Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   

Kiat Warga Ancol Cegah Banjir

Warga dan aparat Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara setiap Minggu pagi rutin melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan lingkungannya.

Sejumlah sampah baik yang dilingkungan maupun di saluran air dibersihkan. Diharapkan dengan cara seperti ini lingkungan terasa bersih, nyaman dan asri. Dalam setiap aksi bersih-bersih itu dipimpin langsung oleh Lurah Ancol, Supeno.

Salah seorang warga yang turut kerja bakti dalam kesempatan itu, Sukarna, menuturkan, kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan oleh warga selain menjaga kebersihan lingkungan agar terjaga dari segala jenis penyakit.
“Kegiatan kerja bakti ini juga dapat dijadikan sebagai sarana saling mengenal antara warga satu dengan yang lainnya,"tambah Sukarna.

Lurah Ancol, Supeno menuturkan, kegiatan kerja bakti yang rutin dilaksanakan selain untuk menunjukkan bahwa masyarakat Jakarta Utara khususnya Kelurahan Ancol peduli lingkungan yang bersih dan nyaman, juga sebagai ajang silahturuhmi.

 “Upaya kerja bakti ini dilakukan atas keinginan warga yang ingin wilayah tetap terjaga bersih,ungkap mantan Wakil Luran Ancol tersebut.

Dinginnya Jakarta Hilang di Pergantian Tahun Baru 2015

Malam pergantian tahun baru 2015 dimeriahkan dibeberapa titik di Jakarta. Selain di kawasan Bundaran Hotel Indonesia hingga Silang Monas, Taman Impian Jaya Ancol juga menjadi tempat memeriahkan malam pergantian tahun baru.
 
Masyarakat ibukota atau pun sekitar memadati kawasan wisata seluas 552 hektar itu sejak sore hari. Taman Impian Jaya Ancol menjadi alternatif hiburan sambil memandangani pantai dan laut.
 
Pantauan Okezone, setidaknya dua panggung terbesar menjadi pusat perhatian pengunjung. Yakni konser yang bertajuk Resolusi 2015 yang disiarkan secara langsung oleh MNC TV di Lapangan Parkir Central B (X Theater Mobil).
 
Di acara ini, nama-nama besar seperti Rhoma Irama, Rita Sugiarto, Armada band, Bagindas dan sederet artis unggulan Indonesia menghibur pengunjung yang hadir. Tak lupa Ussy Sulistyawati dan Andika Pratama memandu pengunjung hingga pergantian tahun.
 
Panggung kedua terletak di Pantai Carnaval Ancol. Di panggung ini diisi oleh pengunjung diajak berjoged ria dari lantunan penyanyi Zaskia Gotik dan Siti Badriah. Tak cuma itu, ada pula Setia Band turut menghibur lewat lagu andalannya.
 
Jalur menuju Lapangan Parkir Central B (X Theater Mobil) dan Pantai Carnaval padat merayap sejak malam hari. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, tak hanya menyediakan hiburan di dua tempat itu. Pantai Festival, Pantai Beachpool, dan Danau Monumen juga penjadi pusat pengunjung.
 
Sementara itu sebanyak 1300 personil kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Utara, dan Polres Kepulauan Seribu dan Polsek Ancol diterjunkan untuk mengamankan seluruh wilayah Ancol.
 
"Kami sudah siapkan personil TNI-Polri untuk seluruh pengamanan Ancol dan pemerintah daerah bersatu padu untuk melakulan pengamanan," ujar Kombes Pol Muhammad Iqbal, Kapolres Metro Jakarta Utara.
 
Seakan tak ingin kehilangan momen spesial, pengunjung pun terlarut dari hiburan yang disajikan. Udara dingin usai hujan seharian yang mengguyur Jakarta tak menyurutkan semangat mereka.
 
Tepat pada pukul 24.00 WIB, menjadi klimaks malam pergantian tahun baru 2015. Rententan kembang api hingga berdurasi 15 menit tak henti-henti menghiasi langit Jakarta yang mendung. Kehangatan dan keintiman sangat terasa ditengah udara malam yang dingin. Selamat Tahun Baru 2015.
 
Sumber : http://celebrity.okezone.com/read/2015/01/01/205/1086482/dinginnya-jakarta-hilang-di-pergantian-tahun-baru-2015
 

Reklame Raksasa di Tol Wiyoto Wiyono Dibongkar

Reklame Raksasa di Tol Wiyoto Wiyono Ditertibkan 
Sebuah reklame setinggi 15 meter milik PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) yang berdiri di atas jalan tol Wiyoto Wiyono KM 15.150, Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, dibongkar Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) setempat.
Reklame raksasa tersebut diketahui tidak memiliki Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Pembongkaran itu sendiri dilakukan sejak Kamis (4/12) hingga Jumat (5/12) sekitar pukul 03.00. 
Kepala Seksi Penertiban Sudin P2B Jakarta Utara, Isbandi mengatakan, reklame dengan lebar 6 x 12 meter setinggi 15 meter itu tidak memiliki izin. Sehingga keberadaannya menyalahi Perda Nomor 7 tahun 2010 tentang Perizinan Bangunan.
"Reklame itu memang tidak memiliki RTLB dan IMB. Kami sudah berkali-kali memberikan peringatan kepada pemilik reklame tapi tidak digubris," kata Isbandi, Jumat (5/12).
Isbandi berharap, penertibkan ini bisa menjadi shock therapy bagi pemilik reklame lain untuk mematuhi peraturan tentang pemasangan reklame. 

Sumber : http://beritajakarta.com/read/6719/Reklame_Raksasa_di_Tol_Wiyoto_Wiyono_Dibongkar#.VIOsOsng6KE

DPRD Minta Kaji Ulang Harga Tiket Masuk Ancol

tiket masu ancol dikaji ulang 
Tingginya harga tiket masuk ke kawasan wisata Ancol, Pademangan, Jakarta Utara menuai kritikan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi.
Dia mengatakan, harga tiket masuk yang berlaku saat ini sebesar Rp 25.000 per orang dinilai sangat memberatkan warga Jakarta. Seharusnya, pengelola Taman Impian Jaya Ancol (TIJA)  mengakomodir seluruh lapisan masyarakat untuk berekreasi dengan memberlakukan harga tiket masuk yang terjangkau. Apalagi, TIJA dikelola oleh PT Pembangunan Jaya Ancol yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov DKI Jakarta.
"Harus dikaji ulang harga tiket masuk yang berlaku saat ini. Sudah banyak keluhan warga terkait mahalnya harga tiket masuk Ancol," kata Prasetyo, Senin (1/12).
Menurutnya, tingginya harga tiket masuk Ancol mengakibatkan sebagian warga Jakarta mengaku tidak mampu lagi berekreasi ke salah satu lokasi wisata favorit di ibu kota itu sehingga berdampak pada menurunnya jumlah pengunjung.
Dikatakannya, Ancol memang selalu ramai dikunjungi warga ibu kota, tetapi itu pun saat digelar sejumlah perayaan tertentu. Misalnya, pesta tahun baru atau perayaan HUT DKI, dimana  Pemprov DKI menggratiskan tiket masuk maupun pemberian potongan harga. "Keluhan ini harus segera ditindaklanjuti serius, jika tidak ingin TIJA ditinggal pengunjung," ungkapnya.
Ia menegaskan, harga tiket masuk TIJA saat ini sebesar Rp 25.000 per orang, Rp 20.000 per mobil, serta Rp 15.000 per motor. Artinya, jika satu keluarga terdiri dari bapak, ibu, dan dua anak dengan menggunakan motor hendak berekreasi ke Ancol harus merogoh kocek sebesar Rp 95.000. "Ini jelas sangat memberatkan untuk warga yang memang memiliki kelas ekonomi menengah ke bawah," tegasnya.
Tingginya harga tiket masuk Ancol juga berdampak pada penghasilan para pedagang yang membuka usaha di kawasan TIJA. Banyak pedagang maupun pengusaha akan gulung tikar lantaran sepinya pembeli.
Andi (38), pedagang TIJA mengaku, omzet penjualan di tempat usahanya terus merosot seiring sepinya warga yang berekreasi ke Ancol.
Andi membandingkan saat tiket masuk Ancol masih di kisaran Rp 7.500 per orang pada tahun 2002 silam, jumlah pembeli yang datang ke tempat usahanya cukup banyak. Omzet yang diperoleh saat itu berkisar Rp 500.000 pada hari biasa dan Rp 2 juta saat akhir pekan. "Tapi, sekarang omzet yang ia peroleh hanya setengahnya saja," jelasnya.
Namun Corporate Communication Manager PT TIJA Tbk, Metty Yan Harahap, menganggap, harga tiket masuk Ancol sebesar Rp 25.000 per orang merupakan harga yang wajar. Dia beralasan, uang dari hasil penjualan tiket masuk dipergunakan untuk melestarikan alam, menjaga taman, serta meningkatkan pelayanan dan keamanan.
Warga yang berkunjung ke Ancol mendapatkan pantai yang bersih dengan pasirnya yang putih, toilet bersih dan gratis, serta keamanan yang baik. "Pantai berbayar mana di Indonesia ini yang bersih dan aman seperti Ancol? Bandingkan dengan Pantai Tanjung Pasir (daerah Tangerang). Retribusi di sana tidak digunakan untuk perawatan, sebaliknya kami gunakan untuk melestarikan alam," ucapnya.
Metty menambahkan, jumlah pengunjung Ancol mengalami kenaikan setiap tahun. Pada 2014 ini, jumlah pengunjung hampir melebihi jumlah pengunjung tahun lalu mencapai 15 juta orang. "Jumlah pengunjung tetap naik setiap tahun. Sekarang saja, banyak rombongan anak sekolah yang datang untuk kegiatan di Ancol, seperti manasik haji dan outbond. Kami memperkirakan pengunjung tahun ini akan naik," ungkapnya.

Korban Ancol, Mulyana: Seperti Ada Dorongan Kamu Bisa!

ANCOL - Mulyana salah seorang korban yang diduga keracunan gas di area kerja tempat pengelolaan air laut menjadi air bersih PT Tirta Sea Water Reverse Osmosis Plant di kawasan wisata Ancol, Pademangan, Jakarta Utara mengaku seperti ada dorongan bahwa dirinya bisa selamat. 

"Saya seperti ada yang mendorong dan suara kamu bisa, kamu bisa," kata Mulyana saat di temui jakartautara.co di ruang rawat RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (20/6/2013).

Lajang, 23 Tahun, asal Garut bekerja sebagai operator PT Tirta menceritakan kronologis pristiwa yang merenggut 4 jiwa dan 5 orang lainnya di rawat di rumah sakit. Bermula ia dengan teman sekerjanya Purnama membuka intek dalam sebuah bak untuk menampung air laut. 

"Awalnya kami tidak mencium bau apapun. Saya dan Purnama menjalankan pekerjaan seperti biasa. Sekitar Jam 16.30 (kemarin sore) Purnama membuka intek lebih dulu dan saya membantunya. Intek untuk menampung air laut dan masih tersisa beberapa baut lagi saya di suruh Purnama naik keatas bak lebih dulu dan Purnama mengikutinya. Purnama sempat memberikan konci dan kacamata renang kepada saya tetapi setelah saya balik badan purnama sudah ada di bawah lagi, dia terjatuh," ungkapnya.

Mulyana, katanya, tanpa pikir panjang bermaksud menolong Purnama dengan turun kembali kebawah, saat itu ia mulai merasakan bau seperti belerang. "Saat itu ada bos saya (Miftahudin) bermaksud menolong juga namun bos saya juga ikut jatuh. Saya bermaksud menolong keduanya, saya tarik bos saya meski saya sempat tenggelam, karena air laut mulai terisi setengah dalam bak penampungan. Namun Purnama badannya seperti tidak lagi bergerak dan menyangkut sesuatu," katanya.   

Saat itulah, kata dia, seperti ada dorongan dan seruan. "Saya seperti terdorong untuk menolong keduanya dan seruan kamu bisa, kamu bisa, menolong dan menyelamatkan diri saya. Tetapi, pada kondisi itu badan saya juga mulai lemah, pandangan saya mulai tidak jelas," tuturnya seraya sedih tak dapat menolong teman dan bosnya.

"Saya naik keatas dalam keadaan lemas, saya juga melihat rekan saya Surya berada di atas pipa namun begitu saya lihat kembali Surya sudah tidak ada juga. Dan saya di tolong oleh Sunaryo langsung di bawa kerumah sakit ini (Sulianti Saroso)," ucapnya.

Setelah itu, Mulyana baru mengetahui kabar 3 orang teman kerja meninggal dan seorang bos di tempatnya bekerja. Dan dia juga baru mengetahui bahwa tiga orang lainnya di rawat di rumah sakit Satyanegara. "Alhamdulillah saya masih selamat, tapi saya juga turut prihatin atas nasib teman dan bos saya. Saya berharap dengan kejadian ini perusahaan tempat kami bekerja lebih memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan pekerjaanya," imbuh dia. 

Sementara itu, Sunaryo, 44, yang juga di rawat di ruang yang sama dengan Mulyana, mengaku pristiwa itu berlangsung begitu singkat. "Saya berada di atas menolong mas Mul, saya juga sempat mencium baunya seperti belerang dan langsung di dada terasa sesak dan kepala pusing. Saya sendiri tidak tahu kalau di bawah ternyata ada orang," akunya.

3 Tahun Tidak Beroperasi Pompa Kampung Bandan Dipertanyakan

Rumah pompa Jalan Lodan Raya
PADEMANGAN - Banjir yang melanda kawasan Pademangan, Jakarta Utara beberapa hari lalu terindikasi karena tiga pompa Ancol mengalami kerusakan. Meskipun saat ini satu pompa sudah di aktifkan dan di bantu pompa portabel dari unit terkait namun warga masih belum puas.

Pasalnya, warga mempertanyakan keberadaan rumah pompa di Kampung Bandan yang berada di Jalan Lodan Raya tidak pernah di operasionalkan. Padahal jarak pompa Ancol dan pompa Lodan Raya tidak seberapa jauh.

"Bila pompa di Jalan Lodan Raya di operasionalkan setidaknya dapat mengurangi beban air rob kawasan Pademangan. Untuk apa ada pompa yang masih baru tetapi tidak pernah di gunakan," kata Krismanto,  warga Ancol, Selasa (18/6/2013).

Ia menyanyangkan keberadaan pompa Jalan Lodan Raya yang telah di bangun sejak tahun 2011 dengan menghabiskan biaya puluhan miliar namun manfaatnya tidak di rasakan warga Jakarta. "Setahu saya sejak dibangun belum pernah digunakan. Kami berharap Dinas PU DKI Jakarta dapat memfungsikan pompa Jalan Lodan Raya. Jangan didiamkan saja nanti pompa yang masih baru itu malah rusak," tandasnnya.

Sementara itu, Dudung penjaga rumah Pompa di Jalan Lodan Raya, Jakarta Utara mengakui pompa tersebut di bawah wewenang Dinas PU DKI Jakarta. "Tiga pompa di sini masih baru dan tidak ada yang rusak. Kami belum dapat operasionalkan karena belum ada perintah dari Dinas," kata pria yang tidak memperkenankan media masuk kelokasi tersebut.

Camat Minta KJK Dapat Buat Program Trobosan

PADEMANGAN - Camat Pademangan M.Efiskal, mengatakan agar Koperasi Jasa Keuangan-Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (KJK PEMK) yang ada di wilayah tugasnya dapat membuat program trobosan. Hal itu, tujuannya agar dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan sehari-hari yang di peroleh dengan cara yang lebih ringan.

"Saya yakin banyak kaum Ibu yang telah memanfaatkan dana koperasi. Biasanya kaum Ibu kan senang kalau belanja (perabotan atau sembako) namun dengan harga yang di discon, beberapa persen. Untuk anggota koperasi tentu ini akan sangat membantu dan bagi yang belum menjadi anggota koperasi setidaknya mereka akan tertarik," imbau Camat Efiskal pada saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) KJK PEMK Ancol, Rabu 20 Maret 2013. 

Apalagi, katanya, saat menghadapi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri, dimana hampir semua orang membutuhkan sembilan bahan pokok (sembako). Bila koperasi dapat mengadakan paket belanja murah seperti sembako dan daging, hal ini akan sangat membantu. "Saya harap Koperasi kedepan dapat mengarah kesana karena dengan belanja sembako di koperasi sendiri akan saling menguntungkan. Selain dapat meringankan beban warga pengelola koperasi juga akan dapat memutar keuangannya sehingga koperasi semakin berpariasi, maju dan berkembang," imbaunya. 

Ia juga mengaku bangga atas berkembangnya koperasi di kelurahan Ancol. "Saya sudah beberapa kali menghadiri berbagai kegiatan koperasi disini. Saya cukup bangga dan berharap koperasi ini dapat terus maju sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat dan kesejahteraan masyarakat Pademangan khusunya warga Ancol," jelas mantan Camat Koja itu. 

Selain Camat Efiskal, hadir pula pada kesempatan itu, perwakilan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta Ardin Purba, Kasudin UMKM Jakarta Utara Sumardi, Sekcam Fredy Setiawan, Lurah Ancol Arahap, Ketua KJK PEMK Ancol Dahlan, tokoh masyarakat Sukirno dan pengurus serta anggota koperasi tersebut.

Foto: Camat Pademangan Efiscal (kanan) saat menghadiri RAT KJK-PEMK Ancol.

 

607 Warga Ancol Manfaatkan Dana Koperasi Rp 1,5 M

ANCOL - Sebanyak 607 warga Ancol telah memanfaatkan dana bergulir Pemda DKI Jakarta melalui program KJK PEMK (Koperasi Jasa Keuangan-Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan) Ancol, Pademangan, Jakarta Utara dibawah naungan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta. Dari jumlah tersebut lebih dari Rp 1,5 M dana koperasi tersebar di 5 RW yaitu RW 01, 02, 04, 05 dan RW 08 Ancol.

"Sejak koperasi ini berdiri kami telah memiliki 607 anggota dengan nominal pinjaman yang beragam. Paling kecil Rp 2 juta dan paling besar Rp 5 juta. Total dana koperasi yang berada di masyarakat lebih dari Rp 1,5 M," ujar Ketua KJK PEMK Ancol, Dahlan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2012, di ruang pola Kantor Kelurahan Ancol, Rabu 20 Maret 2013.

RAT yang di hadiri perwakilan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta, Ardin Purba, Kasudin UMKM Jakarta Utara Sumardi, Camat Pademangan M Efiskal, Sekcam Fredy Setiawan, Lurah Ancol Arahap, tokoh masyarakat Sukirno dan pengurus serta para anggota KJK Ancol.

"Pemanfaat umumnya pelaku usaha mikro seperti warung sembako, makanan ringan, kelontong dan lainnya. Besarnya pinjaman palin sedikit Rp 2 juta dan paling besar Rp 5 juta. Sistem pembayaran, kami terjunkan sejumlah petugas untuk door to door tujuannya agar masyarakat tidak perlu bolak-balik datang ke kantor kami di Kelurahan. Tinggal tunggu di rumah petugas akan datang," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Jakarta Utara, Sumardi, turut memberikan apresiasi atas berjalannya RAT KJK PEMK Ancol. ""Koperasi kita masih balita dan masih perlu banyak belajar serta memerlukan kritik maupun saran yang membangun. Kami berharap kedepan koperasi ini semakin maju dan berkembang," harapnya.

Adanya 607 Anggota Koperasi di Ancol, menurutnya itu suatu kemajuan yang cukup pesat. "Di Kelurahan lain jumlah anggotanya tidak sebanyak disini. Apalagi tingkat pengembalian masyarakat sebagai pengguna koperasi cukup bagus, artinya lebih dari 90 persen tingkat pengembalian pemanfaat," katanya.

Ny.Fatimah, 45, salah seorang pemanfaat KJK PEMK Ancol yang berdomisili di lingkungan Rt 05 RW 04, mengaku telah tiga tahun menjadi anggota koperasi tersebut. "Saya dagang nasi uduk, lontong, lopis dan ketan. Alhamdulillah selama menjadi anggota koperasi usaha saya semakin beragam dan mulai ada perkembangan," katanya.

Ibu yang mengaku suaminya sudah tidak bekerja lagi itu, mengaku mengawali minjam dana Koperasi atas informasi pengurus setempat. "Dulu saya minjam pertama kali RP 2 Juta. Sekarang pinjaman saya sudah meningkat menjadi Rp 5 juta, setiap Minggu saya mengangsur Rp 162 ribu. Dua kali angsur lagi akan lunas rencananya saya akan lanjut minjam dana koperasi lagi," tuturnya.



Terancam Banjir, Warga Ancol Minta Tanggul Kali Ditinggikan

ANCOL - Kerap kebanjiran saat musim hujan dan air rob sejumlah warga Ancol mengharapkan tanggul kali anak ciliwung yang berada di Jalan Kencur, Kampung Bandan, Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara di tinggikan. Pasalnya tanggul kali sepanjang lebih kurang 1,5 kilo meter dianggap terlalu rendah sehingga kerap melanda banjir pemukiman warga setempat. 

"Setiap hujan datang langsung banjir apalagi bila ada rob banjir semakin lebih besar. Kami minta Dinas PU DKI Jakarta meninggikan tanggul kali anak ciliwung itu," tandas Sukirno, tokoh masyarakat Ancol, kepada jakartautara.co, Kamis (28/2/2013).

Menurutnya, sejak pembangunan kali tersebut sekitar tahun 1996 hingga kini belum pernah lagi ada perbaikan. Banyak warga, katanya, di lingkungan RW 01 dan RW 04 Ancol yang mengeluhkan atas keberadaan tanggul yang terlalu rendah. "Ketika air kali penuh tanggul kali tidak dapat mencegahnya sehingga air kali tumpah kepemukiman warga setempat. Kami berharap tanggul yang kini hanya setinggi 50 cm sampai 70 cm dapat di tinggikan hingga 1,5  meter," harapnya.

Pria yang juga sebagai Ketua LMK Ancol itu menegaskan bahwa aspirasi masyarakat kerap kali di suarakan saat musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) baik ditingkat keluraha hingga tingkat kota. "Sudah dua tahun ini kami tidak lagi menyuarakan aspirasi itu. Karena, sebelumnya telah kami suarakan baik lisan maupun tulisan namun tidak pernah terealisasi. padahal kami sangat menginginkan ada pembangunan kembali," imbuhnya. 

Sementara itu, Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono, sebelumnya mengatakan akan melakukan perbaikan saluran dan kali di wilayah Jakarta Utara.  "Banyak program tahun ini (2013) untuk memperbaiki kali dan saluran. Kami akan menormalisasi kali-kali yang ada termasuk keberadaan bangunan rumah warga menjorok ke kali. Secara berlahan-lah kami akan perbaiki," kata Bambang Sugiyono saat melakukan kerja bakti massal di Kebon Bawang.

Namun, katanya, pemerintah tidak bisa jalan sendiri perlu ada kepedulian warga dalam mengatasi secara bersama-sama atas keberadaan kali yang banyak dimanfaatkan oleh kepentingan warga. "Pemerintah kota bukan tidak mau mengambil tindakkan langsung namun harus melalui pendekatan dari hati ke hati agar masyarakat benar-benar dapat memahami. Hal ini pernah dilakukan warga Cilincing saat kerja bakti kali opak alhamdulillah banyak warga yang menyadari tentang hal itu," ungkapnya. 

Sampah Jalan Ancol Barat Menggunung

Keberadaan sampah di Jalan Ancol Barat RW 01 Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan kembali menggunung. Pemandangan yang tidak sedap itu sudah berlangsung beberapa hari di duga petugas kebersihan tidak secara rutin membersihkan sampah di tengah lingkungan masyarakat Ancol.

Pantauan jakartautara.co bak sampah berukuran 2 x 2 meter dilokasi tersebut sudah dipenuhi sampah rumah tangga hingga keluar ke bahu jalan. Banyak warga yang melintasi jalan depan sampah tutup hidung karena bau.

"Lihat saja sampahnya semakin hari semakin banyak. Petugas sudah beberapa hari ini tidak mengangkutnya," kata Romli, 39, salah seorang warga Ancol, Kamis 10 Januari 2013.

Pria yang hendak berkunjung ke kantor Kelurahan Ancol yang berjarak lebih kurang 30 meter dari lokasi sampah itu  mengaku kecewa. "Rumah kami agak jauh dari lokasi sampah namun kami selalu melintasi jalan itu bila ke kantor kelurahan. Saya tidak dapat bayangkan bagaimana rasanya warga yang dekat - sampah sampah saya yakin akan kebauan," ibanya.

Apalagi, kata dia, sekarang sedang musim hujan sampah jadi lebih cepat menguap dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap. "Seharusnya petugas Sudin Kebersihan meningkatkan kinerjanya jangan setengah hati menangani sampah warga. Kalau begini terus kapan Jakarta bisa bersih sampah yang di pinggir jalan saja menumpuk apalagi yang di jalan pemukiman atau gang," imbuhnya.

Rahmat, 32, warga lainnya juga menyesalkan lambanya petugas yang menangani sampah di jalan tersebut. "Sampahnya sudah keluar dari jalan sehingga mengganggu pengguna jalan umum. Sepertinya sAmpah di sini kurang ditangani dengan baik sebab setiap kali lewat jalan ini sampahnya selalu banyak," ungkapnya.

Ratusan Pelajar Ikuti Tour Wisata Pesisir


Ratusan pelajar SD, SMP dan SMA di Jakarta Utara (Jakut) mengikuti tour keliling tempat 12 destinasi wisata pesisir Jakarta Utara, Sabtu (15/12/2012). Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono melepas rombongan pelajar tersebut di Bahtera Jaya, Ancol Pademangan, Jakarta Utara baik melalui darat dan laut. 

Selain Walikota hadir pada kesempatan itu, Kasudin Pariwisata Jakarta Utara Augustine Grace Mandagi, Lurah Ancol Arahap, peserta Remaja Ceria Indonesia, peserta Putra Putri Bahari Indonesia, Duta Komunikasi Indonesia 2012 dan lainya. "Ini adalah dalam rangka mempopulerkan 12 Destinasi Wisata Pesisir di Jakarta Utara terhadap kalangan pelajar dan masyarakat. Sebab, Jakarta Utara memiliki berbagai keragaman potensi kepariwisataan yang dapat dikembangkan sebagai nilai tambah bagi dunia usaha maupun masyarakat," ujar Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono.

Potensi tersebut, kata Bambang, cukup lengkap dengan keragaman pariwisata seperti adanya wisata laut, wisata budaya, wisata sejarah, wisata religi, wisata kuliner dan wisata olahraga. "Sedikit-demi sedikit kami akan terus melakukan perbaikan demi perbaikan. Baik akses, sarana prasara umum di lokasi wisata dan infrastruktur terus kami perbaiki. Kami berharap akhir 2014 semua itu sudah siap," jelasnya.

Sejauh ini, dikatakannya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara juga telah secara aktif  melakukan pengembangan potensi sektor pariwisata khususnya wisata pesisir dengan melakukan melalui berbagai event. "Harapan kami tiadalain melalui berbagai kegiatan seperti ini dapat menarik minat wisatawan baik asing maupun domestik dapat mengunjungi 12 destinasi. Sebab, hal ini akan berdampak pada pertumbuhan nilai ekonomi masyarakat pesisir maupun ekonomi daerah," harapnya.
  

Sementara itu, Kasudin Pariwisata Jakarta Utara, Augustine Grace Mandagi, mengatakan kegiatan Pengemasan Paket Tour Wisata Pesisir Jakarta Utara 2012 merupakan suatu upaya membangun tradisi pengembangan potensi Jalur Wisata.  khususnya, kata dia, pariwisata pesisir dalam arti yang luas dan ini merupakan rangkaian program Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara.
"Selama bulan Desember ini kami siapkan 12 bis dan 12 kapal kayu, jadwalnya setiap hari Sabtu dan Minggu. Kami membaginya menjadi dua rute perjalanan arah barat seperti Bahtera Jaya kemudian ke Taman Impian Jaya Ancol, Kampung & Mesjid Luar Batang hingga Taman Mangrove Marga Satwa Muara Angke," jelasnya.

Sedangkan arah Timur, lajutnya, mulai Bahtera Jaya kemudian ke Stasiun Kereta Api Tanjung Priok, Sentra Kuliner Kelapa Gading, Kampung & Gereja Tugu, Islamic Center dan Rumah si Pitung serta Mesjid Alam Marunda. "Kami akan terus menjaga potensi yang sangat baik ini dan terus mengembangkannya," kata Augustine bersamanya Surya Permana, senior Abang Jakarta.

Gudang Barang Bekas di Kolong Tol Di Tertibkan Satpol PP Jakut

SATUAN polisi pamong praja (Satpol PP) menertibkan bangunan gudang barang bekas di Jalan Lodan Raya, kolong tol Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Upaya tersebut dilakukan untuk menghindari kebakaran dan munculnya berbagai penyakit dari lingkungan tak sehat itu. Selain itu, gudang tersebut tidak memiliki izin dan membuat kolong tol menjadi semrawut. Dalam penertiban itu, petugas berhasil mengangkut 5 truk barang bekas dari lokasi tersebut.
"Jadi intinya, di sana dilakukan upaya penataan, dan pembersihan tempat-tempat yang dijadikan penimbunan barang-barang bekas," kata Kasatpol PP Kecamatan Pademangan Leonardo Sitorus, Rabu (21/11/2012).

Dalam operasi tersebut, sekitar ratusan petugas gabungan juga turut dilibatkan. Di antaranya dari pihak Koramil Polsek Pademangan, Pos Pol Ancol, dan Babinkamtibmas

Sebelum ditertibkan, sebelumnya sudah dilakukan sosialiasasi kepada para pemilik gudang barang bekas tersebut. Pihaknya telah memberikan surat pemberitahuan sebanyak 3 kali melalui surat dari camat.Dimana surat tersebut yaitu, 7x24 jam, 3x24 jam dan 1x 24 jam pada pemilik barang bekas. Penertiban ini sudah sesuai Perda No 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (Tibum).

" Panjangnya sekitar satu kiloan yang kita bersihkan. Ada gudang tumpukan kertas, gudang kloset-kloset bekas, dan berbagai barang bekas Hasil penertiban ini akan kami angkut ke Gudang Cakung Jakarta Timur dan selanjutnya dibuang di Bantar Gebang, Bekasi. Selain itu juga upaya kita karena dari segi kesehatan, tempat itu juga rawan kebakaran " tambah Leonardo.

Sementara itu, Yayan (34), salah seorang pemilik barang bekas mengaku, hanya bisa pasrah saat petugas mengangkut barang bekasnya. Sebab, lahan yang ditempatinya bukan miliknya. "Saya bingung mau simpan di mana barang bekas itu, karena tidak punya tempat lagi. Tidak apa-apa dibawa petugas karena itu barang yang sudah sisa dan tidak laku dijual," tandasnya

Pemilih Tak Golput, Masuk Dufan Diskon 50 Persen

TANJUNG PRIOK- Bagi warga Jakarta yang akan berlibur usai pencoblosan Pilkada DKI Jakarta serta ditetapkannya tanggal 20 September 2012 sebagai hari libur Ancol Taman Impian mengajak keluarga Jakarta menikmati rekreasi di Dunia Fantasi, Ocean Dream Samudra, dan Atlantis Water Adventure dengan Diskon 50%. Dengan menunjukkan “tinta” yang terletak dijari, pengunjung sudah langsung mendapatkan potongan harga 50% dari harga normal. Ketentuan tersebut juga berlaku untuk para pengunjung yang masih dibawah umur 17 tahun yang belum memiliki hak pilih dengan syarat datang bersamaan dengan para pemilik hak suara. Khusus pada tanggal 20 September 2012 ini, unit rekreasi di seluruh kawasan Ancol Taman Impian seperti Dunia Fantasi, Ocean Dream Samudra, dan Atlantis Water Adventure mulai beroperasi pada pukul 13.00. “Promo ini kami adakan bertujuan untuk mengapresiasi dan memberikan dukungan mensukseskan jalannya Pilkada putaran kedua dan juga memberi alternatif pilihan tempat liburan keluarga disaat liburan Pilkada. Selain itu, kami juga memberikan kesempatan kepada seluruh karyawan untuk menggunakan hak pilih mereka,” kata YJ. Harwanto, Sesdit Operasional Rekreasi PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. Para pengunjung dapat menikmati harga spesial Dufan setelah diskon menjadi Rp 110.000,-/orang, Ocean Dream Samudra Rp 45.000,-/orang, dan Atlantis Water Adventure Rp 45.000,-/orang khusus hanya pada tanggal 20 September 2012. Promo di hari libur Pilkada ini juga berlaku untuk Wahana air terbaru Ancol Epic Cable Park. Dengan konsep buy 1 get 1, pengunjung dapat merasakan serunya wakeboarding dengan cara yang menyenangkan dan menantang. Jadi, ajak keluarga besar, teman kantor, dan orang-orang yang kamu sayangi ke Ancol Taman Impian!!! Ayo buruan jangan sampai kehabisan promo kali ini, untuk menikmat hari libur anda. (Bian)

Foke: Kinerja Lurah Baik Gubernur juga Turut Baik

Tolak ukur keberhasilan kinerja Gubernur DKI bukan saja pada level atas melainkan pada jajarannya di tingkat Kelurahan. Pasalnya, banyak program pemerintah DKI Jakarta yang berujung di tingkat Kelurahan oleh karena itu keberhasilan Kelurahan berdampak pada keberhasilan pemda DKI Jakarta.

“Jika kinerja Kelurahan bagus maka bagus pula kinerja Gubernur DKI Jakarta. Begitupun sebaliknya jika kinerja Lurah dan jajarannya buruk maka buruk pula kinerja diatasnya hingga Gubernurnya," ujar Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, saat berkantor di Kelurahan Ancol, Pademangan, Senin (03/09/2011) pagi.

Gubernur yang hadir bersama Asisten DKI Jakarta Hj. Sylviana Murni, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Agus Suradika, Wakil Walikota Jakarta Utara H. Natsir Sabara, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Bambang Suheri, Kepala Suku Dinas Sosial Ika Adji Lestari dan Kepala Suku Dinas Dukcapil Jakarta Utara Edison Sianturi.

Selain itu, hadir pula Camat Pademangan M. Efiskal, Lurah Ancol Arahap, Ketua LMK Kelurahan Ancol Sukirno, Pengurus KJK PEMK Ancol dan para Ketua RT serta RW se-Kelurahan Ancol.

Pada kesempatan itu, Foke sapaan akrab Fauzi Bowo menyebutkan kehadirannya merupakan wujud untuk memperat silaturahmi dan kebersamaan dengan jajarannya di tingkat kelurahan. Sekaligus dapat memotivasi aparatur dalam meningkatkan layanan publik kepada masyarakat.

"Lurah dan jajarannya adalah aparat saya terdepan melayani warga. Tentunya, Lurah juga dalam dalam menjalankan tugas memerlukan dukungan masyarakat baik di jajaran RT, RW dan LMK," kata Foke.

Melalui pengutan Kelurahan, katanya, semua urusan kemasyarakatan seperti operasional RT/RW, LMK dan urusan Jumantik, Posyandu, PKK dan Karang Taruna serta KJK dapat tertanggulangi.

"Kedepan semua itu akan kami tingkatkan agar Kelurahan menjadi lebih kuat dan mandiri. Dulu sebelum ada dana pengutan Kelurahan mau bayar listrik saja harus dari Walikota yang membayarnya. Sekarang sudah dapat membayar listrik sendiri," ucapnya.

Selain itu, Foke memberikan apresiasi tinggi atas kinerja RT dan RW ditengah masyarakat. Orang nomor satu di DKI Jakarta itu juga berjanji akan memberikan tambahan dana operasional RT dan RW dalam waktu 2 tahun lagi.

“Saya sudah hitung-hitungan dan saya bukan orang tukang janji. Saya sudah hitung dua tahun lagi dana operasional RT dan RW akan saya double. Perhitungan saya sudah terealisasi saat saya akan mengratiskan sekolah sampai tingkat SMA sederajat dan sekarang telah terwujud," jelasnya.

Sementara itu, Ketua LMK Ancol, Sukirno, mengatakan dengan adanya program pemberdayaan masyarakat Kelurahan (PPMK) telah banyak manfaat yang dirasakan warga. Antara lain, katanya kegiatan fisik dan sosial. "Banyak jalan-jalan setapak atau lingkungan yang telah kami perbaiki dengan menggunkan dana PPMK. Selain itu berbagai kegiatan Sosial juga kami lakukan seperti pelatihan keterampilan dan penguatan kelembagaan," ucapnya.

Taman Impian Jaya Ancol

Sejak awal berdirinya di tahun 1966, Ancol Taman Impian atau biasa disebut Ancol sudah ditujukan sebagai sebuah kawasan wisata terpadu oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Pemda DKI menunjuk PT Pembangunan Jaya sebagai Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan peningkatan perekonomian nasional serta daya beli masyarakat.

Sejalan dengan perkembangan perusahaan yang semakin meningkat di tahun 1992 status Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol diubah menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol sesuai dengan akta perubahan No. 33 tanggal 10 Juli 1992 sehingga terjadi perubahan kepemilikan dan prosentase kepemilikan saham, yakni 20% dimiliki oleh PT Pembangunan Jaya dan 80% dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta.

Pada 2 Juli 2004 Ancol melakukan “go public” dan mengganti statusnya menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk., dengan kepemilikan saham 72% oleh Pemda DKI Jakarta dan 18% oleh PT Pembangunan Jaya dan 10% oleh masyarakat. Langkah “go public” ini dilakukan untuk lebih meningkatkan kinerja perusahaan, karena akan lebih terkontrol, terukur, efisien dan efektif dengan tingkat profesionalisme yang tinggi serta menciptakan sebuah Good & Clean Governance. Kinerja dan citra yang positif ini akan menjadikan perusahaan terus tumbuh dan berkembang secara sehat di masa depan.
PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk juga melakukan upaya repositioning dengan diluncurkannya logo Ancol yang baru pada 10 Juli 2005. Perubahan tersebut tidak semata mengganti logo perusahaan, tetapi juga untuk memacu semangat dan budaya perusahaan secara keseluruhan.

Truk Parkir Sembarang Dikeluhkan Warga Ancol

Warga Ancol, Pademangan, Jakarta Utara mengeluhkan keberadaan puluhan truk perusahaan yang parkir di bahu jalan Ancol Barat I. Pasalnya, truk setiap hari parkir di jalan umum membuat aktivitas warga terganggu selain itu mengakibatkan jalan rusak.


"Banyak juga truk dari dalam maupun luar kota setiap hari parkir disini kadang-kadang dari pagi sampai sore bahkan ada yang sampai seharian. Karena truk-truk tersebut menunggu bongkar muat dari perusahaan sekitarnya," ujar Manto, 35, salah seorang warga di Jalan Ancol Barat RW 01, kemarin.

Sementara itu, tokoh masyarakat Ancol, Sukirno, membenarkan keberadaan mobil truk yang kerap parkir di Jalan tersebut. Ia juga mengaku merasa terganggu pasalnya aktivitas lalulintas menjadi menyempit. "Banyak warga di pemukiman seperti warga RW 02, 04, 08 yang mengeluhkan jalan yang menuju kantor Kelurahan itu. Selain jalan jadi sempit jalan juga menjadi cepat rusak," kata Sukirno yang juga sebagai Ketua LMK Ancol kepada jakartautara.com, Kamis (15/03/2012).

Menurut dia, seharusnya perusahaan menyediakan lahan parkir dalam area lingkungan masing-masing agar tidak mengganggu pengguna jalan umum. "Mungkin itu solusinya atau solusi lainnya memanfaatkan lahan kosong di Jalan Ancol Barat namun tentunya perlu di musyawarahkan pihak-pihak terkait," imbuhnya. (min)

Warga Minta Puluhan Pohon di Ancol Dipangkas

Sejumlah warga kampung muka dan kampun Bandan berharap Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Ancol dapat mengusulkan pemangkasan pohon. Pasalnya, banyak pohon ditengah pemukiman warga yang telah berusia sekitar 30 hingga 40 tahun belum pernah dipangkas.


"Kami sangat kuatir bila musim hujan dan angin kencang pohon akan tumbang. Jangan sampai ada korban baru segera dilakukan pemangkasan, apalagi sekarang ini cuaca sedang musim hujan angin," kata Masudin, salah seorang warga RT 03/4 Kelurahan Ancon.

Ia berharap keluhannya dapat didengar dan dapat ditindaklanjuti hingga masalah tersebut terealisasi. "Kami ingin segera terealisasi karena usia pohon sudah sangat tua dan rentan tumbang," harapnya. Keluhan senada juga dikatakan Welli, 40, warga Kampung Bandan.

Menanggapi aspirasi warga tersebut, Ketua LMK Ancol, Sukirno, membenarkan pihaknya kerap mendapatkan keluhan warga melalui pengurus RT dan RW sehubungan masalah pohon yang mengkuatirkan tumbang. "Keluhan tersebut datangnya dari pengurus RW 01 dan RW 04 Ancol. Kami sudah melakukan cek lapangan ke wilayah tersebut, ada sekitar 30 pohon yang rawan tumbang. Kami pun sudah melaporkan perihal itu melalui Seksi Pertamanan di Kecamatan Pademangan, satu tahun lalu," ucapnya mengaku belum ada realisasi.

Ia menyesalkan pihak pertamanan yang belum juga melakukan penopingan maupun penebangan pohon-pohon yang dianggap membahayakan warga sekitar. "Kami juga sangat berharap sekali keluhan ini dapat didengar sebab bila warga yang akan menebang sendiri kami kuatir dipersalahkan. Selain itu, warga tidak mempunyai mesin pemotong dan teknik pemotongan harus yang profesional," jelasnya.

Pohon rawan tumbang tersebut, katanya, berjenis pohon Asem Ranji, Kayu Kapuk, Angsana dan pohon Ambon. "Usianya rata-rata antara 30 hingga 40 tahun dengan ketinggian mencapai 30 meter," tambah Sukirno kepada jakartautara.com, Selasa (13/03/2012). (min)



Foke Ajak Warga Jakarta Untuk Saling Peduli


Kesedihan korban kebakaran di RT 01/02 dan RT 11/02, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, kini mulai terobati dengan kedatangan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, ke lokasi pengungsian. Selain mengontrol dapur umum, posko kesehatan, tagana, dan tenda pengungsian, Fauzi juga memberikan bantuan berupa selimut, tikar, terpal plastik dan santunan berupa uang pada keluarga, Kastri (70) korban yang meninggal akibat terpanggang api saat kejadian tersebut.

“Memang bila melihat banyaknya rumah yang terbakar dan menghilangkan harta benda dan nyawa, bantuan ini tidaklah berarti apa-apa. Namun kiranya bantuan ini dapat sedikit meringankan warga yang jadi korban kebakaran. Saya juga turut berduka cita pada warga yang meninggal akibat musibah tersebut,” ungkap Fauzi, Sabtu (21/1).

Fauzi juga telah menginstruksikan pada Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta agar segera memberikan bantuan berupa seragam sekolah dan perlengkapannya, dengan harapan paska libur Imlek seluruh anak bisa bersekolah dengan menggunakan seragam.

“Saya mau saat masuk sekolah, seluruh anak sudah menggunakan seragam dan perlengkapan sekolah, agar mereka bisa belajar dengan lancar dan tenang,” harapnya.

Eman Suherman, Ketua RW 02, mengatakan jumlah rumah dari dua RT yang ludes terbakar mencapai 80 rumah dengan jumlah KK 117 yang dihuni sekitar 600 jiwa. Saat ini lokasi pengungsian, posko kesehatan, dapur umum yang dibuat Pemkot Administrasi Jakarta Utara telah ditempatkan di halaman Masjid Jami Al-Mukarromah yang tidak jauh dari hunian warga korban kebakaran.

“Sampai saat ini semua kebutuhan warga dari mulai makan, kesehatan dan tempat tinggal sementara sudah tercukupi. Namun, saat ini yang paling kami butuhkan yaitu ketersediaan air bersih untuk kebutuhan mandi cuci kakus (MCK),” tandas Eman.

Usai mengunjugi korban kebakaran, Fauzi Bowo juga mengunjungi Vihara Mahavira Graha, di Jalan Lodan Raya, Ancol, Jakarta Utara. Dalam kesempatan itu Fauzi bersama pengurus vihara memberikan bantuan paket makanan pada 4 ribu warga keturunan Tionghoa yang didatangkan dari lima wilayah DKI Jakarta dan Tangerang yang merayakan Imlek.

“Di Jakarta tidak ada sekat etnis, dan semua etnis, suku, agama jadi satu. Bagi masyarakat Betawi, budaya Tionghoa merupakan bagian dari budaya Betawi juga. Untuk itu kiranya seluruh masyarakat yang ada di DKI, harus saling peduli dengan saling berbagi dan menjaga kerukunan agar tercipta kota Jakarta yang aman, tentram dan kondusif. Sebagai Gubernur DKI Jakarta saya mengucapkan selamat tahun baru Imlek bagi yang merayakan. Kiranya dengan dengan Tahun Naga kita dapat lebih sejahtera,” ungkapnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Didi Darwis, menjelaskan paket makanan yang dibagikan terdiri dari susu, permen, gula, roti, kacang, mentega dan mie instan. Ini dimaksudkan untuk berbagi kasih dengan sesama yang kurang mampu.“Kita juga berikan angpau pada masing-masing orang senilai Rp 50 ribu rupiah,” tandasnya.

Akhir 2012 Ancol Terapkan Kawasan Bebas Mobil

Taman Impian Jaya Ancol pada akhir 2012 nanti akan mulai mensosialisasikan program bebas mobil di kawasan tersebut. Diharapkan pada tahun 2013 kawasan Ancol sudah bebas mobil.

"Di akhir 2012 nanti, diharapkan mobil sudah tidak masuk lagi ke kawasan Ancol dan 2013 sudah bebas mobil," kata Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol, Winarto saat konferensi pers peluncuran wahana Happy Feet di Premium Lounge Dufan, Ancol, Jakarta, Kamis (19/1/2012).

Nantinya pengunjung yang ingin berlibur ke Ancol akan diberikan parkir di tempat khusus. Tapi jangan khawatir Anda tidak akan jalan kaki untuk mengelilingi Ancol. Pengelola Taman Impian Jaya Ancol akan menyediakan shuttle bus, golf car atau bahkan sepeda yang dapat digunakan pengunjung yang ingin mengelilingi Ancol.

Winarto juga menambahkan, aturan baru ini adalah satu program yang dilakukan dari pihak Ancol untuk mendukung gerakan cinta lingkungan. Menurutnya, menjaga lingkungan sebaik mungkin adalah tugas kita semua.

"Program ini mendukung green company. Ancol akan membuat produk cinta lingkungan. Salah satunya pembatasan jumlah mobil yang masuk," kata Winarto.

Sumber / Link : kompascom

Asyik, Perahu Naga & Barongsai Akan Ramaikan Imlek di Ancol

Tahun baru Imlek 2562 atau 'tahun Naga' akan jatuh pada tangal 22 Januari mendatang. Untuk meramaikan tahun baru Imlek ini, pihak Ancol, Jakarta Utara akan mengadakan festival Perahu Naga, barongsai dan lampion.

Dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (18/1/2012), Perayaan ini berlangsung hingga 29 Januari mendatang dengan tema 'Menyambut Year of The Dragon'.

Menurut Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA), Budi Karya Sumadi, di laut Jakarta akan digelar parade perahu naga selama sepekan dengan menggunakan konsep balapan perahu naga. "Acara yang digelar bekerjasama dengan Persatuan Olah Raga Dayung Seluruh Indonesia. Ini berlangsung selama pekan Imlek," kata Budi.

Selain Dragon Boats Parade, kemeriahan perayaan Imlek di Ancol jug akan diramaikan dengan atraksi Barongsai dan Liong sepanjang Marina hingga Dermaga Pantai Indah. Kehadiran lampion-lampion yang merupakan lampu khas Cina juga akan menyemarakan kawasan Ancol.

"Giant Dragon adalah lampion berbentuk naga terbesar di Indonesia dengan panjang 30 meter. Kehadiran Giant Dargon serta simbol-simbol budaya Cina lainnya, kami harapkan mampu menciptakan suasana yang khas dan berbeda bagi pengunjung dalam merayakan Imlek di Ancol Taman Impian," terang Budi Karya.

Puncak perayaan imlek ini rencananya akan ditutup dengan dengan penampilan musikalisasi pesta kembang api yang bertemakan 'Dragon Light' pada Sabtu, 28 Januari 2012, dan akan dimulai pada pukul 20.00 WIB.

"Ini berdurasi 25 menit daan terdiri dari 7 buah lagu dari berbagai genre musik mulai dari rock sampai dengan orchestra," jelasnya.

Sumber / Link : detikcom

 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas