JALUR sepeda dan pejalan kaki akan dibangun di kawasan elit Kelapa Gading. Tetapi pembangunan kedua jalur ini harus disosialisasikan kepada semua lapisan masyarakat agar tidak menuai kontroversi terhadap pembangunannya. "Sosialisasi pembangunan jalur ini merupakan langkah awal yang terbaik, agar pembangunan jalur ini tidak menuai kontroversi," tutur Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono saat memimpin paparan desain final jalur sepeda dan pejalan kaki di Ruang VIP, Kantor Walikota, Jumat(9/12/11).Pemkot Jakarta Utara yang bekerjasama dengan ITDP (Institute For Transportation and Development Policy), bersama-sama mendesain pembangunan jalur sepeda dan pejalan kaki yang akan dibangun di kawasan elit Kelapa Gading. "Kita harus mensosialisasikan dampak baik desain pembangunan jalur ini ke semua lapisan masyarakat, terutama kepada para pelaku bisnis yang ada di daerah tersebut, baru kita bisa mengusulkan anggarannya ke Gubernur," kata Bambang.
Sementara Yoga perwakilan dari ITDP selaku narasumber paparan ini menjelaskan, akan dibangun jalur sepeda dan pejalan kaki sepanjang 17,8 Kilometer. Diantaranya Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading (Selatan), Boulevard Raya Utara, Boulevard Raya Barat, Boulevard Raya Timur, Boulevard Artha Gading dan Jalan Kelapa Nias."Rencananya, pembangunan jalur sepeda dan pejalan kaki akan dibangun di sisi kiri jalan dan tidak mengambil ruas jalan yang sudah ada," Pungkasnya.
Lanjutnya, pihak ITDP pun sudah melakukan survey ke masyarakat tentang pembangunan jalur ini, yang dilakukan pada saat Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor(HBKB) beberapa waktu lalu. Dengan jumlah responden 75 orang dan menuai hasil sebanyak 85 persen dari responden setuju atas pembangunan jalur sepeda dan pejalan kaki. "Pembangunan ini di tunggu sebagian masyarakat Kelapa Gading, karena berdampak baik untuk kualitas udara dan penataan wilayah juga akan lebih tertib," ujarnya.
