Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, ruko yang diamuk si jago merah itu dihuni oleh satu keluarga yang terdiri dari 5 orang. Saat kejadian, korban tewas tidak dapat menyelamatkan diri karena tengah tertidur lelap di lantai dua ruko. Sedangkan kedua orangtuanya diketahui tengah keluar ruko untuk mencari sesuatu. Namun, mendadak terlihat percikan api dari lantai satu ruko milik Lelliseno. Dalam sekejap api langsung merembet ke atas dan membakar ruko miliknya.
Sayangnya, saat warga tengah histeris dengan kejadian tersebut, ketiga korban kakak beradik yang tengah tertidur lelap tersebut tak bisa diselamatkan. Warga sekitar pun panik berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan nyawa dan barang berharga. Karena besarnya api yang berkobar, warga pun tidak dapat menolong ketiga anak yang tengah tertidur pulas di lantai dua ruko.
Tak ayal, ketiga kakak beradik itu akhirnya terpanggang hidup-hidup hingga gosong dan tewas. Melihat kejadian tersebut, orangtua korban yang baru pulang keluar ruko pun langsung syok. Sedangkan jasad korban langsung dibawa ke RSCM, Jakarta Pusat untuk keperluan otopsi.
Kelapa Pleton Sudin Damkar dan PB Jakarta Utara, Putut Yantoko mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 22.00 dan menghanguskan sebuah ruko berlantai tiga milik Lelliseno. "Sekitar 13 unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Selang dua jam kemudian atau pukul 24.00, api berhasil dipadamkan," kata Putut, Rabu (16/5).
Dikatakan Putut, dugaan sementara kebakaran akibat korsleting listrik yang terjadi di lantai satu ruko dan langsung menjalar ke bagian atas ruko hingga menghanguskan seluruh bagian ruko tersebut, serta menewaskan ketiga kakak beradik yang tengah tertidur lelap dilantai dua ruko. Sedangkan orang tua korban, saat kejadian, tengah berada di luar ruko mencari sesuatu. "Saat kejadian kawasan ruko tersebut memang tengah mati listrik, sehingga terjadi korsleting listrik. Informasi dari masyarakat terdapat anggota keluarga di dalam ruko, petugas langsung berusaha mencari korban dan ditemukan di lantai dua dengan kondisi gosong dan telah tewas," ujarnya.
Ditambahkan Putut, pihaknya sempat mendapatkan kesulitan untuk mengevakuasi korban dan memadamkan api, karena bangunan ruko itu tertutup besi teralis. Sedangkan, warga setempat sempat memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (Apar). Namun, usaha tersebut sia-sia karena api malah semakin membesar. "Peristiwa ini sedang diselidiki Polsek Penjaringan. Sedangkan kerugian ditaksir mencapai Rp 800 juta " tandasnya.
