Sejumlah warga kampung muka dan kampun Bandan berharap Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Ancol dapat mengusulkan pemangkasan pohon. Pasalnya, banyak pohon ditengah pemukiman warga yang telah berusia sekitar 30 hingga 40 tahun belum pernah dipangkas.
"Kami sangat kuatir bila musim hujan dan angin kencang pohon akan tumbang. Jangan sampai ada korban baru segera dilakukan pemangkasan, apalagi sekarang ini cuaca sedang musim hujan angin," kata Masudin, salah seorang warga RT 03/4 Kelurahan Ancon.
Ia berharap keluhannya dapat didengar dan dapat ditindaklanjuti hingga masalah tersebut terealisasi. "Kami ingin segera terealisasi karena usia pohon sudah sangat tua dan rentan tumbang," harapnya. Keluhan senada juga dikatakan Welli, 40, warga Kampung Bandan.
Menanggapi aspirasi warga tersebut, Ketua LMK Ancol, Sukirno, membenarkan pihaknya kerap mendapatkan keluhan warga melalui pengurus RT dan RW sehubungan masalah pohon yang mengkuatirkan tumbang. "Keluhan tersebut datangnya dari pengurus RW 01 dan RW 04 Ancol. Kami sudah melakukan cek lapangan ke wilayah tersebut, ada sekitar 30 pohon yang rawan tumbang. Kami pun sudah melaporkan perihal itu melalui Seksi Pertamanan di Kecamatan Pademangan, satu tahun lalu," ucapnya mengaku belum ada realisasi.
Ia menyesalkan pihak pertamanan yang belum juga melakukan penopingan maupun penebangan pohon-pohon yang dianggap membahayakan warga sekitar. "Kami juga sangat berharap sekali keluhan ini dapat didengar sebab bila warga yang akan menebang sendiri kami kuatir dipersalahkan. Selain itu, warga tidak mempunyai mesin pemotong dan teknik pemotongan harus yang profesional," jelasnya.
Pohon rawan tumbang tersebut, katanya, berjenis pohon Asem Ranji, Kayu Kapuk, Angsana dan pohon Ambon. "Usianya rata-rata antara 30 hingga 40 tahun dengan ketinggian mencapai 30 meter," tambah Sukirno kepada jakartautara.com, Selasa (13/03/2012). (min)
