SUNGAI BAMBU - Warga Jakarta Utara menyampaikan keprihatinannya atas sarana publik yang banyak di salah gunakan. Padahal, keberadaan sarana publik seperti taman dan ruang terbuka sangat dibutuhkan masyarakat banyak ketimbang segelintir kelompok yang memanfaakan dengan alasan keamanan atau mencari keuntungan.
Sarana yang dimaksud seperti taman Gorontalo, Sungai Bambu dan ruang terbuka, danau Cincin, Papanggo dan saluran di Warakas. Di taman Gorontalo meskipun sudah pernah di larangan pedagang kaki lima berjualan namun sepertinya mereka ucing-ucingan dengan petugas. Akibatnya taman menjadi sesak dengan banyaknya pedagang dan kerab menimbulkan kemacetan.
"Demikian juga di danau Papanggo jalan umum ditutup dengan pagar setinggi 3 meter dengan alasan keamanan rumah komplek hal ini jelas mengkebiri hak publik," ujar Krismanto, 34, salah seorang warga Sungai Bambu, Tanjung Priok kepada jakartautara.com, Selasa (17/5/2011) petang.
Karyawan swasta PT Gajah Tunggal Divisi Tire-Cord ini mengaku prihatin melihat sarana publik yang banyak disalah gunakan. "Kami berharap Walikota dan unit terkait mengembalikan fungsi sarana publik mengingat masyarakat sangat membutuhkannya dan menindak bila ada aparat yang terlibat," harapnya.
Sebelumnya, Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono, pernah menegaskan agar Taman Gorontalo, Sungai Bambu bebas dari PKL selain itu ia juga berjanji akan terus membuka setiap jalan umum yang di portal. (min)
"Demikian juga di danau Papanggo jalan umum ditutup dengan pagar setinggi 3 meter dengan alasan keamanan rumah komplek hal ini jelas mengkebiri hak publik," ujar Krismanto, 34, salah seorang warga Sungai Bambu, Tanjung Priok kepada jakartautara.com, Selasa (17/5/2011) petang.
Karyawan swasta PT Gajah Tunggal Divisi Tire-Cord ini mengaku prihatin melihat sarana publik yang banyak disalah gunakan. "Kami berharap Walikota dan unit terkait mengembalikan fungsi sarana publik mengingat masyarakat sangat membutuhkannya dan menindak bila ada aparat yang terlibat," harapnya.
Sebelumnya, Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono, pernah menegaskan agar Taman Gorontalo, Sungai Bambu bebas dari PKL selain itu ia juga berjanji akan terus membuka setiap jalan umum yang di portal. (min)
