Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   
Home » , , , » Penanganan Sampah KBT Diharapkan Sitem Moderenisasi

Penanganan Sampah KBT Diharapkan Sitem Moderenisasi

Posted by JAKARTA UTARA on Minggu, 02 September 2012


Upaya pemprov DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Banjir Kanal Timur (KBT) dalam menangani kebersihan sampah dan tumbuhan liar yang menghambat aliran KBT terus ditingkatkan. Meski, sementara dikerjakan manual namun kedepan sedang diupayakan penanggulangan sampah dan tumbuhan liar dengan sistem moderenisasi.

"Kami bersama Kepala Dinas Kami sudah memikirkan kedepan penanggulangan sampah di aliran KBT dengan sistem moderenisasi. Alat ini seperti perahu mesin nantinya akan mampu bekerja lebih maksimal dibandingkan pekerjaan manual," ujar Monang Ritonga, Kepala Unit Pengelola Kanal Banjir Timur, Minggu (2/09/2012) di Rorotan, Cilincing.

Dikatakannya, KBT yang melintasi wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur dengan panjang 23,5 KM dan menampung aliran Kali Cipinang, Kali Buaran, Kali Jati Kramat serta Kali Cakung. Katanya, sudah sepantas dikelola lebih baik, apalagi telah menelan biaya sangat besar mulai dari pembebasan tanah dan pembangunan kontruksi KBT. 

"Kami terinspirasi pada sistem pembersihan sampah sungai yang telah dilakukan negara-negara maju seperti eropa. Ya, kami berharap sistem moderenisasi ini dapat segera terealisasi di KBT," katanya berharap mendapat dukungan masyarakat dan dewan.

Untuk sementara ini, kata Monang, pihaknya terus melakukan pembersihan sampah dan tumbuhan liar seperti aceng gondok di aliran KBT dengan cara manual atau tenaga orang. "Kecuali pembabatan semak belukar yang menggunakan mesin potong," jelasnya.

Ia juga mengaku adanya aliran KBT hingga ke laut bukan saja menghilangkan ancaman banjir warga sekitar. Namun, warga yang berada jauh dari KBT juga merasakan manfaatnya.

"Seperti warga Kelapa Gading dan Tanjung Priok sejak tahun 2007 sudah tidak lagi mengalami banjir besar. Sebab kali Sunter tidak lagi menguap ke komplek atau pemukiman warga namun langsung tertampung di BKT," tambahnya.

Sementara itu, Krismanto, 40, salah seorang warga Rorotan, Jakarta Utara, mengatakan upaya menanggulangi sampah BKT dengan sistem moderenisasi layak untuk dilakukan. "Kali KBT ini sangat luas dan panjang. Bila hanya dikerjakan oleh tenaga orang sebagai petugas kebersihan kali, kapan bisa tuntasnya," tanya dia.

Lebi jauh, kata dia, penanganan sampah dan ilalang KBT dengan baik akan menambah citra DKI Jakarta. "Apalagi saya dengar KBT ini akan menjadi salah satu obyek wisata tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah," ucapnya.

SHARE :
Kang Lintas
 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas