Sekitar 1.500 jiwa korban kebakaran di RT 09/04, Jl Kampung Muka Blok D dan E, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara masih menempati tempat pengungsian. Bantuan yang telah mereka peroleh saat ini baru berasal dari Sudin Sosial setempat. Padahal, karena mendiami tempat pengungsian, para korban membutuhkan bantuan selimut. Mereka juga membutuhkan seragam sekolah dan alat tulis, mengingat jumlah pelajar yang menjadi korban kebakaran mencapai ratusan anak.
Kepala Sudin Sosial Jakarta Utara, Marjito mengatakan, selain telah mendirikan tenda pengungsian, pihaknya juga telah menyuplai sebanyak 2.000 paket makanan siap saji. Sedangkan untuk jenis bantuan lainnya, ia mengaku belum dapat dibagikan karena pihaknya masih melakukan pendataan jumlah korban kebakaran
"Bantuan lain memang belum kami berikan karena masih menunggu proses pendataan di lokasi. Sebab nantinya juga bantuan yang kami berikan harus diketahui oleh pengurus RT/RW setempat agar benar-benar tepat sasaran," ujar Marjito, Minggu (15/1).
Mengenai tenda pengungsian, sesuai prosedur tetapnya (protap), dipasang selama tiga hari. Namun, karena pihak kelurahan meminta agar waktunya diperpanjang, tentu tenda itu akan berdiri selama lima hari. Sebab yang menjadi korban kebakaran ini umumnya warga pendatang yang mengontrak. Apalagi jumlah korbannya juga cukup banyak, mencapai sekitar 1.500 jiwa.
Kepala Sudin Pendidikan Dasar Jakarta Utara, Chandrawati menambahkan, bantuan seragam sekolah dan alat tulis kemungkinan baru dibagikan pada Selasa (17/1) mendatang. Sebab, pihaknya pun hingga saat ini masih melakukan pendataan. Namun, berdasarkan data sementara, jumlah pelajar yang menjadi korban kebakaran sebanyak 105 siswa terdiri dari, 70 siswa SD, 13 siswa SMP, 10 siswa SMA dan 12 murid TK.
"Untuk sementara, bagi korban kebakaran kami memaklumi jika tidak mengenakan seragam saat sekolah besok. Karenya, kami mengimbau agar mereka tetap bersekolah. Soal bantuan, tunggu hasil pendataan, pasti akan kami berikan," katanya.
Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiono mengatakan, hingga saat ini, jumlah korban kebakaran masih simpang siur. Meski begitu, pihaknya memperkirakan terdapat 1.500 jiwa atau sebanyak 300 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran. "Kami tidak melihat apakah itu pemukiman liar atau bukan yang terbakar. Bantuan tetap akan diberikan atas dasar kemanusiaan. Kepada dermawan yang ingin memberikan bantuan baiknya berupa pakaian, selimut, seragam sekolah, alat tulis atau lainnya," kata Bambang. .(bian/bj)
