PENJARINGAN - Kebakaran kembali melanda Jakarta Utara.Sebelumnya musibah kebakaran menimpah warga Pademangan kini Warga Jalan Rawa Bebek RT12/13, dan RT 01/14 tiba-tiba dikejutkan dengan kemunculan api dari rumah Sapnah (50) warga RT12/13, dan dengan seketika api membakar sekitar 40 rumah warga lainnya. Pasalnya, kejadian tersebut terjadi pada Senin (16/1) pukul 12.00 WIB. Sebanyak 33 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakan api tersebut.Enjun, salah satu saksi mata mengatakan awalnya dirinya berada di dalam rumah, dan tercium bau asap. Penasaran dengan asap tersebut, dirinya keluar rumah dan terlihat kepulan asap di sekitar rumah Sapna. "Pas saya keluar rumah keadaan sangat gelap dipenuhi asap tebal. Saya langsung berteriak kebakaran," kata Enjun, saat ditemui dilokasi kejadian, Senin (16/1).
Kasiop Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Utara, Nurdin Silalahi menjelaskan api diduga berasal dari kompor gas di rumah Sapnah (50) warga RT12/13. "Rumah Sapnah dalam keadaan terkunci dari dalam, tetapi tidak ada orang dirumah. Didalam rumah itu terdapat kompor gas yang ditinggal dalam keadaan menyala, dan lupa dimatikan, sehingga api membesar dan merembet rumah warga sekitar," ujarnya.
Selama memadamkan api tersebut, lanjut Nurdin, pihaknya mendapat kesulitan. Sebab, akses masuk ke dalam pemukiman lokasi kebakaran yang sempit, terjebak macet di jalan, dan juga sumber air berjauhan dengan jarak 500 meter. "Kami mengerahkan 33 unit pemadam kebakaran untuk menjinakkan api tersebut. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.30 dan saat ini petugas masih melakukan tahap pendinginan," ucapnya.
Menurutnya, pada peristiwa tersebut terdapat 4 orang warga menderita luka ringan, lantaran berusaha menyelamatkan diri. "Korban hanya diberi perawatan oleh PMI Jakarta Utara, dan keadaan korban membaik," terangnya.Pada peristiwa terbakarnya 40 rumah warga itu, sedikitnya44 kepala keluarga (KK) yang dihuni 200 jiwa kehilangan tempat tinggal. "Lokasi kebakaran terletak di pemukiman penduduk dan berbahan semi permanen," kata Nurdin.
Sementara itu, Abdul Rohim (17) anak Sapnah yang rumah terbakar menambahkan keadaan rumah dalam keadaan kosong, dan dirinya tidak mengetahui bahwa kompor gas dirumahnya dalam keadaan menyala. "Saya dikabari rumah saya terbakar oleh saudara sekitar jam 13.30. Saya tidak tau kalau kompor menyala," tandasnya (Rudi/bn)
