Setelah sukses pada penyelenggaraan perdana dan meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara kembali berencana menggelar Dialog Aspirasi dan Konsolidasi Kembali Kepada Pancasila di tingkat kelurahan. Sebelumnya, kegiatan serupa pernah digelar di enam kecamatan di Jakarta Utara pada tanggal 16 Juni - 28 Juli lalu.Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo menyambut baik rencana Pemkot Administrasi Jakarta Utara dan Komite Masyarakat Jakarta Utara (KOM-JU) yang akan melanjutkan dialog tersebut di tingkat kelurahan. "Saya sangat setuju dengan kegiatan ini. Nilai-nilai Pancasila harus dipertahankan dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat," ujar Fauzi Bowo, usai menerima perwakilan KOM-JU di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (8/11).
Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono mengatakan, dialog ini digelar dalam upaya membentuk perilaku keseharian bangsa Indonesia, khususnya warga Jakarta Utara sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. "Kegiatan dialog Pancasila mendapat sambutan baik dari masyarakat yang menginginkan kegiatan ini kembali diselenggarakan," katanya.
Untuk mewujudkan keinginan masyarakat tersebut, KOM-JU dan Pemkot Administrasi Jakarta Utara bekerja sama dengan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Jakarta Utara yang juga akan menggelar kelas-kelas tentang nilai-nilai Pancasila dalam bentuk dialog dan konsolidasi di tingkat kelurahan dan sekolah-sekolah agar menjangkau para pelajar.
Ketua KOM-JU, Apek Saiman menambahkan, pihaknya tengah menyiapkan jadwal penyelenggaraan kelas-kelas dialog dan konsolidasi Pancasila di seluruh kelurahan di Jakarta Utara. Fokus peserta dialog ini adalah pelajar, masyarakat umum, dan tokoh masyarakat.
Konsep dialog ini juga dilatarbelakangi kondisi kota Jakarta Utara yang rawan konflik dan tawuran antar pelajar. “Kami melihat solusi yang ditawarkan untuk meredam konflik dan tawuran tak kunjung selesai. Maka kita buat konsep seperti dialog kembali ke Pancasila untuk pencegahan dan penangkal isu-isu kekerasan, tindakan primordialisme sehingga gema Pancasila terus bergaung,” kata Apek.
