KELAPA GADING- Warga di kawasan elite Kelapa Gading, Jakarta Utara sekarang ini telah nyaman dan aman dari banjir meski hujan deras turun, hal ini berkat adanya telah berfungsi BKT (Banjir Kanal Timur) yang telah di bangun oleh Pemrov DKI Jakarta. Dengan adanya BKT tersebut sejumlah kawasan di Jakarta Utara yang selama ini rawan banjir mulai teratasi diantara kawasan Kelapa Gading. Kenyamanan ini disampaikan sejumlah warga dan tokoh masyarakat Kelapa Gading dalam kegiatan Tatap Muka dengan Walikota Jakarta Utara bersama Warga Kelapa Gading di Gedung Astra Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading.
"Kalau tahun 2007 sampai 2009 lalu, asal hujan deras turun warga kelapa gading mulai cemas dan tidak bisa tidur akan banjir datang. Namun sekarang kecemasan itu hilang. Meski hujan deras turun cuma ada genangan sedikit langsung surut" kata Sudirman Ketua RW 12 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading.
Sementara itu Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiono didamping beberapa Suku Dinas terkait menjelaskan, penyebab Banjir di Jakarta Utara ada tiga persoalan yang pertama karena hujan deras terus-menerus hingga beberapa hari, kemudian banjir kiriman dari bogor dan yang terakhir tidak hujan namun ada banjir air pasang laut.
Untuk mengatasinya, dengan adanya KBT Marunda banjir di Jakut bisa diminimalisir hingga 40 persen kemudian Pengurasan lumpur di 13 sungai bermuara di wilayah Jakarta Utara yang dilakukan pemda DKI Jakarta guna mencegah penumpukan adanya banjir kiriman serta normalisasi saluran air,pembuatan rumah pompa serta sistem folder dengan teknologi elektrik membuat banjir bisa dicegah.
"Dengan berfungsinya BKT dan pembangunan folder dan rumah pompa ini penurun banjir besar di Jakarta Utara telah berkurang. Terbukti hujan deras beberapa waktu lalu kawasan daerah rawan banjir terbebas dari banjir" tuturnya.
Dalam kegiatan tatap muka ini, Bambang Sugiono meminta kepada masyarakat Kelapa Gading agar tidak lupa menggunakan hak pilih dalam pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta agar tidak Golput. Dan juga menjaga kenyaman dan ketertiban dalam pelaksanaannya nanti. (bian)
"Kalau tahun 2007 sampai 2009 lalu, asal hujan deras turun warga kelapa gading mulai cemas dan tidak bisa tidur akan banjir datang. Namun sekarang kecemasan itu hilang. Meski hujan deras turun cuma ada genangan sedikit langsung surut" kata Sudirman Ketua RW 12 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading.
Sementara itu Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiono didamping beberapa Suku Dinas terkait menjelaskan, penyebab Banjir di Jakarta Utara ada tiga persoalan yang pertama karena hujan deras terus-menerus hingga beberapa hari, kemudian banjir kiriman dari bogor dan yang terakhir tidak hujan namun ada banjir air pasang laut.
Untuk mengatasinya, dengan adanya KBT Marunda banjir di Jakut bisa diminimalisir hingga 40 persen kemudian Pengurasan lumpur di 13 sungai bermuara di wilayah Jakarta Utara yang dilakukan pemda DKI Jakarta guna mencegah penumpukan adanya banjir kiriman serta normalisasi saluran air,pembuatan rumah pompa serta sistem folder dengan teknologi elektrik membuat banjir bisa dicegah.
"Dengan berfungsinya BKT dan pembangunan folder dan rumah pompa ini penurun banjir besar di Jakarta Utara telah berkurang. Terbukti hujan deras beberapa waktu lalu kawasan daerah rawan banjir terbebas dari banjir" tuturnya.
Dalam kegiatan tatap muka ini, Bambang Sugiono meminta kepada masyarakat Kelapa Gading agar tidak lupa menggunakan hak pilih dalam pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta agar tidak Golput. Dan juga menjaga kenyaman dan ketertiban dalam pelaksanaannya nanti. (bian)
