WARAKAS - Wakil Lurah Warakas Mislan dan Ketua RW 01 T.Bagus mendatangi kantor pasar Anyer Bahari yang dikelola PD Pasar Jaya. Kedatagan mereka sehubungan membicarakan solusi penempatan pembuangan sampah pasar binaan di Jalan Warakas Raya yang kerab mengganggu keindahan dan ketertiban umum.
"Kedatangan kami ke pasar jaya ingin membicarakan keberadaan sampah di Jalan Warakas yang selama ini menjadi lokasi penampungan sampah dari warga dan pasar binaan. Mudah-mudahan kami dapat solusinya," ujar Mislan didampingi staf kelurahan dan Ketua RW 01 kepada jakartautara.com.
Pihak kelurahan dan warga setempat menginginkan agar pembuangan sampah dapat digabung satu lokasi dengan tempat sampah di pasar jaya yang jaraknya tidak terlalu jauh. "Untuk teknisnya nanti diurus oleh pengurus RW yang penting pihak pasar jaya dapat menerima keinginan kami demi kepentingan bersama. Apalagi sekarag mendekati penilaian adipura (Bulan Maret) dan pencanangan walikota sehubungan kota sehat di Jakarta Utara," tambah Mislan.
Sementara itu, Ketua RW 01, T.Bagus membenarkan adanya lokasi penampungan sampah dilingkungannya yang kurang ideal keberadaanya. "Meskipun sampah rutin diangkut namun keberadaannya disisi jalan yang ramai dilalui kendaraan dan angkot tentunya sangat mengganggu. Karena itulah kami mengajak pihak kelurahan untuk membicarakan masalah tersebut kepada pasar jaya," imbuhnya.
Sebelumnya, pengelola Pasar Anyer Bahari, Eko, mengetahui keberadaan sampah di pasar binaan yang bukan di kelola oleh pihaknya. "Kami mempunyai lokasi penampungan sampah tersendiri namun bila warga menghendaki sampah pasar binaan menjadi satu dengan pasar jaya kebijakannya bukan pada kami. Kami akan membawa usulan warga pada manager area," katanya. (min)
Pihak kelurahan dan warga setempat menginginkan agar pembuangan sampah dapat digabung satu lokasi dengan tempat sampah di pasar jaya yang jaraknya tidak terlalu jauh. "Untuk teknisnya nanti diurus oleh pengurus RW yang penting pihak pasar jaya dapat menerima keinginan kami demi kepentingan bersama. Apalagi sekarag mendekati penilaian adipura (Bulan Maret) dan pencanangan walikota sehubungan kota sehat di Jakarta Utara," tambah Mislan.
Sementara itu, Ketua RW 01, T.Bagus membenarkan adanya lokasi penampungan sampah dilingkungannya yang kurang ideal keberadaanya. "Meskipun sampah rutin diangkut namun keberadaannya disisi jalan yang ramai dilalui kendaraan dan angkot tentunya sangat mengganggu. Karena itulah kami mengajak pihak kelurahan untuk membicarakan masalah tersebut kepada pasar jaya," imbuhnya.
Sebelumnya, pengelola Pasar Anyer Bahari, Eko, mengetahui keberadaan sampah di pasar binaan yang bukan di kelola oleh pihaknya. "Kami mempunyai lokasi penampungan sampah tersendiri namun bila warga menghendaki sampah pasar binaan menjadi satu dengan pasar jaya kebijakannya bukan pada kami. Kami akan membawa usulan warga pada manager area," katanya. (min)
