listrik di Warakas," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol M Iqbal, dalam perbincangan dengan tvOne, Kamis 12 Februari 2015.

Ketiga korban tewas di rumah mereka masing-masing. Mereka tersengat aliran listrik yang merambat melalui genangan banjir.

"Saat banjir terjadi, ada beberapa wilayah yang listriknya diduga belum sempat dipadamkan PLN," ujar Iqbal. Ketiga korban kini sudah dikebumikan keluarga mereka di pemakaman umum di sekitar wilayah Jakarta Utara.

Seperti diketahui, aliran listrik merupakan ancaman bahaya terbesar saat terjadi bencana banjir.

Aliran listrik bisa merembat melalui perantara air banjir tanpa diketahui oleh warga, biasanya aliran listrik yang merambat di air berasal dari kabel aliran listrik yang terkelupas dan terendam banjir. (ren)


Sumber : http://metro.news.viva.co.id/news/read/588911-tiga-warga-jakarta-utara-tewas-tersengat-listrik-saat-banjir?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Banjir Merendam Kawasan Sunter, 'Sepeda Bebek' Panen Rezeki

Hujan yang terus melanda wilayah DKI Jakarta membuat jalan Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara terendam banjir. Ketinggian banjir di jalan Danau Sunter Selatan beragam antara 30 Cm hingga 80 Cm.

Banjir yang tak kunjung surut itu pun dimanfaatkan sebagian orang untuk mengangkut warga yang hendak melintasi banjir dengan menggunakan sepeda bebek. Alhasil warga tertolong untuk dapat melewati banjir yang panjangnya hingga mencapai kurang lebih 500 meter ini.

Warga jalan Danau Sunter Selatan, Adrian (30) mengatakan jasa menyebrangkan warga ini bermula dari sepeda bebek yang biasa digunakan wisata di Danau Sunter tidak terpakai, sehingga ia mencoba membantu warga menyebrangi banjir dari jalan Danau Sunter Selatan sampai jalan Kedondong Raya.

"Ini bebek-bebekan punya Danau Sunter, biasanya digunakan untuk wisata di danau. Nah karena tadi melihat tidak terpakai, kita izin kepada pemilik sepeda bebek untuk menyeberangkan warga melewati banjir," kata Adrian di jalan Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (9/2/2015).

Adrian mematok harga perorang Rp 5 ribu untuk sekali menyebrang. "Tapi kadang ya sukarela aja soalnya sekalian bantu juga yang mau nyeberang," ucapnya.

Menurutnya, satu sepeda bebek dapat mengangkut 5 sampai 6 orang. Di jalan Kedondong Raya yang terendam banjir ini beroperasi 3 bebek sepeda dan sekitar 6 gerobak untuk mengangkut motor untuk mengangkut warga .

Banjir di jalan Danau Sunter Selatan termasuk sangat dalam, alhasil beberapa ruas jalan tertutup. Sehingga warga yang hendak ke Kelapa Gading terjebak banjir, sebaliknya yang akan ke Kemayoran juga terjebak banjir.

Sampai saat ini, ketinggian banjir masih mencapi kurang lebih 60 cm. Di sepanjang ruas jalan Danau Sunter Selatan, banyak motor-motor yang mogok lantaran nekat menerjang banjir.

Sumber : http://news.detik.com/read/2015/02/09/165521/2827955/10/banjir-merendam-kawasan-sunter-sepeda-bebek-panen-rezeki?n992204fksberita

Warga Miskin Lelah, 3 Tahun Menanti KJP

Tanjung Priok- Putus asa, demikian yang dirasakan pasangan suami istri Hasan 43, dan Tini,40, dalam memperjuangkan pendidikan anaknya Eli Nurlaeli, 13, untuk mendapatkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) atau Kartu Indonesia Pintar (KIP). Alasan ekonomi membuat warga RT 08 RW 03 Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara itu sangat mengharapkan anaknya mendapatkan KJP.

Meski sudah membuat surat keterangan tidak Mampu (SKTM)di Kelurahan setempat dan sudah mengorbankan waktu, tenaga dan biaya namun upayanya belum juga berhasil."Kami sudah putus asa mengurus anak kami agar mendapatkan KJP.

Sejak anak saya kelas 5 SD sampai sekarang kelas 3 SMP belum juga mendapatkan KJP. Waktu dan tenaga serta biaya yang kami keluarkan tidak sedikit bagi kami," ucap Hasan, pedagang mie ayam di kawasan Podomoro, kemarin. Ia mengungkapkan untuk datang ke kelurahan Sunter Agung saja sudah memakan biaya, ojek. Belum lagi, kata dia, beli materai Rp 6000 dua lembar dan antrian yang bisa memakan waktu seharian.

"Selama 5 tahun ini slalu daftarkan anak kami. Pertama di SDN Sunter Agung XIII setelah lulus ikut serta lagi di SMPN 116 sampai sekarang belum jg mendapatkan KJP," ucap bapak dua anak itu. Ia merasa anaknya lebih pantas untuk mendapatkan KJP karena alasan ekonomi.

Meski rumah tidak mengontrak karena peninggalan orang tua namun untuk menghidupi keluarganya dan kebutuhan lainnya masih dirasakan sulit."Saya hanya jualan mia ayam di Podomoro sehari pa ehari paling menghabiskan dua sampai tiga kilogram saja. Sedangkan Istri saya tidak bekerja," ungkapnya.

Meski begitu, pria asal Jakarta itu, bertekad untuk menuntaskan pendidikan anak-anaknya minimal bisa mencapai sekolah lanjutan atas (SMA). "Eli Nurlaeli, anak pertama saya tergelong cerdas dan selalu bersemangat kesekolah. Makanya saya tidak ingin anak saya putus sekolah karena biaya. Meski tidak mudah namun saya berharap pemerintah melalui Gubernur DKI Jakarta Pak Ahok dapat meringankan beban kami. Banyak orang yang lebih mampu dari skami malah mendapatkan KJP.

Kenapa kami tidak,"tanya dia penuh harapan. Arul Sahrudin, tetangga Hasan juga sebagai tokoh masyarakat RW 03 Sunter Agung mengaku turut prihatin atas perjuangan hasan atas anaknya. "Saya juga sudah membantu secara moril agar dia dapat mencapai harapannya.

Bahkan saya sempat mendatangi dimana anaknya sekolah tetap saja nihil. Ya, harus bagaimana lagi upaya maksimal sudah dilakukan," ujarnya.

102 Bangunan di Papanggo Segera Ditertibkan

Sedikitnya 102 bangunan liar di Jalan Indokarya RW 06, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara terancam ditertibkan. Pasalnya ratusan bangunan liar itu berdiri di atas lahan fasilitas sosial (fasos)/fasilitas umum (fasum). 

Keberadaan bangunan liar itu mulai dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas mereka. Sebab sebagian bangunan berdiri hingga badan jalan. Warga berharap bangunan liar itu dibongkar demi terciptanya ketertiban kawasan tersebut.

Ratusan bangunan liar itu diketahui mulai bermunculan sejak tahun 1990-an silam. Namun akibat kurangnya pengawasan, pertumbuhannya makin menjamur. Sehingga data terakhir mencapai 102 bangunan liar.

"Bangunan liar bikin kumuh pemukiman kami. Apalagi sebagian bangunan berdiri di badan jalan. Kami mohon aparat terkait untuk menertibkannya," kata Andi (38), salah satu warga setempat, Selasa (9/12).
Wakil Lurah Papanggo, Dwi Junarso mengatakan, keberadaan bangunan liar di atas fasos/fasum itu telah melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

"Kami sudah melakukan sosialisasi agar mereka membongkar sendiri bangunannya. Kalau membandel, kami akan membongkar paksa. Rencananya Senin (15/12) mendatang, kami lakukan penertiban," tegas Dwi.

Sumber : http://beritajakarta.com/read/6809/102_Bangunan_di_Papanggo_Segera_Ditertibkan

Tahun Depan Jakut Bangun Taman Layak Anak

SUNTER JAYA- Akibat terkendala proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa DKI Jakarta, pembangunan taman layak anak di RW 10 Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, akhirnya dibatalkan.

Anggaran pembangunan taman layak anak sebesar Rp 1,6 miliar yang sudah dimasukkan dalam program di Suku Dinas Pertamanan Jakarta Utara kemudian dikembalikan ke Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta. Meski begitu, anggaran untuk pembuatan taman layak anak tersebut akan kembali diajukan pada anggaran tahun 2015. "Proses lelang baru dilaksanakan bulan November kemarin, namun hingga awal Desember tidak ada perusahaan yang mendaftar. Mungkin perusahaan-perusahaan itu tidak sanggup untuk membangun taman layak anak dalam waktu kurang dari satu bulan," kata Muhammad Fajar Sauri, Kepala Suku Dinas Pertamanan Jakarta Utara, Minggu (7/12).

Karena tidak perusahaan yang berminat mengikuti lelang, kata Fajar, pihaknya kemudian memutuskan untuk membatalkan pembangunan taman layak anak seluas 1.000 meter persegi itu. "Tapi tahun depan, program pembangunan taman layak anak ini akan kami ajukan kembali," ujarnya.

Di sisi lain, Fajar menjelaskan, tahun ini pihaknya telah membangun tiga taman di Jakarta Utara. Selain menggunakan APBD, pembangunan taman-taman itu juga melibatkan pihak swasta. Fajar merinci ketiga taman yang dibangun itu antara lain, Taman Gorontalo dan Taman Sungai Bambu di Kecamatan Tanjung Priok serta Taman Pelepah di Kecamatan Kelapa Gading.

16 Gerbong KRL dari Jepang Tiba di Tanjung Priok

Kedatangan 16 Gerbong Diperkirakan Tambah 30 Perjalanan Kereta 
Sebanyak 16 unit kereta rel listrik (KRL) dari Jepang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (5/12). Dengan demikian, sepanjang tahun 2014 ini sudah 176 gerbong KRL yang tiba di Jakarta. Setelah disertifikasi dan difungsikan, diperkirakan akan dapat menambah perjalanan kereta commuter line di Jabodetabek hingga 30 perjalanan.
Manajer Komunikasi Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), Eva Chairunisa, mengatakan sebanyak 16 unit gerbong KRL tersebut akan dibawa ke Balai Yasa untuk dimodifikasi dan disertifikasi. Proses ini diperkirakan membutuhkan waktu 1-2 bulan.
Dikatakan Eva, setiap gerbong akan dapat mengangkut sekitar 230 orang. Dari 16 unit gerbong tersebut nantinya akan dirangkai menjadi 2 rangkaian kereta.
"Kami perkirakan setiap rangkaian akan dapat menambah antara 10-15 perjalanan. Sejak Januari lalu, kami sudah menambah sebanyak 137 perjalanan per hari," ujarnya.
Saat ini, kata lanjut Eva, total unit gerbong Commuter Line berjumlah 900 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 967 perjalanan kereta mampu mengangkut 650-700 ribu penumpang per hari. Dia berharap penambahan gerbong KRL ini dapat memangkas waktu kedatangan kereta.
"Selama ini, pada waktu puncak kepadatan penumpang di pagi hari, waktu tunggu kedatangan kereta bisa mencapai 30 menit. Diharapkan dengan tambahan dari 16 unit gerbong KRL itu bisa memangkas waktu kedatangan kereta hinga 5-10 menit," ungkapnya.

Sumber : http://beritajakarta.com/read/6715/16_Gerbong_KRL_dari_Jepang_Tiba_di_Tanjung_Priok#.VIOrwsng6KE

Kecamatan Tanjung Priok Targetkan Bebas Sampah

Kecamatan Tanjung Priok, salah satu wilayah kecamatan di kawasan pesisir Jakarta Utara menargetkan tujuh kelurahan di wilayah Kecamatan Tanjung Priok yakni Tanjung Priok, Kebon Bawang, Sunter Agung, Sunter Jaya, Warakas, Papanggo bebas sampah.


Untuk mewujudkan hal itu, sebagai langkah awal tersebut saat ini Kecamatan Tanjung Priok mempunyai slogan yakni Tanjung Priokku Baru, Tanjung Priokku Bebas Sampah.

Kepala Seksi ( Kasie ) Kebersihan Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Junjungan menjelaskan, slogan Tanjung Priokku Baru, Tanjung Priokku Bebas Sampah bukan  sekedar slogan tanpa arti dan bukti nyata.


“Slogan tersebut kini sudah terpampang di spanduk yang dipasang di titik keramian dan tersebar di wilayah Kecamatan Tanjung Priok. Slogan ini mempunyai arti yang sangat dalam, yakni adalah untuk menggugah warga Kecamatan Tanjung Priok, khususnya  warga yang melintas di wilayah Kecamatan Tanjung Priok untuk tidak membuang sampah sembarangan, serta bersama-sama menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, indah dan nyaman,”kata Junjungan.



Saat ini, masih diterangkan lagi oleh dia, telah menunjukkan hasil yang memuaskan, beberapa titik yang kerap menjadi tempat pembuangan sampah liar, kini sudah bersih.



Bersihnya beberapa titik pembuangan sampah liar, dan kini telah bersih tersebut. Saya mengakui hal itu berkat adanya peran serta aktif yang dominan dari para pengurus RT/RW setempat untuk mengingatkan warga dan bersama warga menjaga lingkungannya bebas dari sampah.Dan untuk itu kami memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas peran aktif tersebut.

    

Jumlah volume sampah di wilayah Kecamatan Tanjung Priok yang terdiri dari 7 kelurahan adalah sekitar 245 ton perharinya. Dengan jumlah armada yang memadai yakni sebanyak 26 truk ditambahkan pernyewaan armada truk dari pihak swasta, dengan jumlah sampah yang berhasil diangkut sekitar 70-90 persen.



“Saat ini, kami mampu menimalisir jumlah sampah. Untuk sisa sampah yang tinggal 10 persen terus kami optimalkan pengangkutannya. Disampingi itu, kami dibantu penggurus RT dan RW serta tokoh masyarakat terus menggerakkan kesadaran warga untuk sama menjaga linmgkungan tetap bersih, slah satunya dengan tidak membuang sampah di sembarangan tempat. 



Saya optimis apabila kesadaran warga tumbuh  dengan tidak membuang sampah sembarang, maka Tanjung Priokku Bersih, Tanjung Priok Bebas sampah dapat segera terwujud.



“Membangun sikap masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan tentu saja memerlukan waktu,” tambah Junjungan.

Waduk Papanggo Mendesak Dinormalisasi

Warga Berharap Waduk Papanggo Dinormalisasi 
Menghadapi musim hujan warga yang berdomisili di sekitar Waduk Papanggo, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara mulai cemas. Pasalnya kondisi waduk sudah sangat memprihatinkan karena sudah lama tidak dinormalisasi.
Warga khawatir jika waduk tidak segera dinormalisasi, saat musim hujan datang pemukiman mereka akan terendam banjir akibat meluapnya air waduk. Di sekitar waduk itu ditempati ribuan warga yang tersebar masing-masing di RW 08,09 dan 10. Waduk itu diketahui sudah lebih dari lima tahun tidak dikeruk.
"Meski tidak sampai mengungsi, namun akibat meluapnya air waduk, akses warga menjadi terganggu, karena rata-rata ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Terakhir saat musim hujan bulan Januari-Februari kemarin, kampung kami kebanjiran," kata Samin (31), salah satu warga RT 13/08.
Wakil Lurah Papanggo, Dwi Kunarso menyebutkan, usulan untuk menormalisasi Waduk Papanggo sudah masuk dalam musrembang pertengahan tahun ini. "Setahu saya sudah akan dikerjakan pengerukan waduk, karena beberapa alat berat sudah ada di sekitar lokasi," ujarnya.
Namun Dwi mengaku belum mengetahui kapan pengerukan akan dilakukan. Sebab hal itu merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta.
Hal senada diungkapkan Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara, Wagiman Silalahi. Menurutnya, pengerukan waduk menjadi tangungjawab Dinas Pekerjaan Umum DKI.
"Soal normalisasi Waduk Papanggo saya tidak paham rencana detailnya seperti apa. Karena itu kewenangan Dinas PU," tukas Wagiman.

Rumah Sakit Royal Progress Jakarta Utara


RS Royal Progress
Jl. Danau Sunter Utara - Sunter Paradise 1
Jakarta Utara 14350, Indonesia
T. (021) 6400261, F. (021) 6400778
24 Hour Emergency : (021) 6511008
Email Customer Service : cs@royalprogress.com
Email Management : ask.us@royalprogress.com

Kantor Camat Tanjung Priok


Foto: Kantor Camat Tanjung Priok
Alamat : 

Jalan Laksamana Muda Yos Sudarso No.22 Telephone 021-43935429 Kelurahan Kebon Bawang
Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara (kode pos 14320)

"Kampung Asam Kebobolan Narkoba" di Festival Lenong Remaja Modern Jakut 2014

Tanjung Priok- Sebamyak 12 Tim dari berbagai sanggar di Jakarta Utara mengikuti acara lomba Seni Lenong remaja modern yang digelar di GRJU Jakarta Utara.

Peserta yang sebagaian besar remaja ini menampilkan seni lenong yang dipadu dengan cerita-cerita modern anak jaman sekarang. Seperti lenong yang berjudul "Kawin Gantung, Pentingnya Ibadah, Kampung Asam Kebobolan Narkoba dan lainnya".

Penonton yang hadir terkesima melihat penampilan lenong Kawin Gantung dan Kampung Asam Kebobolan Narkoba.

Salmon 16, salah satu pemain lenong dari Sinar Kencana yang dimainkan siswa SMK 33 Jakarta ini menjelaskan, cerita yang dibawakan dengan judul "Kampung Asam Kebobolan Narkoba" menceritakan bahwa bahaya narkoba sangat merusak masa depan anak-anak muda. Terlebih mereka yang terjerumus kedalamnya. "Dengan melalui lenong ini diharapkan bisa menjadi media kepada remaja akan bahayanya pengaruh Narkoba" kata Salmon.

Kegiatan lomba seni lenong modern ini diadakan selama dua hari. Kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan seni budaya lenong yang merupakan warisan budaya warga Jakarta untuk tetap maju dan tidak punah.( Bian)

200 Bangunan Liar Di Sunter Agung Dibongkar

Tanjung Priok- Sudah sering diberi peringatan lantaran telah menyerobot Ruang Terbuka Hijau, sebanyak 200 bangunan liar di sepanjang Jl Agung Barat 1 Blok A3 RW 10, Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dibongkar oleh petugas Satpol PP Pemkot Administrasi Jakarta Utara, Senin (15/9).
Lahan sepanjang 800 meter dan lebar 8 meter itu rencananya akan kembali dibangun taman. Sementara saluran penghubung (PHB) Agung Barat yang lokasinya tepat di belakang RTH akan dinormalisasi.Ketua RW 10, Kelurahan Sunter Agung, Badrun Bastian mengatakan, penyerobotan lahan taman itu sudah berlangsung selama belasan tahun. Akibatnya, tidak hanya mengganggu keindahan lingkungan, namun fungsi saluran PHB juga terganggu."Kalau hujan deras lebih dari 30 menit, air dari saluran PHB meluap ke pemukiman kami. Makanya sudah sejak lama kami berharap dilakukan normalisasi saluran PHB," kata Badrun.Camat Tanjung Priok, EM Fiskal mengungkapkan, sebelum dibongkar, pihaknya sudah berkali-kali melakukan sosialisasi agar para penghuni bangunan liar pindah serta membongkar sendiri bangunannya."Sebagian sudah mau membongkar sendiri bangunannya. Tapi tidak ada relokasi atau penggantian bangunan, sebab mereka sudah belasan tahun menempati lahan RTH ini," ujar Fiskal.Fiskal menjelaskan, keberadaan bangunan tersebut melanggar Peraturan Daerah (Perda) No. 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum sehingga mengurangi ruang hijau, serta riskan membuat dangkal saluran PHB Agung Barat ke Danau Sunter yang saat ini hanya memiliki lebar 5 meter.Dari 200 bangunan liar di lokasi tersebut, didominasi oleh usaha jual beli barang bekas seperti besi tua. Ada juga usaha lainnya seperti warung rokok, rumah makan, tempat cuci mobil dan motor, pangkalan ojek, bengkel las.Dalam operasi penertiban tersebut melibatkan 400 personel yang merupakan gabungan dari petugas Satpol PP, Polsek Tanjung Priok, Dinas Perhubungan dan Koramil Tanjung Priok.Sebelumnya, di lahan taman yang dibangun sekitar tahun 1992 itu merupakan penampungan Pasar Sunter. Kemudian setelah proses reformasi 1998, taman marak diduduki pedagang barang bekas dan limbah. ( Metroone.co.id)

Jalan Rusak Lorong 103 dan 104 Permai, Diaspal

KOJA - Sudin PU Jalan Kota Adm Jakarta Utara mulai melaksanakan perbaikan jalan rusak dan berlubang di sejumlah tempat di Jakarta Utara. Antara lain di Jalan lorong 103 dan lorong 104 Permai, Koja, Jakarta Utara yang hingga kini masih dalam pekerjaan pengaspalan jalan.

"Perbaikan jalan dengan cara pengaspalan di sejumlah tempat di Jakarta Utara saat ini mulai berjalan. Namun bila pengutan dengan cara pembetonan harus melalui proses lelang terlebih dahulu," ujar Kasudin PU Jalan Jakarta Utara, H. Monang Ritonga, Rabu (13/8/2014).

Selain Jalan Lorong 103 dan 104 Permai, pihaknya juga melakukan perbaikan jalan di Jalan inpeksi Kali Sunter, dan Jalan Taman Burung, Pluit, Kecamatan Penjaringan. 

"Anggaran Perbaikan Jalan tahun belanja 2014 masih ada sebagian dalam proses di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi DKI Jakarta. Kami harap, Satu atau dua bulan Kedepan perbaikan dan peningkatan jalan bisa dapat dikerjakan. Tujuannya agar masyarakat juga tidak terus menanyakan kapan pembangunan jalan yang sudah terprogram dapat terealisasi," ulas Monang. 

Jalan Bugis Rusak Lagi
Di tempat terpisah, Kosim, 37, salah warga Kebon Bawang, juga mengharapkan agar pembangunan infarstruktur jalan di wilayahnya dapat segera terwujud, seperti Jalan Bugis yang kembali rusak. "Pasca banjir banyak jalan yang rusak dan belum dapat tertangani semuanya. Jalan Bugis, Kebon Bawang sering sekali rusak meski hampir setiap tahun diperbaiki," katanya. 

Kerukan jalan yang dimaksud, kata dia, mulai depan warung makan nasi bebek hingga jalan menuju Yos Sudarso. "Lokasi itu sering banget jalannya rusak, selain jalan kerap kebanjiran arus lalulintasnyapun ramai," tambahnya.   


Pangkalan Pasir Liar Martadinata Ditertibkan Petugas

Pangkalan pasir lira jl.Martadinata
TANJUNG PRIOK - Pasca Idul Fitri, tidak hanya lapak pedagang kaki lima (PKL) telah ditertibkan di wilayah Jakarta Utara. Pangkalan pasir liar di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara yang kerap mengganggu pengguna jalan juga tidak luput penertiban petugas.  

Kemarin, sebanyak 137 personil gabungan dari Satpol PP, Sudin Perhubungan, Dinas Kebersihan, Kepolisian, TNI, dan aparat Kecamatan Tanjung Priuk, dibantu 1 bechoe dan 4 truk satpol, 5 truk kebersihan, 2 truk DPU dan satu mobil derek Dishub menertibkan sekitar 20 lapak pangkalan pasir. Selain itu, satu truk pengangkut pasir bernopol B 9929 G, juga ditilang dan diderek dalam penertiban yang dilakukan.

Kepala Seksi Operasional Satpol PP Jakarta Utara, Andry Pencawan, mengatakan, puluhan lapak yang ada di sepanjang Jl RE Martadinata melanggar perda Nomor 7 tahun 2008, tentang ketertiban umum. Selain itu, keberadaan pangkalan pasir itu dikeluhkan pengguna jalan menyebabkan kemacetan, sebab lapak pasir yang memakan badan jalan.

"Sampai sekarang kami belum menemukan siapa pemiliknya. Kami akan telusuri sampai mengetahui siapa pemilik yang bersangkutan. Kini sudah tujuh truk yang kami angkut ke gudang sekitar Cakung," kata Andry kepada wartawan, Rabu (13/8/2014).

Sementara itu,  Wakil Camat Tanjung Priuk, Maskur, mengatakan keberadaan pangkalan pasir liar di Jl RE Martadinata sudah menjamur sejak beberapa tahun belakangan. Keberadaan mereka pun sudah berulang kali ditertibkan namun selalu kembali marak paska penertiban.

"Mereka membadel, kami angkut. Biasanya sampai ada belasan truk yang parkir bongkar muat, itu yang sering kami dengar dan kami perhatikan. Keberadaan mereka selama ini, kerap membuat jalan macet," ucapnya.

Selanjutnya, kata dia, pasca dilakukan penertiban, pihaknya bersama petugas Pol PP gabungan akan melakukan monitoring secara ketat. "Kami akan monitoring terus agar lokasi tersebut tidak digunakan kembali sebagai pangkalan pasir liar," jelasnya.

Pedagang Sunter Tertibkan Kaki Lima Di Halte

SUNTER AGUNG  - Kelompok pedagang di Jalan Sunter Permai, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara patut menjadi ikon bagi pedagang di kawasan lainnya. Pasalnya, pedagang di lokasi tersebut mau menertibkan sendiri bila ada pedagang lainnya yang dianggap dapat mengganggu ketertiban umum.

Seperti yang baru saja dilakukan sejumlah pedagang di kawasan tersebut melakukan penertiban terhadap tujuh lapak kaki lima yang berjualan di area halte Jalan Sunter Permai. "Kami bongkar sendiri bersama-sama dengan pedagang lainnya dan alhamdulillah berjalan dengan baik, setelah pemiliknya kami berikan pengertian yang semestinya. Dilokasi halte ada tiga warung dan empat lainnya tidak jauh dari lokasi itu juga," kata Rowi, 40, salah seorang pedagang Sunter Permai, Rabu (6/8/2014).

Ia bersama rekan-rekannya bekerja sama untuk menata lingkungan usaha mereka agar lebih tertata dan tidak kumuh serta tidak mengganggu fasilitas umum. Mereka juga merasa apa yang dilakukannya untuk membantu tugas pemerintah setempat dalam penataan kawasan dan para pelaku usaha mikro.

 "Secara resmi kami tidak ada teguran namun kami menyadari bahwa pedagang jangan sembarangan membuka usaha dengan memanfaatkan halte. Apalagi kawasan ini kata dia dekat dengan gedung mitra sebagai kantor Bupati Kepulauan Seribu dan Untag, Rumah Sakit Sulianti Saroso, perkantoran dan gedung lainnya. Kami ingin usaha namun kami tidak ingin membuat pemerintah setempat resah dengan keberadaan kami," ucapnya.

Sementara itu, sebelumnya pemprov DKI Jakarta rencanaya usai merayakan hari raya Idul Fitri, Jakarta punya pekerjaan rumah lagi untuk mengatasi diantaranya penertiban kaki lima.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan, antisipasi pendatang baru yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima (PKL), pihaknya akan meminta kepada semua wali kota di DKI Jakarta untuk menertibkannya.
 
"Kami memerintahkan kepada lima wali kota untuk menertibkan jalan inspeksi dari PKL. Mengatur PKL itu paling sulit. Saya akui itu. Ini sesuai pengamalan saya di Jakarta Pusat ya," ujar Saefullah kepada wartawan.

Sekda Berharap Taman BMW Mirip Stadion Arsenal, Warga: Kapan?

TANJUNG PRIOK - Warga Tanjung Priok, Jakarta Utara terus bertanya-tanya kapan akan direalisasikan pembangunan stadion bertaraf internasional BMW. Pasalnya, rencana pembangunan tersebut bukan saja memberikan harapan bagi warga sekitar namun menjadi kebanggaan khususnya warga Tanjung Priok. 

"Semoga saja cepat terealiisasi, dan cepat selesai masalah lahanya agar pembangunan cepat berjalan. Tentu kami sebagai pemuda dan warga setempat merasa bangga bila stadion dapat segera dibangun," harap Suharto, Ketua Karang Taruna RW 08 Papanggo, Senin (4/8/2014).

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, menyakini Stadion Taman BMW, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara bakal sama megahnya dengan stadion yang biasa menyelenggarkan pertandingan Liga Primer Inggris.

Ia mengklaim, Stadion BMW dapat menampung 50.000 penonton dan meliki desain turban (peci yang dililit sorban). "Sesuai dengan ketentuan FIFA, stadion taraf internasional harus dapat menampung 40.000 penonton. Nanti Stadion BMW akan seperti Emirates Stadium, markas club Arsenal, kata Saefullah.

Untuk menyelesaikan proyek yang masih bersengketa itu, ia mengaku telah bekerjasama dengan asosiasi arsitektur Jakarta. Beberapa desain telah diajukan dan mencerminkan kota Jakarta. Seperti elang bondol dan turban.

Akhirnya, DKI memilih turban sebagi desain pembangunan stadion BMW.Disamping itu, Stadion BMW bakal memiliki dua lapangan sebagai tempat latihan para pemain sepak bola. Sehingga, nantinya stadion utama tidak akan lagi dipergunakan untuk latihan para pemain.

Sementara itu, di kesempatan berbeda, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Pemprov DKI Jakarta, Ratiyono, menuturkan pembangunan stadion itu akan menggunakan anggaran multiyears (jamak).

Tahun ini, Pemprov DKI Jakarta mengangarkan Rp 50 miliar untuk pematangan sawah. Pemprov DKI juga telah menetapkan PT. Jakarta Propertindo untuk membangun stadion.

"Untuk sengketa lahan yang digugat dua ahli waris di proses Biro Hukum. Kemarin, katanya satu waris tidak memenuhi panggilan PN Jakarta Utara 4 kali, berarti seharusnya gagal dong. Biro Hukum minta Pegadilan Jakarta Utara untuk memberikan keputusan, karena sudah 4 kali pemanggilan, tidak datang. Jadi bisa langsung diproses sertifikatnya,"uajr Ratiyono.

Rencananya, masih kata dia, di sisi samping Taman BMW akan dibangun restoran tepi danau dan toko yang dikelola Pt. Jakpro. "Saya berharap, pembangunan Stadion Taman BMW ini rampung pada 2017 mendatang, atau sebelum penyelenggaraan Asian Games.  
  

Penumpang Menjerit, Harga Tiket Mudik Meroket

. Tanjung Priok- Ratusan penumpang mudik lebaran di Terminal Tanjung Priok mengeluhkan tingginya harga angkos angkutan lebaran. Kenaikan tarif  bisa mencapai 120 persen. Kontan saja membuat penumpang keberatan

Dewi 34, Warga Muara Angke Penjaringan yang hendak mudik menuju ke Purworejo,Jawa Tengah ini terkejut saat membeli karcis seharga Rp 180 Ribu. Padahal saat normal harga tiket hanya Rp 80 ribu.

"Kaget aja sih mas! kalau lebaran tahun kemarin harga tiketnya cuma Rp 120 ribu" ujar Dewi yang menaiki PO Sinar Jaya.
Senada juga disampaikan Toto 45, warga Tanjung Priok yang hendak mudik ke Purwokerto yang mengeluhkan kenaikan tarif ongkos mudik. Meski dirinya menganggap wajar saat lebaran ini tetapi ia tetap kecewa lantaran tidak ada pengawasan."Yaa mau gimana lagi mas! kita yang butuh terpaksa saya bayar" kesalnya.
Toto 49 sopir Sinar Jaya dan Herman 45, sopir Hiba Utama menjelaskan, kenaikan tarif ini dilakukan dengan berbagai faktor terutama diantaranya kemacetan akibat jembatan rubuh di Comal hingga mengakibatkan antrian kendaraan yang dapat menghabiskan BBM. Ditambah lagi pungutan liar di sepanjang jalur Pantura.
"Kalau engga naikin tarif kami narik engga ada untungnya" ujarnya.
Hasil pantuan memasuki H-3 mudik lebaran di Terminal Tanjung Priok sudah terlihat kepadatan penumpang. Sebagian besar pemudik menuju rute ke jalur Pantura dan Jawa Tengah.

CMNP Sebar 2500 Sembako di Sepanjang Tol Priok-Pluit

SUNGAI BAMBU - Secara simbolis PT. Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) menebar sebanyak 2500 sembako untuk kaum dhuafa disepanjang jalan tol Tanjung Priok-Pluit sebagai wilayah operasi perusahaan tersebut. Pemberian sembako secara simbolis dilaksanakan di ruang Loby Gedung PT CMNP Jalan Yos Sudarso, Jumat (18/7/2015), dan dilepas Wakil Walikota Jakarta Utara Tri Kurnidi bersama jajaran perusahaan.

2500 paket sembako yang berisi beras, gula pasir, biskuit, kecap dan sirup tersebut diberikan kepada masyarakat kurang mampu di wilayah operasi jalan tol CMNP, yang melintasi 8 kelurahan yaitu Kelurahan Sungai Bambu, Warakas, Papanggo, Penjaringan, Pejagalan, Pademangan Timur, Ancol dan Sunter.

“Kami ingin kehadiran CMNP dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Dan Kegiatan Citra Marga Peduli ini merupakan bagian dari rangkaian acara “Semarak Ramadhan Citra Marga” yang rutin dilakukan CMNP setiap tahunnya," ujar Sekretaris Perusahaan PT CMNP, Indrawan Sumantri.

Selain membagikan paket sembako, kata Indrawan, pihaknya memberian bantuan sebesar Rp50.000.000 kepada Bazis Jakarta Utara. Dan bantuan total senilai Rp36.750.000 untuk pemeliharaan 33 Masjid dan Musholla yang berlokasi di sekitar koridor tol CMNP.

Disamping itu, sepanjang Ramadhan pada 30 Juni 18 Juli, CMNP juga membagikan takjil gratis di 18 gerbang tol serta mengadakan buka puasa gratis di halaman Gedung Citra Marga, bagi warga dan masyarakat sekitar, ataupun para pengguna jalan.

Wakil Walikota Jakarta Utara Tri Kurniadi menyambut baik kegiatan yang dilakukan CMNP.“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang rutin dilakukan CMNP ini. CMNP merupakan contoh perusahaan yang aktif dalam menunjukan kepedulian pada masyarakat yang ada di sekitarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Semarak Ramadhan Citra Marga, Sholahuddin, mengatakan kegiatan pemberian ta’jil dan buka puasa gratis yang dilakukan CMNP dari tahun ke tahun selalu mendapat sambutan baik dan antusias dari pengguna jalan tol dan masyarakat sekitar.

“Setiap harinya, panitia menyediakan tidak kurang dari 1000 paket nasi lengkap dengan lauk dan sayurnya. Kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat sekaligus memberikan berkah bagi kelancaran dan keselamatan usaha CMNP” terangnya.


 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas