ANCOL - Mulyana salah seorang korban yang diduga keracunan gas di area kerja tempat pengelolaan air laut menjadi air bersih PT Tirta Sea Water Reverse Osmosis Plant di kawasan wisata Ancol, Pademangan, Jakarta Utara mengaku seperti ada dorongan bahwa dirinya bisa selamat.
"Saya seperti ada yang mendorong dan suara kamu bisa, kamu bisa," kata Mulyana saat di temui jakartautara.co di ruang rawat RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (20/6/2013).
Lajang, 23 Tahun, asal Garut bekerja sebagai operator PT Tirta menceritakan kronologis pristiwa yang merenggut 4 jiwa dan 5 orang lainnya di rawat di rumah sakit. Bermula ia dengan teman sekerjanya Purnama membuka intek dalam sebuah bak untuk menampung air laut.
"Awalnya kami tidak mencium bau apapun. Saya dan Purnama menjalankan pekerjaan seperti biasa. Sekitar Jam 16.30 (kemarin sore) Purnama membuka intek lebih dulu dan saya membantunya. Intek untuk menampung air laut dan masih tersisa beberapa baut lagi saya di suruh Purnama naik keatas bak lebih dulu dan Purnama mengikutinya. Purnama sempat memberikan konci dan kacamata renang kepada saya tetapi setelah saya balik badan purnama sudah ada di bawah lagi, dia terjatuh," ungkapnya.
Mulyana, katanya, tanpa pikir panjang bermaksud menolong Purnama dengan turun kembali kebawah, saat itu ia mulai merasakan bau seperti belerang. "Saat itu ada bos saya (Miftahudin) bermaksud menolong juga namun bos saya juga ikut jatuh. Saya bermaksud menolong keduanya, saya tarik bos saya meski saya sempat tenggelam, karena air laut mulai terisi setengah dalam bak penampungan. Namun Purnama badannya seperti tidak lagi bergerak dan menyangkut sesuatu," katanya.
Saat itulah, kata dia, seperti ada dorongan dan seruan. "Saya seperti terdorong untuk menolong keduanya dan seruan kamu bisa, kamu bisa, menolong dan menyelamatkan diri saya. Tetapi, pada kondisi itu badan saya juga mulai lemah, pandangan saya mulai tidak jelas," tuturnya seraya sedih tak dapat menolong teman dan bosnya.
"Saya naik keatas dalam keadaan lemas, saya juga melihat rekan saya Surya berada di atas pipa namun begitu saya lihat kembali Surya sudah tidak ada juga. Dan saya di tolong oleh Sunaryo langsung di bawa kerumah sakit ini (Sulianti Saroso)," ucapnya.
Setelah itu, Mulyana baru mengetahui kabar 3 orang teman kerja meninggal dan seorang bos di tempatnya bekerja. Dan dia juga baru mengetahui bahwa tiga orang lainnya di rawat di rumah sakit Satyanegara. "Alhamdulillah saya masih selamat, tapi saya juga turut prihatin atas nasib teman dan bos saya. Saya berharap dengan kejadian ini perusahaan tempat kami bekerja lebih memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan pekerjaanya," imbuh dia.
Sementara itu, Sunaryo, 44, yang juga di rawat di ruang yang sama dengan Mulyana, mengaku pristiwa itu berlangsung begitu singkat. "Saya berada di atas menolong mas Mul, saya juga sempat mencium baunya seperti belerang dan langsung di dada terasa sesak dan kepala pusing. Saya sendiri tidak tahu kalau di bawah ternyata ada orang," akunya.