KALIBARU- Puluhan rumah di lingkungan RT 6/8 Kel Kalibaru, Cilincing Jakarta Utara rusak dan retak-retak akibat pemasangan tiang pancang Jalan Tol. Warga yang saat itu sedang bersantai di dalam rumah lari berhamburan keluar rumah. Mereka mengira ada gempa. "Saya takut pak! saya kira ada gempa ternyata ada getaran dari pemasangan tiang pancang. Apalagi tembok rumah kami retak-retak dan ambrol" Aini 38, Warga RW 8 Kalibaru, Cilincing.
Berbeda dengan Purni 52, warga yang rumah retak-retak.Saat itu ia sedang meniduri anaknya, tiba-tiba ada getaran keras serta beberapa materil semen jatuh dari atas. Ia mengira ada gempa, ternyata ada getaran berasal pemasangan tiang pancang jalan tol yang jaraknya cuma 200 meter dari tempat tinggalnya.
"Yaa kita kaget saja Pak! getarannya kencang, kalau rubuh kita juga yang sengsara" cetusnya.
Otong Ketua RT 6/8 Kel Kalibaru membenarkan adanya kerusakan puluhan rumah warganya akibat pemasangan tiang pancang jalan tol. Karena kuatir akan berdampak roboh,akhirnya warga menghampiri pemasangan tiang pancang untuk menghentikan pengerjaan.
"Warga terpaksa memberhentikan pekejaannya, Sebab jika dilanjutkan berdampak kerusakan makin menjalar kemana-mana" tuturnya. Namun protes warga ini diterima oleh pihak kontraktor, dan pihak kontraktor berjanji akan memberikan ganti rugi atas kerusakan yang dialami warga. Akan tetapi pekerjaan belum bisa dilanjutkan, lantaran janji yang diberikan hanya bersifat lisan bukan tulisan. "Warga meminta kepada pihak pelaksana pembangunan jalan tol memberikan perjanjian tertulis agar mereka tenang mengingat sudah banyak rumah warga yang rusak" kata Otong.
Supriyono Camat Cilincing menjelaskan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari pihak kelurahan adanya warga yang rumahnya rusak maupun retak-retak akibat kencangnya getaran proyek pemasangan tiang pancang tersebut. "Kita sudah terima laporannya, saat ini sedang dilakukan negoisasi antara warga dengan pihak pelaksana" ujarnya. (Bian)
