Ribuan Guru Honorer se Jakarta Utara berkumpul di Ruang Auditorium, Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Senin (06/08/2012) petang. Pertemuan dalam rangka silaturahmi dan evaluasi perjuangan guru honorer itu juga di hadiri Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto dan anggota Dewan Perwakilan Daerah DKI Jakarta, Pardi.
"Perjalanan dunia pendidikan selama lima tahun belakangan ini terus membaik. Kita terus mengalami perkembangan baik sarana dan prasarana pendidikan maupun mutu pendidikan itu sendiri," ujar Kadis, diamini ribuan guru honorer.
Keadaan pendidikan, kata Kadis, banyak dinamikanya dan problem yang harus dapat diselesaikan dengan silaturahmi dan kekeluargaan. "Kami harapkan seluruh guru honorer tetap berada di kelas dan ruang belajar. Tidak boleh ada guru yang dirumahkan bila ada kepala sekolah yang melakukan itu agar segera di laporkan pada kami," ucapnya.
Taufiq berjanji pada saatnya guru honorer akan mendapatkan perubahan-demi perubahan yang lebih baik. "Bila waktunya tepat tentu akan terasa nikmat seperti puasa ini kalau belum waktunya beduk belum ada yang makan dan minum. Namun bila sudah saatnya seteguk air akan membawa kenikmatan dan keberkahan, mudah-mudahan dapat bersabar," jelasnya.
"Saat ini guru honorer akan mendapatkan tunjangan kesejahteraan sebesar Rp 400 ribu/perbulan. Kebijakan ini berlaku bulan Juli lalu sebagai bulan ajaran pertama namun untuk pencairannya menunggu perubahan anggaran," tambahnya.
Sementara itu, salah seorang guru wanita di SDN Sunter Agung 11, Maryati, mengaku gembira adanya kabar baik untuk guru honor di DKI Jakarta. "Kami mendidik sejak tahun 2003 namun kesejahteraan kami masih jauh dari harapann. Namun, belakangan ini kami bersukur karena akan mendapatkan tunjangan dari pemda. Mudah-mudahan saja kesejahteraan kami semakin baik dan termasuk dapat diangkat menjadi PNS," harapnya.
Foto: Ribuan Guru honorer antusias mendengarkan pesan dan harapan yang di sampaikan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto, di GRJU.

