MARUNDA- Deklarasi gubernur DKI Jakarta minggu lalu sebagai capres pada PILPRES 2014 di rumah si pitung, Jakarta Utara di gugat oleh masyarakat betawi dengan adanya mandat yang di sampaikan di rumah si pitung di anggap melecehkan atas kekeliruan tersebut karena rumah si pitung merupakan pejuang pada masa belanda bukan pejuang bangsa indonesia.
Pasalnya saat jokowi menyampaikan mandat sebagai capres minggu lalu tidak ada kompromi atau musyawarah dengan masyarakat karena rumah si pitung merupakan cagar budaya yang tidak bisa di sangkutpautkan dengan politisi. Hal ini sangat membuat masyarakat kecewa terutama tokoh budayawan betawi.
"pitung merupakan pejuang pada pemerintahan masa kolonial belanda bukan perlawanan anak bangsa dan rumah si pitung ini adalah cagar budaya masyarakat betawi jangan di jadikan simbol atau pencitraan sebuat tempat politik atau golongan semu," ujar Muhammad Rifqi (Eki Pitung) salah satu budayawan betawi, Jumat (21/3) Tambah Eki pitung, saya mewakili atas nama masyarakat betawi meminta supaya bapak jokowi khilaf serta meminta maaf kepada seluruh masyarakat betawi yang telah menyampaikan mandat sebagai capres atas figur seorang pitung. (Siti G)
