Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   
Home » , , » Tahun ini 5.000 Warga Jakut Kehilangan Rumah akibat Kebakaran

Tahun ini 5.000 Warga Jakut Kehilangan Rumah akibat Kebakaran

Posted by JAKARTA UTARA on Senin, 21 November 2011

Tahun ini 5.000 Warga Jakut Kehilangan Rumah akibat Kebakaran
JAKARTA--MICOM: Kebakaran kembali terjadi di Jakarta Utara. Kali ini peristiwa nahas itu menimpa permukiman warga di pinggir rel kereta api di Jalan RE Martadinata, Senin (21/11) sekitar pukul 03.46. Meski tak ada korban tewas, kasus ini menambah daftar panjang kasus kebakaran yang terjadi sepanjang tahun ini.

Sejak Januari 2011 hingga kini, terjadi 147 kasus kebakaran di Jakarta Utara. Tercatat, empat korban tewas, sementara lebih dari 5.000 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Kepala Seksi Operasional Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Utara Nurdin Silalahi mengatakan jumlah kasus kebakaran di Jakarta Utara mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Sejak Januari hingga Oktober 2011 tercatat 146 kasus yang menyebabkan empat korban tewas dan empat lainnya mengalami luka. Jumlah ini meningkat sekitar 40 persen dari jumlah kebakaran pada 2010, yaitu sebanyak 106 kasus tanpa korban jiwa.

"Penyebab terbesar kebakaran pada tahun ini akibat korsleting listrik, dan sedikitnya akibat kompor gas dan bensin," ujar Nurdin.

Menurutnya, kasus kebakaran sepanjang tahun ini telah menyebabkan 1.791 kepala keluarga (KK) atau 5.486 jiwa kehilangan tempat tinggal. Sementara, nilai kerugian mencapai sekitar Rp30,4 miliar.

Peristiwa kebakaran terbesar di Jakarta Utara pada 2011 terjadi di Emporium Pluit Mall, Penjaringan, pada Agustus lalu. Meski tak ada korban jiwa, proses pemadaman api kala itu memakan waktu hingga dua hari dengan jumlah kendaraan damkar sekitar 30 unit.

Sementara kasus yang memakan korban jiwa terbesar terjadi di rumah di Jalan Kepu RT 1 RW 1 No 31 dan 29, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (20/10). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB itu menewaskan dua balita, Ahmad Arizal, 5, dan Inayah, 3. Keduanya adalah anak dari pasangan Imam Syahruddin alias Udin, 35, dan Dede Marliana, 28, pemilik rumah yang menjadi sumber kebakaran.

Nurdin menjelaskan zona merah atau lokasi yang rawan terjadi kebakaran di Jakarta Utara pada 2011 adalah Kecamatan Penjaringan. Hal ini, ujarnya, disebabkan kawasan Penjaringan terbilang padat penduduk dengan jenis bangunan semipermanen yang mudah terbakar.

Zona merah ini berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana Kecamatan Koja tercatat sebagai lokasi dengan tingkat kasus kebakaran terbanyak.

Sudin Damkar dan PB, menurutnya telah menyiagakan 25 unit mobil pemadam kebakaran dan 139 personil yang tersebar di enam kecamatan Jakarta Utara. Pihaknya pun telah melakukan lima kali sosialisasi kebakaran sepanjang tahun ini di antaranya penyuluhan sistem keamanan kebakaran lingkungan (SKKL), barisan sukarela kebakaran lingkungan (Balakar), pemberdayaan peran wanita menuju sehat sejahtera (P2WMSS), penyuluhan kebakaran, gempa, dan banjir di sekolah-sekolah, serta masalah penanganan banjir.

"Semua itu kami lakukan di enam kecamatan Jakarta Utara, agar setiap ada bencana, masyarakat sudah siap menangani bencana tersebut tanpa menunggu petugas datang," tandasnya. (NA/OL-10)



Kasus Kebakaran Sepanjang 2011

Januari 11 kasus

Februari 20 kasus

Maret 15 kasus

April 14 kasus

Mei 8 kasus

Juni 8 kasus

Juli 14 kasus

Agustus 24 kasus

September 10 kasus

Oktober 22 kasus

SHARE :
Kang Lintas
 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas