Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   

Bangun Kampung Bebas Jentik Nyamuk, Punya Jentik Didenda!


Kelapa Gading Barat- Untuk mencegah penyakit demam berdarah, selain menggencarkan kegiatan PSN dan PSN mandiri, warga Kelapa Gading Barat bersama pengurus RT/RW membangun kampung bebas jentik nyamuk. Dalam pelaksanaannya di kampung bebas jentik nyamuk warga dituntut kepeduliannya untuk menjaga lingkungan tempat tinggalnya dan antar tetangga untuk saling mengingati. Bahkan jika ditemukan ada jentik nyamuk DBD dirumah maka sipemilik rumah konsekwensinya harus membayar denda.

Mimi 45, salah seorang warga RW 1 Kelapa Gading Barat membenarkan, program kampung bebas jentik nyamuk ini mendapatkan dukungan semua pihak. Apalagi jika ada rumah warga ditemukan jentik nyamuk maka diwajibkan untuk membayar denda."Dengan adanya kegiatan ini maka warga berupaya agar rumah tidak jentik nyamuk melakukan PSN mandiri. Daripada kena denda Rp 25 ribu lebih baik bersihkan sendiri" tuturnya.

Dian Angraini Himawan Ketua PKK Kelurahan Gading Barat menjelaskan, pihaknya menyambut apa yang dilakukan masyarakat dan petugas jumantik di lingkungan untuk membangun Kampung Bebas Jentik Nyamuk DBD. Terlebih lagi program ini termasuk salah satu program unggulan kelurahan dalam lomba Lingkungan Bersih dan Sehat tingkat nasional mewakili DKI Jakarta.

"Dengan ada program tesebut bisa meningkatkan kinerja PKK dan masyarakatnya menjadi yang terbaik. Serta program ini bisa membangun lingkungan Kelapa Gading lebih bersih dan sehat tetap terjaga" ujarnya.Beberapa wilayah dii Kelapa Gading Barat yang terdiri dari 20 RW ini, sedikitnya ada 6 RW yang sudah menerapkan proogram kampung bebas jentik nyamuk. Saat ini diharapkan semua RW bisa menjalankannya. (bian)

Warga korban kebakaran Kelapa Gading tidur di jalur lambat

Kebakaran yang menghanguskan 50 rumah di Jalan Raya Perintis Kemerdekaan, RT 011/004, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, membuat 120 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.

Menurut Muhamad ((36) ketua RT 011 saat ditemui di lokasi kebakaran mengatakan, api berasal dari konseleting listrik di Musolah Al Manal. "Kebakaran dengan cepat merambat ke bangunan yang kebanyakan semi permanen," ujarnya.

Warga pun saat kebakaran dikatakan ketua RT, sedang berada di dalam rumah. "Api dengan cepat membesar. Toko sembako yang menjual gas berada di samping musolah, langsung membesar.

Api pun menjalar, ke sekitar bangunan yang kebanyakan kos-kosan. "Toko kelontong Rudi tidak dapat diselamatkan. Bahkan dua mobil Toyota Avanza B 8682 QM dan Kijang Inova B 2671 NJ, hangus diamuk si jago merah. Kedua mobil milik Rudi pedagang kelontong di Pasar Pendokelan tersebut, tidak dapat diselamatkan.

Halte bus Disperindag yang berada didepan musola atapnya yang terbuat dari piber turut terbakar. Dalam peristiwa kebakaran yang terjadi Sabtu malam tersebut, dikatakan Muhamad, ada satu warganya Anto (26) mengalami patah kaki akibat terjatuh dari lantai dua.

"Kemarin sih ada beberapa orang yang terluka saat mencoba menyelamatkan harta benda," kata ketua RT. Namun hanya Anto yang dirawat di RS Islam Cempaka Putih.

Warga berharap, adanya uluran tangan pemerintah berupa material untuk kembali membangun rumah mereka. Dalam peristiwa kebakaran tersebut, ditaksir kerugian mencapai Rp 10 milyar.

"Disini ada 4 toko sembako yang barang-barang dagangannya ludes terbakar," paparnya. Warga meminta agar Walikota Jakarta Utara, menyediakan mobil toilet.

Sementara itu Kabid Humas Polres Jakarta Utara Komisaris Polisi Maskur Bujang Chaniago mengatakan, sejumlah saksi mata masih diperiksa terkait kebakaran tersebut. "Penyebabnya dugaan sementara konseleting listrik," ujarnya.

Pantauan dilapangan jalur lambat jalan Perintis Kemerdekaan dari arah Senen menuju Pulogadung ditutup untuk sementara. Tenda penampungan warga korban kebakaran didirikan. Ada tiga tenda yang didirikan di jalur lambat tersebut. Tenda PMI, Forum Bersama Jakarta dan Sudin Sosial. Penutupan jalan akan dilakukan hingga 30 Desember nanti. (ANT-008)

Sumber / Link : Antara

50 rumah di Kelapa Gading ludes terbakar

Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Utara berhasil memadamkan api yang menghanguskan 50 rumah di Jalan Perintis Kemerdekaan, RT 11, RW 4, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Sabtu malam.

Kepala Seksi Operasi Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Utara, Nurdin Silalahi, mengatakan bahwa api berasal dari arus pendek listrik dari salah satu rumah warga.

Sedikitnya 18 unit mobil dinas pemadam kebakaran dari wilayah Jakarta Utara, Pusat, dan Jakarta Timur dikerahkan. "Api berasal dari salah satu rumah tempat usaha kayu," kata Nurdin.

Petugas sempat kesulitan untuk memadamkan api, lantaran banyaknya drum bekas oli yang terbakar, bahkan tabung gas pun juga meledak. 

"Ledakan berasal dari tabung gas yang berada dari salah satu rumah warga," ujarnya.

Api baru dapat dipadamkan empat jam kemudian setelah seluruh personil petugas dikerahkan. "Saat ini sedang dilakukan pendinginan," katanya.

Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 98 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.

Dalam proses pemadaman, arus lalu lintas di Jalan Perintis Kemerdekaan dari arah Senen sempat ditutup, pengendara dialihkan melintasi jalan Budi Griya Permai Kelapa Gading, bagi mereka yang akan menuju Pulogadung.

Menurut Iwan (46) warga sekitar, ada dua warga, yakni Maman (32) dan Bambang (45) terluka akibat terkena puing akibat mencoba menyelamatkan barangnya dibawa ke rumah sakit terdekat. (PSO-008/M011)

Sumber / Link : Antara

 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas