Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   
Home » , » Lurah Tugu Utara : Bangun Kesadaraan Masyarakat Tidak 'EGP' Pada Lingkungan

Lurah Tugu Utara : Bangun Kesadaraan Masyarakat Tidak 'EGP' Pada Lingkungan

Posted by JAKARTA UTARA on Senin, 02 September 2013

KOJA- Pengalaman adalah guru yang paling berharga, itulah yang selalu dijalankan oleh sosok Mulyadi Kepala Kelurahan Tugu Utara dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pamong masyarakat. Buatnya jabatan sebagai lurah adalah amanah. Dan amanah itu harus dijalankans sesuai dengan aturan yang berlaku.Dengan segudang pengalaman sebagai pamong diawali dari ia menjadi Kaur Trantib pada tahun 1995 di kelurahan Papanggo. Kemudian iapun dipercaya menjadi Sekertaris Lurah pada tahun 1996. kariernya sebagai abdi masyarakat dan kepercayaan Pemda DKI Jakarta padanya iapun dipercayai menjadi Wakil Lurah Sunter Agung pada tahun 2000 lalu jadi wakil lurah Warakas pada tahun 2005. Barulah pada tahun 2010, Pemerintah Kota Jakarta Utara memberikan mandat menjadi lurah Warakas pada tahun 2010. Bahkan pada seleksi terbuka di era kepemimpinan Jokowi-Ahok tahun 2013 ini dirinya dipercaya untuk memimpin kelurahan di Tugu Utara kecamatan Koja Jakarta Utara.

"Semua itu harus dimulai dari bawah, dengan bekal pengalaman kita akan memahami apa tugas dan tanggung jawab kita duduk sebagai pamong masyarakat" kata Mulyadi Pria Kelahiran Solo, 5 Nopember 1960 itu.Baginya amanah di era pembangunan Jakarta Baru ini lurah atau pamong dituntut harus turun ke bawah, dekat dengan masyarakat bahkan harus siap menjadi pelayan masyarakat.

Oleh karena itulah ia ingin membangun masyarakat yang dipimpinnya tidak 'EGP' (emang gue pikirin) pada lingkungannya. Tetapi bagimana masyarakatnya punya kepedulian lingkungan yang tumbuh dari masyarakat itu sendiri. "Yaa caranya kita sebagai pemimpin harus cepat tanggap dan reaksi bertindak dalam segala persoalan lingkungan. Jika itu telaksana maka masyarakatpun akan menghargai tugas kita sebagai pamong" kata Muyadi yang pernah bertugas sebagai petugas di kantor Dinas Kebersihan DKI Jakarta saat mengawali kariernya sebagai PNS.


Kini iapun harus berupaya agar Kelurahan Tugu Utara yang dihuni sekitar 79.577 jiwa (26.681 KK) yang tersebar di 214 RT dan 19 RW bisa mewujudkan program Jakarta Baru yakni bagiamana membangun masyarakat yang bermartabat, membangun kampung kumuh menjadi kampung yang tertata dan manusiawi serta memberikan pelayanan prima maksimal kepada masyarakatnya.

"Yaa sebagai abdi masyarakat, dan pejabat lingkungan kita harus memberikan yang terbaik, karena setiap langkah yang kita ambil ini harus berbuah yang dapat memajukan lingkungan yang kita pimpin" ujarnya.

Penulis : Bian Dan Yani.

SHARE :
Kang Lintas
 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas