Paska bentrok yang melibatkan dua kelompok warga, Minggu (17/3) dinihari tadi, situasi di Jl Trading RT 06/16, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, mulai kondusif. Meski begitu, puluhan aparat kepolisian dari Polres Jakarta Utara dan Polsek Penjaringan dilengkapi senjata berlaras panjang masih berjaga-jaga di lokasi bekas bentrokan tersebut. Petugas kepolisian juga masih memburu para pelaku pembacokan dalam bentrok tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Penjaringan, AKP Raden Muhammad Jauhari menuturkan, pihaknya masih menyiagakan 30 personil kepolisian bersenjata laras panjang di lokasi bekas bentrokan untuk mengantisipasi terjadinya bentrok susulan. "Saat ini, suasananya sudah kondusif, tapi kami tetap mengerahkan 30 personil untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan," ujar Jauhari, Minggu (17/3).
Dikatakan Jauhari, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan data-data dan keterangan dari para saksi, dan korban pembacokan. "Kami masih menyelidiki kasus ini dan masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk mencari pelaku pembacokan tersebut," katanya.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto menuturkan, bentrokan tersebut berawal dari kelompok Mandar Airbaja yang melempar batu ke arah kelompok warga Makassar di Kalijodo. Aksi pelemparan itu langsung dibalas, dan terjadi bentrokan antara kedua kelompok tersebut dengan menggunakan senjata tajam. "Kejadiannya Minggu (17/3) dini hari sekitar pukul 00.30. Bentrokan itu terjadi saat para tokoh warga kedua kelompok tidak ada ditempat. Keributan itu baru bisa dipisahkan satu jam kemudian," tutur Rikwanto.
Dalam peristiwa itu, sambung Rikwanto, sedikitnya enam warga terluka dan dirawat di RS Atmajaya dan RS Pluit. Lima korban luka diantaranya dirawat di RS Atmajaya yakni, Irfan Saputra (17), warga RT 06/16, mengalami luka panah pada bahu sebelah kiri, Mulyanto (27) warga RT 06/16, mengalami luka bacok pada pipi sebelah kanan, Abdul (25) warga RT014/09, mengalami luka bacok pada pergelangan tangan sebelah kiri dan luka di ketiak kiri akibat panah.
Kemudian, Vitara Aryanto (27), warga RT 06/16, mengalami luka akibat kena panah pada lengan kanan dan paha kiri, dan Ryan (16), warga Teluk Gong RT 11/13, mengalami luka panah pada punggung kanan bagian belakang.Sedangkan, korban yang dirawat di RS Pluit, yakni Hendi (20), warga Jl Muara Karang Timur, mengalami luka lengan kanan akibat terkena panah. Sedangkan barang bukti yang disita diantaranya yakni, sebilah golok, 14 anak panah, dan satu ketapel. "Aparat kepolisian setempat sudah bertemu dengan para tokoh kedua kelompok warga, dan tetap akan melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku tersebut," tandasnya.
Paska Tawuran di Pejagalan, Polisi Bersiaga
Posted by JAKARTA UTARA on Minggu, 17 Maret 2013
| Kang Lintas |
|
Label:
News,
Penjaringan,
Utama

