TANJUNG PRIOK- Sekitar 1.600 guru honorer sekolah negeri di Jakarta Utara meminta kepada Pemda DKI Jakarta agar memperhatikan nasibnya yang saat ini hanya menerima gaji honorer sebesar Rp 600 ribu/bulannya. Padahal mereka sudah mengabdi dari yang 5 tahun sampai 20 tahun. Hal ini disampaikan dalam temu wicara guru honorer dengan Komisi E DPRD DKI dan Kadis Pendidikan Taupik Yudi di GOR Jakarta Utara.
Sucipto 50, Koordinator Guru Honorer Sekolah Negeri di Jakarta Utara menjelaskan, Ia meminta kepada Pemerintah DKI Jakarta memperhatikan nasib guru honorer yang hingga kini belum jelas nasibnya. Apakah akan mendapatkan gaji bulanan atau diangkat jadi CPNS. "Saat ini memang pemda DKI Jakarta sedang menginventarisasi data guru yang mengabdi dibawah tahun 2005 diajukan menjadi pegawai honorer Pemda" tuturnya. Namun belum jelas hingga kini realisasinya. Tetapi ia berharap agar guru honorer ini mendapatkan upah yang layak, seperti pekerja buruh lainnya. Tak heran jika banyak guru honorer sering berganti profesi menjadi tukang ojek atau pedagang.
"Paling tidak kami meminta agar gaji kami disamakan dengan UMSP, dimana bisa menerima gaji Rp 1,5 juta/bulannya" lanjut Sucipto.
Nurjaman 45, Guru Honorer di SMPN 282 Jakarta Utara ini meminta agar Pemda DKI Jakarta serius menerima usulannya supaya mereka juga tenang mengajar dan bisa mencukupi keluarganya.
"mudah-mudahan apa yang kami usulkan ini bisa didengar anggota komisi E dan Kepala Dinas Pendidikan" pungkasnya.
Sementara itu, Taupik Yudi Kadis Pendidikan Dasar Dan Menengah DKI Jakarta bersama jajaran Komisi E DPRD DKI Fraksi Demokrat berjanji akan segera menindaklanjuti keinginan guru honorer ini. Sekarang ini pihak Pemda DKI Jakarta sedang mengodok berkas-berkas para guru honorer yang masuk dalam usulan ke BKD untuk jadi tenaga honorer Pemda DKI Jakarta.
"Mudah-mudahaan apa yang saat ini diperjuangkan para guru honorer yang berkasnya ada sama kami akan secepatnya dikeluarkan keputusan" kata Taupik Yudi. (BIAN)
