SUKAPURA- Sekitar 150 orang dengan membawa spanduk dan poster mendatangi kantor PT Komatsu Indonesia di Jalan Cacing, Cilincing Jakarta Utara. Mereka datang menuntut agar pembangunan pergudangan di kawasan tersebut untuk tidak lanjutkan mengingat tanah tersebut masih bersengketa.Warga menuntut ganti rugi atas penggunaan tanah oleh perusahaan itu untuk membangun pergudangan alat berat. Menurut Wahyudin warga RW 3 Sukapura dijelaskan tanah tersebut tidak pernah dilakukan jual beli atau dipindah tangankan. Tanah itu dimanfaatkan warga sebagai lapangan olahraga, namun justru sekarang dibangun pergudangan. Sedikitnya ada 2,5 Ha lahan milik warga sekitar.
"Kami meminta kepada pihak perusahaan untuk menghentikannya, karena tanah tersebut belum dijual kepada siapapun" ujarnya.
Senada disampaikan Wahab 40, warga Sukapura lainnya.Para pemilik tidak pernah melakukan jual beli apalagi kepada perusahaan. Pihaknya saat ini masih mengantongi berkas surat tanah girik C tertanggal 19 Januari 1959, surat Ipeda nomor 2768.
"Kami minta pihak perusahaan segera ganti rugi dan menghentikan pembangunannya,selesaikan dahulu masalahnya" kata Wahab.Dijelaskan, jika pihak perusahaan mengindahkan dan tidak bisa menunjukkan bukti-bukti kepemilikan sah termasuk jual beli, warga mengancam akan mendatangi kantor walikota Jakarta Utara. Aksi ini juga mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian sektor cilincing. (Riana)
"Kami meminta kepada pihak perusahaan untuk menghentikannya, karena tanah tersebut belum dijual kepada siapapun" ujarnya.
Senada disampaikan Wahab 40, warga Sukapura lainnya.Para pemilik tidak pernah melakukan jual beli apalagi kepada perusahaan. Pihaknya saat ini masih mengantongi berkas surat tanah girik C tertanggal 19 Januari 1959, surat Ipeda nomor 2768.
"Kami minta pihak perusahaan segera ganti rugi dan menghentikan pembangunannya,selesaikan dahulu masalahnya" kata Wahab.Dijelaskan, jika pihak perusahaan mengindahkan dan tidak bisa menunjukkan bukti-bukti kepemilikan sah termasuk jual beli, warga mengancam akan mendatangi kantor walikota Jakarta Utara. Aksi ini juga mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian sektor cilincing. (Riana)
