Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   

Proyek Waduk Rawa Kendal Masih Terkendala

Warga yang berdomisili di Kelurahan Rorotan dan Marunda di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, mengeluhkan belum dirampungkannya proyek pembangunan Waduk Rawa Kendal. Pasalnya, saat curah hujan tinggi, air waduk kerap meluap hingga ke pemukiman.
Proyek Waduk Rawa Kendal yang mulai dikerjakan sejak April 2014 lalu direncanakan memiliki luas hingga 50 hektare. Namun karena alotnya pembebasan lahan, membuat pembangunan waduk dihentikan pada akhir Desember tahun lalu. Total baru 21 hektare yang diserahkan pihak pengembang sebagai kewajiban terhadap Pemprov DKI Jakarta.
Dari luasan 21 hektare yang sudah diserahkan, baru sekitar 7 hektare diantaranya yang digarap sebagai tahap awal. Sedangkan dari luasan tahap awal, baru sekitar 5 hektare yang dikeruk hingga kedalaman 4 meter.
"Waktu hujan deras minggu lalu pemukiman kami terendam banjir hingga 50 sentimeter. Genangan ini baru pertama kali kami alami. Karena sebelum dibangun waduk dan lahan masih berupa sawah, pemukiman kami aman dari banjir," kata Syamsuddin (40), warga RT 04/04, Kelurahan Marunda, Selasa (17/2).
Atas dasar itulah Syamsuddin mengharapkan pengerjaan waduk segera diselesaikan. Dengan begitu wilayah Kelurahan Rorotan dan Marunda dapat terbebas dari genangan.
Kepala UPT Peralatan dan Perbekalan Dinas Tata Air DKI Jakarta, Aris Komaris Nandhika mengakui, pengerjaan terhenti sejak Desember lalu.
"Nanti bulan depan akan kita mulai lagi menyelesaikan tahap awal. Areal waduk juga akan kita rapikan," ujar Aris.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Sungai dan Pantai Aliran Timur Dinas Tata Air DKI, Monang Ritonga mengungkapkan, dari 21 hektare lahan yang sudah diserahkan pihak pengembang, belum seluruhnya dapat dikerjakan. Sebab sebagian lokasi terpisah, sehingga pengerukan tidak dapat diselesaikan dalam satu tahap.
"Untuk pembebasan sisa lahan masih dikaji. Apakah nanti melalui APBD, CSR, atau kewajiban pengembang masih kita kaji," tegas Monang.

Tiga Warga Jakarta Utara Tewas Tersengat Listrik Saat Banjir

Banjir yang melanda kawasan Warakas, Jakarta Utara, menelan korban jiwa. Tiga warga tewas akibat tersengat aliran listrik saat berusaha menyelamatkan diri dari terjangan banjir.

"Tiga warga meninggal dunia karena tersengat listrik di Warakas," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol M Iqbal, dalam perbincangan dengan tvOne, Kamis 12 Februari 2015.

Ketiga korban tewas di rumah mereka masing-masing. Mereka tersengat aliran listrik yang merambat melalui genangan banjir.

"Saat banjir terjadi, ada beberapa wilayah yang listriknya diduga belum sempat dipadamkan PLN," ujar Iqbal. Ketiga korban kini sudah dikebumikan keluarga mereka di pemakaman umum di sekitar wilayah Jakarta Utara.

Seperti diketahui, aliran listrik merupakan ancaman bahaya terbesar saat terjadi bencana banjir.

Aliran listrik bisa merembat melalui perantara air banjir tanpa diketahui oleh warga, biasanya aliran listrik yang merambat di air berasal dari kabel aliran listrik yang terkelupas dan terendam banjir. (ren)


Sumber : http://metro.news.viva.co.id/news/read/588911-tiga-warga-jakarta-utara-tewas-tersengat-listrik-saat-banjir?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

3 Rumah Pompa Pluit Dimaksimalkan Sedot Banjir

Tingginya curah hujan di ibu kota membuat operasional tiga rumah pompa Pluit, kewalahan. Rumah pompa yang semula digerakkan dengan genset kini mulai bekerja maksimal berkat pasokan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Kepala Dinas Tata Air DKI, Agus Triyono mengungkapkan, meluapnya air di Kali Abdul Muis hingga menggenangi kawasan Jalan Medan Merdeka Barat dan Selatan disebabkan pompa air di Pluit tidak dapat berfungsi optimal.

Kondisi tersebut disebabkan, PLN memadamkan arus listrik di kawasan Pluit sejak Senin pagi.
“Tiga rumah pompa di Pluit tidak dapat berfungsi optimal. Operasional rumah pompa hanya mengandalkan genset, sehingga kemampuan mesin pompa untuk menyedot air di Kali Abdul Muis yang mengalir ke Cideng hingga ke Pluit menjadi terbatas,“ ungkapnya, Senin (9/2).

Menjelang sore, tambah Agus, PLN telah menghidupkan listrik sehingga tiga rumah pompa telah beroperasi normal.

“Sore ini, genangan air di kawasan Medan Merdeka Barat dan Selatan akan surut seiring rumah pompa di Pluit berfungsi maksimal,“ tambahnya.

Sekadar diketahui menjelang sore, genangan masih merendam sejumlah ruas jalan di ibu kota. Tak terkecuali genangan yang terjadi di ruas Jl Medan Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat. Genangan yang merendam Jl Medan Merdeka setinggi 10-30 sentimeter. Genangan juga terlihat di depan Jl Medan Merdeka Utara atau tepat di depan Istana Negara.

Sejumlah anggota kepolisian dibantu Satpol PP terlihat sibuk mengatur arus lalu lintas dan mengarahkan pengendara yang melintas untuk melewati lajur paling kanan yang lebih tinggi.

Banjir, Kawasan Kelapa Gading Lumpuh

Sejumlah‎ titik di wilayah Jakarta Utara kembali tergenang banjir pada Senin (9/2) sejak diguyur hujan pada dini hari. Beberapa tanggul yang berada di Jalan Yos Sudarso jadi pintu masuk air limpasan dari Kali Sunter yang semakin meninggi.
 
Beberapa lokasi yang tergenang banjir menurut hasil pemantauan Suara Pembaruan, yakni genangan air setinggi 10-20 centimeter (cm) di Jalan Yos Sudarso, 20-30 cm di Jalan Plumpang Semper (Kecamatan Koja); 20-50 cm di Jalan Boulevard Raya‎ , Jalan Boulevard Barat (Kecamatan Kelapa Gading); dan 10-40 cm di Jalan Gunung Sahari Raya depan Mangga Dua Square & WTX Mangga Dua (Kecamatan Pademangan).

Rendi (25) salah satu pengemudi sepeda motor sport dengan nomor polisi B-3291-TBF‎ yang sedang melintasi Jalan Boulevard Barat, mengatakan akses jalan menuju kawasan perkantoran Kelapa Gading lumpuh total. Ketinggian air di area tersebut mencapai 50 cm.

"Ini motor saya saja tidak mampu melintas, sekarang malah mogok dan harus cari bengkel," ujar Rendi, Senin (9/2) pagi.

Beda halnya dengan pengendara roda dua lainnya, Rika (‎32) yang memilih menepikan motornya di perempatan bawah fly over depan Mal Of Indonesia.

"Tadinya saya mau belanja ke Kelapa Gading, tapi tahu kondisinya banjir seperti ini malah kejebak, ini saya nunggu banjir surut jadi bisa pulang," kata Rika.

Saat dikonfirmasi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jakarta Utara, Iyan Sofyan Hadi, mengatakan sudah mengantisipasi banjir. Sebagian besar personel disiagakan di titik lokasi banjir.
"Kita juga pantau kondisi tanggul Kali Sunter yang luber, kalau memang mengkibatkan genangan di Jalan semakin meninggi, maka akan kita tinggikan menggunakan karung pasir," ujar Iyan.

Dari hasil pemantauan Suara Pembaruan di lapangan, arus lalu lintas di wilayah Kelapa Gading dan Sunter lumpuh karena adanya genangan banjir. Kendaraan yang melintas di Jalan Boulevard barat nampak melawan arus ke bahu jalan depan MOI karena jalur jalan di sebaliknya (depan Balai Samudera) sudah tidak bisa dilalui oleh mobil sekalipun karena ketinggian air mencapai 50-80cm.

Anggota Satlantas Jakarta Utara yang sedang mengatur lalu lintas di Jalan Boulevard Barat, Aiptu Sinurat‎ mengatakan hanya ia membantu pengguna kendaraan untuk tertib berlalu lintas. "Kita informasikan kondisi di Jalan Boulevard Barat ini tidak bisa diakses, memang tidak kami halau, namun kami mengingatkan mereka," ujar Sinurat.

Sumber : http://www.beritasatu.com/megapolitan/247631-banjir-kawasan-kelapa-gading-jakarta-utara-lumpuh.html

Sopir Truk Kontainer yang Baik Hati Angkut Para Guru 'Korban' Banjir

Para guru dan karyawan sebuah sekolah swasta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, tidak bisa menggunakan kendaraannya untuk pulang karena terendam banjir. Untungnya ada sopir truk kontainer yang baik hati mengangkut mereka hingga ke lokasi aman.

Muadz Ramdan Jaya, salah seorang guru di sekolah tersebut, bersama belasan karyawan lainnya naik ke atas truk. Mereka menumpang dari Jl Pegangsaan 2, depan mal Kelapa Gading, hingga Rawamangun, Jakarta Timur.

"Sopirnya baik nawarin 'ayo naik, ayo naik' dan kita langsung naik," cerita Muadz kepada detikcom, Senin (9/2/2015).

Hingga pukul 14.40 WIB, Muadz dan guru-guru lainnya masih berada di dalam truk. Mengenakan jas hujan, mereka duduk lesehan di kontainer kosong tersebut. Mereka meninggalkan kendaraannya di sekolah.

"Di jalan airnya sudah 30-40 cm. Kalau di perumahannya lebih tinggi lagi," terangnya. Motor dan mobil biasa tidak bisa melintas. Yang bisa hanya kendaraan tinggi seperti truk kontainer yang dinaiki Muadz dkk itu.

Saat ini, sejumlah sekolah di kawasan Kelapa Gading diliburkan karena banjir. Hujan deras masih melanda di sekitar kawasan tersebut.

Sumber : http://news.detik.com/read/2015/02/09/145314/2827718/10/sopir-truk-kontainer-yang-baik-hati-angkut-para-guru-korban-banjir?n992204fksberita

Penampakan Parahnya Banjir yang Mengepung Kelapa Gading

Salah satu wilayah yang kebanjiran cukup parah adalah Kelapa Gading di Jakarta Utara. Kawasan mahal ini terkepung banjir dengan ketinggian bervariasi, sehingga lalu lintas lumpuh.

Rangga Syahputra, salah seorang pengguna jalan, mengirimkan foto banjir ke pasangmata.com. Dia mengambil foto banjir di bagian depan Mal Kelapa Gading. Banjir cukup tinggi sehingga sulit dilewati kendaraan. Dua pemotor yang nekat menerobos harus mendorong motornya karena kendaraannya mogok.

"Banjirnya cukup parah di Kelapa Gading," tulis Rangga di pasangmata.com, Senin (9/2/2015) pukul 14.00 WIB.

Adi, seorang pengguna jalan lainnya, juga mengirimkan foto banjir yang cukup tinggi di Jl Boulevard Timur di depan sekolah Al-Azhar Kelapa Gading. Ketinggian banjir hingga mencapai kap mesin mobil.

Meski banjir cukup tinggi, masih banyak mobil yang nekat menerobos banjir di kawasan tersebut. Tingginya banjir membuat setiap ada mobil yang melintas di lokasi ini menimbulkan gelombang seperti di sungai. Adi mengirimkan foto banjir ini pada pukul 11.50 WIB.

Foto lainnya yang menunjukkan parahnya banjir di kawasan ini dikirimkan Alam. Terlihat ada dua kendaraan yang nekat menerobos bajir di Jl Gading Nias arah ke Kelapa Gading. "Jalan Gading Nias menuju Boulevard Kelapa Gading banjir setinggi lutut orang dewasa," kata Alam pukul 11.08 WIB.

Hilman Mubarok juga mengirimkan foto banjir di Jalan Boulevard Barat, di depan tugu Summarecon. Banjir ini mencapai seperut orang dewasa. Hilman mengirim foto ini pada pukul 10.36 WIB.


Sumber :  http://news.detik.com/read/2015/02/09/153617/2827807/10/penampakan-parahnya-banjir-yang-mengepung-kelapa-gading?n992204fksberita

Kampung di Koja Jakut ini Kebanjiran hingga 70 Cm

Kampung di Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, sempat kebanjiran hingga 70 cm. Padahal pada tahun 2014 lalu, kampung ini kebanjiran hingga 40 cm. Artinya ada kenaikan air banjir hingga 30 cm untuk tahun ini.

Rizka, warga Jalan Lagoa Gang 4, mengatakan air di depan rumahnya naik sejak hujan deras datang pada pukul 05.00 WIB pada Senin (9/2/2015).

"Banjir mencapai ketinggian 70 cm pada pukul 07.00 WIB hingga pukul 16.20 WIB ini belum surut," tutur karyawan yang bekerja di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, ini.

Dalam foto yang ditunjukkan Rizka, air memang menggenangi jalan di depan rumahnya (di belakang tembok hijau). Bahkan, selokan pun tidak terlihat. Rumah Rizka juga tergenang sekitar 5 cm.

"Tetanggaku tergenang lumayan dalam, 15-20 cm. Keluarga dan tetanggaku banyak yang tidak masuk kerja," tutur gadis berambut panjang ini.

Rizka yang telah indekos di kawasan Warung Buncit ini mengatakan, ibunya mengabarkan bahwa banjir belum surut dan hujan juga belum berhenti.

Sumber : http://news.detik.com/read/2015/02/09/162931/2827917/10/kampung-di-koja-jakut-ini-kebanjiran-hingga-70-cm?n992204fksberita

Banjir Merendam Kawasan Sunter, 'Sepeda Bebek' Panen Rezeki

Hujan yang terus melanda wilayah DKI Jakarta membuat jalan Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara terendam banjir. Ketinggian banjir di jalan Danau Sunter Selatan beragam antara 30 Cm hingga 80 Cm.

Banjir yang tak kunjung surut itu pun dimanfaatkan sebagian orang untuk mengangkut warga yang hendak melintasi banjir dengan menggunakan sepeda bebek. Alhasil warga tertolong untuk dapat melewati banjir yang panjangnya hingga mencapai kurang lebih 500 meter ini.

Warga jalan Danau Sunter Selatan, Adrian (30) mengatakan jasa menyebrangkan warga ini bermula dari sepeda bebek yang biasa digunakan wisata di Danau Sunter tidak terpakai, sehingga ia mencoba membantu warga menyebrangi banjir dari jalan Danau Sunter Selatan sampai jalan Kedondong Raya.

"Ini bebek-bebekan punya Danau Sunter, biasanya digunakan untuk wisata di danau. Nah karena tadi melihat tidak terpakai, kita izin kepada pemilik sepeda bebek untuk menyeberangkan warga melewati banjir," kata Adrian di jalan Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (9/2/2015).

Adrian mematok harga perorang Rp 5 ribu untuk sekali menyebrang. "Tapi kadang ya sukarela aja soalnya sekalian bantu juga yang mau nyeberang," ucapnya.

Menurutnya, satu sepeda bebek dapat mengangkut 5 sampai 6 orang. Di jalan Kedondong Raya yang terendam banjir ini beroperasi 3 bebek sepeda dan sekitar 6 gerobak untuk mengangkut motor untuk mengangkut warga .

Banjir di jalan Danau Sunter Selatan termasuk sangat dalam, alhasil beberapa ruas jalan tertutup. Sehingga warga yang hendak ke Kelapa Gading terjebak banjir, sebaliknya yang akan ke Kemayoran juga terjebak banjir.

Sampai saat ini, ketinggian banjir masih mencapi kurang lebih 60 cm. Di sepanjang ruas jalan Danau Sunter Selatan, banyak motor-motor yang mogok lantaran nekat menerjang banjir.

Sumber : http://news.detik.com/read/2015/02/09/165521/2827955/10/banjir-merendam-kawasan-sunter-sepeda-bebek-panen-rezeki?n992204fksberita

Cuaca Masih Hujan, Genangan di Kompleks Villa Artha Gading Mulai Surut

Genangan di Kompleks Villa Artha Gading, Jakarta Utara, kini mulai surut. Kendaraan baik roda empat maupun roda dua sudah bisa melintas di jalanan kompleks elit tersebut.

Seorang warga kompleks bernama Sarza Desianti mengatakan, awalnya genangan bisa mencapai lutut. Namun menjelang malam genangan tersisa semata kaki.

"Soal genangan, sudah mulai surut tadi sebelum Magrib. Sekarang depan rumah, di jalanan komplek jadi semata kaki ada ya. Sudah gelap jadi tidak terlalu kelihatan," kata Sarza saat dihubungi, Senin (9/2/2015) malam.

Hingga pukul 20.00 WIB lampu di kawasan Kompleks Villa Artha Gading dalam keadaan mati. Hujan juga terlihat masih turun.

"Tadi ada pengumuman petugas soal lampu ini, cuma saya nggak ngeh," ujar Sarza.

Ia bersama keluarga memilih untuk diam di rumah dengan penerangan seadanya. Beberapa anggota keluarganya memilih untuk tidak berangkat kerja hari ini karena munculnya genangan di sejumlah kawasan di Kelapa Gading.

"Dari tadi pagi nggak berhenti hujannya, cuma intensitasnya saja yang berbeda beda," jelasnya.

Berdasarkan info yang diterima detikcom, banyak warga Kelapa Gading yang menyerbu minimarket untuk membeli kebutuhan selama mati lampu dan persediaan makanan hingga esok hari. Sarza mengaku ia dan keluarga telah menyiapkan makanan tersebut sejak siang.

"Soal minimarket aku nggak tahu. Ada sih deket sini, cuma lagi nggak ke sana. Tadi siang sudah beli," tutur Sarza.

Sumber : http://news.detik.com/read/2015/02/09/202859/2828196/10/cuaca-masih-hujan-genangan-di-kompleks-villa-artha-gading-mulai-surut?n992204fksberita

Puluhan Gubuk di Kolong Jembatan Ditertibkan

Pembenahan serta penataan kota terus dilakukan pihak Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Salah satu sasaran penertiban adalah gubuk liar yang berada di kolong-kolong jembatan di wilayah tersebut.

Gubuk liar yang berdiri di kolong-kolong jembatan itu ternyata bukan hanya dimanfaatkan menjadi tempat tinggal para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), namun juga  dijadikan lokasi prostitusi.
"Sejak kemarin sore hingga pagi hari ini kami melakukan penertiban terhadap 51 gubuk liar yang ada di tiga kolong jembatan. Gubuk itu ternyata bukan hanya dijadikan tempat tinggal PMKS, namun juga disewakan dengan harga Rp 10 ribu per hari," kata Yusuf Madjid, Camat Pademangan, Kamis (29/1).
Ketiga lokasi kolong jembatan yang ditertibkan adalah, Jembatan Kerapu di Jalan Kerapu, Jembatan Ekor Kuning di Jalan Ekor Kuning dan Jembatan Kunir di Jalan Kunir.
Yusuf menilai, keberadaan puluhan gubuk di kolong jembatan membuat tiga lokasi tersebut menjadi kumuh serta mengotori Kali Pakin.
Penertiban yang mulai digelar sejak Rabu (28/1) sore hingga Kamis (29/1) pagi itu melibatkan 100 petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri dan Sudin Kebersihan.
Yusuf menyebutkan, untuk mengantisipasi kembali dimanfaatkannya tiga kolong jembatan itu menjadi hunian, pihaknya menerjunkan 10 personel Satpol PP untuk melakukan patroli setiap harinya. 
"Kami juga akan berkoordinasi dengan RT/RW setempat untuk melakukan pengawasan," tutur Yusuf.

Sumber :  http://beritajakarta.com/read/7910/Puluhan_Gubuk_di_Kolong_Jembatan_Ditertibkan

Bank DKI Sumbang Ambulans untuk Warga Cilincing

PT Bank DKI kembali menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pemberian pengobatan gratis kepada warga di wilayah Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (28/1). Selain itu, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta ini juga menyumbangkan satu unit ambulans kepada rumah zakat di wilayah itu.

Penyerahan bantuan satu unit ambulans ini dilakukan Dirut Bank DKI Eko Budiwiyono kepada CEO Rumah Zakat, Nur Effendi dan disaksikan Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi. “Dengan sumbangan ini, kami berharap dapat membantu warga memperoleh pelayanan kesehatan,” ujar Eko.
CEO Rumah Zakat, Nur Effendi, mengapresiasi bantuan tersebut. Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak dasar yang harus didapat setiap manusia.
“Walaupun menjadi hak dasar manusia, namun kenyataan di lapangan pelayanan kesehatan kerap masih belum maksimal. Karenanya diperlukan peran berbagai elemen masyarakat untuk memaksimalkannya,” tandas Nur.
Hal yang sama juga diungkapkan Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi. Dia berharap apa yang dilakukan Bank DKI dapat diikuti oleh perusahan-perusahaan lainnya di ibu kota.

Sumber : http://beritajakarta.com/read/7905/Bank_DKI_Sumbang_Ambulans_untuk_Warga_Cilincing

11 Rumah di Penjaringan Terbakar


kebakaran jalan tanah pasir jakarta utara 
Kebakaran kembali melanda wilayah padat penduduk di ibu kota. Sebanyak 11 rumah di RW 09, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, ludes dilalap si jago merah, Jumat (19/12). Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian itu.

Kebakaran yang terjdi sekitar pukul 06.30 itu diduga disebabkan korsleting listrik di salah satu rumah warga. Angin kencang yang berhembus membuat api dengan cepat merembet ke rumah lainnya.

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Utara, Muchtar Zakaria mengatakan, untuk memadamkan si jago merah pihaknya menerjunkan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran. Akhirnya setelah berjuang selama 1,5 jam, api berhasil dipadamkan.

"Kebakaran diduga akibat hubungan pendek arus listrik di salah satu rumah warga. Ada 11 rumah yang terbakar," ujar Muchtar.

Menurut Muchtar, luas area yang terbakar mencakup sekitar 25 x 10 meter. Banyaknya bangunan yang terbuat dari material mudah terbakar menyebabkan api cepat membesar dan meluas. Selain itu, minimnya sumber air di lokasi menyebabkan petugas kesulitan mencari tambahan air untuk melakukan pemadaman.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kita belum dapat memperhitungkan berapa nilai kerugian material," kata Muchtar.

Sumber : http://beritajakarta.com/read/7039/11_Rumah_di_Penjaringan_Terbakar

 

Pintu Air Pasar Ikan kondisi waspada

Pintu Air Pasar Ikan kondisi waspadaPintu Air Pasar Ikan, Sunda Kelapa, Penjaringan, Jakarta Utara tercatat dalam kondisi waspada atau siaga III meskipun cuaca dalam keadaan cerah pada Rabu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat kondisi pintu air Pasar Ikan pada level ketinggian 190 senti meter pada pukul 06.00 WIB.  Level tersebut bisa saja meningkat jika hujan mengguyur kota Jakarta.

Pintu air Pasar Ikan sudah masuk ke level siaga sejak pukul 04.00 WIB dengan ketinggian air 173 senti meter. Lalu pukul 05.00 WIB kembali meningkat jadi 187 senti meter meski cuaca terang.

Berbeda dengan di Pasar Ikan, kondisi sejumlah pintu air di Jakarta seperti Bendung Katulampa, Manggarai, Pluit, Cipinang Hulu, dan Pulogadung, terpantau aman.

Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi semua daerah di Jakarta mengalami hujan ringan, kecuali di wilayah Jakarta Utara.

BMKG memperkirakan pada Kamis (18/12) cuaca akan berawan dan hujan ringan untuk semua wilayah Jakarta kecuali Jakarta Utara yang hanya berawan.

Namun, BMKG memperingatkan waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir dan angin kencang terutama di Jabodetabek bagian Selatan.

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/469614/pintu-air-pasar-ikan-kondisi-waspada

Penjaga Rumah Pompa Mengaku Diuber-uber Penagih Utang

Ratusan pegawai penjaga pompa air di Jakarta Utara mengaku sering dikejar debt collector alias penagih utang. Ini karena selama ini pembayaran gaji tersendat-sendat, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka erpaksa utang sana utang sini.

Keluhan ini disampaikan kepada Plt Walikota Jakarta Utara, Tri Kurniadi saat bertatap muka di kantor Walikota Jakarta Utara, Selasa (16/12). Petugas ini meminta Dinas PU agar membayar gaji tepat waktu.
“Kamiini Pekerja Harian Lepas (PHL).Sebab sekarang ini gajinya telat-telat terus sehingga teman-teman jadi korban debt collector. Jadi tolong secepatnya dibayarkan minimal awal tanggal 1,” kata Heri petugas Pintu air Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta Utara yang disambut tepuk tangan teman-temanya.

Pernyataan lain juga disampaikan oleh Imron, penjaga rumah pompa air di Bimoli Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Dia mengaku selama ini petugas teknis jarang memeriksasecara menyeluruh sehingga membuat petugas di lapangan sulit untuk melaporkan jika terjadi masalah.

Dia meminta pemerintah supaya rutin melakukan pengecekan oleh tenaga ahli. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mengantisipasi apabila terjadi kerusakan akan cepat diatasi sehingga tidak akan semakin parah. “Kalau saya lihat selama ini jarang ada petugas teknis yang datang melakukan pemeriksaan pompa,” terangnya.

Plt Walikota Jakarta Utara Tri Kurniadi mengaku sangat prihatin dengan kondisi ini. Menurutnya, ia meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum, Pemprov DKI Jakarta memenuhi kewajibannya membayar gaji tepat waktu kepada para petugas rumah pompa.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi  PLH yang gajinya tersendat-sendat sehingga mereka terpaksa dikejar-kejar utang. Kedepan hal ini tidak boleh terjadi, karena saya khawatir akan mengganggu kenerja para pegawai dilapangan, makanya mereka harus kita prioritaskan gaji jangan sampai tertunda-tunda lagi,”terang Tri Kurniadi dengan nada tinggi.

Diungkapkan oleh Plt Walikota, pengecekan pompa air ini juga harus dilakukan secara rutin bukan hanya pada saat musim hujan saja atau pada saat terjadi kerusakan. Jika ada kerusakan seperti ini tidak akan repot lagi, berdasarkan perkiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika  BMKG pertengahan Januari curah hujan mulai tinggi. Namun hujannya tidak selebat seperti tahun lalu, meski begitu hal ini harus secepatnya diatasi.

“Di Jakarta Utara ada 98 unit pompa di  35 rumah pompa. Dari jumlah tersebut, 11 rumah pompa kewenangannya berada di Sudin PU Tata Air, dan sisanya berada di tingkat DKI Jakarta. Untuk mencegah agar Jakarta Utara bebas banjir maka rumah pompa harus berjalan maksimal”terangnya.

Kasudin PU Tata Air, Wagiman Silalahi menuturkan dari 98 unit pompa air yang ada di Jakarta Utara tercatat ada 6 pompa yang mengalami rusak. Saat ini keenam pompa air tersebut dalam proses perbaikan dan perkirakan dalam waktu akan selesai.  “Saat ini kami sudah memperbaiki dan kami pastikan seluruh rumah pompa segera berfungsi optimal,”terang Wagiman. 
Sumber : http://poskotanews.com/2014/12/16/penjaga-rumah-pompa-mengaku-diuber-uber-penagih-utang/

Biaya Perawatan Bayi Firdaus Ditanggung Pemprov DKI


Untuk memantau dan mengobservasi kelainan yang diderita, bayi Firdaus yang lahir di Puskesmas Kecamatan Koja dengan kondisi tidak normal dipindahkan perawatannya di ruang NICU ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara. Seluruh biaya perawatannya pun ditanggung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 
Sebelumnya, bayi Muhammad Firdaus lahir pada Minggu (30/11) dengan kelainan yang disebut konginetal multi organ. Bayi tersebut terlahir dengan kondisi tangan kiri tidak memiliki 3 jari, kaki kanan tidak memiliki tapak dan kulit kepala mulai dari ubun-ubun hingga belakang tidak terbentuk dengan sempurna.
Setelah dilahirkan sekitar pukul 16.05, sang bayi sempat dirujuk ke RSUD Koja dan RSCM. Namun, karena tidak memiliki fasilitas dan tenaga medis yang memadai, RSUD Koja merujuk Firdaus ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Koja, Theryoto, mengatakan, pemindahan dilakukan karena fasilitas di RSUD dinilai lebih memadai dari puskesmas. Sementara, karena kelainan lahir, kondisi sang bayi membutuhkan perawatan dan observasi lebih intensif.
"Memang karena kelainannya bayi itu membutuhkan perawatan dan observasi. Kita mewaspadai ada kelainan di bagian dalam tubuh, terutama bagian kepala," ujarnya, Selasa (2/12).
Diakui Theryoto, dua hari lalu pihak Puskesmas Kecamatan Koja merujuk Firdaus. Namun karena keterbatasan tenaga ahli dan peralatan medis, bayi itu dirujuk ke RSCM. "Kita hanya RS type B dan tidak punya spesialis anak perimatologi (melahirkan tidak normal). Makanya kita rujuk dia ke RSCM," ucapnya.
Namun, pihak RSCM menyatakan, kondisi bayi tidak dalam keadaan darurat dan perlu dilakukan perawatan intensif di RSCM. Kemudian, Firdaus dibawa kembali ke Puskesmas Koj. Kemudian diputuskan dirawat di RSUD Koja. "Kita khawatirkan ada kelainan bawaan lain yang berakibat fatal. Tapi tetap kita berkoordinasi dengan RSCM untuk lakukan penanganan," terangnya.
Namun, Theryoto tidak dapat menjelaskan alasan pihak RSCM yang tidak merekomendasikan perawatan. "Kalau di RSUD Koja kita utamakan perawatan dahulu, soal biaya belakangan. Saat ini Firdaus ditanggung Pemprov DKI dan BPJS-nya sudah selesai dibuat. Kalau penanganan RSCM silahkan dikonfirmasi langsung ke sana," tandasnya.

Miliki Kelainan, Bayi Firdaus Butuh Perawatan

Lahir Tak Normal, Firdaus Dirawat Di Puskemas Koja 
Lantaran belum terdaftar dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, seorang bayi yang lahir di Puskesmas Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Minggu (30/11) sekitar pukul 16.05, batal dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Bayi yang dinamai Muhammad Firdaus tersebut harus menjalani perawatan karena mengalami kelainan lahir (konginental multiple).
Alhasil, putra pasangan Ahmad Daud (32) dan Nurahmah (25), warga RT 03/19, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, terpaksa kembali dirawat di Puskesmas Koja.
Saat dilahirkan, Firdaus memiliki berat badan di bawah normal yakni 2,5 kilogram (kg) dari yang idealnya 2,5 kg. Tidak hanya itu, tangan kanannya hanya memiliki jari 3 buah serta tidak mempunyai jari kaki sebelah kiri. Kemudian, kulit di bagian kepala, mulai dari ubun-ubun hingga kepala bagian belakang tidak terbentuk dengan sempurna.
Melihat kondisi tersebut, pihak puskesmas merujuk bayi malang tersebut ke RSUD Koja dan RSCM. Namun karena keterbatasan alat, pihak RSUD Koja merekomendasikan ke RSCM. Sayangnya, saat dirujuk dan dibawa ke RSCM, sang bayi terpaksa kembali dibawa ke Puskesmas Koja.
Kamsirah (56), nenek sang bayi, mengatakan, cucunya itu ditolak oleh pihak RSCM karena belum terdaftar di BPJS. Bila tetap memaksa, keluarganya diharuskan membayar uang jaminan sebesar Rp 3 juta.
"Makanya kita khawatir kesehatan bayi. Kita untuk bayar sebesar Rp 3 juta tidak punya uang, terpaksa pasrah saja," ujarnya, Senin (1/12).
Kepala Puskesmas Kecamatan Koja, Lysbeth Pandjaitan, mengakui pasiennya lahir dalam kondisi tidak normal sehingga membutuhkan perawatan di RSCM. Namun, ia tidak mengetahui alasan ditolaknya perawatan bayi tersebut.
"Untuk alasan pastinya silahkan ditanya ke RSCM. Yang penting kita coba tangani pasien semampu bisa," katanya.
Dikatakan Lysbeth, kondisi bayi saat ini dalam kondisi stabil dan dirawat ruang perawatan saraswati II lantai 3 Puskesmas Kecamatan Koja. Namun diakuinya, karena sang bayi lahir dengan kondisi yang tidak normal, maka tetap memerlukan pemeriksaan di bagian jantung dan bagian pencernaan dengan alat yang memadai.
"Kita sudah berkoordinasi dengan RSUD Koja bila terjadi penurunan kondisi. Tapi tadi kita komunikasi dengan RSCM, untuk layanan poli bisa dilakukan di sana sambil orangtua bayi mengurus BPJS," tandasnya.

Jakut Dikepung Kawasan Prostitusi, Awas Penyakit AIDS


Tanjung Priok - Ada sembilan lokasi prostituasi ilegal yang berpotensi menularkan penyakit kelamin di Jakarta Utara, Lokasi tersebut adalah, Rawa Malang, kolong Jembatan, Menchos, Pela-pela,  Kafe-kafe di Lagoa, Kafe-kafe di Taman BMW, Gedong Panjang, Rawabebek, Jembatan Gantung dan Kalijodo. Komisi Penanggulangan Aids (KPA) mencatat ada  4.274 orang rentan tertulas penyakit HIV/Aids. Mereka itu antara lain pekerja seks komersil (PSK), waria, homoseks serta pengguna jarum suntik.
Data yang diperoleh dari KPA Kota Jakarta Utara, kelompok rentan tertular itu dengan rincian, WTS sebanyak 3009, LSL 373, waria 414 dan penasun 478. Saat ini jumlah penderita HIV di Jakarta Utara ada 2944 dan penderita terinfeksi Aids sebanyak 15 orang.
Seksi Monitoring KAPK Jakarta Utara, Muhammad Fahmi, mengakui di Jakarta Utara ada sebabya 4724 orang rentan HIV/Aids. Meski begitu jumlah tersebut mengalami penurunan. Mereka itu merupakan masyarakat yang teridentifikasi dari kelompok yang rentan terinfeksi.
“Memang dari hasil pendataan yang kami keluarkan November ini, ada perubahan tren penularan angka penderita HIV/Aids. Kami saat ini berupaya terus menengkan angka tersebut dengan harapan Jakarta Utara akan terbebas dari penyebaran penyakit yang membahayakan tersebut,” ujarnya.
Diakui oleh Muhammad Fahmi, di Jakarta Utara, ada 9 lokasi prostituasi ilegal. Ini sangat berpotensi menularkan penyakit kelamin .
Bukan hanya itu pihaknya juga menyebar jutaan kondom sebagai antisipasi penularan penyakit yang membahayakan tersebut. “Sejak Januari hingga Juni 6.726.446 pieces kondom didistribusi secara gratis  ke lokasi-lokasi yang rentan terjadi penularan tersebut. Selain itu kami juga terus mengkampanyekan tentang bahayanya HIV-Aids. Sebab pada 2013 lalu di Jakarta Utara sebanyak 50 orang meninggal karena Aids,” tandasnya. (Agung/Hanter.com)

BPN Jakut Gelar Layanan Weekend Service Bagi Warganya


Tanjung Priok- Untuk memberikan kemudahan dan waktu bagi warga Jakarta Utara yang mengurus surat sertifikat tanahnya, Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Utara membuka layanan Weekend Service untuk datang mengurus surat-surat tanahnya.Layanan Weekends Service (Layanan dihari libur) ini sudah dilakukan sejak pekan kemarin, dan sejak masyarakat mengetahui ada layanan ini merekapun tak mensia-siakan untuk datang memanfaatkan pelayanan tersebut. Karena pelayanan tetap buka pada akhir pekan maka program ini diberi nama “Weekend Service”.
Admiral Faizal Ka Kantor BPN Jakarta Utara mengatakan, pelayanan akhir pekan atau weekend service hanya melayani masyarakat umum pemilik sertifikat tanah langsung serta tidak melayani perantara ataupun Notaris. “Program ini adalah sesuai dengan yang dicanangkan oleh pemerintah dan dituangkan melalui keputusan kementerian Agraria sekaligus untuk meminimalisasi pengurusan melalui pihak ketiga,” ungkapnya
Dia menjelaskan,  jenis pelayanan yang diberikan BPN Kota Jakarta Utara dalam Weekend Service yakni ada 28 Jenis pelayanan diantaranya pengecekan sertifikat hak atas tanah, peningkatan hak atas tanah untuk rumah tinggal dari Hak Guna Bangunan menjadi Hak Milik untuk Rumah Sangat Sederhana/Rumah Sederhana, Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT), pendaftaran blokir, hapusnya hak tanggungan-roya,pencatatan sita dan lainnya.
“Hari ini banyak warga yang sudah mengetahui pelayanan dari BPN Jakut dengan mengambil tema Weekend Service. Sampai saat ini, permintaan peningkatan hak guna bangunan menjadi sertifikat hak milik paling banyak kami layani di program weekend service,” ujarnya. Sedikitnya ada 26 pemohon yang datang. Dan mereka sebagain besar mengetahui dari kegiatan One Days Service oleh BPN beberapa waktu lalu di kel Kebon Bawang, Tg Priok Jakarta Utara.
Ia menambahkan Weekend Service BPN Kota Bekasi buka mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.
Berbagai catatan diberikan dalam program Weekend Service, yakni hanya melayani pemohon tanpa calo atau perantara.“Hanya untuk pemohon Langsung (tanpa surat kuasa), Waktu pelayanan setiap hari sabtu, Penerimaan berkas mulai jam 09.00-11.00 WIB,  jika buku tanah belum ditemukan, dikecualikan dari pelayanan ini,” tegasnya.
Sementara itu, Rudianto 38, Warga Sungai Bambu, Tg Priok menyambut baik layanan hari libur ini. Sebab bisa dilakukan di hari libur kerja, mengingat jika hari biasa dirinya tak punya waktu untuk bisa mengurus surat tanahnya.
"Saya sangat senang pak! sebab kalau hari biasa kami tak punya waktu untuk mengurus surat tanah kami. Kami berharap layanan ini tetap dipertahankan" ujarnya. (Imah/MetroOne.co.id)

Ratusan Warga Sambangi Layanan KTP Mobile

MetroOne-Puluhan warga RW 3 Kel Tugu Utara, Koja Jakarta Utara memadati pelayanan KTP Mobile yang digelar Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Utara, Sabtu ( 22/11).

KTP mobile yang digelar rutin setiap hari sabtu ini diharapkan bisa membantu warga yang selama ini tak sempat karena kesibukan waktu untuk mengurus surat-surat penting kependudukannya.

"Pelayanan jemput bola ini diharapkan bisa membantu warga yang memanfaatkan waktu libur untuk mengurus dokumen kependudukannya. Dan pelayanan ini juga tidak dipungut biaya apapun" jelas Edison Sianturi Kasudin Kependudukan dan Catatan sipil Jakarta Utara di kantor RW 3 Tugu Utara.

Kartini 35, Warga RW 3 Tugu Utara menyambut positif adanya pelayanan ini. Sebab selama ini ia tak sempat mengurus dokumen kependudukannya karena disibukkan waktu bekerja. "Untunglah ada pelayanan seperti ini, dan kebetulan juga saya libur bekerja jadi bisa urus dokumen KTP dan KK saya" ujarnya.

Sementara itu, Rahmat Effendi Lubis Plt Lurah Tugu Utara yang Juga Camat Koja menambahkan, pelayanan jemput bola KTP  mobile ini sangatlah membantu masyarakat. Terutama buat warga yang tak punya waktu urus surat lantaran sibuk bekerja. "Selain memudahkan pelayanan masyarakat,pelayanan ini juga membantu warga yang tak bisa datang langsung ke kelurahan,cukup datang ke kantor RW saja bisa langsung diurus" ujarnya.

Dalam pelayanan KTP mobile ini sebanyak 46 permohonan perpanjangan KTP dan 22 Kartu Keluarga. (Bian)

Gedung Cagar Budaya Pasar Ikan Nyaris Ambruk

Bangunan Gedung Cagar Budaya Pasar Ikan di Jl Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, dalam kondisi memprihatinkan. Bagaimana tidak, sebagian atap dan dinding bangunan yang dibangun VOC sekitar abad ke 18 itu ambruk dibeberapa bagian. Selain itu, minimnya pengawasan membuat gedung tersebut ditempati puluhan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).


Sekilas, gedung yang dulunya digunakan sebagai tempat pelelangan tidak terlihat bernilai sejarah. Lokasinya yang berada di belakang pasar ikan PD Pasar Jaya semakin menyamarkan lokasi gedung.

Bangunan yang menghadap timur laut itu bentuknya agak melengkung dengan bagian belakang mengarah ke arah selatan. Saat ini, sebagian besar bangunan seluas 200 meter persegi itu bagian atapnya sudah ambruk. Sedangkan sisi timur mulai dari tengah hingga belakang tidak lagi berdinding.

Cahyono (45), penjaga gedung mengatakan, sejak tidak dioperasikan sebagai tempat pelelangan, gedung pasar ikan tersebut tidak lagi digunakan. "Malah banyak orang tidak jelas yang masuk dan tinggal di dalam. Saat ini, setidaknya ada 30 orang yang berdiam dan bertempat tinggal di sana," ujarnya, Selasa (7/10).

Orang-orang tersebut, kata Yono, bahkan menyekat bagian dalam gedung sebagai tempat tinggal. Dia menduga, selain disebabkan pembuatan pintu air di dekat pelabuhan Sunda Kelapa, keberadaan orang-orang tersebut turut mempengaruhi struktur bangunan sehingga sebagian diantaranya roboh.

Dijelaskan Yono, proses robohnya sebagian atap dan dinding bangunan pasar ikan terjadi beberapa kali hingga bentuk seperti sekarang. Awalnya, Minggu (12/05/2013) sekitar pukul 13.00, atap sisi barat daya roboh sebagian. Kemudian berlanjut pada Rabu (22/05/2013) kembali atap bagian tengah hingga belakang roboh. "Terakhir Kamis (23/05/2013) terjadi lagi jam 03.00 dinihari. Mulai bagian tengah ke belakang, atap dan dinding sisi timur roboh," ujarnya.

Dirinya, kata Yono, hanya diamanatkan untuk menjaga gedung. Untuk orang-orang yang menempati gedung, dirinya tidak dapat berbuat banyak. "Kalau bisa segera diperbaikilah. Karena tidak ada pencahayaan, kalau malam disini jadi tempat judi, mabuk dan prostitusi," harapnya.

Sementara itu, Kepala Perikanan Muara Baru, Unit Pengelola Kawasan Pelabuhan Perikanan dan Pangkalan Pendaratan Ikan Muara Angke, Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Provinsi DKI Jakarta, H Samsudin, mengakui gedung tersebut merupakan Bangunan Cagar Budaya. Ke depannya, sudah direncanakan restorasi oleh pihak Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Provinsi DKI Jakarta.

"Itu yang akan memperbaiki pihak dinas. Dari informasi yang saya dapat, rencananya 2015 akan dilakukan pemagaran, pendataan dan perencanaan pembangunan, baru 2016 mungkin akan dipugar," ujarnya.

Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Provinsi DKI Jakarta, Darjamuni, mengakui, pihaknya sudah mengusulkan restorasi bangunan pasar ikan tersebut. Saat ini, usulan sudah disampaikan ke dewan. "Kita juga sudah mendapat masukan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI. Rencananya akan dipugar seperti bangunan asli," tandasnya.

 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas