Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Kota Administrasi Jakarta
Utara, Andri Kurnarso, mengungkapkan pendidikan usia dini (PAUD),
merupakan titik awal menentukan arah masa depan anak di masa datang.
Sebab, di PAUD bakal diketahui bakat dan minat anak mengasah kemampuan
dan kreatifitas mereka.
“Untuk itu tugas kami bersama tenaga pendidik memberikan informasi
dan memperkenalkan keberadaan dan program pelayanan pendidikan formal.
Hal itu dimaksudkan agar bisa meningkatakn kesadaran masyarakat atas
pentingnaya pendidikan anak usia dini (PAUD),”ungkapnya di sela perayaan
Hari Anak Nasional dan Festival Pesisir 2012, kemarin
Selain itu juga bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat melalui
kegiatan kreativitas, atraksi, demostrasi, pentas seni dan pameran,
serta peningkatan partisipasi mitra usaha dalam memasyarakatkan PAUD,
dan memasyarakatkan program PAUD.
Agar program ini berjalan lancar, katanya, diperlukan upaya bersama
berbagai unsur (Pemerintah, Perguruan Tinggi, LSM, Orsos, Organisasi
Profesi, Pendidikan, Praktisi dan Masyarakat luas) yang berkecimpung
dalam pembinaan PAUD. Di samping itu, kata Andri, harus ada serangkaian
kegiatan yang bertujuan menumbuhkan menggugah, serta meningkatkan
kesadaran dan peran serta masyarakat terhadap pentingnya PAUD.
“Kami ikutsertakan 1.000 orang peserta didik PAUD nonformal, 300
lembaga penyelenggara pendidikan non formal dan informal, 500 perta
didik dan pendidik lembaga kursus dan pelatihan, 500 orang pendidik
lembaga PAUD, 300 orang pendidik lembaga LKP, serta 200 orang tamu
undangan.”
Kegiatan dalam HAN kali ini, katanya, berbentuk lomba mewarnai dengan
tema Aku sayang Ibu/Guru, Melukis dengan tema Saya Cinta Jakarta, serta
lomba menyanyi dengan tema Aku Anak Indonesia. //fitri
Sumber : harianterbit
