Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   

Catatan Pinggir, Belasan Tahun Berstatus Kontrak!

Cilincing- Semua berteriak untuk kebenaran dan keadilan serta akan memperjuangkan kesejahteraan. Tapi sayangnya itu cuma omong kosong saja. Hari ini ribuan buruh turun aksi mogok massal guna menuntut hak kerja mereka yang selama ini berstatus sebagai karyawan kontrak.
Sri 28, buruh kontrak KBN di PT Mollac yang meminta kepada pemerintah baik pusat dan daerah untuk serius memperhatikan nasib mereka. Padahal dirinya telah mengabdi di perusahaan tersebut selama 4 tahun namun statusnya tetap sebagai buruh kontrak. Entah sampai kapan dirinya bisa diangkat menjadi karyawan tetap.
"Cara seperti inilah yang bisa kami lakukan sebagai bentuk protes.Namun tak pernah didengarkan oleh pemerintah" katanya.
Senada disampaikan Susi 29 buruh Kontrak di PT Olimpic.Aturan kontrak kerja membuat dirinya harus bekerja susah payah. Apalagi mereka bekerja status borongan maupun harian lepas. Berstatus kontrak membuat pihak perusahaan melakukan tindakan semena-mena kepada buruh, jika tak suka merekapun memecat seenaknya.
"jadi buruh kontrak itu tidak nyaman mas! salah bekerja langsung skorsing. Bahkan pihak perusahaan bisa seenaknya melakukan pemecatan sepihak tanpa pesangon" tuturnya.
Sementara itu, Jumirsih maupun Bayu Murnianto aktivitis buruh di Jakarta Utara menyesalkan sikap perusahaan maupun pemerintah yang membiarkan sistem kontrak ini tetap diberlakukan padahal melanggar UU ketenagakerjaan. Apalagi banyaj perusahaan dengan terang-terangan melakukan sistem borongan dan harian lepas. Jelas ini adalah bentuk Traffiking kita sebagai manusia.
"lihat mereka bekerja dipaksa lembur tanpa upah lembur.Upah yang diterima jauh dari biaya kelayakan hidup.Seperti sekarang mereka libur kerja. Namun hari minggu mereka disuruh masuk tanpa dihitung lembur. Dengan alasan mengganti hari libur yang dipakai demo" ujarnya.
Cara seperti ini tak meskinya dibiarkan oleh pihak pengawas seperti Dinas Tenaga Kerja.Sementara pelanggaran normative sudah melewati batas kemanusiaaan.Instansi hanya bisa menerima laporan namun tak ada tindakan. "Bayangkan saja jika hari libur mereka bisa istirahat atau berkumpul dengan anak dan suami, tetapi harus bekerja untuk mengganti hari yang dipakai demo" ujarnya.
Dengan unjuk rasa ini diharapkan ada secercah harapan masa depan kaum buruh agar bisa menjadi kehidupan yang baik. Mereka rela berpanas-panasan, meninggalkan anak dan istri, meninggalkan pekerjaan guna memperjuangkan masa depannya sehingga mendapatkan yang terbaik bagi anak-anak mereka...hidup buruh..hidup buruh.

Puluhan Sopir Kontainer Unjuk Rasa Tuntut Jamsostek

Cilincing- Puluhan sopir truk kontainer dari SBTPI ( Serikat Buruh Transportasi Perjuangan Indonesia) hari ini menggelar unjuk rasa didepan Pool Garasi Kontainer PT.Carapan Transportasi di Jalan Budi Dharma, Semper Timur Jakarta Utara.
Roshid Sekjen SBTPI  dan Udin Koordinator aksi menjelaskan, aksi ini dilakukan karena selama 4 bulan mereka bekerja belum juga mendapatkan bayaran, terlebih lagi mereka dibayar honor per rit bukan gaji bulan. Ditambah lagi tak mendapatkan jaminan kesehatan.
"Kerja kita ini berat di jalan raya dan banyak tantangannya. Kami hanya menerima honor kerja per Ritnya Rp 62.500" kata Udin.
Dijelaskan, protes mereka juga lantaran pihak pengusaha mau membayarkan premi jamsostek kepada pekerja diambil dari uang makan mereka sebesar Rp 5 ribu.
"ini artinya pihak perusahaan tidak mau bersedia menjalankan kewajibannya sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No 3 Tahun 1992.
Para pekerja ini aksi sejak pagi, belum ada kesepakatan dalam aksi ini melalui pihak manajemen. Dan para awak sopir terpaksa mendirikan posko dengan bambu serta triplek sebagai protes menutup pintu masuk garasi hingga sampai tuntutan mereka dipenuhi. (Mega)

Ribuan Buruh KBN Menanti Kenaikan Upah


Cilincing- Ribuan buruh di KBN Cilincing saat ini menantikan kepastian dari pihak Gubernur DKI jakarta melalui Dewan Pengupahan soal tuntutan kenaikan UMSP DKI Jakarta. Pasalnya memasuki bulan Februari ini baru terhitung jari perusahaan yang mau menaikkan upah sebesar 7 persen.

"Kami berharap pak gubernur secepatnya mengeluarkan keputusan agar kami tenang menjalan pekerjaan kami"kataRiri 24, Buruh PT Olimpic Busana di KBN Cakung. Dan keputusan tersebut sangat diharapkan agar perusahaan-perusahaan di KBN segera melaksanakannya. Apalagi sekarang harga kebutuhan pokok setiap tahun selalu naik.

Berbeda dengan Yeni 24, buruh PT Indosox yang upahnya sudah naik. Para pekerjanya pada tanggal 5Februari lalu saat menerima gaji sudah naik menjadi Rp 1,6 juta dari Rp 1,5 juta. "Yaa kami bersyukkur gaji kami sudah naik bulan ini" tandasnya.

Sri Sutarni salah seorang Anggota dari Forum buruh lintas pabrik menjelaskan, ketetapan maupun keputusan gubernur sangat dinantikan pekerja, pasalnya memasuki bulan Februari ini gaji yang diterima pekerja bisa naik" sahuutnya.

BURUH MOGOK KERJA SETENGAH HARI

Sementara itu, di KBN sedikitnya ada 400 buruh berhenti melakukan aktivitasnya bekerjanya lantaran gajinya bulan Januari 2012 ini belum dibayarkan. Ratusan Buruh PT Nobel Jeans ini terpaksa berhenti bekerja sekitar pukul 10.30 siang tadi. Aksi mogok ini sebagai bentuk protes lantaran upah mereka bekerja bulan Januari 2012 belum dibayarkan."Kita cuma minta kewajiban perusahaan membayar upah kami, masa gaji terlambat sampai dua minggu. Bagiamana anak kami mau makan dan bayar sekolah" kata Ida 45 warga Kampung Sawah, Semper Timur.

Dijelaskan, padahal upah yang mereka terima jauh dari ketetapan UMP tahun 2010 yakni hanya Rp 1,3 juta itupun dibayarkan terlambat setiap. Bulannya."alasannya selalu uang belum dikirim dari Bosnya yang tinggal di Qatar" sahutnya.

Ribuan Buruh KBN Mogok Kerja, Jalan Cacing Macet Total


Jakarta - Sebanyak 1.500 buruh berdemonstrasi di depan pintu masuk utama Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (19/1) pagi. Mereka menuntut Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta dan Dewan Pengupahan Provinsi agar menaikkan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) DKI Jakarta menjadi 20 persen dari Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2012.

"Kenyataannya sekarang, Dinas Tenaga Kerja DKI dan Dewan Pengupahan DKI Jakarta telah menetapkan kenaikan UMSP hanya lima persen dari UMP 2012. Padahal kenaikan lima persen itu adalah angka di 2010. Jelas hal itu tidak sesuai dengan standard Kebutuhan Hidup Layak (KHL) saat ini," kata Bayu Murnianto, Ketua Forum Serikat Buruh Indonesia (FSBI), saat ditemui disela-sela aksi demonstrasi yang dilakukan di KBN Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (19/1).

Bayu mengatakan, sesuai Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 117 Tahun 2011 tentang Upah Minimum Provinsi Tahun 2012, ditetapkan UMP tahun ini sebesar Rp 1.529.150. Bila kenaikan UMSP hanya lima persen, maka buruh hanya akan menerima upah sebesar Rp 1.605.700. Padahal seharusnya upah sektoral buruh di KBN bisa mencapai Rp 1.834.980.


Bayu menuding, ketetapan itu dibuat bukan berdasarkan kesepakatan dengan para buruh yang bekerja di KBN Cilincing. "Kesepakatan itu dibuat oleh kelompok yang mengatasnamakan buruh di KBN, jelas saja ketetapannya mengikuti selesar pengusaha," ujarnya lagi.

Menurutnya, hari ini ada pertemuan antara Asosiasi Pengusaha Indonesia dengan Dewan Pengupahan, buruh dan Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta di Balai Kota. Dan bila hasil dari pertemuan itu, pemerintah tak juga memenuhi tuntutan buruh berupaka kenaikan UMSP sebesar lima persen, maka Bayu mengancam bahwa ribuan buruh di KBN Cilincing akan mogok kerja.Ditambahkannya, unjuk rasa kali ini adalah yang kedua kali dilaksanakan, setelah sebelumnya dilakukan pada 9 Januari 2012.

Rini 34, buruh PT Makalot menjelaskan pihaknya meminta kepada pihak pemerintah maupun dewan pengupahan untuk segera meralisasi apa yang menjadi tuntutannya.

Dalam aksi kali ini, 80 persen dari pengunjuk rasa ini mayoriitas perempuan. Para pendemo sempat menutup pintu utama KBN di Jalan Raya Cacing untuk mencegat para buruh yang akan bekerja, dan juga melakukan orasi. Akibatya Jalan Cacing menuju KBN macet total sepanjang 1,5 kilometer.

Kepala Unit Lalu-lintas Polsek Cilincing, Ajun Komisaris Iskandar mengatakan unjuk rasa digelar sejak pagi hari dan berlangsung tertib. Namun, unjuk rasa tersebut membuat kendaraan yang ingin masuk ke KBN dialihkan ke pintu ke luar yang tidak ditutup oleh pendemo.

"Untuk sementara unjuk rasa ini berlangsung aman dan tertib, karena para pengunjuk rasa juga berjalan damai," kata Iskandar, Kamis (19/1).Dan untuk mengantisipasi kemacetan, lanjut Iskandar, pihaknya mengerahkan sekitar 10 personil untuk mengamankan lalu lintas disekitar lokasi pengunjuk rasa. "Tadi pagi jalan sempat macet panjang, karena para pendemo menutup jalan di jalan Cakung Cilincing untuk mencegat para buruh yang hendak bekerja di KBN. Namun, kemacetan sudah terurai sekitar pukul 10.00, karena pengunjuk rasa sudah membuka jalan," ujarnya.
Ribuan buruh itu terlihat berkumpul dan berorasi di depan pintu masuk KBN sehingga akses menuju ke KBN menjadi terganggu. Bukan hanya itu, puluhan truk kontainer yang ingin masuk ke dalam kawasan juga terhambat sehingga harus memarkirkannya di Jalan Raya Cakung Cilincing.
Selain menutup pintu utama KBN Cilincing, para buruh juga berusaha merangsek masuk ke dalam kawasan untuk meminta rekan-rekan mereka yang masih bekerja di 98 pabrik di dalam KBN agar berhenti bekerja. Namun keinginan buruh itu sulit dilakukan, karena ratusan petugas kepolisian dari Polres Jakarta Utara, Polda Metro Jaya, dan petugas keamanan internal KBN Cilincing, berjaga di depan kawasan dengan membentuk pagar betis. Sempat terjadi aksi dorong-dorongan, antara demonstran yang ingin masuk ke dalam dengan polisi yang berjaga di depan gerbang utama KBN. Beberapa buruh perempuan sempat terjatuh dalam aksi tersebut, namun tidak ada buruh yang terluka.Akhirnya ratusan buruh ini melanjutkan aksinya ke Kantor Disnaker DKI Jakarta.
BURUH KEPUNG DISNAKERTRANS JAKUT

Selain ribuan buruh di KBN melakukan aksi mogok, ratusan buruh garmen PT Sainath Industri di KBN Tg Priok ini mendatangi kantor Sudin Tenaga Kerja di Jalan Plumpang-Semper. Sebanyak 800 buruh ini menuntut agar pihak Sudin segera mempasilitasi soal PHK di perusahaan tersebut kepada pekerjanya untuk diselesaikan. Pasalnya pihak perusahaan tidak bisa memenuhi tuntutan buruh lantaran perusahaan sudah tutup.


"Pihak perusahaan hanya menawarkan 50 persen dari satu kali UU ketenagakerjaan. Padahal harusnya membawar penuh dan dua kali. Bahkan mereka mau membayarkan uangnya selama 4 kali alias dicicil" kata sutra maulana kordiantor aksi buruh PT Sainath.

Menurutnya pemberian uang PHK ini tidak adil, apalagi pekerja di pabrik itu rata-rata masa bekerjanya diatas 15 tahun.Setelah dilakukan pertemuan akhirnya pihak perusahaan akan melakukan pertemuan di perusahaannya besok. Aksi berjalan damai, para buruh bubar dengan tertib.




Ribuan Buruh KBN Mogok Kerja, Minta UMSP Di Naikan!

Cilincing - Ribuan buruh dikawasan KBN Cilincing hari ini melakukan mogok massal kerja guna menuntut agar kenaikan upah UMSP DKI Jakarta untuk dinaikkan lebih daari 5 Persen.
Sebanyak 96 perusahaan di dalam KBN ini atau 65 ribu pekerjanya berhenti tak masuk kerja. Ribuan buruh berkumpul didepan pintu gerbang masuk KBN untuk menyampaikkan tuntutannya.

Thomas dan Bayu Murnianto Koordinator aksi bersama Forum Buruh Kawasan ini meminta kepada Dinas Tenaga Kerja Agar tuntutan buruh untuk kenaikan UMSP segera menyetujuinya. "Kalau kenaikannya cuma 5 persen yang dilakukan dewan pengupahan sama saja usulan tahun 2010 lalu. Ketika itu kami menuntut kenaikan 7 persen dan disetujui 5 persen" kata Thomas.

Begitupun kata Bayu Murnianto, kenaikan 5 persen bukan keinginan buruh. Pihak buruh hanya inginkan kenaikan tidak 5 persen namun 20 persen. "Jika nantinya dewan pengupahan menyetujuinya, para buruh menuntut bukan 5 persen" ujarnya.

Neni 29, salah seorang buruh dari PT Kwang Lim menuturkan saat ini upahnya mereka dapat tidaklah mencukupi Kebutuhan Hidup Layak (KLH). Apalagi ditempatnya bekerja sekarang tidak ada lembur, tak ada transport bahkan tak masuk kerja uang dipotong. Kebutuhan lainnya seperti membayar uang kotrakan, kebutuhan makan sehari-hari serta susu untuk anak "Yaa kalau terima gaji cuma habis untuk bayar hutang. Mudah-mudahan pak gubernur segera merealisasikan kenaikan UMSP kami" Tuturnya

Begitupun Disampaikan Yuniarti 29,buruh PT Miung Shung. Hingga saat ini pihak perusahaan belum memberikan informasi adanya kenaikan upah. Ia berharap pemerintah DKI Jakarta menetapkan upah UMSP (Upah Minimum Sektor Propinsi) agar mereka bisa kembali bekerja. "Jika tidak ada realisasinya kami tetap akan mogok kerja sampai 3 hari kedepan" ujarnya.

Dalam aksi demo mogok kerja yang diikuti sekitar 13 ribu pekerja ini telah melumpuhkan aktivitas puluhan pabrik didalam kawasan itu. Akibat mogok kerja ini ditaksir kerugian mencapai puluhan milliar lantaran tak ada satupun pekerja yang masuk hari ini. Aksi mogok kerja dan unjuk rasa akan berlangsung selama 3 hari.

Dalam unjuk rasa ini berjalan damai, sedikitnya satu kompi dari kepolisian Jakarta Utara diterjunkan untuk mengamankan jalan aksi unjuk rasa.

Tahun 2012 : Sudinaker Jakut Diminta Serius Atasi Persoalan Buruh

CILINCING- Lemahnya pengawasan tenaga kerja, penyelesaian berbagai kasus buruh yang tak tuntas, PHK sepihak,larangan berdirinya serikat pekerja, sistem kontrak, borongan dan skorsing waktu menjadi persoalan yang harus dituntaskan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Termasuk pengawasan Pemda DKI Jakarta saat mengawasi diberlakukannya UMP DKI sebesar 1.529.150.Sebanyak 78 ribu buruh pabrik di kawasan KBN Jakarta Utara meminta agar di tahun depan nanti persoalan itu bisa diatasi tanpa harus mereka turun ke jalan.

Bayu Murnianto Ketua FSBI (front Serikat Buruh Indonesia) yang juga ketua Aliansi Buruh Kawasan berharap pemerintah DKI Jakarta serius untuk menangani persoalan buruh. Beberapa point yang meski diperhatikan adalah perusahaan nakal yang tidak menepati kesepakatan dan aturan yang sudah diberlakukan."Pemda DKI Jakarta dan Akpindo sudah menyetujui UMP, tapi kalau ada perusahaan yang melanggar tolong ditindak tegas! ujar Bayu.

Jika tidak diperhatikan persoalan tersebut, dikuatirkan aksi buruh bisa kembali turun ke jalan.

Ditambahkan juga oleh Bayu, persoalan kasus buruh di KBN sendiri selama tahun 2011 dari 5 persen yang bisa dituntaskan melalui jalur pengadilan, sementara yang bisa diselesaikan dengan cara bipartid (Serikat pekerja dengan pengusaha) mencapai 80 persen. Ini menandakan masih lemahnya birokrat untuk mengatasi permasalahan buruh.

Ia meminta di tahun 2012 nanti, baik Pemda DKI Jakarta melalui Sudinakertrans tidak lagi berlarut-larut mengatasi masalah perburuhan ini. Termasuk menindak masih adanya perusahaan nakal yang tidak mau mentaati peraturan yang sudah ada, serta menindak oknum-oknum yang membela perusahan nakal tersebut.

Yuni salah seorang buruh KBN Di Cilincing menjelaskan, tahun 2012 diharapkan menjadi tahun perubahaan nasibnya. Tidak ada lagi perusahaan yang seenaknya membuat aturan sendiri, mengintimidasi pekerja serta memPHK sepihak tanpa adanya pesangon. "Saya berterima kasih kepada pak Gubernur yang sudah menetapkan UMP DKI, dan meminta agar aparatnya juga mengawasi di tingkat bawah" ujarnya.

(Bian)




Tuntutan UMP Dipenuhi, Buruh Batal Mogok Massal

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Para buruh menyambut baik keputusan dari Dewan Pengupahan 2011 untuk UMP DKI Jakarta 2012, yang memutuskan UMP Jakarta sebesar Rp 1,5 juta. Sebagai bentuk suka cita, para buruh membatalkan aksi mogok massal yang rencananya digelar minggu ini.

Pembatalan aksi demo mogok massal para buruh yang rencananya akan dilakukan di Kawasan Berikat Nasional (KBN), Jakarta Utara pada Senin (21/11/2011), batal digelar karena permintaan para buruh Jakarta tentang upah minimum provinsi (UMP) sebesar Rp 1,5 juta, dikabulkan.

Rencananya forum buruh Jakarta akan mogok kerja selama satu minggu dan mengerahkan 5.000 buruh untuk berunjuk rasa ke KBN Cakung. Karena UMP yang diputuskan sesuai dengan yang mereka inginkan, mereka akan mengganti aksi demo ini dengan pesta akbar di KBN Cakung.

Koordinator Forum Buruh DKI Jakarta yang juga Sekretaris Jenderal Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia, Muhammad Rusdi mengatakan kegembiraannya tentang dikabulkannya permintaan buruh tentang UMP DKI sebesar, 1,5 juta.

"Kita menyambut baik keputusan tersebut. Ini menandakan pemerintah masih mendengarkan aspirasi jutaan para buruh DKI," kata Rusdi.

Sementara itu dari pantauan INILAH.COM dilapangan, mulai Senin (21/11/2011) pagi, kondisi Kawasan Berikat Nasional (KBN) Cakung maupun Cilincing berjalan normal. Para buruh bekerja seperti hari-hari biasa. Tak ada aksi kegiatan butuh yang tampak menonjol.[bay]

 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas