CILINCING- Hampir setiap hari ratusan orang mendatangi kawasan KBN (Kawasan Berikat Nusantara) Cakung, Cilincing Jakarta Utara. Mereka bergerombol, berkelompok maupun perseorangan berkeliling dari satu pintu gerbang pabrik ke pintu gerbang pabrik lainnya, dengan menaruh harapan bisa diterima lamaran pekerjaannya.
Para pelamar kerja ini bukan cuma didominasi para pendatang baru melainkan korban PHK di KBN ikut bersaing mengadu nasib agar lamaran pekerjaanya dapat diterima.
"Sudah dua pekan memutari KBN ini mas! namun belum juga lamaran kerja saya diterima. Mudah-mudahan hari ini jadi hari baik supaya lamaran kerja diterima" kata Mulyati 23, pendatang baru asal Lampung Timur saat ditemui di depan PT Dragon Forever di KBN Cakung.
Mulyati yang tinggal di rumah kontrakan di kawasan Sukapura ini menaruh harapan disalah satu pabrik yang baru yang rencananya akan beroperasi pada bulan September 2013 ini. " Ini satu-satu pabrik baru yang membuka lowongan banyak orang, namun lihat saja persaingannya sangat ketat" tungkasnya.
Senada disampaikan Santi 22, perempuan asal Pemalang Jawa Tengah ini. Dengan modal pengalaman korban PHK di salah satu pabrik di KBN ini berharap adanya pabrik baru yang membuka lowongan besar-besaran ini bisa menjadi nasibnya untuk diterima bekerja. " Yang penting itu kalau melamar di sini harus sabar, tabah dan rajin mendatangi kawasan pabrik, pasti dapat pekerjaan" kata Santi sambil menunggu panggilan ujian testnya .
Baik Santi dan Mulyati merupakan dua dari pelamar kerja dari ratusan orang yang setiap harinya menaruh harapan di kawasan itu. Namun apakah Sudin Tenaga Kerja Jakarta Utara mengetahui bagimanakah proses pengawasan penerimaan karyawan di dalam kawasan itu. Tak jarang banyak korban PHK di KBN ini luput dari pengawasannya. Seperti status kerja mereka diterima dengan sistem borongan,kontrak maupun skorsing waktu. "Kalau pabrik di KBN ini mas!terima orang kerja seenaknya, memecat orang juga seenaknya. Buktinya lihat saja baik pendatang baru dan korban PHK bersaing ketat untuk bisa mendapatkan pekerjaan" ujar Bibah 24, warga Rorotan Cilincing saat ditemui di kawasan KBN. (Bian)
Para pelamar kerja ini bukan cuma didominasi para pendatang baru melainkan korban PHK di KBN ikut bersaing mengadu nasib agar lamaran pekerjaanya dapat diterima.
"Sudah dua pekan memutari KBN ini mas! namun belum juga lamaran kerja saya diterima. Mudah-mudahan hari ini jadi hari baik supaya lamaran kerja diterima" kata Mulyati 23, pendatang baru asal Lampung Timur saat ditemui di depan PT Dragon Forever di KBN Cakung.
Mulyati yang tinggal di rumah kontrakan di kawasan Sukapura ini menaruh harapan disalah satu pabrik yang baru yang rencananya akan beroperasi pada bulan September 2013 ini. " Ini satu-satu pabrik baru yang membuka lowongan banyak orang, namun lihat saja persaingannya sangat ketat" tungkasnya.
Senada disampaikan Santi 22, perempuan asal Pemalang Jawa Tengah ini. Dengan modal pengalaman korban PHK di salah satu pabrik di KBN ini berharap adanya pabrik baru yang membuka lowongan besar-besaran ini bisa menjadi nasibnya untuk diterima bekerja. " Yang penting itu kalau melamar di sini harus sabar, tabah dan rajin mendatangi kawasan pabrik, pasti dapat pekerjaan" kata Santi sambil menunggu panggilan ujian testnya .
Baik Santi dan Mulyati merupakan dua dari pelamar kerja dari ratusan orang yang setiap harinya menaruh harapan di kawasan itu. Namun apakah Sudin Tenaga Kerja Jakarta Utara mengetahui bagimanakah proses pengawasan penerimaan karyawan di dalam kawasan itu. Tak jarang banyak korban PHK di KBN ini luput dari pengawasannya. Seperti status kerja mereka diterima dengan sistem borongan,kontrak maupun skorsing waktu. "Kalau pabrik di KBN ini mas!terima orang kerja seenaknya, memecat orang juga seenaknya. Buktinya lihat saja baik pendatang baru dan korban PHK bersaing ketat untuk bisa mendapatkan pekerjaan" ujar Bibah 24, warga Rorotan Cilincing saat ditemui di kawasan KBN. (Bian)

