CILINCING- Sebelas dari total 15 blok rumah susun (rusun) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara masih kosong dan tidak terawat. Ironisnya, puluhan warga tak jauh dari rusun tersebut justru kesulitan untuk mendapatkan kesulitan, harus menunggu daftar tunggu yang panjang serta si pemohon harus memiliki rekening jaminan. Padahal Rusunawa Marunda ini dibangun oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta sebagai tempat tinggal layak bagi warga tak mampu, gusuran kolong tol dan pemohon umum.
"Kami kepingin tinggal disana, tapi proses untuk mendapatkan harga subsidi sangat panjang. Padahal itu Rusun dibangun untuk warga tak mampu. Tapi sekarang kondisinya banyak kosong dan rusak" kata Irja 45, warga Sarang Bango Marunda, Cilincing Jakarta Utara.
Hal senada disampaikan Jumah 40, warga Kampung nelayan Cilincing. Harusnya ruang-ruang yang kosong di Rusun tersebut bisa diisi penuh karena kebutuhan tempat tinggal layak sangat tinggi. Sayangnya rusun tersebut jadi mubazir. Ia berharap agar Instansi terkait baik Sudin dan Dinas Perumahan DKI Jakarta agar segera mencari solusi agar rusun bisa dipenuhi.
"lihat saja! gedungnya kian kusam dikelilingi rumput ilalang dan jorok serta rusak. Ini menandakan pembangunannya sia-sia" ujarnya.
Sementara itu ALi Fattah Kasudin Perumahan Jakarta Utara saat dikonfirmasi ke kantornya, beliau sedang rapat. "Bapak sedang tidak ada di tempat, namun yang saya tahu soal rusun Marunda adalah urusan UPT di Dinas" kata Petugas Keamanan yang menjaga didepan pintu Kantor Sudin Perumahan Lantai 12 Kantor walikota Jakarta Utara.
"Kami kepingin tinggal disana, tapi proses untuk mendapatkan harga subsidi sangat panjang. Padahal itu Rusun dibangun untuk warga tak mampu. Tapi sekarang kondisinya banyak kosong dan rusak" kata Irja 45, warga Sarang Bango Marunda, Cilincing Jakarta Utara.
Hal senada disampaikan Jumah 40, warga Kampung nelayan Cilincing. Harusnya ruang-ruang yang kosong di Rusun tersebut bisa diisi penuh karena kebutuhan tempat tinggal layak sangat tinggi. Sayangnya rusun tersebut jadi mubazir. Ia berharap agar Instansi terkait baik Sudin dan Dinas Perumahan DKI Jakarta agar segera mencari solusi agar rusun bisa dipenuhi.
"lihat saja! gedungnya kian kusam dikelilingi rumput ilalang dan jorok serta rusak. Ini menandakan pembangunannya sia-sia" ujarnya.
Sementara itu ALi Fattah Kasudin Perumahan Jakarta Utara saat dikonfirmasi ke kantornya, beliau sedang rapat. "Bapak sedang tidak ada di tempat, namun yang saya tahu soal rusun Marunda adalah urusan UPT di Dinas" kata Petugas Keamanan yang menjaga didepan pintu Kantor Sudin Perumahan Lantai 12 Kantor walikota Jakarta Utara.
