CILINCING- Aktivitas kerja di kawasan industri KBN kembali normal. Ribuan buruhpun kembali bekerja di perusahaan msing-masing. Namun mereka masih menunggu penetapan yang diusulkan para buruh ke Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta dan Dewan Pengupahan ke Gubernur DKI Jakarta.Bayu Murnianto Koordinator Aksi dari FSBI (Front Serikat Buruh Indonesia) dan Nining Front Buruh Lintas Pabrik menjelaskan, setelah dilakukan mediasi dengan Dinas Tenaga Kerja serta Dewan Pengupahan agar tuntutan buruh untuk kenaikan UMSP (Upah Minimum Sektoral Propinsi) naik lebih dari 5 persen atau sampai 20 persen bisa terealisasi. Paling tidak ada kenaikan dari tahun sebelumnya."Saat ini usulan para buruh sudah diterima oleh Dinas Tenaga Kerja dan Dewan Pengupahan, yang mana nantinya akan disampaikan ke Gubernur. Kita menunggu hasilnya, jika tidak disepakati maka para buruh akan kembali turun ke Jalan" kata Bayu didampingi Nining.
Sementara itu Dewanti 24, buruh PT Makalot berharap apa yang disampaikan aspirasi buruh ini bisa ditindak lanjuti oleh Gubernur. Paling tidak ada kenaikan upah sehingga gaji buruh bisa lebih baik dan sejahtera.
"Paling tidak kenaikan gaji tahun ini bisa menutupi kebutuhan hidup sehari-hari. Masa sih PNS saja gaji setiap tahun bisa naik tanpa ada demo, kami buruh harusnya juga diperhatikan" kata Dewanti.Sebelumnya 65 ribu buruh di KBN Cilincing yang tersebar di 96 perusahaan industri garmen ini melakukan aksi mogok kerja dan menutup akses jalan raya Cacing. Dampak dari aksi buruh ini, para pengusaha mengalami kerugian puluhan milliar lantaran para buruhnya mogok kerja.
