Pasca kebakaran yang menewasan satu oran warga, menghanguskan 220 rumah warga yang menyebabkan 250 kepala keluarga dan 2000 jiwa kehilangan tempat tinggal di Jalan Kampung Muka RT9/4 Blok E dan Blok D, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara kini warga mulai terserang berbagai penyakit.Untuk mengatisipasinya, sejumlah pos kesehatan sejak hari pertama sudah didirikan baik dari Sudin Kesehatan dan PMI Jakarta Utara .“Sejumlah posko kesehatan sejak pagi yang ada di lokasi sudah mulai didatangi warga yang sakit. Rata-rata mereka mengeluhkan penyakit seperti batuk, ispa, gatal-gatal dan panas dingin,”kata Widya,32 kata salah seorang petugas kesehatan.
Penyakit itu diakibatkan cuaca saat ini yang hujan sehingga warga sangat rentan dengan berbagai macam penyakit. Untuk itu dia berharap kepada warga supaya menjaga kesehatannya. Selain itu jika ada keluhan jangan sungkan-sungkan mendatangi pos kesehatan yang sudah disediakan.
Lurah Ancol, Pademangan, Jakarta Utara Arahap mengakuinya para korban kebakaran mulai terserang berbagai penyakit. “Memang saat ini warga mulai terserang berbagai penyakit seperti batuk dan Ispa (Infeksi Pernafasan Atas),”jelasnya.
Penyakit ini kata Lurah diakibatkan karena saat ini sedang musim hujan sehingga warga sangat rentan berbagai penyakit. Untuk itu dia juga berharap kepada warga supaya tetap menjaga kesehatannya.
Para korban kebakaran tambahkan Arahap, saat ini sebagian masih berada dipenampungan dan sebagian lainnya mengungsi di rumah sanak keluarganya. “Saat ini para korban masih ditampung di halaman Masjid Al Taubah dan dua tenda penampungan milik PMI dan Sudin Sosial,”jelasnya.
Diakui oleh Lurah, hingga saat ini ada sekitar 500 warga yang masih bertahan di lokasi penampungan. Sedangkan untuk bantuan hingga saat ini sudah mengalir baik dari pemerintah maupun swasta. “Kalau soal bantuan saya rasa tiga hari kedepan masih cukup. Bahkan tadi siang, sejumlah pengusaha baik dari Ancol juga sudah memberikan sumbangan kepada para korban,”terangnya.
Ketika ditanya ada berapa anak sekolah kehilangan peralatan sekolahnya, Lurah mengatakan sampai saat ini pihaknya bersama pengurus RT/RW setempat masih melakukan pendataan ada berapa jumlah. Jika sudah ketahui ada berapa pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah untuk mengajukan permohonan bantuan. (bian/Pk)
