Cilincing - Ribuan buruh dikawasan KBN Cilincing hari ini melakukan mogok massal kerja guna menuntut agar kenaikan upah UMSP DKI Jakarta untuk dinaikkan lebih daari 5 Persen.
Sebanyak 96 perusahaan di dalam KBN ini atau 65 ribu pekerjanya berhenti tak masuk kerja. Ribuan buruh berkumpul didepan pintu gerbang masuk KBN untuk menyampaikkan tuntutannya.
Thomas dan Bayu Murnianto Koordinator aksi bersama Forum Buruh Kawasan ini meminta kepada Dinas Tenaga Kerja Agar tuntutan buruh untuk kenaikan UMSP segera menyetujuinya. "Kalau kenaikannya cuma 5 persen yang dilakukan dewan pengupahan sama saja usulan tahun 2010 lalu. Ketika itu kami menuntut kenaikan 7 persen dan disetujui 5 persen" kata Thomas.
Begitupun kata Bayu Murnianto, kenaikan 5 persen bukan keinginan buruh. Pihak buruh hanya inginkan kenaikan tidak 5 persen namun 20 persen. "Jika nantinya dewan pengupahan menyetujuinya, para buruh menuntut bukan 5 persen" ujarnya.
Neni 29, salah seorang buruh dari PT Kwang Lim menuturkan saat ini upahnya mereka dapat tidaklah mencukupi Kebutuhan Hidup Layak (KLH). Apalagi ditempatnya bekerja sekarang tidak ada lembur, tak ada transport bahkan tak masuk kerja uang dipotong. Kebutuhan lainnya seperti membayar uang kotrakan, kebutuhan makan sehari-hari serta susu untuk anak "Yaa kalau terima gaji cuma habis untuk bayar hutang. Mudah-mudahan pak gubernur segera merealisasikan kenaikan UMSP kami" Tuturnya
Begitupun Disampaikan Yuniarti 29,buruh PT Miung Shung. Hingga saat ini pihak perusahaan belum memberikan informasi adanya kenaikan upah. Ia berharap pemerintah DKI Jakarta menetapkan upah UMSP (Upah Minimum Sektor Propinsi) agar mereka bisa kembali bekerja. "Jika tidak ada realisasinya kami tetap akan mogok kerja sampai 3 hari kedepan" ujarnya.
Dalam aksi demo mogok kerja yang diikuti sekitar 13 ribu pekerja ini telah melumpuhkan aktivitas puluhan pabrik didalam kawasan itu. Akibat mogok kerja ini ditaksir kerugian mencapai puluhan milliar lantaran tak ada satupun pekerja yang masuk hari ini. Aksi mogok kerja dan unjuk rasa akan berlangsung selama 3 hari.
Dalam unjuk rasa ini berjalan damai, sedikitnya satu kompi dari kepolisian Jakarta Utara diterjunkan untuk mengamankan jalan aksi unjuk rasa.

