"kami ini engga mungkin menaikkan harga pasalnya pelanggan kami tak ingin ada kenaikan harga. Terpaksa produknya kami kecilkan.Namun kalau harganya naik terpaksa tidak produksi dulu" kata Sujanto pengrajin tahu tempe di Semper Barat.
Sementara itu,Kawi Ketua Primkopti Jakarta Utara membenarkan adanya mogok produksi yang dilakukan pengrajin. Hilangnya produk tersebut karena pengrajin sudah tak mampu untuk membeli harga kedelai yang melambung tinggi.
Menurut Kawi,pemogokan dirancang selama tiga hari mulai besok hingga jumat nanti untuk tidak produksi. " Makanya saat tahu tempe hilang dari pasar besok itu menandakan pengrajin tidak produksi" tuturnya. Pemogokan ini dilakukan sebagai dorongan kepada pemerintah agar memperhatikan nasib pengrajin yang terjepit akibat kenaikan harga kedelai.
Di Jakarta Utara sendiri tercatat ada 811 pengrajin tahu tempe di Jakarta Utara.Dan mereka besok akan menghentikan produksinya.
Sementara itu Urip 35, pedagang gorengan sangat terpukul hilangnya tahu tempe dipasaran.Pasalnya makanan rakyat ini merupakan satu-satunya jenis makanan yang dijual kepada masyarakat untuk dikomsumsi. " dampaknya juga kepada kami mas! Engga ada tahu tempe kami engga berdagang" tuturnya.
