Lembaga Masyarakat Kelurahan Sunter Agung, siap untuk menfasilitasi dan berkoordinasi dengan para pengurus RT/RW dan tokoh masyarakat.
Hal itu merupakan tanggapan atas usulan warga RW 013, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara melalui SMS ke redaksi Pos Kota yang meminta untuk menghidupkan kembali kegiatan Karang Taruna di RW 13 Sunter Agung.
Ketua LMK Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara H. Zahir menyatakan, sebelum adanya permintaan warga itu pihak LMK sudah sering membicarakan hal itu dengan para pengurus RT/RW dan tokoh masyarakat.
Meski begitu, dia juga merasa sangat berterima kasih kepada warga yang meminta untuk menghidupkan lagi karang taruna tersebut.
“Memang Karang Taruna di RW 013 sudah ada, namun belakang sedikit agar mengendur. Untuk itu sebagai anggota sekaligus ketua LMK saya punya tanggungjawab untuk mengaktifkan lagi Karang Taruna tersebut. Bahkan saya juga sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan RT/RW dan tokoh masyarakat di RW tersebut,” jelas H Zahir.
Bahkan, selain ingin mengaktifkan lagi Karang taruna tersebut, pihaknya juga akan mengusulkan kepada Pemeritah melalui Kelurahan, Kecamatan dan Pemkot Jakarta Utara supaya dibangunkan Gedung Sasana Krida karang Taruna.
“Kalau masyarakat sudah merespon dan menginginkan kegiatan karang taruna kembali diaktifkan kami akan koordinasikan lagi dengan para pengurus. Tentunya dukungan dari para RT dan RW serta tokoh masyarakat di lingkungan kami sangat harapkan,” ujar warga Komplek DKI, Sunter Agung, Jakarta Utara .
Diakui oleh Zahir, memang keberadaan Karang taruna itu sangat dibutuhkan warga, selain sebagai ajang pertemuan antara warga, juga sebagai ajang kreasi, motifasi dan inofasi untuk pengembangan wilayah. Jadi dalam hal ini, perlu dan harus dilakukan pengaktifan karang taruna tersebut. Lebih jauh, kata Zahir, sudah seharusnya peran pemuda/pemudi karang taruna dibangunkan. Mulai dari tingkat RT bahkan di tingkat kota sekalipun. “Kami ingin pemuda Sunter Agung lebih meningkan perannya baik di bidang sosial maupun pembangunan. Mereka adalah generasi penerus yang harus dilibatkan dalam segala hal akan mereka dapat menimba ilmu dan pengalaman,” tuturnya.
Hal itu merupakan tanggapan atas usulan warga RW 013, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara melalui SMS ke redaksi Pos Kota yang meminta untuk menghidupkan kembali kegiatan Karang Taruna di RW 13 Sunter Agung.
Ketua LMK Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara H. Zahir menyatakan, sebelum adanya permintaan warga itu pihak LMK sudah sering membicarakan hal itu dengan para pengurus RT/RW dan tokoh masyarakat.
Meski begitu, dia juga merasa sangat berterima kasih kepada warga yang meminta untuk menghidupkan lagi karang taruna tersebut.
“Memang Karang Taruna di RW 013 sudah ada, namun belakang sedikit agar mengendur. Untuk itu sebagai anggota sekaligus ketua LMK saya punya tanggungjawab untuk mengaktifkan lagi Karang Taruna tersebut. Bahkan saya juga sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan RT/RW dan tokoh masyarakat di RW tersebut,” jelas H Zahir.
Bahkan, selain ingin mengaktifkan lagi Karang taruna tersebut, pihaknya juga akan mengusulkan kepada Pemeritah melalui Kelurahan, Kecamatan dan Pemkot Jakarta Utara supaya dibangunkan Gedung Sasana Krida karang Taruna.
“Kalau masyarakat sudah merespon dan menginginkan kegiatan karang taruna kembali diaktifkan kami akan koordinasikan lagi dengan para pengurus. Tentunya dukungan dari para RT dan RW serta tokoh masyarakat di lingkungan kami sangat harapkan,” ujar warga Komplek DKI, Sunter Agung, Jakarta Utara .
Diakui oleh Zahir, memang keberadaan Karang taruna itu sangat dibutuhkan warga, selain sebagai ajang pertemuan antara warga, juga sebagai ajang kreasi, motifasi dan inofasi untuk pengembangan wilayah. Jadi dalam hal ini, perlu dan harus dilakukan pengaktifan karang taruna tersebut. Lebih jauh, kata Zahir, sudah seharusnya peran pemuda/pemudi karang taruna dibangunkan. Mulai dari tingkat RT bahkan di tingkat kota sekalipun. “Kami ingin pemuda Sunter Agung lebih meningkan perannya baik di bidang sosial maupun pembangunan. Mereka adalah generasi penerus yang harus dilibatkan dalam segala hal akan mereka dapat menimba ilmu dan pengalaman,” tuturnya.

