SEMPER BARAT- Sekitar 200 warga Semper Barat dan Sukapura bersama petugas bantuan PU Air Jakarta Utara menggelar aksi bersih di kali gubuk genteng Semper Barat,Cilincing Jakarta Utara. Kali Gubuk Genteng yang merupakan anak cabang dari Kali Cakung Lama ini adalah saluran vital. Karena kali ini menampung arus saluran air dari dua wiayah tersebut.
Aksi bersih ini dipimpin Junaidi Camat Cilincing beserta Mujakir Lurah Sukapura dan Kelik Sutanto Lurah Semper Barat dan mendapat sambutan baik dari warganya.Pasalnya kali tersebut selain lumpurnya sudah mengeras, banyak sampah yang membuat alirannya tersumbat. Setelah dilakukan gotong-royong termasuk pembongkaran gubuk-gubuk kandang hewan yang ada bantaran kali tersebut, air perlahan-lahan mulai mengalir ke Kali Cakung Lama yang nanti menuju kemuara laut.
"Kali ini sangat vital dan pengaruh bagi wilayah kami terutama saat hujan turun. Kali tersebut menampung debit air dari saluran air di dua pemukiman yang berdekatan serta air kiriman dari Kelapa Gading dan Tugu Selatan. Jika tidak lekas di bersihkan dan dikuras akan berdampak genangan di pemukiman itu" kata Junaidi Camat Cilincing. Dalam kerja bakti tersebut memang belum sepenuh lumpur bisa teratasi mengingat lumpur yang mengeras tidak bisa dikuras dengan alat biasa. Butuh alat khusus untuk mengeruknya yakni beko.
"Rencananya minggu depan akan kita gunakan alat khusus yang diminta ke PU Air untuk mengeruk lumpur tadi" tutur Junaidi.
Sementara itu, M Rifik Abdullah Kasudin PU Air Jakarta Utara menjelaskan pihaknya akan segera mengirimkan alat khusus beko untuk menguras lumpur di kali gubuk genteng. Selain itu juga pihaknya menerjunkan petugas relawan PU Air untuk membantu pengurasannya. " memang pihak kecamatan sudah meminta alat khusus, dan rencananya minggu ini akan dilakukan pengurasan. Saat ini petugas relawan kami ikut bersama warga membantu menguras lumpur yang masih bisa dilakukan secara manual" ujarnya.
Jika nanti sudah dilakukan pengurasan pada lumpur yang mengeras tersebut maka warga di dua wilayah tadi tidak akan lagi cemas ketika hujan deras turun muncul genangan. Kerja bakti massal ini selain petugas kecamatan,kelurahan dan PU Air, warga sekitarpun ikut bersama termasuk para pemuda dan ibu-ibu yang menyiapkan makanan kecil. (bian/eca)
Aksi bersih ini dipimpin Junaidi Camat Cilincing beserta Mujakir Lurah Sukapura dan Kelik Sutanto Lurah Semper Barat dan mendapat sambutan baik dari warganya.Pasalnya kali tersebut selain lumpurnya sudah mengeras, banyak sampah yang membuat alirannya tersumbat. Setelah dilakukan gotong-royong termasuk pembongkaran gubuk-gubuk kandang hewan yang ada bantaran kali tersebut, air perlahan-lahan mulai mengalir ke Kali Cakung Lama yang nanti menuju kemuara laut.
"Kali ini sangat vital dan pengaruh bagi wilayah kami terutama saat hujan turun. Kali tersebut menampung debit air dari saluran air di dua pemukiman yang berdekatan serta air kiriman dari Kelapa Gading dan Tugu Selatan. Jika tidak lekas di bersihkan dan dikuras akan berdampak genangan di pemukiman itu" kata Junaidi Camat Cilincing. Dalam kerja bakti tersebut memang belum sepenuh lumpur bisa teratasi mengingat lumpur yang mengeras tidak bisa dikuras dengan alat biasa. Butuh alat khusus untuk mengeruknya yakni beko.
"Rencananya minggu depan akan kita gunakan alat khusus yang diminta ke PU Air untuk mengeruk lumpur tadi" tutur Junaidi.
Sementara itu, M Rifik Abdullah Kasudin PU Air Jakarta Utara menjelaskan pihaknya akan segera mengirimkan alat khusus beko untuk menguras lumpur di kali gubuk genteng. Selain itu juga pihaknya menerjunkan petugas relawan PU Air untuk membantu pengurasannya. " memang pihak kecamatan sudah meminta alat khusus, dan rencananya minggu ini akan dilakukan pengurasan. Saat ini petugas relawan kami ikut bersama warga membantu menguras lumpur yang masih bisa dilakukan secara manual" ujarnya.
Jika nanti sudah dilakukan pengurasan pada lumpur yang mengeras tersebut maka warga di dua wilayah tadi tidak akan lagi cemas ketika hujan deras turun muncul genangan. Kerja bakti massal ini selain petugas kecamatan,kelurahan dan PU Air, warga sekitarpun ikut bersama termasuk para pemuda dan ibu-ibu yang menyiapkan makanan kecil. (bian/eca)
