Tanjung Priok - Maraknya aksi pak ogah (pengatur jalan yang meminta uang) disetiap putaran dan perempatan telah mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Apalagi saat terjadinya macet jumlah mereka sangat banyak saat turun ke jalan. Diduga keberadaan para pak ogah ini disinyalir terorganisir. Mereka terkadang meminta dengan cara memaksa jika tidak memberikan uang.
Gulmar 29, pak ogah di Jalan Cacing ia tak pernah takut jika harus berhadapan dengan petugas jika ditertibkan. Sebab mereka ditangkap akan ada dari pengurus mereka yang akan membantunya
"Kita punya kelompok saja mas! dan punya tabungan bersama. Kalau ada teman kami ditangkap maka ada yang nanti mengurusnya" ujarnya.
Sementara itu, Sadan 28, warga Semper Timur atau Riza warga Jalan Plumpang-semper sangat menyayangkan sikap petugas yang seolah-olah membiarkan keberadaan mereka. Padahal Ibukota DKI jakarta meski nyaman, aman dan tertib disaat warga sedang melakukan aktivitas.
"Jelas! mereka ini sangat mengganggu apalagi kalau tidak dikasih uang. Terkadang mobil ditimpah batu atau mengancamnya". Sahutnya.
Hasil pantauan sejumlah lokasi maraknya pak ogah terlihat di Perempatan Ps Bebek Marunda, Jembatan Cakung Draine, perempatan Budi dharma, Jalan Cacing, Jalan raya Cilincing, Jalan Martadinata, Jalan Plumpang Semper, Jalan Danau Sunter, Jalan Lodan dan Jalan Kampung Gusti. (Bian)
