Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   

Macet Di Plumpang-Semper, Angkot Potong Rute Penumpang Terlantar

Koja- Lantaran macet tak bergerak, puluhan angkutan umum di Jalan Tipar Cakung dan Plumpang-Semper lebih memilih memotong rute dan menurunkan penumpang seenaknya. Akibat ulah sopir ini ratusan karyawan KBN yang hendak masuk kerja terpaksa jalan kaki atau menumpang ojek motor.
"Saya kesal banget nih! sopir angkot menurunkan penumpang seenaknya. Alasannya macet" tutur Enni 23, Pekerja PT. Tainan III KBN Cakung.
Senada diutarakan, Titi 22, pekerja KBN yang terpaksa harus mengeluarkan kocek untuk menumpang ojek motor agar tidak telat masuk kerja. Dirinya kesal lantaran naik angkot tak diantar sampai tujuannya. " Alasannya macet! tapi jangan korbankan kami dong" ujarnya. Ia Juga heran perlakuan awak sopir yang kerap melakukan pemotongan rute banyak di kemudikan oleh sopir tak berseragam alias sopir tembak.
Menanggapi hal ini, Benyamin Bukit Kasudin Perhubungan Jakarta Utara menjelaskan pihaknya akan segera melayangkan surat himbauan kepada para pemilik maupun pengusaha angkot tidak menelantar penumpangnya sehingga di rugikan. Begitupun dengan sopir angkot yang masih membandel tak menggunakan seragam akan ditertibkan.
" Kita akan surati pemilik angkot dan termasuk penertiban kepada sopir yang tak berseragam " ujarnya.

Banjir di Jalan Cacing Ganggu Aktivitas Lalulintas Angkutan Barang

CILINCING- Banjir setinggi 80 centimeter di Jalan Raya Cakung-Cilincing (dpn pintu utama KBN) sepanjang 200 meter mengganggu aktivitas awak sopir angkutan barang atau sopir truk kontainer yang melintas kawasan itu. Banjir yang disebabkan luapan dari Kali gendong KBN ini tumpah ruah ke jalan. Diperparah Kali Cakung Lama tak mampu menampung air kiriman dari pemukiman warga yang juga tumpah ruah ke jalan tersebut.

Praktis banjir di akses jalan ini membuat pengemudi roda dua tak bisa melintasinya. Namun akibat banjir ini membuat kemacetan parah di kawasan itu. Pasalnya setiap hari akses jalan ini banyak dilalui para pekerja di KBN. Dalam kondisi banjir para pekerja lebih memilih berjalan kaki untuk melintasi banjir.

"Hampir satu jam pak! kalau ingin bisa melintasi jalan yang tergenang ini. Meskinya ada solusi untuk melakukan perbaikan agar air di Kali Gendong KBN tidak meluap. Gara-gara seperti ini pengiriman barang ke Pelabuhan jadi terhambat" kata Usmoyo 40, Sopir truk angkutan PD Maju Jaya Trans Purnama.

Ditambahkan Usmoyo, bukan hanya keterlambatan antar barang saja, melainkan bahan bakar truk juga cepat habis. Ditambah lagi harus berhadapan dengan bajing loncat yang memanfaatkan situasi macet akibat banjir untuk melakukan aksi pencurian besi atau ban yang ada truk kontainer.

Senada disampaikan Dedi 42, Pengemudi angkutan Puninar Jaya. Dampak genangan banjir dari luapan kali ini menghambat arus lalulintas dari arah Cakung- Tg Priok. Apalagi di jam sibuk seperti pagi hingga sore hari. "Bisa bayangkan saja pak! dari tempat garasi kami di Cakung sampai ke Tg Priok jarak tempuh bisa mencapai 2,5 jam. Padahal kalau normal hanya setengah jam" tuturnya.

Hingga kini akses jalan yang tergenang air tersebut belum juga surut, bahkan ketinggian air terus meningkat. Belum ada tindakan atau cara oleh pihak terkait untuk mengatasinya.

Ojek Perahu Dorong Di KBN Ngais Rejeki

CILINCING- Lantaran tak ingin motornya rusak karena terendam banjir, keberadaan ojek perahu dorong di dalam kawasan KBN diburu para pekerja KBN yang terjebak banjir di dalam kawasan.Ojek Perahu dorong ini sangat dibutuhkan terutama mengangkut sepeda motor pekerja agar terhindar banjir. Satu perahu ini bisa mengangkat tiga unit sepeda motor. Dan setiap sepeda motor hanya membayar uang Rp 10 Ribu, lalu diantar ke lokasi yang aman dari genangan.

"Yaa lumayan pak! dari tadi pagi hingga siang ini sudah mendapatkan uang sebesar Rp 120 ribu" kata Yusman 34, warga Sukapura yang sebelumnya berprofesi sebagai tukang ojek motor di dalam KBN.

Dengan cara mengubah profesi dadakan ini, setidaknya ia bisa mendapatkan uang untuk membeli beras dan kebutuhan untuk hari ini. "Lagi pula kalau mau ojek motor engga ada yang berani melintas banjir yang sudah dalam mas! tuturnya.

Yanti 21 dan Wiwik 24, pekerja PT. Hansai III Di KBN sangat terbantu ada ojek perahu ini, setidaknya ia bisa mengamankan sepeda motornya dari terjangan banjir. Pasalnya kalau dipaksakan untuk dijalankan sepeda motornya akan terendam dan mogok."Yaa mau engga mau mas! daripada memaksa untuk mengendarai sepeda motor lalu mogok " tuturnya.

KBN Lumpuh Diterjang Banjir, Pekerja Libur

CILINCING- Guyuran hujan deras sejak malam tadi hingga hari ini membuat sejumlah kawasan di Jakarta Utara banjir. Bahkan dikawasan KBN air setinggi satu meter membuat puluhan pabrik dikawasan itu tidak beroperasi.
Selain banjir menggenangi kawasan industri KBN,aliran listrik dikawasan mati total. Akibatnya ribuan pekerja dipulangkan. Bahkan para pekerja di dalam kawasan terlantar karena tak ada angkutan maupun ojek motor. Para pekerja terpaksa menumpang truk kontainer maupun mobil kebersihan.
"kita semua dipulangkan sebab banjir masuk ke dalam pabrik. Ditambah lagi listrik mati" ujar Siti buruh PT Winner.
Dampak banjir di KBN ini selain melumpuhkan aktivitas pabrik juga pengusaha mengalami kerugian. ( Bian)

Ribuan Buruh KBN Menanti Kenaikan Upah


Cilincing- Ribuan buruh di KBN Cilincing saat ini menantikan kepastian dari pihak Gubernur DKI jakarta melalui Dewan Pengupahan soal tuntutan kenaikan UMSP DKI Jakarta. Pasalnya memasuki bulan Februari ini baru terhitung jari perusahaan yang mau menaikkan upah sebesar 7 persen.

"Kami berharap pak gubernur secepatnya mengeluarkan keputusan agar kami tenang menjalan pekerjaan kami"kataRiri 24, Buruh PT Olimpic Busana di KBN Cakung. Dan keputusan tersebut sangat diharapkan agar perusahaan-perusahaan di KBN segera melaksanakannya. Apalagi sekarang harga kebutuhan pokok setiap tahun selalu naik.

Berbeda dengan Yeni 24, buruh PT Indosox yang upahnya sudah naik. Para pekerjanya pada tanggal 5Februari lalu saat menerima gaji sudah naik menjadi Rp 1,6 juta dari Rp 1,5 juta. "Yaa kami bersyukkur gaji kami sudah naik bulan ini" tandasnya.

Sri Sutarni salah seorang Anggota dari Forum buruh lintas pabrik menjelaskan, ketetapan maupun keputusan gubernur sangat dinantikan pekerja, pasalnya memasuki bulan Februari ini gaji yang diterima pekerja bisa naik" sahuutnya.

BURUH MOGOK KERJA SETENGAH HARI

Sementara itu, di KBN sedikitnya ada 400 buruh berhenti melakukan aktivitasnya bekerjanya lantaran gajinya bulan Januari 2012 ini belum dibayarkan. Ratusan Buruh PT Nobel Jeans ini terpaksa berhenti bekerja sekitar pukul 10.30 siang tadi. Aksi mogok ini sebagai bentuk protes lantaran upah mereka bekerja bulan Januari 2012 belum dibayarkan."Kita cuma minta kewajiban perusahaan membayar upah kami, masa gaji terlambat sampai dua minggu. Bagiamana anak kami mau makan dan bayar sekolah" kata Ida 45 warga Kampung Sawah, Semper Timur.

Dijelaskan, padahal upah yang mereka terima jauh dari ketetapan UMP tahun 2010 yakni hanya Rp 1,3 juta itupun dibayarkan terlambat setiap. Bulannya."alasannya selalu uang belum dikirim dari Bosnya yang tinggal di Qatar" sahutnya.

Ribuan Buruh KBN Mogok Kerja, Jalan Cacing Macet Total


Jakarta - Sebanyak 1.500 buruh berdemonstrasi di depan pintu masuk utama Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (19/1) pagi. Mereka menuntut Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta dan Dewan Pengupahan Provinsi agar menaikkan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) DKI Jakarta menjadi 20 persen dari Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2012.

"Kenyataannya sekarang, Dinas Tenaga Kerja DKI dan Dewan Pengupahan DKI Jakarta telah menetapkan kenaikan UMSP hanya lima persen dari UMP 2012. Padahal kenaikan lima persen itu adalah angka di 2010. Jelas hal itu tidak sesuai dengan standard Kebutuhan Hidup Layak (KHL) saat ini," kata Bayu Murnianto, Ketua Forum Serikat Buruh Indonesia (FSBI), saat ditemui disela-sela aksi demonstrasi yang dilakukan di KBN Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (19/1).

Bayu mengatakan, sesuai Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 117 Tahun 2011 tentang Upah Minimum Provinsi Tahun 2012, ditetapkan UMP tahun ini sebesar Rp 1.529.150. Bila kenaikan UMSP hanya lima persen, maka buruh hanya akan menerima upah sebesar Rp 1.605.700. Padahal seharusnya upah sektoral buruh di KBN bisa mencapai Rp 1.834.980.


Bayu menuding, ketetapan itu dibuat bukan berdasarkan kesepakatan dengan para buruh yang bekerja di KBN Cilincing. "Kesepakatan itu dibuat oleh kelompok yang mengatasnamakan buruh di KBN, jelas saja ketetapannya mengikuti selesar pengusaha," ujarnya lagi.

Menurutnya, hari ini ada pertemuan antara Asosiasi Pengusaha Indonesia dengan Dewan Pengupahan, buruh dan Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta di Balai Kota. Dan bila hasil dari pertemuan itu, pemerintah tak juga memenuhi tuntutan buruh berupaka kenaikan UMSP sebesar lima persen, maka Bayu mengancam bahwa ribuan buruh di KBN Cilincing akan mogok kerja.Ditambahkannya, unjuk rasa kali ini adalah yang kedua kali dilaksanakan, setelah sebelumnya dilakukan pada 9 Januari 2012.

Rini 34, buruh PT Makalot menjelaskan pihaknya meminta kepada pihak pemerintah maupun dewan pengupahan untuk segera meralisasi apa yang menjadi tuntutannya.

Dalam aksi kali ini, 80 persen dari pengunjuk rasa ini mayoriitas perempuan. Para pendemo sempat menutup pintu utama KBN di Jalan Raya Cacing untuk mencegat para buruh yang akan bekerja, dan juga melakukan orasi. Akibatya Jalan Cacing menuju KBN macet total sepanjang 1,5 kilometer.

Kepala Unit Lalu-lintas Polsek Cilincing, Ajun Komisaris Iskandar mengatakan unjuk rasa digelar sejak pagi hari dan berlangsung tertib. Namun, unjuk rasa tersebut membuat kendaraan yang ingin masuk ke KBN dialihkan ke pintu ke luar yang tidak ditutup oleh pendemo.

"Untuk sementara unjuk rasa ini berlangsung aman dan tertib, karena para pengunjuk rasa juga berjalan damai," kata Iskandar, Kamis (19/1).Dan untuk mengantisipasi kemacetan, lanjut Iskandar, pihaknya mengerahkan sekitar 10 personil untuk mengamankan lalu lintas disekitar lokasi pengunjuk rasa. "Tadi pagi jalan sempat macet panjang, karena para pendemo menutup jalan di jalan Cakung Cilincing untuk mencegat para buruh yang hendak bekerja di KBN. Namun, kemacetan sudah terurai sekitar pukul 10.00, karena pengunjuk rasa sudah membuka jalan," ujarnya.
Ribuan buruh itu terlihat berkumpul dan berorasi di depan pintu masuk KBN sehingga akses menuju ke KBN menjadi terganggu. Bukan hanya itu, puluhan truk kontainer yang ingin masuk ke dalam kawasan juga terhambat sehingga harus memarkirkannya di Jalan Raya Cakung Cilincing.
Selain menutup pintu utama KBN Cilincing, para buruh juga berusaha merangsek masuk ke dalam kawasan untuk meminta rekan-rekan mereka yang masih bekerja di 98 pabrik di dalam KBN agar berhenti bekerja. Namun keinginan buruh itu sulit dilakukan, karena ratusan petugas kepolisian dari Polres Jakarta Utara, Polda Metro Jaya, dan petugas keamanan internal KBN Cilincing, berjaga di depan kawasan dengan membentuk pagar betis. Sempat terjadi aksi dorong-dorongan, antara demonstran yang ingin masuk ke dalam dengan polisi yang berjaga di depan gerbang utama KBN. Beberapa buruh perempuan sempat terjatuh dalam aksi tersebut, namun tidak ada buruh yang terluka.Akhirnya ratusan buruh ini melanjutkan aksinya ke Kantor Disnaker DKI Jakarta.
BURUH KEPUNG DISNAKERTRANS JAKUT

Selain ribuan buruh di KBN melakukan aksi mogok, ratusan buruh garmen PT Sainath Industri di KBN Tg Priok ini mendatangi kantor Sudin Tenaga Kerja di Jalan Plumpang-Semper. Sebanyak 800 buruh ini menuntut agar pihak Sudin segera mempasilitasi soal PHK di perusahaan tersebut kepada pekerjanya untuk diselesaikan. Pasalnya pihak perusahaan tidak bisa memenuhi tuntutan buruh lantaran perusahaan sudah tutup.


"Pihak perusahaan hanya menawarkan 50 persen dari satu kali UU ketenagakerjaan. Padahal harusnya membawar penuh dan dua kali. Bahkan mereka mau membayarkan uangnya selama 4 kali alias dicicil" kata sutra maulana kordiantor aksi buruh PT Sainath.

Menurutnya pemberian uang PHK ini tidak adil, apalagi pekerja di pabrik itu rata-rata masa bekerjanya diatas 15 tahun.Setelah dilakukan pertemuan akhirnya pihak perusahaan akan melakukan pertemuan di perusahaannya besok. Aksi berjalan damai, para buruh bubar dengan tertib.




Ribuan Buruh KBN Mogok Kerja, Minta UMSP Di Naikan!

Cilincing - Ribuan buruh dikawasan KBN Cilincing hari ini melakukan mogok massal kerja guna menuntut agar kenaikan upah UMSP DKI Jakarta untuk dinaikkan lebih daari 5 Persen.
Sebanyak 96 perusahaan di dalam KBN ini atau 65 ribu pekerjanya berhenti tak masuk kerja. Ribuan buruh berkumpul didepan pintu gerbang masuk KBN untuk menyampaikkan tuntutannya.

Thomas dan Bayu Murnianto Koordinator aksi bersama Forum Buruh Kawasan ini meminta kepada Dinas Tenaga Kerja Agar tuntutan buruh untuk kenaikan UMSP segera menyetujuinya. "Kalau kenaikannya cuma 5 persen yang dilakukan dewan pengupahan sama saja usulan tahun 2010 lalu. Ketika itu kami menuntut kenaikan 7 persen dan disetujui 5 persen" kata Thomas.

Begitupun kata Bayu Murnianto, kenaikan 5 persen bukan keinginan buruh. Pihak buruh hanya inginkan kenaikan tidak 5 persen namun 20 persen. "Jika nantinya dewan pengupahan menyetujuinya, para buruh menuntut bukan 5 persen" ujarnya.

Neni 29, salah seorang buruh dari PT Kwang Lim menuturkan saat ini upahnya mereka dapat tidaklah mencukupi Kebutuhan Hidup Layak (KLH). Apalagi ditempatnya bekerja sekarang tidak ada lembur, tak ada transport bahkan tak masuk kerja uang dipotong. Kebutuhan lainnya seperti membayar uang kotrakan, kebutuhan makan sehari-hari serta susu untuk anak "Yaa kalau terima gaji cuma habis untuk bayar hutang. Mudah-mudahan pak gubernur segera merealisasikan kenaikan UMSP kami" Tuturnya

Begitupun Disampaikan Yuniarti 29,buruh PT Miung Shung. Hingga saat ini pihak perusahaan belum memberikan informasi adanya kenaikan upah. Ia berharap pemerintah DKI Jakarta menetapkan upah UMSP (Upah Minimum Sektor Propinsi) agar mereka bisa kembali bekerja. "Jika tidak ada realisasinya kami tetap akan mogok kerja sampai 3 hari kedepan" ujarnya.

Dalam aksi demo mogok kerja yang diikuti sekitar 13 ribu pekerja ini telah melumpuhkan aktivitas puluhan pabrik didalam kawasan itu. Akibat mogok kerja ini ditaksir kerugian mencapai puluhan milliar lantaran tak ada satupun pekerja yang masuk hari ini. Aksi mogok kerja dan unjuk rasa akan berlangsung selama 3 hari.

Dalam unjuk rasa ini berjalan damai, sedikitnya satu kompi dari kepolisian Jakarta Utara diterjunkan untuk mengamankan jalan aksi unjuk rasa.

Tuntutan UMP Dipenuhi, Buruh Batal Mogok Massal

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Para buruh menyambut baik keputusan dari Dewan Pengupahan 2011 untuk UMP DKI Jakarta 2012, yang memutuskan UMP Jakarta sebesar Rp 1,5 juta. Sebagai bentuk suka cita, para buruh membatalkan aksi mogok massal yang rencananya digelar minggu ini.

Pembatalan aksi demo mogok massal para buruh yang rencananya akan dilakukan di Kawasan Berikat Nasional (KBN), Jakarta Utara pada Senin (21/11/2011), batal digelar karena permintaan para buruh Jakarta tentang upah minimum provinsi (UMP) sebesar Rp 1,5 juta, dikabulkan.

Rencananya forum buruh Jakarta akan mogok kerja selama satu minggu dan mengerahkan 5.000 buruh untuk berunjuk rasa ke KBN Cakung. Karena UMP yang diputuskan sesuai dengan yang mereka inginkan, mereka akan mengganti aksi demo ini dengan pesta akbar di KBN Cakung.

Koordinator Forum Buruh DKI Jakarta yang juga Sekretaris Jenderal Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia, Muhammad Rusdi mengatakan kegembiraannya tentang dikabulkannya permintaan buruh tentang UMP DKI sebesar, 1,5 juta.

"Kita menyambut baik keputusan tersebut. Ini menandakan pemerintah masih mendengarkan aspirasi jutaan para buruh DKI," kata Rusdi.

Sementara itu dari pantauan INILAH.COM dilapangan, mulai Senin (21/11/2011) pagi, kondisi Kawasan Berikat Nasional (KBN) Cakung maupun Cilincing berjalan normal. Para buruh bekerja seperti hari-hari biasa. Tak ada aksi kegiatan butuh yang tampak menonjol.[bay]

 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas