SUNTER AGUNG - Sejumlah warga Sunter Agung mengaku cemas dengan adanya pengerukan lumpur Kali Sentiong yang dilakukan Dinas PU DKI Jakarta. Pasalnya, pengerukan lumpur yang terlalu dalam akan berdampak longsor dikuatirkan pemukiman rumah warga di RW 03, 04 dan 05 Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara akan mengalami kerusakan.
"Saya ingat betul sekitar tahun 1980 kedalaman kali sentiong ini hanya empat meter. Bila sekarang dilakukan pengerukan lumpur kami sebagai warga setuju saja asalkan tidak terlalu dalam. Apabila pengerukan dengan alat berat sudah sampai ketemu lumpur yang cukup keras, cukup sampai disitu saja," ujar Ahmad, tokoh masyarakat RW 03 Sunter Agung, Minggu (18/5/2014).
Sebab, menurutnya, bila lumpur yang keras itu tetap di keruk dikuatirkan akan merusak tanggul dan pemukiman warga. "Jarak rumah warga dengan kali sentiong sangat dekat sekali. Kami bukanya tidak mendukung program pembangunan kali ini, melainkan kami kuatir saja. Kami juga kerap mengingatkan operator alat berat (Bekho) agar tidak sembarang mengeruk," ucapnya.
"Jangan sampai belum ada kepastian apakah pemukiman warga akan digusur atau diganti rugi yang jelas oleh pemda DKI malah sudah rusak akibat longsor yang ditimbulakan adanya pengerukan," tambahnya.
Ungkapan senada juga dikatakan Mahrul, 45, warga Sunter Agung lainnya. "Menurut saya pengerukan kali semakin dalam memang semakin bagus agar kali tidak cepat dangkal tetapi itu dapat berlaku bila di sekitar bibir kali tidak banyak bangunan rumah warga. Ya..setidaknya petugas pengerukan kali harus hati-hati jangan sampai ada rumah warga yang rusak," imbuhnya.
