JAKARTA--MICOM: Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Utara akan meminta Pemerintah Kota Jakarta Utara untuk menambah penerangan jalan.
Hal itu disampaikan Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya komisaris Besar Baharudin Djafar, Jumat (9/12) di Polres Jakarta Utara, terkait pembunuhan terhadap Christoper Melky Tanujaya oleh Abdul Jalil alias Adul alias Ayub.
Ia mengatakan lokasi penusukan di Pluit Selatan I, depan SDN 01, Pluit, RW 06, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, gelap gulita.
"Kami akan berkoordinasi dengan Pemkot Jakarta Utara untuk membuat lampu penerangan (di lokasi) yang dianggap rawan aksi kejahatan," katanya.
Selain itu juga Pemkot Jakarta Utara diminta bersama dengan kepolisian untuk melakukan razia anak jalanan di lokasi yang kemungkinan rawan aksi kejahatan.
"Kami akan minta peran serta Pemkot Jakarta Utara untuk melakukan razia di lokasi rawan penodongan," tegas Baharudin. Adul ditangkap di rumahnya, di Jalan Bakti, Gang Wirabuana RT 7/7 Nomor 23 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (8/12) sore. Adul ditangkap, setelah diburu selama empat hari.
Christopher Melky Tanujaya, pelajar St. Joseph Singapura asal Indonesia tersebut, tewas setelah ditusuk dengan pisau oleh pelaku yang diketahui sebagai pedagang kaos bola. Korban telah dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat. (Ant/OL-04)
Hal itu disampaikan Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya komisaris Besar Baharudin Djafar, Jumat (9/12) di Polres Jakarta Utara, terkait pembunuhan terhadap Christoper Melky Tanujaya oleh Abdul Jalil alias Adul alias Ayub.
Ia mengatakan lokasi penusukan di Pluit Selatan I, depan SDN 01, Pluit, RW 06, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, gelap gulita.
"Kami akan berkoordinasi dengan Pemkot Jakarta Utara untuk membuat lampu penerangan (di lokasi) yang dianggap rawan aksi kejahatan," katanya.
Selain itu juga Pemkot Jakarta Utara diminta bersama dengan kepolisian untuk melakukan razia anak jalanan di lokasi yang kemungkinan rawan aksi kejahatan.
"Kami akan minta peran serta Pemkot Jakarta Utara untuk melakukan razia di lokasi rawan penodongan," tegas Baharudin. Adul ditangkap di rumahnya, di Jalan Bakti, Gang Wirabuana RT 7/7 Nomor 23 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (8/12) sore. Adul ditangkap, setelah diburu selama empat hari.
Christopher Melky Tanujaya, pelajar St. Joseph Singapura asal Indonesia tersebut, tewas setelah ditusuk dengan pisau oleh pelaku yang diketahui sebagai pedagang kaos bola. Korban telah dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat. (Ant/OL-04)
Link : MiCOM
