Nasib malang menimpa warga Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Di saat mayoritas warga masih mudik di kampung halaman, sebanyak 325 rumah di RW 07, hangus dilalap si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun ada empat orang yang terkena luka bakar ringan dalam musibah tersebut. Keempat orang tersebut, dua orang merupakan warga setempat yaitu Kunto (30) dan Hendi (25) serta dua lagi petugas pemadam kebakaran yaitu, Mahmudin (35) dan Ponco (30) yang mengalami luka bakar ringan hingga harus dilarikan ke RS Sumber Waras untuk menjalani perawatan. Sedangkan kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kunto (43) warga RT 01/07 menuturkan, kebakaran yang terjadi di Gg Makmur tersebut berlangsung sejak pukul 13.30. Asal api diduga dari rumah rumah Bapak Kiwi (56) di RT 04/07, yang disinyalir dari hubungan arus pendek listrik dari lantai dua rumah tersebut.
“Melihat api warga sempat berusaha memadamkan sendiri. Tapi karena padatnya bangunan di lokasi kebakaran dan umumnya rumah di kawasan tersebut berlantai dua dan rata-rata terbuat dari kayu, api dengan cepat merembet ke bangunan lainnya. Termasuk rumah saya ludes semua,” ungkapnya sedih, Kamis (1/9).
Sedangkan versi lain menyebutkan, kebakaran dipicu dari selang tabung gas yang bocor milik pedagang nasi yang berjualan di kawasan padat penduduk tersebut.
Wakil Camat Tambora, Ali Maulana, mengatakan berdasarkan pendataan pihaknya rumah yang ludes terbakar mencapai 325 rumah di wilayah RW 07. Sedikitnya ada 350 kepala keluarga dan 1.400 jiwa kini harus merelakan kehilangan tempat tinggal. “Di RW 07 bangunan yang ludes terbakar melingkupi RT 01,02,03,04,05,06,07, dan satu rumah di RT 13,” jelasnya.
Menurutnya, api baru dapat dipadamkan pukul 17.00, oleh 42 unit mobil Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Barat yang diterjunkan ke lokasi kebakaran. “Saat ini para korban kebakaran ditampung di halaman parkir dekat Gg Makmur dan Masjid As Shofa Wal Marwah. Kita juga sudah menyediakan dapur umum, petugas puskesmas, PMI dan petugas dari Sudin Sosial,” katanya. (BJC)
