Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   

Jaga Keindahan, Lurah Suranta Mengecat Tembok

PENJARINGAN - Demi menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan Lurah Penjaringan Suranta turun tangan langsung mengecat tembok di Jalan Kali Opak RW 07 Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara.  Aksi demikian bukan yang pertama bagi Suranta sebelumnya ia juga membersihkan saluran, taman dan lainnya. (red)

3 Rumah Pompa Pluit Dimaksimalkan Sedot Banjir

Tingginya curah hujan di ibu kota membuat operasional tiga rumah pompa Pluit, kewalahan. Rumah pompa yang semula digerakkan dengan genset kini mulai bekerja maksimal berkat pasokan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Kepala Dinas Tata Air DKI, Agus Triyono mengungkapkan, meluapnya air di Kali Abdul Muis hingga menggenangi kawasan Jalan Medan Merdeka Barat dan Selatan disebabkan pompa air di Pluit tidak dapat berfungsi optimal.

Kondisi tersebut disebabkan, PLN memadamkan arus listrik di kawasan Pluit sejak Senin pagi.
“Tiga rumah pompa di Pluit tidak dapat berfungsi optimal. Operasional rumah pompa hanya mengandalkan genset, sehingga kemampuan mesin pompa untuk menyedot air di Kali Abdul Muis yang mengalir ke Cideng hingga ke Pluit menjadi terbatas,“ ungkapnya, Senin (9/2).

Menjelang sore, tambah Agus, PLN telah menghidupkan listrik sehingga tiga rumah pompa telah beroperasi normal.

“Sore ini, genangan air di kawasan Medan Merdeka Barat dan Selatan akan surut seiring rumah pompa di Pluit berfungsi maksimal,“ tambahnya.

Sekadar diketahui menjelang sore, genangan masih merendam sejumlah ruas jalan di ibu kota. Tak terkecuali genangan yang terjadi di ruas Jl Medan Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat. Genangan yang merendam Jl Medan Merdeka setinggi 10-30 sentimeter. Genangan juga terlihat di depan Jl Medan Merdeka Utara atau tepat di depan Istana Negara.

Sejumlah anggota kepolisian dibantu Satpol PP terlihat sibuk mengatur arus lalu lintas dan mengarahkan pengendara yang melintas untuk melewati lajur paling kanan yang lebih tinggi.

Listrik Padam Sempat Ganggu Operasional Pompa Banjir di Pluit

Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD DKI menunjukkan ketinggian air di Waduk Pluit mencapai 100 centimeter. Jika terus meningkat, maka bukan tidak mungkin kawasan utara terendam nantinya.

"100 centimeter kurang lebih tadi 2 jam mati listrik. Sekarang 9 pompa naik. Tadi 2 pompa karena listrik mati, mungkin ada yang beda gardu listrik," ujar Kasi Informasi dan Penanganan BPBD Bambang Surya Putra saat berbincang di ruangannya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2015).

Bambang menyebutkan, meski posisi ketinggian air masih terbilang aman dan tidak meluap, namun matinya listrik sempat mengganggu pengendalian normalisasi air. "Nggak (meluap), tetap stabil di 120 centimeter," lanjutnya.

Akibatnya, dari 9 pompa air yang ada di Waduk Pluit tidak berfungsi optimal. Sebab, hanya ada 2 pompa yang menyala.

"Spesifik tentang banjir, kami mengandalkan DIMS (Disaster Information Management System). Kita bisa memprediksi di peta dalam sekian jam mana saja yang akan banjir," tutup Bambang.


Sumber : http://news.detik.com/read/2015/02/09/192115/2828138/10/listrik-padam-sempat-ganggu-operasional-pompa-banjir-di-pluit?nd771104bcj

Volume Air Waduk Pluit Meningkat Drastis

Curah hujan yang tinggi mengakibatkan ketinggian air di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, meningkat drastis. Imbasnya air waduk meluap hingga menggenangi kawasan sekitarnya. 
Meningkatnya ketinggian air diketahui mulai berlangsung sejak Senin (9/2) dini hari. Namun akibat adanya pemadaman listrik sekitar pukul 11.30, membuat ketinggian air meningkat drastis, dari + 5 sentimeter melonjak hingga + 200 sentimeter pada pukul 13.30.
"Ketinggian air melonjak drastis saat pemadaman listrik. Karena kami hanya  dapat mengoperasikan empat pompa saja dari sembilan pompa yang berfungsi. Karena kan menggunakan genset, jadi tidak semua pompa bisa dinyalakan," kata Joko, Penanggung Jawab Rumah Pompa Waduk Pluit.
Dikatakan Joko, dalam kondisi normal, ketinggian air di waduk seluas 80 hektare itu berkisar antara -190 sampai -170 sentimeter. Menurutnya, di waduk ini terdapat 10 pompa yang tersebar di tiga rumah pompa.
Joko menuturkan, saat ini air dari waduk sudah mulai menggenangi pemukiman warga di RT 20/17, Kelurahan Penjaringan. Ketinggian air diperkirakan mencapai 70 sentimeter.
Camat Penjaringan, Yani Wahyu Purwoko mengungkapkan, akibat genangan di wilayah Kelurahan Muara Baru, sebanyak 500 kepala keluarga (KK) sudah mengungsi. Saat ini pengungsi ditampung di posko pengungsian di lantai dasar Rusunawa Muara Baru.
"Tadi memang ketinggian air meningkat karena ada pemadaman. Mudah-mudahan setelah semua pompa diaktifkan air dapat segera dipompa keluar waduk menuju laut," tandas Yani.

Lumpur Kali Pakin Mulai Dikeruk

Akibat mengganggu proses pemompaan air dari Kali Pakin menuju laut, lumpur yang berada di sekitar Rumah Pompa Pasar Ikan di Penjaringan, Jakarta Utara, mulai dikeruk. Diharapkan pengerukan yang menggunakan dua eskavator ini rampung pekan depan. 
Endapan lumpur di sekitar muara Kali Pakin kondisinya memang sudah mengkhawatirkan. Bahkan kedalaman kali tersebut hanya sekitar satu meter. Hal ini tentu saja membuat proses pemompaan air dari Kali Pakin menuju laut menjadi terhambat.
"Pengerukan sudah dikerjakan sejak dua pekan lalu menggunakan dua eskavator. Diprediksi pekan depan pengerukan sudah selesai," kata Aris Komaris Nandika, Kepala UPT Peralatan dan Perbekalan Dinas Tata Air DKI Jakarta, Jumat (6/2).
Dikatakan Aris, setelah dikeruk, kedalaman Kali Pakin akan bertambah antara 4-5 meter. Dengan begitu proses pemompaan air ke laut akan lebih lancar karena tidak lagi terganggu endapan lumpur. 
"Pengerukan dimulai dari Jembatan Kali Pakin sampai ke rumah pompa. Pengerukan ini merupakan salah satu upaya mengurangi dampak banjir saat musim hujan," ujar Aris.

http://beritajakarta.com/read/8088/Lumpur_Kali_Pakin_Mulai_Dikeruk

2 Blok Rusunawa Muara Baru Sudah Penuh

 Relokasi Warga Penampang Basah Terkendala Unit Rusun 
Rencana relokasi warga penampang basah sisi timur Waduk Pluit, Penjaringan Jakarta Utara, ke Rusunawa Muara Baru, terpaksa tertunda. Sebab, 2 blok rusunawa yang diperuntukkan bagi warga tersebut sudah penuh.

Rusunawa Muara Baru sendiri secara keseluruhan memiliki 12 blok dengan kapasitas sebanyak 1200 unit. Sebelumnya, sebanyak 4 blok sudah ditempati sejak 2013 lalu. Kemudian pada 2013, sebanyak 8 blok dibangun oleh beberapa pengembang sebagai kewajiban pengembang untuk membuat fasilitas umum (fasum).

Saat ini, dari 8 blok, 2 di antaranya dengan kapasitas sebanyak 200 unit sudah diserahkan kepada Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI serta dipergunakan untuk relokasi warga sisi barat dan penampang basah sisi timur Waduk Pluit. Sedangkan 6 blok lain dengan kapasitas sebanyak 600 unit belum diserahterimakan oleh pengembang.

Kepala Unit Pengelola Rumah Susun Sewa (UPRS) wilayah 1, Maharyadi mengakui, dari 2 blok yang sudah diserahkan pengembang, yakni blok 11 dan 12 sudah penuh terisi. Dengan rincian, 128 unit untuk relokasi warga sisi barat Waduk Pluit dan 72 unit lain sudah diberikan pada warga penampang basah sisi timur Waduk Pluit.

"Untuk yang 6 blok lain kita masih menunggu penyerahan dari pengembang. Nanti akan saya sampaikan kepada pengembang agar mempercepat penyerahan, karena sudah dibutuhkan untuk relokasi," ucapnya, Selasa (16/12).

Sementara itu, warga RT 19/17, Kelurahan Penjaringan, Daeng Mile (65), mengaku telah mendengar informasi bahwa rusun yang akan menjadi tempat relokasi sudah penuh. Kondisi ini membuat warga khawatir, karena Waduk Pluit sendiri sudah mulai dikeruk sejak, Senin (1/12) lalu, sehingga dikhawatirkan akan roboh. Sebab, dengan posisi rumah mereka berdiri di atas waduk dan sedang dilakukan pengerukan, akan mempengaruhi konstruksi tanah pondasi sehingga rentan longsor.

"Yang kami khawatirkan saat puncak musim penghujan air di waduk meluap. Tentunya, kondisi ini sangat membahayakan, jangan sampai terjadi seperti di Banjarnegara yang menewaskan banyak warga," ucapnya.

Pelaksana Normalisasi Waduk dan Kali DKI Jakarta, Heriyanto mengatakan, dengan dilaksanakan pengerukan Waduk Pluit, kondisi rumah warga yang berdiri di atas penampang basah di sisi timur rentan longsor. Tentunya, keadaan tersebut semakin riskan dengan perkiraan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) tentang puncak musim penghujan yang diprediksi terjadi mulai Januari nanti.

"Saat ini sudah menuntaskan pengerukan di aliran sekitar rumah pompa Waduk Pluit. Tapi, untuk normalisasi sisi timur, kita masih menunggu relokasi," ujarnya.

Camat Penjaringan, Rusdiyanto mengatakan, dari perkiraan sebanyak 700 kepala keluarga (KK) yang bermukim di sisi timur Waduk Pluit, sebanyak 72 di antaranya sudah menerima kunci. Sedangkan 536 sudah terdata dan siap direlokasi.

"Tapi kita dinformasikan bahwa unit rusun sudah penuh. Maka untuk selanjutnya kita masih menunggu kesiapan unit rusun," tandasnya.

Sumber : http://beritajakarta.com/read/6969/2_Blok_Rusunawa_Muara_Baru_Sudah_Penuh
 

11 Rumah di Penjaringan Terbakar


kebakaran jalan tanah pasir jakarta utara 
Kebakaran kembali melanda wilayah padat penduduk di ibu kota. Sebanyak 11 rumah di RW 09, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, ludes dilalap si jago merah, Jumat (19/12). Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian itu.

Kebakaran yang terjdi sekitar pukul 06.30 itu diduga disebabkan korsleting listrik di salah satu rumah warga. Angin kencang yang berhembus membuat api dengan cepat merembet ke rumah lainnya.

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Utara, Muchtar Zakaria mengatakan, untuk memadamkan si jago merah pihaknya menerjunkan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran. Akhirnya setelah berjuang selama 1,5 jam, api berhasil dipadamkan.

"Kebakaran diduga akibat hubungan pendek arus listrik di salah satu rumah warga. Ada 11 rumah yang terbakar," ujar Muchtar.

Menurut Muchtar, luas area yang terbakar mencakup sekitar 25 x 10 meter. Banyaknya bangunan yang terbuat dari material mudah terbakar menyebabkan api cepat membesar dan meluas. Selain itu, minimnya sumber air di lokasi menyebabkan petugas kesulitan mencari tambahan air untuk melakukan pemadaman.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kita belum dapat memperhitungkan berapa nilai kerugian material," kata Muchtar.

Sumber : http://beritajakarta.com/read/7039/11_Rumah_di_Penjaringan_Terbakar

 

Pintu Air Pasar Ikan kondisi waspada

Pintu Air Pasar Ikan kondisi waspadaPintu Air Pasar Ikan, Sunda Kelapa, Penjaringan, Jakarta Utara tercatat dalam kondisi waspada atau siaga III meskipun cuaca dalam keadaan cerah pada Rabu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat kondisi pintu air Pasar Ikan pada level ketinggian 190 senti meter pada pukul 06.00 WIB.  Level tersebut bisa saja meningkat jika hujan mengguyur kota Jakarta.

Pintu air Pasar Ikan sudah masuk ke level siaga sejak pukul 04.00 WIB dengan ketinggian air 173 senti meter. Lalu pukul 05.00 WIB kembali meningkat jadi 187 senti meter meski cuaca terang.

Berbeda dengan di Pasar Ikan, kondisi sejumlah pintu air di Jakarta seperti Bendung Katulampa, Manggarai, Pluit, Cipinang Hulu, dan Pulogadung, terpantau aman.

Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi semua daerah di Jakarta mengalami hujan ringan, kecuali di wilayah Jakarta Utara.

BMKG memperkirakan pada Kamis (18/12) cuaca akan berawan dan hujan ringan untuk semua wilayah Jakarta kecuali Jakarta Utara yang hanya berawan.

Namun, BMKG memperingatkan waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir dan angin kencang terutama di Jabodetabek bagian Selatan.

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/469614/pintu-air-pasar-ikan-kondisi-waspada

43 KK Warga Sisi Timur Waduk Pluit Direlokasi

Secara bertahap warga yang bermukim di area penampang basah sisi timur Waduk Pluit akan dipindahkan ke rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) Muara Baru di Penjaringan, Jakarta Utara. 

Untuk tahap awal sebanyak 43 kepala keluarga (KK) yang tinggal di RT 19/17 Kelurahan Penjaringan, Rabu (10/12), mengikuti pengundian unit rumah susun. Agar dapat direlokasi, secara teknis warga harus diverifikasi kelengkapan administrasinya, seperti KTP, Kartu Keluarga serta memiliki surat keterangan domisili.

Camat Penjaringan, Rusdiyanto mengungkapkan, lokasi penampang basah sisi timur Waduk Pluit mulai dari sekitar rumah pompa hingga Jalan Muara Baru dengan panjang sekitar 3,5 kilometer. Hingga saat ini sudah terdata sebanyak 536 KK penghuni yang akan direlokasi. 

"Kami masih terus mendata berapa KK yang ada di penampang basah. Kami perkirakan ada sekitar 700 KK yang bermukim di sana," ujar Rusdiyanto.

Rusdiyanto menuturkan, setelah warga menerima kunci rusun, pihaknya memberikan waktu hingga tiga hari untuk membereskan rumahnya. Jika lebih dari waktu yang ditentukan, tim akan melakukan pembongkaran paksa.

Yayat (64), salah satu warga RT 19/17 menyambut gembira program relokasi untuk warga sekitar Waduk Pluit. Sebab impiannya tinggal di rumah yang layak dan nyaman akhirnya terwujud. Dia mengaku bakal menempati unit 214 di Blok 12 Rusunawa Muara Baru.

"Saya sudah 14 tahun tinggal di Muara Baru dan kalau setiap musim hujan sering kebanjiran. Makanya saya bersyukur dengan adanya relokasi ini," ucap Yayat.

 Sumber : http://beritajakarta.com/read/6849/43_KK_Warga_Sisi_Timur_Waduk_Pluit_Direlokasi

Antisipasi Banjir, Kali Angke Dikeruk


Mengantisipasi banjir saat musim hujan, lumpur yang mengendap di hilir Kali Angke, Kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara mulai dikeruk. Kali yang awalnya memiliki kedalaman hingga 20 meter, kini hanya tersisa 0,5-2 meter. 

Akibat pendangkalan kali, saat musim hujan dipastikan kawasan tersebut tergenang banjir hingga setinggi 1,5 meter. Sedangkan wilayah yang rawan genangan berlokasi di RW 01, 04 dan 05 Kelurahan Kapuk Muara.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Pemkot Administrasi Jakarta Utara, Satriadi mengatakan, salah satu persoalan penanganan genangan di wilayahnya adalah pendangkalan sejumlah saluran dan kali. 

"Salah satunya Kali Angke ini yang mengalami pendangkalan yang parah. Rencananya, pengerukan akan dilaksanakan selama 1,5 bulan," kata Satriadi, Selasa (9/12).

Satriadi menjelaskan, kali yang akan dikeruk sepanjang 200 meter. Sementara kedalaman kali diharapkan bisa mencapai 8 meter. Untuk melakukan pengerukan dikerahkan dua eskavator dan lima unit truk Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta untuk mengangkut lumpur.

Wakil Lurah Kapuk Muara, Indrianto menambahkan, akibat sendimen lumpur Kali Angke, ribuan warga di wilayahnya kerap kebanjiran. "Selain musim hujan, kawasan kami juga sering tergenang banjir rob," ujarnya.

Sumber : http://beritajakarta.com/read/6797/Antisipasi_Banjir_Kali_Angke_Dikeruk
 

Relokasi Warga Sisi Barat Waduk Pluit Rampung

bongkaran waduk pluit jakarta 
Relokasi warga yang menempati sisi barat Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara akhirnya rampung. Sebanyak 128 kepala keluarga (KK) saat ini sudah tinggal di rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Muara.
Ratusan KK itu diketahui sudah menempati bantaran sisi barat Waduk Pluit sejak belasan tahun silam. Sedikitnya ada 200 bangunan yang menempati wilayah RT 19/17, Kelurahan Penjaringan. Namun setelah dilakukan pendataan, hanya 128 KK saja yang berhak direlokasi ke Rusunawa Muara Baru.
"Relokasi warga sisi barat Waduk Pluit sudah selesai. Seluruh bagian sisi barat, mulai dari belakang Pospol Pluit Timur hingga rumah pompa bisa segera dikosongkan," kata Rusdiyanto, Camat Penjaringan, Kamis (4/12).
Rusdiyanto mengungkapkan, saat ini proyek jalan inspeksi bisa dilanjutkan kembali tanpa adanya hambatan. "Semoga pembangunan jalan inspeksi ini bisa cepat selesai karena sudah tidak ada lagi warga yang tinggal di sana," ujarnya.
Koordinator Pelaksana Normalisasi Waduk dan Kali DKI Jakarta, Heriyanto mengatakan, saat ini hanya tersisa dua bangunan permanen milik warga yang belum dirobohkan. 
"Kita segera robohkan karena pemiliknya sudah direlokasi ke rusunawa," tukas Heriyanto.
Menurut Heriyanto, jalan inspeksi yang sedang dibangun memiliki panjang 500 meter dengan lebar tujuh meter. "Kita perkirakan sepekan ke depan pelebaran jalan dari Pospol Pluit Timur sampai rumah pompa sudah selesai," tandasnya.

Sumber : http://beritajakarta.com/read/6691/Relokasi_Warga_Sisi_Barat_Waduk_Pluit_Rampung#.VIOracng6KE

Normalisasi Waduk Pluit Butuh Waktu 6 Bulan

Pengerukan Waduk Pluit Prioritaskan Area Menuju Pompa  
Pengerjaan normalisasi Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, sebagai upaya penanggulangan banjir mulai hari ini dilakukan Pemprov DKI. Sebagai tahap awal, sebanyak 5 unit backhoe diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengerukan. Diperkirakan normalisasi ini membutuhkan waktu hingga 6 bulan.
Namun, normalisasi dilakukan secara bertahap. Sebanyak 15 backhoe dan 2 unit drager juga siap diperbantukan untuk mengangkat lumpur dari Waduk Pluit. Normalisasi sendiri dimulai dengan mengeruk sisi barat waduk dekat rumah pompa.
Rencananya, setelah itu pengerukan akan berlanjut ke sisi selatan dan kemudian mengerjakan bagian tengah. Pengerukan untuk memperdalam waduk dari kedalaman saat ini 2 meter menjadi lebih dari 7 meter.
Pelaksana Normalisasi Waduk dan Kali DKI Jakarta, Heriyanto mengatakan, tahap awal prioritas dilakukan pada bagian barat waduk agar aliran air ke dalam pompa lancar sehingga mudah dibuang ke laut.
"Memang harus mulai dari sini (dekat rumah pompa). Karena kalau air menuju pompa lancar kan mudah dialirkan ke laut," ujarnya, Senin (1/12).
Selanjutnya normalisasi dilanjutkan di sisi selatan waduk. Setelah itu, barulah pihaknya mengerjakan sisi tengah dan utara. Sementara bagian sisi timur, akan dilakukan setelah relokasi siap.
Sebab, di sepanjang 3,5 kilometer bantaran Waduk, mulai dari dekat pintu air menuju rumah pompa sampai dengan Muara Baru, sisi timur waduk dipenuhi pemukiman. Di sekitar 15 hektare trase basah itu, sekitar 1.000 bangunan warga berdiri di atasnya. Dikhawatirkan, bila dilakukan pengerukan, rumah-rumah warga yang berada di atas trase basah ambruk karena pergeseran tanah waduk.
"Saat ini Pemprov DKI Jakarta tengah mempersiapkan rusun untuk relokasi. Pendataan terhadap yang rumahnya di atas trase basah pun sedang berjalan," katanya.
Heriyanto juga berharap warga menyadari bahaya tinggal di atas trase basah. Untuk itu, ia meminta warga agar mau direlokasi ke rusun yang sedang disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Hadang Banjir, Maksimalkan 35 Pompa

PENJARINGAN – Musim hujan sudah di depan mata. Artinya, warga DKI siap-siap terkena banjir. Karena itu, Pemkot Jakarta Utara pun telah melakukan sejumlah langkah antisipatif. Misalnya, menyiapkan 35 rumah pompa di wilayah Jakarta Utara. Rencananya, sidak kesiapan rumah pompa dilakukan hingga Rabu (12/11).
Kepala Seksi Sarana Prasarana dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Sudin PU Tata Air Jakarta Utara Kuryatna Atmadja mengatakan, pemeriksaan dimulai dari bagian barat Jakarta Utara. Kemarin dia bersama Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Jakarta Utara Satriadi Gunawan memeriksa tujuh rumah pompa wilayah Kecamatan Penjaringan. ’’Mulai Kelurahan Kapuk Muara sampai Penjaringan,’’ ungkapnya.
Tujuh rumah pompa itu adalah SMP 122, Kapuk I, Kapuk I B, Kapuk II, Waduk Teluk Gong, Bimoli, dan Waduk Pluit. Hasilnya pun tidak mengecewakan. Kondisi semua rumah pompa sangat baik.
’’Aki di Rumah Pompa Kapuk I rusak, tetapi kami telah memperbaikinya,’’ ucapnya. Selain itu, sambung Kuryatna, tidak ada masalah lagi. Kondisi Rumah Pompa Waduk Pluit yang menjadi penyebab utama banjir dahsyat pada awal 2013 pun baik. Semuanya berfungsi dengan baik. ’’Kami memastikan air yang masuk ke Waduk Pluit bisa dipompa ke laut,’’ terangnya.
Setelah memastikan kesiapan rumah pompa di Penjaringan, hari ini (11/11) Sudin PU Tata Air Jakarta Utara memeriksa rumah pompa di Kecamatan Pademangan, Tanjung Priok, dan Kelapa Gading. Beberapa rumah pompa besar menjadi prioritas sudin PU tata air setempat.
Kuryatna menjelaskan, ada lima rumah pompa penting di tiga kecamatan itu. ’’Yakni, Rumah Pompa Ancol, Gunung Sahari, Waduk Sunter Utara, Waduk Sunter Selatan, dan Waduk Don Bosco,’’ paparnya.
Sesuai dengan fungsinya, Rumah Pompa Ancol dan Gunung Sahari akan dioptimalkan untuk mengamankan Kecamatan Pademangan dari ancaman banjir. Biasanya, luapan air dari anak Kali Ciliwung mengakibatkan banjir di wilayah tersebut.
Selain itu, Rumah Pompa Waduk Sunter Utara dan Waduk Sunter Selatan diandalkan untuk mengamankan Kecamatan Tanjung Priok. ’’Rumah Pompa Waduk Don Bosco disiapkan untuk Kecamatan Kelapa Gading,’’ ucapnya.
Terakhir, Sudin PU Tata Air Jakarta Utara akan memeriksa rumah pompa di Kecamatan Koja dan Cilincing. Menurut Kuryatna, Rumah Pompa Waduk Rawa Badak di Koja paling penting karena berfungsi memompa air ke Kali Sunter. ’’Air yang masuk ke Waduk Rawa Badak berasal dari seluruh saluran di Koja. Kalau fungsinya tidak optimal, bahaya akan mengancam warga,’’ terangnya.
Secara keseluruhan, kata dia, Jakarta Utara memiliki 92 unit pompa air. Semuanya tersebar di 35 rumah pompa milik Kementerian PU, Dinas PU DKI, dan Sudin PU Tata Air Jakarta Utara. Rumah pompa dan pompa air di utara Jakarta dibuat dengan daya pompa rata-rata 187,85 meter kubik per detik.
Menurut Asisten Pembangunan Lingkungan Hidup Jakarta Utara Satriadi Gunawan, pemeriksaan rumah pompa memang diperlukan. ’’Jika mengetahuinya sejak jauh hari, kami bisa memperbaiki pompa yang rusak,’’ ucapnya


Siap-Siap ! Bangunan Di Bantaran Kali Karang Akan Dibongkar

PENJARINGAN-Pemerintah Kota Jakarta Utara dalam waktu dekat ini akan kembali melakukan pembongkaran pada bangunan di bantaran kali. Rencananya sebanyak 377 bangunan liar di bantaran Kali Karang, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara akan dibongkar akhir September ini untuk pembangunan jalan inspeksi.

Penertiban tersebut sudah mendesak dilakukan, karena keberadaan ratusan bangunan itu,  tidak hanya mengganggu pembangunan jalan inspeksi, namun juga menyebabkan pelaksana proyek kesulitan membangun turap dan tanggul. Akibatnya setiap hujan dan air pasang, Jl Pluit Karang Elok, Jl Pluit Karang Timur dan Jl Pluit Karang Indah selalu tergenang banjir. Selain itu, pembangunan jalan inspeksi tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.

Camat Penjaringan, Rusdiyanto menjelaskan, sebanyak 377 bangunan liar yang akan dibongkar, masing-masing berlokasi di wilayah  RW 12, 14, 15 dan RW 17. Rencananya, mulai Selasa (16/9) mendatang, pihak kecamatan akan menyosialisasikan rencana penertiban kepada warga. Setelah itu secara bertahap akan diterbitkan surat peringatan (SP) dan surat perintah bongkar (SPB).

”Paling lama dua minggu lagi penertiban sudah bisa berjalan. Tapi kita tidak memprogramkan relokasi atau penggantian,” kata Rusdiyanto, Sabtu (13/9).

Rusdiyanto mengungkapkan, dari hasil pendataan, tercatat ada 383 bangunan di sepanjang bantaran Kali Karang yang akan diturap. Namun enam bangunan diantaranya merupakan bangunan milik Pemprov DKI Jakarta.

"Sisanya sebanyak 377 merupakan bangunan tanpa izin. Para pemilik bangunan sudah tinggal dan menetap di lokasi itu bertahun-tahun," ujar Rusdiyanto. Rincian bangunan yang akan ditertibkan,  terdiri dari 143 rumah, 129 rumah kontrakan, 88 tempat usaha, 6 lapak rongsokan, 4 rumah pompa, 2 gardu listrik, 4 pos keamanan 6 mushola, dan 1 sekolah. (MetroOne.com)

Kebakaran Penjaringan, Seorang Tewas Dua Terluka

PENJARINGAN- Kebakaran di kawasan pemukiman padat penduduk di RT 5/8 kel Penjaringan Jakarta Utara memakan korban jiwa dan dua orang terluka serta 100 KK kehilangan tempat tinggalnya.
Api baru bisa dipadamkan setelah 35 unit mobil pemadam dari Sudin Damkar Jakut diterjunkan ke lokasi.
"Korban meninggal dunia, Sugianto, 31 tahun, seorang satpam," kata Kapolsek Penjaringan AKBP Kus Subiantoro dalam keterangan tSabtu (2/8/2014).
Selain korban meninggal dunia, ada dua korban luka. Mereka adalah Siswanto (45) dan Nurdin (39). Keduanya dirawat di RS Atma Jaya.
Peristiwa kebakaran ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di Jl.Tanah Pasir Rt.005 dan Rt.010 / 008 Kel.Penjaringan Kec.Penjaringan, Jakarta Utara. Awalnya terdengar suara teriakan meminta tolong ada kebakaran, kemudian terlihat percikan api dari tiang listrik dari samping rumah lantai tiga milik warga bernama Sudirman. Setelah itu, rumah lain pun ikut terbakar, termasuk kontrakan milik Sarjono.
Suranto warga lainnya menambahkan ada dua rumah di RT 5 yang terbakar dan 26 rumah di RT 10 terbakar dan rusak membuat 118 jiwa kehilangan tempat tinggalnya.
Sementara itu, Frans Hodden Silalahi Kasudin Damkar Jakut menjelaskan, petugasnya kesulitan untuk mendapatkan pasokan air karena minim sarana air di wilayah itu. Meski demikian pihaknya dapat menguasai api setelah satu jam bisa di padamkan.
"Kita belum bisa memastikan berapa kerugian dan penyebab kebakaran. Namun saat ini pihak kepolisian Penjaringan telah melakukan penyidikan akibat kebakaran" ujarnya. ( Bian)

Jembatan Wisata Mangrove Angke Ambruk, Lima Orang Kecebur

PLUIT - Ambruknya jembatan di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk atau Wisata Alam Mangrove diduga karena kelebihan beban. Seharusnya jembatan terbuat dari kayu itu tidak bisa menahan beban sampai belasan orang secara bersamaan."Kapasitas 5-6 orang. Dulu ada bacaan dilarang melebihi kapasitas, karena banyak yang jahil tulisan enggak ada lagi," kata  petugas yang enggan menyebutkan namanya di lokasi kejadian, Kamis (31/7).

Menurut pria itu, pernah suatu hari ada hampir 20 orang mau melintasi jembatan sepanjang 200 meter itu langsung dilarang. "Kemarin ada lebih 20 orang langsung saya larang," kata petugas yang memakai celana hijau.Namun saat kejadian tadi jembatan itu tidak dijaga oleh petugas.

Sehingga belasan orang leluasa masuk dan berfoto-foto. Salah seorang keluarga korban mengatakan saat kejadian bersama pacar dan tiga keluarganya memang ingin berfoto di jembatan. Diduga jembatan itu roboh karena melebihi kapasitas."Mau foto ramai-ramai di tengah jembatan itu. Keluarga saya ikutan kecebur juga," tuturnya.

Sementara itu Junaidi  Seko Jakarta Utara menuturkan kondisi jembatan di kawasan Mangrove Angke itu memang sudah diusulkan untuk diperbaiki,mengingat kayu penyangga jembatan yang terbuat dari kayu dan bambu sudah usang. "Memang usia jembatan yang terbuat dari kayu itu sudah rapuh. Dan sudah diusulkan ke Kementrian Kehutanan yang merupakan kewenangannya" kata Junaidi.Tidak ada korban jiwa atau luka serius yang dialami para pengunjung. Sebanyak 5 orang yang terjatuh dan basah kuyup. ( Bian)

Jokowi Bagikan Zakat Dan Amplop Kepada Warga Penjaringan

Penjaringan - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo siang ini, Kamis (24/7/2014) kembali melakukan aktivitasnya dengan blusukan. Pada pukul 14.30 WIB, Joko Widodo tiba di Kali Pakin, Penjaringan, Jakarta Utara.

Mengenakan kemeja putihnya, pria yang sapaan akrabnya Jokowi ini disambut oleh warga sekitar yang jumlahnya ratusan. Jokowi disoraki warga sebagai seorang presiden. Padahal, blusukan siang ini Jokowi kapasitasnya sebagai Gubernur DKI.

"Itu pak presiden selamat datang pak presiden kita " begitu sorakan warga yang antusias menyambut Jokowi.

Dalam kunjungannya ke Kali Pakin, Penjaringan  mantan walikota Solo ini memberikan bantuan berupa beras serta amplop yang isinya uang.

Jokowi mengatakan uang yang dibagikan kepada warga itu merupakan uang zakat atas nama dirinya. "Iya ini zakat pribadi," kata Jokowi.

Beras dibagikan oleh para pengawal pribadinya dan beberapa petugas Satpol PP, sementara uang dalam amplop dibagikan langsung oleh Jokowi. ( Bian)

Kapuk Muara Tak Punya Koperasi Jasa Keuangan

Kapuk Muara- Ditengah gelaran pekan koperasi merayakan hari koperasi yang jatuh  pada 12 Juli lalu, sungguh ironis dengan perkoperasian di Kelurahan Kapukmuara. Sebab dari 267 Kelurahan se- DKI Jakarta, hanya Kapukmuara saja yang belum memiliki Koperasi Jasa Keuangan (KJK), hingga saat ini.  Padahal, sebagai program yang mulai diluncurkan pada 2009 silam, KJK salah satunya dimaksudkan untuk mendorong perekonomian masyarakat kelurahan melalui pinjaman lunak.

Dan dengan tidak adanya KJK tersebut, warga yang membutuhkan suntikan modal terpaksa harus meminjam ke bank konvensional. Tentunya berbeda dengan program pinjaman lunak KJK yang tanpa agunan, di bank konvesional, pinjaman diberikan dengan berbagai persayaratan. Biasanya dintara persayaratan mencakup kelayakan usaha, kesanggupan pembayaran dan adanya agunan.Lurah Kapuk Muara, Tahta Yujang, mengakui bahwa memang hingga saat ini Koperasi Jasa Keuangan tidak ada di Kelurahannya. Sedangkan warga yang membutuhkan pinjaman modal biasanya langsung ke bank konvensional.

"Warga yang membutuhkan pinjaman, biasanya langsung ke bank dengan mengikuti persyaratan masing-masing saja. Kalau dari keterangan LMK, dahulunya di sini sempat berdiri koperasi, tapi tidak berjalan," ujarnya, Selasa (15/7).Menurut Tahta, salah satu keenganan dari pengurus LMK membuka KJK itu karena ada kekahwatiran macetnya pinjaman. Sebab, seperti sebelumnya, koperasi simpan pinjam di kelurahan tidak berjalan karena mandeknya pembayaran.

Kepala Seksi Koperasi, Sudin Koperasi Sudin UMKMKP Jakut, Husein Thoyib, mengatakan bahwa dari keseluran di Jakarta Utara 1023 Koperasi dan 30 KJK yang aktif dengan anggota berjumlah 23.621 orang. Selama ini, dari data yang dimilkinya justru keberadaan koperasi sangat diminati oleh masyarakat."Dari 30 KJK dengan total dana sekitar Rp 45 Milliar, pinjamannya berjalan lancar. Presentasenya mencapai 60-70 persen, sisanya itu kan masih bergulir tenggat pembayarannya," ujar Husein.Sedangkan mengenai masih belum berdirinya KJK di Kapuk Muara, Husein menjelaskan, sebagai salah satu persyaratan pengurus harus mendapat pelatihan. Hal itu untuk meningkatkan kemampuan pengurus dalam hal kelembagaan, manajemen organisasi dan keuangan sehingga mampu mengelola KJK dengan baik."Dulu mereka tidak ikut, dan kalau sekarang kita menggelar pelatihan untuk mengajar satu kelurahan agak sulit. Tapi nanti kita akan kita pikirkan solusi terbaiknya seperti apa," tandasnya.

Warga Penjaringan Kecewa Tak Kebagian Kupon Di Waduk Pluit

PENJARINGAN- Ratusan warga yang ikut menyaksikan kegiatan Pencanangan HUT Kota Jakarta ke 487 tahun oleh Pemko Jakarta Utara di Waduk Pluit, Penjaringan Jakarta Utara kecewa lantaran tak mendapatkan kupon door Prize dan  makan gratis yang sudah disiapkan.

Pasalnya kupon maupun makan gratis telah habis diberikan kepada pegawai maupun staf kantor walikota yang datang kegiatan tersebut.

"Meskinya orang seperti kami mendapatkan kuponnya, lihat saja hadiah door prize lebih banyak didapat para pegawai" cetus Irma 35, Warga RW 17 Penjaringan Jakarta Utara.

Begitupun disampaikan Yani 45, Warga RW 15 Penjaringan lainnya. Ia lebih memilih menonton petugas kebersihan yang sedang sibuk membersihkan eceng gondok di waduk pluit persis di belakang panggung acara.

"Lebih baik nonton petugas yang lagi bersihin eceng gondok daripada lihat panggung acaranya. Sebab hadiahnya banyak diberikan kepada pegawainya" ujarnya.

Yani juga menambahkan, kondisi eceng gondok yang memenuhi separuh waduk pluit ini  lebih menarik jadi tontonan warga karena melihat petugas menggunakan kapal pembersih.

Sementara itu, Tri Kurniadi Wakil Walikota Jakarta Utara menjelaskan, di kegiatan ini berbagai acara ditampilkan seperti pameran kerajinan, panggung hiburan, lomba kereativitas remaja, pelayanan KTP mobile dan pelayanan pengobatan gratis.

Cegah Banjir Rob ! Tanggul Penjaringan Ditinggikan

PENJARINGAN- Tanggul sepanjang 1 kilometer di RT 020 RW 017, Penjaringan, Jakarta Utara, akan ditinggikan dan dilebarkan. Hal itu dilakukan untuk mencegah banjir rob saat pasang air laut di kawasan itu.Kepala Bidang Prasana, Sarana Kota, dan Lingkungan Hidup Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Jakarta Nursyam Daud mengatakan, tanggul itu akan ditinggikan menjadi 4,8 meter. Lebar tanggul yang tadinya sekitar 30 sentimeter akan diubah menjadi 10 meter.

Nursyam menyebutkan, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) akan merenovasi tanggul sepanjang 100 meter. Setelah itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melanjutkannya hingga sepanjang 1 km.

"Pembangunan sendiri akan dimulai setelah dilakukan Ground Breaking pada Juli 2014," kata Nursyam Daud, Rabu (19/2/2014).Ia mengatakan, peninggian tanggul juga dilakukan karena penurunan muka tanah di wilayah Penjaringan paling tinggi di Jakarta. Setiap tahun, permukaan tanah di wilayah tersebut turun hingga 10 sentimeter.

Sebagai tahap awal, BBWSCC akan memperbarui tanggul mulai dari rumah pompa Waduk Pluit ke arah timur. Dananya sekitar Rp 10 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum. Pemprov DKI Jakarta sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 100 miliar untuk pembangunan tanggul selanjutnya. Wakil Wali Kota Jakarta Utara Tri Kurniadi berharap tanggul tersebut dapat segera terealisasi sehingga air rob tidak melimpas ke permukiman warga. (kcm)

 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas