Petugas Kebersihan Angkut Sampah Kolong Tol Hingga Malam Hari
Mobil Tangki Dinas Taman Mangkrak di Kecamatan
| Mobil Tangki Pertamanan |
Tiga Warga Jakarta Utara Tewas Tersengat Listrik Saat Banjir
"Tiga warga meninggal dunia karena tersengat listrik di Warakas," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol M Iqbal, dalam perbincangan dengan tvOne, Kamis 12 Februari 2015.
Ketiga korban tewas di rumah mereka masing-masing. Mereka tersengat aliran listrik yang merambat melalui genangan banjir.
"Saat banjir terjadi, ada beberapa wilayah yang listriknya diduga belum sempat dipadamkan PLN," ujar Iqbal. Ketiga korban kini sudah dikebumikan keluarga mereka di pemakaman umum di sekitar wilayah Jakarta Utara.
Seperti diketahui, aliran listrik merupakan ancaman bahaya terbesar saat terjadi bencana banjir.
Aliran listrik bisa merembat melalui perantara air banjir tanpa diketahui oleh warga, biasanya aliran listrik yang merambat di air berasal dari kabel aliran listrik yang terkelupas dan terendam banjir. (ren)
Sumber : http://metro.news.viva.co.id/news/read/588911-tiga-warga-jakarta-utara-tewas-tersengat-listrik-saat-banjir?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
Banjir Merendam Kawasan Sunter, 'Sepeda Bebek' Panen Rezeki
Banjir yang tak kunjung surut itu pun dimanfaatkan sebagian orang untuk mengangkut warga yang hendak melintasi banjir dengan menggunakan sepeda bebek. Alhasil warga tertolong untuk dapat melewati banjir yang panjangnya hingga mencapai kurang lebih 500 meter ini.
Warga jalan Danau Sunter Selatan, Adrian (30) mengatakan jasa menyebrangkan warga ini bermula dari sepeda bebek yang biasa digunakan wisata di Danau Sunter tidak terpakai, sehingga ia mencoba membantu warga menyebrangi banjir dari jalan Danau Sunter Selatan sampai jalan Kedondong Raya.
"Ini bebek-bebekan punya Danau Sunter, biasanya digunakan untuk wisata di danau. Nah karena tadi melihat tidak terpakai, kita izin kepada pemilik sepeda bebek untuk menyeberangkan warga melewati banjir," kata Adrian di jalan Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (9/2/2015).
Adrian mematok harga perorang Rp 5 ribu untuk sekali menyebrang. "Tapi kadang ya sukarela aja soalnya sekalian bantu juga yang mau nyeberang," ucapnya.
Menurutnya, satu sepeda bebek dapat mengangkut 5 sampai 6 orang. Di jalan Kedondong Raya yang terendam banjir ini beroperasi 3 bebek sepeda dan sekitar 6 gerobak untuk mengangkut motor untuk mengangkut warga .
Banjir di jalan Danau Sunter Selatan termasuk sangat dalam, alhasil beberapa ruas jalan tertutup. Sehingga warga yang hendak ke Kelapa Gading terjebak banjir, sebaliknya yang akan ke Kemayoran juga terjebak banjir.
Sampai saat ini, ketinggian banjir masih mencapi kurang lebih 60 cm. Di sepanjang ruas jalan Danau Sunter Selatan, banyak motor-motor yang mogok lantaran nekat menerjang banjir.
Sumber : http://news.detik.com/read/2015/02/09/165521/2827955/10/banjir-merendam-kawasan-sunter-sepeda-bebek-panen-rezeki?n992204fksberita
Warga Miskin Lelah, 3 Tahun Menanti KJP
Tanjung Priok- Putus asa, demikian yang dirasakan pasangan suami istri Hasan 43, dan Tini,40, dalam memperjuangkan pendidikan anaknya Eli Nurlaeli, 13, untuk mendapatkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) atau Kartu Indonesia Pintar (KIP). Alasan ekonomi membuat warga RT 08 RW 03 Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara itu sangat mengharapkan anaknya mendapatkan KJP.
Meski sudah membuat surat keterangan tidak Mampu (SKTM)di Kelurahan setempat dan sudah mengorbankan waktu, tenaga dan biaya namun upayanya belum juga berhasil."Kami sudah putus asa mengurus anak kami agar mendapatkan KJP.
Sejak anak saya kelas 5 SD sampai sekarang kelas 3 SMP belum juga mendapatkan KJP. Waktu dan tenaga serta biaya yang kami keluarkan tidak sedikit bagi kami," ucap Hasan, pedagang mie ayam di kawasan Podomoro, kemarin. Ia mengungkapkan untuk datang ke kelurahan Sunter Agung saja sudah memakan biaya, ojek. Belum lagi, kata dia, beli materai Rp 6000 dua lembar dan antrian yang bisa memakan waktu seharian.
"Selama 5 tahun ini slalu daftarkan anak kami. Pertama di SDN Sunter Agung XIII setelah lulus ikut serta lagi di SMPN 116 sampai sekarang belum jg mendapatkan KJP," ucap bapak dua anak itu. Ia merasa anaknya lebih pantas untuk mendapatkan KJP karena alasan ekonomi.
Meski rumah tidak mengontrak karena peninggalan orang tua namun untuk menghidupi keluarganya dan kebutuhan lainnya masih dirasakan sulit."Saya hanya jualan mia ayam di Podomoro sehari pa ehari paling menghabiskan dua sampai tiga kilogram saja. Sedangkan Istri saya tidak bekerja," ungkapnya.
Meski begitu, pria asal Jakarta itu, bertekad untuk menuntaskan pendidikan anak-anaknya minimal bisa mencapai sekolah lanjutan atas (SMA). "Eli Nurlaeli, anak pertama saya tergelong cerdas dan selalu bersemangat kesekolah. Makanya saya tidak ingin anak saya putus sekolah karena biaya. Meski tidak mudah namun saya berharap pemerintah melalui Gubernur DKI Jakarta Pak Ahok dapat meringankan beban kami. Banyak orang yang lebih mampu dari skami malah mendapatkan KJP.
Kenapa kami tidak,"tanya dia penuh harapan. Arul Sahrudin, tetangga Hasan juga sebagai tokoh masyarakat RW 03 Sunter Agung mengaku turut prihatin atas perjuangan hasan atas anaknya. "Saya juga sudah membantu secara moril agar dia dapat mencapai harapannya.
Bahkan saya sempat mendatangi dimana anaknya sekolah tetap saja nihil. Ya, harus bagaimana lagi upaya maksimal sudah dilakukan," ujarnya.
102 Bangunan di Papanggo Segera Ditertibkan
Tahun Depan Jakut Bangun Taman Layak Anak
Anggaran pembangunan taman layak anak sebesar Rp 1,6 miliar yang sudah dimasukkan dalam program di Suku Dinas Pertamanan Jakarta Utara kemudian dikembalikan ke Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta. Meski begitu, anggaran untuk pembuatan taman layak anak tersebut akan kembali diajukan pada anggaran tahun 2015. "Proses lelang baru dilaksanakan bulan November kemarin, namun hingga awal Desember tidak ada perusahaan yang mendaftar. Mungkin perusahaan-perusahaan itu tidak sanggup untuk membangun taman layak anak dalam waktu kurang dari satu bulan," kata Muhammad Fajar Sauri, Kepala Suku Dinas Pertamanan Jakarta Utara, Minggu (7/12).
Karena tidak perusahaan yang berminat mengikuti lelang, kata Fajar, pihaknya kemudian memutuskan untuk membatalkan pembangunan taman layak anak seluas 1.000 meter persegi itu. "Tapi tahun depan, program pembangunan taman layak anak ini akan kami ajukan kembali," ujarnya.
Di sisi lain, Fajar menjelaskan, tahun ini pihaknya telah membangun tiga taman di Jakarta Utara. Selain menggunakan APBD, pembangunan taman-taman itu juga melibatkan pihak swasta. Fajar merinci ketiga taman yang dibangun itu antara lain, Taman Gorontalo dan Taman Sungai Bambu di Kecamatan Tanjung Priok serta Taman Pelepah di Kecamatan Kelapa Gading.
16 Gerbong KRL dari Jepang Tiba di Tanjung Priok
Sebanyak 16 unit kereta rel listrik (KRL) dari Jepang tiba di Pelabuhan
Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (5/12). Dengan demikian, sepanjang
tahun 2014 ini sudah 176 gerbong KRL yang tiba di Jakarta. Setelah
disertifikasi dan difungsikan, diperkirakan akan dapat menambah
perjalanan kereta commuter line di Jabodetabek hingga 30 perjalanan.
Manajer Komunikasi Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), Eva
Chairunisa, mengatakan sebanyak 16 unit gerbong KRL tersebut akan dibawa
ke Balai Yasa untuk dimodifikasi dan disertifikasi. Proses ini
diperkirakan membutuhkan waktu 1-2 bulan.
Dikatakan Eva,
setiap gerbong akan dapat mengangkut sekitar 230 orang. Dari 16 unit
gerbong tersebut nantinya akan dirangkai menjadi 2 rangkaian kereta.
"Kami
perkirakan setiap rangkaian akan dapat menambah antara 10-15
perjalanan. Sejak Januari lalu, kami sudah menambah sebanyak 137
perjalanan per hari," ujarnya.
Saat ini, kata lanjut Eva,
total unit gerbong Commuter Line berjumlah 900 unit. Dari jumlah itu,
sebanyak 967 perjalanan kereta mampu mengangkut 650-700 ribu penumpang
per hari. Dia berharap penambahan gerbong KRL ini dapat memangkas waktu
kedatangan kereta.
"Selama ini, pada waktu puncak kepadatan
penumpang di pagi hari, waktu tunggu kedatangan kereta bisa mencapai 30
menit. Diharapkan dengan tambahan dari 16 unit gerbong KRL itu bisa
memangkas waktu kedatangan kereta hinga 5-10 menit," ungkapnya.
Sumber : http://beritajakarta.com/read/6715/16_Gerbong_KRL_dari_Jepang_Tiba_di_Tanjung_Priok#.VIOrwsng6KE
Kecamatan Tanjung Priok Targetkan Bebas Sampah
“Slogan tersebut kini sudah terpampang di spanduk yang dipasang di titik keramian dan tersebar di wilayah Kecamatan Tanjung Priok. Slogan ini mempunyai arti yang sangat dalam, yakni adalah untuk menggugah warga Kecamatan Tanjung Priok, khususnya warga yang melintas di wilayah Kecamatan Tanjung Priok untuk tidak membuang sampah sembarangan, serta bersama-sama menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, indah dan nyaman,”kata Junjungan.
Waduk Papanggo Mendesak Dinormalisasi
Menghadapi musim hujan warga yang berdomisili di sekitar Waduk Papanggo,
Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara mulai cemas. Pasalnya
kondisi waduk sudah sangat memprihatinkan karena sudah lama tidak
dinormalisasi.
Warga khawatir jika waduk tidak segera dinormalisasi, saat musim
hujan datang pemukiman mereka akan terendam banjir akibat meluapnya air
waduk. Di sekitar waduk itu ditempati ribuan warga yang tersebar
masing-masing di RW 08,09 dan 10. Waduk itu diketahui sudah lebih dari
lima tahun tidak dikeruk.
"Meski tidak sampai mengungsi,
namun akibat meluapnya air waduk, akses warga menjadi terganggu, karena
rata-rata ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Terakhir saat musim
hujan bulan Januari-Februari kemarin, kampung kami kebanjiran," kata
Samin (31), salah satu warga RT 13/08.
Wakil Lurah
Papanggo, Dwi Kunarso menyebutkan, usulan untuk menormalisasi Waduk
Papanggo sudah masuk dalam musrembang pertengahan tahun ini. "Setahu
saya sudah akan dikerjakan pengerukan waduk, karena beberapa alat berat
sudah ada di sekitar lokasi," ujarnya.
Namun Dwi mengaku
belum mengetahui kapan pengerukan akan dilakukan. Sebab hal itu
merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta.
Hal
senada diungkapkan Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta
Utara, Wagiman Silalahi. Menurutnya, pengerukan waduk menjadi
tangungjawab Dinas Pekerjaan Umum DKI.
"Soal normalisasi Waduk Papanggo saya tidak paham rencana detailnya seperti apa. Karena itu kewenangan Dinas PU," tukas Wagiman.
Rumah Sakit Royal Progress Jakarta Utara
Kantor Camat Tanjung Priok

Foto: Kantor Camat Tanjung Priok
Alamat :
Jalan Laksamana Muda Yos Sudarso No.22 Telephone 021-43935429 Kelurahan Kebon Bawang
Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara (kode pos 14320)
"Kampung Asam Kebobolan Narkoba" di Festival Lenong Remaja Modern Jakut 2014
Tanjung Priok- Sebamyak 12 Tim dari berbagai sanggar di Jakarta Utara mengikuti acara lomba Seni Lenong remaja modern yang digelar di GRJU Jakarta Utara.
Peserta yang sebagaian besar remaja ini menampilkan seni lenong yang dipadu dengan cerita-cerita modern anak jaman sekarang. Seperti lenong yang berjudul "Kawin Gantung, Pentingnya Ibadah, Kampung Asam Kebobolan Narkoba dan lainnya".
Penonton yang hadir terkesima melihat penampilan lenong Kawin Gantung dan Kampung Asam Kebobolan Narkoba.
Salmon 16, salah satu pemain lenong dari Sinar Kencana yang dimainkan siswa SMK 33 Jakarta ini menjelaskan, cerita yang dibawakan dengan judul "Kampung Asam Kebobolan Narkoba" menceritakan bahwa bahaya narkoba sangat merusak masa depan anak-anak muda. Terlebih mereka yang terjerumus kedalamnya. "Dengan melalui lenong ini diharapkan bisa menjadi media kepada remaja akan bahayanya pengaruh Narkoba" kata Salmon.
Kegiatan lomba seni lenong modern ini diadakan selama dua hari. Kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan seni budaya lenong yang merupakan warisan budaya warga Jakarta untuk tetap maju dan tidak punah.( Bian)
200 Bangunan Liar Di Sunter Agung Dibongkar
Tanjung Priok- Sudah sering diberi peringatan lantaran telah menyerobot Ruang Terbuka Hijau, sebanyak 200 bangunan liar di sepanjang Jl Agung Barat 1 Blok A3 RW 10, Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dibongkar oleh petugas Satpol PP Pemkot Administrasi Jakarta Utara, Senin (15/9).
Lahan sepanjang 800 meter dan lebar 8 meter itu rencananya akan kembali dibangun taman. Sementara saluran penghubung (PHB) Agung Barat yang lokasinya tepat di belakang RTH akan dinormalisasi.Ketua RW 10, Kelurahan Sunter Agung, Badrun Bastian mengatakan, penyerobotan lahan taman itu sudah berlangsung selama belasan tahun. Akibatnya, tidak hanya mengganggu keindahan lingkungan, namun fungsi saluran PHB juga terganggu."Kalau hujan deras lebih dari 30 menit, air dari saluran PHB meluap ke pemukiman kami. Makanya sudah sejak lama kami berharap dilakukan normalisasi saluran PHB," kata Badrun.Camat Tanjung Priok, EM Fiskal mengungkapkan, sebelum dibongkar, pihaknya sudah berkali-kali melakukan sosialisasi agar para penghuni bangunan liar pindah serta membongkar sendiri bangunannya."Sebagian sudah mau membongkar sendiri bangunannya. Tapi tidak ada relokasi atau penggantian bangunan, sebab mereka sudah belasan tahun menempati lahan RTH ini," ujar Fiskal.Fiskal menjelaskan, keberadaan bangunan tersebut melanggar Peraturan Daerah (Perda) No. 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum sehingga mengurangi ruang hijau, serta riskan membuat dangkal saluran PHB Agung Barat ke Danau Sunter yang saat ini hanya memiliki lebar 5 meter.Dari 200 bangunan liar di lokasi tersebut, didominasi oleh usaha jual beli barang bekas seperti besi tua. Ada juga usaha lainnya seperti warung rokok, rumah makan, tempat cuci mobil dan motor, pangkalan ojek, bengkel las.Dalam operasi penertiban tersebut melibatkan 400 personel yang merupakan gabungan dari petugas Satpol PP, Polsek Tanjung Priok, Dinas Perhubungan dan Koramil Tanjung Priok.Sebelumnya, di lahan taman yang dibangun sekitar tahun 1992 itu merupakan penampungan Pasar Sunter. Kemudian setelah proses reformasi 1998, taman marak diduduki pedagang barang bekas dan limbah. ( Metroone.co.id)
Jalan Rusak Lorong 103 dan 104 Permai, Diaspal
Pangkalan Pasir Liar Martadinata Ditertibkan Petugas
| Pangkalan pasir lira jl.Martadinata |
Pedagang Sunter Tertibkan Kaki Lima Di Halte
Seperti yang baru saja dilakukan sejumlah pedagang di kawasan tersebut melakukan penertiban terhadap tujuh lapak kaki lima yang berjualan di area halte Jalan Sunter Permai. "Kami bongkar sendiri bersama-sama dengan pedagang lainnya dan alhamdulillah berjalan dengan baik, setelah pemiliknya kami berikan pengertian yang semestinya. Dilokasi halte ada tiga warung dan empat lainnya tidak jauh dari lokasi itu juga," kata Rowi, 40, salah seorang pedagang Sunter Permai, Rabu (6/8/2014).
Ia bersama rekan-rekannya bekerja sama untuk menata lingkungan usaha mereka agar lebih tertata dan tidak kumuh serta tidak mengganggu fasilitas umum. Mereka juga merasa apa yang dilakukannya untuk membantu tugas pemerintah setempat dalam penataan kawasan dan para pelaku usaha mikro.
Sementara itu, sebelumnya pemprov DKI Jakarta rencanaya usai merayakan hari raya Idul Fitri, Jakarta punya pekerjaan rumah lagi untuk mengatasi diantaranya penertiban kaki lima.
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan, antisipasi pendatang baru yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima (PKL), pihaknya akan meminta kepada semua wali kota di DKI Jakarta untuk menertibkannya.
"Kami memerintahkan kepada lima wali kota untuk menertibkan jalan inspeksi dari PKL. Mengatur PKL itu paling sulit. Saya akui itu. Ini sesuai pengamalan saya di Jakarta Pusat ya," ujar Saefullah kepada wartawan.
Sekda Berharap Taman BMW Mirip Stadion Arsenal, Warga: Kapan?
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, menyakini Stadion Taman BMW, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara bakal sama megahnya dengan stadion yang biasa menyelenggarkan pertandingan Liga Primer Inggris.
Ia mengklaim, Stadion BMW dapat menampung 50.000 penonton dan meliki desain turban (peci yang dililit sorban). "Sesuai dengan ketentuan FIFA, stadion taraf internasional harus dapat menampung 40.000 penonton. Nanti Stadion BMW akan seperti Emirates Stadium, markas club Arsenal, kata Saefullah.
Untuk menyelesaikan proyek yang masih bersengketa itu, ia mengaku telah bekerjasama dengan asosiasi arsitektur Jakarta. Beberapa desain telah diajukan dan mencerminkan kota Jakarta. Seperti elang bondol dan turban.
Akhirnya, DKI memilih turban sebagi desain pembangunan stadion BMW.Disamping itu, Stadion BMW bakal memiliki dua lapangan sebagai tempat latihan para pemain sepak bola. Sehingga, nantinya stadion utama tidak akan lagi dipergunakan untuk latihan para pemain.
Sementara itu, di kesempatan berbeda, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Pemprov DKI Jakarta, Ratiyono, menuturkan pembangunan stadion itu akan menggunakan anggaran multiyears (jamak).
Tahun ini, Pemprov DKI Jakarta mengangarkan Rp 50 miliar untuk pematangan sawah. Pemprov DKI juga telah menetapkan PT. Jakarta Propertindo untuk membangun stadion.
"Untuk sengketa lahan yang digugat dua ahli waris di proses Biro Hukum. Kemarin, katanya satu waris tidak memenuhi panggilan PN Jakarta Utara 4 kali, berarti seharusnya gagal dong. Biro Hukum minta Pegadilan Jakarta Utara untuk memberikan keputusan, karena sudah 4 kali pemanggilan, tidak datang. Jadi bisa langsung diproses sertifikatnya,"uajr Ratiyono.
Rencananya, masih kata dia, di sisi samping Taman BMW akan dibangun restoran tepi danau dan toko yang dikelola Pt. Jakpro. "Saya berharap, pembangunan Stadion Taman BMW ini rampung pada 2017 mendatang, atau sebelum penyelenggaraan Asian Games.
Penumpang Menjerit, Harga Tiket Mudik Meroket
Dewi 34, Warga Muara Angke Penjaringan yang hendak mudik menuju ke Purworejo,Jawa Tengah ini terkejut saat membeli karcis seharga Rp 180 Ribu. Padahal saat normal harga tiket hanya Rp 80 ribu.







