SEBANYAK 316 peserta dari 6 Kecamatan di Jakarta Utara mengikuti dialog interaktif pemberdayaan masyarakat dalam penanganan limbah keluarga di Balai Yos Sudarso Kantor Walikota Jakarta Utara, Kamis dan Jum’at (15-16/12). Peserta yang mengikuti acara tersebut terdiri dari, aparat kecamatan maupun kelurahan, PKK, Karang Taruna, kader pemberdayaan masyarakat perempuan (KPMP), dan tokoh masyarakat lainnya.
Wakil Walikota Jakarta Utara Mangara Pardede yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, Jakarta merupakan kota Metropolitan yang mana semakin hari semakin ramai dan padat dengan segala aktivitasnya, sehingga membawa dampak terhadap lingkungan sekitarnya, yang salah satunya adalah limbah.
"Sejauh ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi dampak tersebut, yakni mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos, selain itu pengangkutan sampah ke TPS dan TPA, namun kita rasakan masih kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengelola limbah keluarga. Hal ini tentunya menjadi perhatian kita semua," katanya.
Lebih lanjut Wakil Walikota mengatakan, pemanfaatan dan pengolahan limbah keluarga apabila dilakukan secara maksimal diharapkan dapat memberikan nilai tambah, baik bagi keluarga maupun dapat menciptakan keindahan dan kualitas lingkungan yang bersih dan sehat.
Dengan adanya dialog interaktif ini, Wakil Walikota mengharapkan agar memberikan gambaran tentang kondisi permasalahan limbah keluarga dan dampaknya terhadap lingkungan, sehingga tercipta suatu lingkungan yang bersih indah dan ramah.
"Untuk para peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan serius dan dapat menyebar luaskan pengetahuan yang diterima kepada masyarakat dilingkungan masing-masing, mudah-mudahan kesadaran warga untuk menjaga lingkungan dari berbagai produk limbah keluarga semakin meningkat, sehingga terwujud suatu lingkungan yang bersih dan sehat," harapnya.
Sementara Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan (KPMP) Pria Arif mengatakan, maksud dari kegiatan ini yakni, untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam pengolahan limbah, khususnya limbah keluarga di masing masing lingkungannya.
"Kegiatan ini dilkakuan selama dua hari, jumlah peserta sebanyak 316 peserta, diantaranya dari aparat kecamatan dan kelurahan, PKK, kader pemberdayaan masyarakat perempuan maupun karang taruna.
Sedangkan narasumber yakni dari, anggota Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta, tentang kebijakan pengelolaan sampah yakni Yusriah Dzinnum dan Wawan Kurniawan dari BPLHD Provinsi DKI Jakarta," tuturnya,".
