Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   
Home » » Jejak Kejayaan Sunda Kelapa

Jejak Kejayaan Sunda Kelapa

Posted by JAKARTA UTARA on Sabtu, 29 Oktober 2011

Menyimak berdirinya kota Jakarta tentu tak bisa dilepaskan dari Pelabuhan Sunda Kelapa. Konon, pelabuhan ini sudah  dikenal sebagai pelabuhan lada milik kerajaan Pakuan Pajajaran pada abad ke-12 masehi. Semasa zaman keemasannya, pelabuhan Sunda Kelapa menjadi pusat persinggahan kapal-kapal pembawa rempah-rempah dari berbagai daerah di nusantara, bahkan banyak juga kapal-kapal asing seperti dari Cina Selatan, Gujarat, India dan Arab.

Tersohornya Pelabuhan Sunda Kelapa terdengar ke seantero jagad, tak terkecuali bangsa Portugis. Sejak kedatangannya yang pertama pada tahun 1513, bangsa Portugis sejatinya sudah menaruh hati pada pelabuhan ini. Karenanya pada tahun 1522 bangsa Protugis kembali dibawah pimpinan Enrique Leme. 

Kendatangan bangsa Portugis ini disambut baik Kerajaan Padjajaran, mengingat saat itu kerajaan besar di wilayah Pasundan ini tengah menghadapi ancaman serangan dari Kerajaan Demak. Akhirnya keduabelah pihak sepakat untuk menjalin hubungan saling menguntungkan.

Kesepakatan itu ditulis pada prasasti Padrao --Prasasti ini dapat dilihat di Museum Nasional (Museum Gajah). Isinya Pemerintah Portugis bersedia membantu Kerajaan Padjajaran melawan Kerajaan Demak. Sebagai imbalannya, Pemerintah Portugis diberi hak untuk membangun gudang dan benteng di Pelabuhan Sunda Kelapa.

Pada tahun 1527 pertempuran pun pecah. Dengan dibantu Kesultanan Cirebon, Kerajaan Demak dibawah pimpinan Fatahilah berhasil mengalahkan Kerajaan Padjajaran dan merebut Pelabuhan Sunda Kelapa dari tangan Portugis. Wilayah kekuasaan Portugis itu kemudian diubah menjadi "Jayakarta” pada tanggal 22 Juni 1527 --inilah yang kemudian dipakai sebagai hari jadi kota Jakarta.

Pada masa kepemimpinan Pangeran Jayawikarta atau Wijayakarta, sekitar tahun 1610, kongsi pedagang Belanda/VOC diizinkan membangun gudang dan pos dagang di sebelah timur muara sungai Ciliwung. Sayangnya, sejak tahun 1613 VOC terus melakukan ekspansi ke sebelah selatan hingga akhirnya tahun 1618 VOC mendirikan benteng pertahanan di Pelabuhan Sunda Kelapa. Saat dalam kekuasannya, VOC juga membangun Menara Syahbandar pada tahun 1839. Fungsinya sebagai kantor pabean atau pengumpulan pajak dari barang-barang yang diturunkan di pelabuhan dan juga sekaligus sebagai menara intai.

Sepenggal sejarah ini tentu mengingatkan kita betapa mashyur-nya Sunda Kelapa tempo dulu. Sisa-sisa kejayaan itu masih terlihat hingga saat ini. Bahkan, saat ini lokasi Pelabuhan Sunda Kelapa telah berkembang pesat menjadi pusat perkantoran, perdagangan, perindustrian, dan perhotelan. Sebagai pelabuhan tertua di wilayah DKI Jakarta yang masih mempertahankan ciri khas ketradisionalnya. Pelabuhan ini terutama disinggahi kapal-kapal antarpulau dan pelayaran rakyat dengan komoditas utama kayu, bahan kebutuhan pokok, barang kelontong, dan bahan bangunan.

SHARE :
Kang Lintas
 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas