Sejak Januari 2011 hingga kini, terjadi 147 kasus kebakaran di Jakarta Utara. Tercatat, empat korban tewas, sementara lebih dari 5.000 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Kepala Seksi Operasional Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Utara Nurdin Silalahi mengatakan jumlah kasus kebakaran di Jakarta Utara mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Sejak Januari hingga Oktober 2011 tercatat 146 kasus yang menyebabkan empat korban tewas dan empat lainnya mengalami luka. Jumlah ini meningkat sekitar 40 persen dari jumlah kebakaran pada 2010, yaitu sebanyak 106 kasus tanpa korban jiwa.
"Penyebab terbesar kebakaran pada tahun ini akibat korsleting listrik, dan sedikitnya akibat kompor gas dan bensin," ujar Nurdin.
Menurutnya, kasus kebakaran sepanjang tahun ini telah menyebabkan 1.791 kepala keluarga (KK) atau 5.486 jiwa kehilangan tempat tinggal. Sementara, nilai kerugian mencapai sekitar Rp30,4 miliar.
Peristiwa kebakaran terbesar di Jakarta Utara pada 2011 terjadi di Emporium Pluit Mall, Penjaringan, pada Agustus lalu. Meski tak ada korban jiwa, proses pemadaman api kala itu memakan waktu hingga dua hari dengan jumlah kendaraan damkar sekitar 30 unit.
Sementara kasus yang memakan korban jiwa terbesar terjadi di rumah di Jalan Kepu RT 1 RW 1 No 31 dan 29, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (20/10). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB itu menewaskan dua balita, Ahmad Arizal, 5, dan Inayah, 3. Keduanya adalah anak dari pasangan Imam Syahruddin alias Udin, 35, dan Dede Marliana, 28, pemilik rumah yang menjadi sumber kebakaran.
Nurdin menjelaskan zona merah atau lokasi yang rawan terjadi kebakaran di Jakarta Utara pada 2011 adalah Kecamatan Penjaringan. Hal ini, ujarnya, disebabkan kawasan Penjaringan terbilang padat penduduk dengan jenis bangunan semipermanen yang mudah terbakar.
Zona merah ini berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana Kecamatan Koja tercatat sebagai lokasi dengan tingkat kasus kebakaran terbanyak.
Sudin Damkar dan PB, menurutnya telah menyiagakan 25 unit mobil pemadam kebakaran dan 139 personil yang tersebar di enam kecamatan Jakarta Utara. Pihaknya pun telah melakukan lima kali sosialisasi kebakaran sepanjang tahun ini di antaranya penyuluhan sistem keamanan kebakaran lingkungan (SKKL), barisan sukarela kebakaran lingkungan (Balakar), pemberdayaan peran wanita menuju sehat sejahtera (P2WMSS), penyuluhan kebakaran, gempa, dan banjir di sekolah-sekolah, serta masalah penanganan banjir.
"Semua itu kami lakukan di enam kecamatan Jakarta Utara, agar setiap ada bencana, masyarakat sudah siap menangani bencana tersebut tanpa menunggu petugas datang," tandasnya. (NA/OL-10)
Kasus Kebakaran Sepanjang 2011
Januari 11 kasus
Februari 20 kasus
Maret 15 kasus
April 14 kasus
Mei 8 kasus
Juni 8 kasus
Juli 14 kasus
Agustus 24 kasus
September 10 kasus
Oktober 22 kasus
