PADEMANGAN BARAT - Pembangunan apartemen yang direncanakan 36 lantai di Pademangan dianggap menjadi penyebab kerusakan puluhan rumah warga. Kerusakan rumah warga banyak terjadi di RT 10 dan RT 11/RW11 Kelurahan Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara.
Upaya perbaikan rumah warga yang belum maksimal atas proyek apartemen itu membuat warga setempat resah. "Kami seperti di bodohi padahal kami menjadi korban, rumah kami banyak yang retak. Padahal kami telah susah payah membangun rumah sendiri namun sekarang mengalami kerusakan," ucap Ny.Siti, 40, salah seorang warga RT 10/11 Pademangan Barat, Senin 25 Maret 2013.
Ia mengaku rumahnya yang berlantai dua itu mengalami retak hingga beberapa centi meter dengan ketinggian yang memusingkan dirinya. "Kerusakannya sejak tiang pancang apartemen ini diterapkan, sekitar Bulan Agustus (2012). Sudah ada orang dari proyek yang memfoto-foto kerusakan rumah kami namun belum ada perbaikan. Kami ingin rumah kami di kembalikan utuh seperti semula," tandasnya.
Ibu rumah tangga itu, menjelaskan, bahwa sekitar 80 warga dan pengurus sempat bertemu dengan pelaksana apartemen, beberapa waktu lalu. "Kami pernah di pertemukan namun belum juga ada kepastian. Kalau rumah yang rusak banyak, ada disini, disana jumlahnya puluhan. Hingga kini belum ada kabar perbaikan darinya, kami bingung menanyakan kepengurus juga tidak mendapatkan kepastian yang jelas," akunya.
Hal yang sama juga di alami rumah kediaman Ny. Rahma. "Sejak kerusakan sudut rumahnya yang retak hingga sekarang belum di perbaiki. Pintu warung kami jadi tidak bisa di kunci karena posisinya bergeser dari semula. Terpaksa kami gunakan rante untuk menutup warung kami," katanya juga berharap ada pergantian.
Sementara itu, tokoh masyarakat Pademangan Barat, Santosa, mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa kerusakan sejumlah rumah warga. Ia juga mengaku rumah kosnya di RT 11/11 mengalami hal yang serupa. "Jarak proyek apartemen ke pemukiman warga tidak lebih dari 30 meter dengan rencana pembangunan 36 lantai tentu saja pembangunan itu membawa dampak yang merugikan masyarakat. Kami akan pertanyakan sejauh mana amdal-nya dan keseriusan perusahaan dalam mengurai permasalahan di masyarakat," jelasnya.
Jangan hanya mencari keuntungan belaka, kata dia, perusahaan harus cepat merespon jangan sampai memicu emosional warga. Sudah menjadi resikonya Karena pembangunan apartemen berada di tengah lingkungan penduduk Pademangan Barat. "Kami akan perjuangkan agar pihak apatemen mau mengganti kerugian rumah warga. Bila hal itu tidak juga dilakukan tidak tertutup kemungkinan massa akan mengadakan aksi demo," ketusnya.

