Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   
Home » , » Warga Sunter Ingin Kembangkan Kopi Lelet

Warga Sunter Ingin Kembangkan Kopi Lelet

Posted by JAKARTA UTARA on Kamis, 19 Mei 2011


SUNTER AGUNG - Kopi lelet bukan sembarang kopi. Kopi dari bijih pilihan yang diolah secara tradisional sehingga mempunyai khas tersendiri dengan rasa yang lebih alami dan mempunyai beberapa kelebihan kopi tersebut juga sangat cocok bagi penikmat rokok. Uniknya, ampas kopi lelet dapat digunakan media untuk melukis selayaknya media lukis pada umumnya dan hasilnya pun cukup baik serta tahan lama.

Lasminto, 38, asal Rembang, Jawa Tengah, pedagang kopi lelet di Jalan Sunter Permai Raya, depan Gedung Mitra Praja, Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, bercita-cita ingin mengembangkan usaha kopi lelet hasil olahannya di Jakarta.

"Kalau dikampung saya daerah Rembang kopi lelet ini sudah cukup terkenal. Dikampung saya juga punya warung kopi seperti ini dan banyak diminati warga makanya saya diminta teman untuk membuka usaha di Jakarta," ujar bang Lasem sapaan akrabnya yang dijadikan nama warung kopi kepada jakartautara.com, Kamis (21/4/2011) pagi.

Pengertian nama kopi lelet, kata pria yang baru tiga bulan buka warung kopi, lelet di asalnya berarti oles namun di Jakarta umumnya lelet itu sama juga dengan lambat atau malas. "Sebenarnya bukan artinya kopi lelet ini bikin orang malas. Justru kopi lelet berkasiat mencegah ngantuk, menghilangkan rasa kejenuhan, kepala pening dan menahan rasa lapar," ucap bapak tiga anak itu.

Selain itu, kata dia, Bedanya bila disajikan bubuk kopi, gula dan air harus dimasak dulu dan larutan atau ampas kopi lelet biasanya digunakan orang
untuk mengoles pada sebatang rokok yang diyakini menambah lebih mantap dan nikmat. "Umumnya orang yang minum kopi ini memanfaakan ampasnya untuk dioleskan pada rokok. Selain dioleskan pada rokok ampas kopi juga dapat digunakan media untuk melukis," tutur pengguna warung berukuran 2x2meter.  "Jualan disini tidak terlalu ramai paling pelanggan yang sudah tahu saja datang kesini. Inginnya saya buka di tempat yang lebih ramai lagi," katanya yang mengaku dalam sehari kurang dari seratus ribu hasil jualan.   (min)

SHARE :
Kang Lintas
 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas